Hidup adalah perjuangan, begitupun dengan cinta. Khanaya
Jika Cinta kita berakhir, maka berjuanglah untuk memulai semuanya dari awal lagi. Adrian
Sepasang kekasih yang menjalani hubungan mereka dengan suka cita. Namun semuanya harus terhalang oleh masa lalu si pria yang membuat Dia harus meninggalkan kekasihnya.
Namun, siapa sangka kesalah fahaman semakin terjadi saat si pria berada jauh dari pemilik hatinya. Kesalah fahaman ini membuat cinta mereka berakhir. Sampai suatu saat mereka di pertemukan kembali dan memulai semuanya dari awal lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
"Maria"
Nyonya Alice langsung melepaskan pelukannya pada Maria. Mereka menoleh ke arah sumber suara.
"Pulang juga kamu" kata Alice tajam saat melihat menantunya yang baru pulang setelah bebarapa bulan pergi ke luar negri hanya untuk shopping
Sahila berjalan melewati mereka dan menjatuhkan dirinya di sofa "Aku capek Bu, kenapa selalu saja berisik saat aku pulang. Lagian aku Shopping juga dengan uang suamiku bukan uang dari Ibu"
Maria sedikit kaget mendengar ucapan istri dari mantan suaminya yang sangat tidak sopan pada mertuanya sendiri.
"Oh ya, kau Maria'kan?" menunjuk ke arah Maria "Akhirnya aku bertemu juga dengan Ibu dari anak suamiku. Makasih ya karna sudah memberikan keturunan untuk suamiku. Jadi, aku tidak perlu repot repot untuk hamil dan mengandung anaknya"
Deg
Maria tertegun dengan ucapan Sahila. Bagaimana bisa seorang wanita yang tidak menginginkan hamil dan mempunyai keturunan. Ini aneh.
"Sudahlah Bu, mari ke kamarku. Ada yang ingin aku bicarakan sama Ibu" kata Adrian
Maria menoleh dan tersenyum "Baiklah, Nyonya besar dan Nyonya muda saya pergi ke atas dulu"
"Pergilah Mar, jangan hiraukan wanita tidak tahu diri ini" kata Nyonya Alice melirik tajam pada menantunya
Bukankah itu adalah menantu idaman nya dulu. Maria
Adrian tidur di pangkuan Ibunya. Maria mengelus sayang rambut putranya ini. Adrian belum bicara apapun, Maria masih setia menunggu anaknya berbicara.
"Bu, apa Abang salah jika merasa kecewa dengan mereka?" tanya Adrian
Maria menggeleng "Abang tidak salah, itu perasaan manusiawi. Tapi, jangan pernah menyimpan dendam. Jangan jadikan rasa kecewa itu menjadi dendam yang mendalam"
"Tapi, jadikan rasa kecewa Abang untuk menjadi lebih kuat lagi dan menjadi pelajaran untuk Abang agar tidak melakukan hal bodoh yang sama seperti sebelumnya" nasihat Maria
Adrian bangun dan duduk menghadap Ibunya "Sekarang apa yang harus Adrian lakukan Bu?"
Maria mengelus rambut putranya "Lakukan apa yang menurutmu baik. Ibu akan selalu mendukungmu, lanjutkan hidupmu dengan baik dan bahagia. Lupakan semua yang telah terjadi, mungkin ini adalah takdir Tuhan yang harus kamu jalani"
"Jadilah kuat dan bisa membagakan keluarga mu Bang. Hiduplah dengan baik, jangan pernah kau meminum minuman laknat itu lagi" tambahnya lagi
Adrian mengangguk "Abang akan giat belajar Bu, biar bisa cepat lulus dan menjadi orang yang sukses"
Aku akan menjemputmu setelah aku bisa menjadi lebih baik dan menjadi orang yang sukses Nay. Gak peduli kalau nanti kamu memang sudah menikah dengan pria itu. Aku akan merebutmu. Seperti janjiku kau hanya akan menikah denganku.
"Ibu percaya sama kamu Bang. Ibu yakin kamu bisa menjadi yang terbaik. Tunjukan pada orang orang yang menjebakmu itu kalau kamu sudah hebat dan tidak akan mudah di bohongi lagi" kata Maria
Adrian mengangguk "Iya Bu"
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Sebulan berlalu.....
"Aku akan segera mengurus urat perceraian kita Sahila" teriakan Arnold menggema di sebuah kamar hotel
Sahila menarik selimut yang menutupi tubuh polosnya. Dia tidak menyangka kalau perselingkuhan nya dengan pria lain bisa di ketahui oleh suaminya. Apalagi sampai kepergok basah seperti ini.
"Cih. Dasar Murahan" Arnold langsung keluar dari kamar hotel itu
Di segera pulang menuju rumahnya. Saat ini yang Dia perlukan hanya ketenangan. Dan hanya rumah kitalah yang bisa memberi ketenangan.
"Kau kenapa kacau seperti itu Arnold??" tanya Nyonya Alice saat melihat anaknya masuk ke dalam rumah dengan keadaan kacau
"Aku sudah mengurus surat perceraianku dengan Sahila Bu" jawab Arnold datar
Nyonya Alice menghela nafas "Baiklah, Ibu akan mendukungmu apapun keputusanmu"
Arnold menghela nafas berat "Kenapa segampang itu Bu? Setelah Ibu menghancurkan hidupku juga hidup anaku. Sekarang dengan mudahnya Ibu mendukung keputusan ku untuk berpisah dengan wanita pilhan Ibu itu"
Nyonya Alice terdiam, Dia menyadari bagaimana sikapnya yang membuat hidup anak dan cucunya menderita.
"Maaf Nak, maafkan Ibu" lirih Alice
"Sudahlah Bu, semua telah berlalu. Sekarang jangan pernah lagi Ibu mengulangi kesalahan yang Ibu lakukan dulu. Buarkan putraku memilih pendamping hidupnya sendiri" kata Arnold tegas
Nyonya Alice mengangguk, Dia sadar apa yang di lakukannya di masa lalu memang salah dan berdampak buruk untuk kehidupan cucunya.
Mungkin dulu Nyonya Alice sempat berfikir untuk menjodohkan Adrian dengan wanita pilihannya karna Dia tidak setuju Adrian berpacaran dengan wanita yang menurutnya tidak sepadan dengan keluarganya.
Namun, saat melihat bagaimana Adrian terpuruk karna kasusnya dengan Yulia. Membuat Nyonya Alice sadar kalau Adrian sangat mencintai Khanaya. Melihat bagaimana Adrian mengatakan bahwa Dia sangat mencintai Naya.
Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah aku perbuat dulu. Biarkan aku melihat cucuku bahagia dengan pilihannya.
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Dua Bulan kemudian....
Arnold dan Sahila sudah resmi bercerai. Kini Arnold hanya ingin hidup bahagia bersama anaknya. Melihat bagaimana Adrian belajar dengan giat supaya bisa lulus dengan cepat katanya.
Ada yang aneh, Arnold menyadari beberapa bulan ini Adrian terlihat lebih dingin dan banyak diam.
Arnold sadar kalau selama ini Dia belum begitu dekat dengan anaknya. Arnold terlalu sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk berbicara dengan anaknya.
"Nak"
Adrian menoleh ke arah Arnold yang berdiri di ambang pintu kamarnya. Arnold berjalan mendekati anaknya yang sedang belajar di meja belajar nya.
Duduk di sofa yang ada di kamar Adrian "Sedang mengerjakan tugas ya"
Adrian masih fokus pada laptopnya "Iya Dad, bentar lagi selesai"
"Baiklah"
Arnold memilih menunggu Adrian menyelesaikan tugasnya. Setelah menyelesaikan tugasnya, Adrian segera menghampiri ayahnya.
"Ada apa Dad?"
"Ekhem.
Daddy hanya ingin bertanya sama kamu? Apa ada masalah?" tanya Arnold to the point
Adrian diam, lalu beberapa saat kemudian Dia menggeleng "Tidak ada masalah apapun kok Dad"
"Benarkah?" Arnold memicingkan matanya seolah tidak percaya dengan ucapan Adrian "Tapi, Daddy merasa kalau ada yang kamu fikirkan selama ini. Sikap kamu menujukan semuanya Nak"
Adrian menghela nafas, mungkin inilah yang di sebut ikatan batin antara orang tua dan anaknya.
"Adrian memutuskan Naya Dad" lirih Adrian
Akhirnya Adrian menceritakan kejadian tiga bulan lalu saat dirinya memergoki Naya sednag di peluk oleh Zidan. Laki laki yang menjadi rivalnya selama ini.
"Apa kau tidak melakukan itu dengan Naya?" tanya Arnold
Deg
"A...aku melakukan nya. Tapi itu sudah sebulan yang lalu sebelum aku memergoki mereka" jelas Adrian
"Apa saat kau melakukan itu pada pacarmu, Dia masih suci?" tanya Arnold lagi
Deg
Jantung Adrian berdetak dengan kencang. Mungkinkah selama inu Dia salah mengira? Arghhh.. Adrian merasa sangat pusing, fikirannya selama ini hanya terfokus pada Naya yang kepergok sedang di peluk oleh Zidan. Tanpa ada pemikiran lain.
"Jika memang Dia dalam keadaan suci saat pertama kali kau melakukan nya. Itu artinya, Dia mengandung anakmu. Hamil itu tidak langsung kemarin malam kau melakukannya besok pagi langsung hamil. Jarak satu bulan itu hal yang wajar dengan keadaan wanita yang subur" jelas Arnold
Deg Deg
Adrian bagaikan tertimpa beban yang sangat berat. Dadanya sesak, mengingat kebodohan nya selama ini. Kenapa Dia bisa sebodoh ini selama ini. Kenapa Dia tidak bisa berfikir jernih.
"A...apa mungkin itu adalah anaku Dad?" lirih Adrian
Arnold mengangguk "Iya, Daddy yakin itu adalah darah dagingmu"
Adrian berdiri dari duduknya "Aku harus menemuinya Dad, aku telah menyakitinya"
"Pergilah, temui pujaan hatimu itu dan bawa Dia kesini" kata Arnold
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
"Apa? Dia sudah tidak tinggal di sini?" tanya Adrian dengan wajah terkejut
"Iya, Naya sudah lama tidak tinggal disini" jelas Ibu kos
"Tapi kenapa?"
"Naya ketahuan hamil di luar nikah. Dan kosan saya ini adalah kosan khusus putri. Jadi, saya tidak mau sampai kosan saya menjadi tercemar" jelas Ibu kos
Adrian terdiam dengan segala penyesalan yang ada di hatinya. Dia pun memutuskan untuk pergi ke panti tempat dulu Khanaya tinggal.
Jalan depan gang ini adalah tempat dulu Naya menunggunya. Sepanjang jalan ini terlalu banyak kenangan untuk Adrian.
"Tidak ada disini juga" kata Adrian saat Ibu Panti juga tidak mengetahui keberadaan Naya
"Iya Nak, sejak Naya memutuskan untuk pindah ke kosan. Dia hanya datang kesini beberapa kali saja. Namun, tiga bulan terakhir ini Dia tidak lagi datang kesini" jelas Ibu Panti
Adrian mengusap wajah kasar, Dia benar benar frustasi dengan semua ini. Bodohnya Dia karna selama ini hanya memikirkan hal yang tidak pasti.
Adrian memutuskan untuk pergi ke taman yang dulu sering mereka kunjungi. Dadanya sesak saat melihat bangku taman yang dulu sering mereka duduki.
Maafkan aku Nay, maaf karna kebodohanku kamu pergi. Kembalilah Sayang, ku mohon.
Bersambung
ku tunggu karya slanjutnya kak😉
thank kaka akhirnya happy ending ,