Ustadz Fadli Alfatah membuat keputusan menikahi Bella yang di tinggalkan sang adik 1 jam sebelum resepsi pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Khawatir
Saat ustadz Fadli mengajar di sekolah di tidak fokus, entah kenapa ia merasa khawatir. Dia terus mengucapkan kalimat istighfar, "Ustadz kenapa?" tanya Roni bertanya pada sang guru Agama.
"Hanya kelelahan, Roni tolong awasi teman- temanmu ya. Ustadz, ingin menelpon."
"Baik Ustadz," jawab Roni. Setelah selesai mengajar dan sholat di masjid Fadli kembali ke rumah. Tapi rumah kosong kemana istrinya. "Bella kamu kemana?" tanya ustadz Fadli dalam hati.
"Tut ... tut.." telpon tidak aktif. Ada apa ini ada rasa nyeri pada ulu hatinya. Merasakan seperti ada pertanda buruk.
...----------------...
Kos"an
Bella melihat hari sudah gelap, dia ketiduran. Gawat Fadli pasti sangat khawatir. "Mau kemana sayang?" tanya Rey menarik Bella hingga jatuh ke dalam pelukannya.
"Aku harus kembali Rey, Fadli___"
"FADLI ... FADLI ....!! Apa sih hebatnya ustadz sok suci ini. Gak Bell, kamu harus disini sama aku." Rey memaksa Bella untuk menginap bersamanya.
"Rey, aku sudah menikah."
"Itu cuman nikah palsu Bella, kamu terpaksa nikah sama dia karna aku waktu itu ada masalah. Kamu ingat kenapa aku menghilang? kenapa kamu nggak pernah tanya apa yang terjadi sama aku! aku mengalami haru buruk dan kamu malah sibuk dengan pesta pernikahan."
Bella terdiam, dia memang tidak pernah bertanya apa yang terjadi dengan Rey. "Lihat aku Bella, cuman aku satu- satunya orang yang tulus sama kamu. Fadli cuman kasian, kamu lihat dia dia mencintai Aisyah bukan kamu." Bella terdiam, dia mengerti laki- laki mana yang mau memiliki istri tidak suci. Apalagi Bella adalah pacar Rey saat itu.
"Tetaplah bersamaku Bella, hanya untuk malam ini." Bella terdiam, dia memilih tetap bersama Rey. Rey tersenyum kembali membawa Bella dalam pelukannya.
Rey kembali menginginkan Bella lagi, wanita itu bahkan sudah lelah. Tapi Rey tidak berhenti sudah lama dia tidak merasakan kenikmatan dari Bella kekasihnya, telpon Bella terus berdering dari tadi jadi dengan akal gila Rey. Rey menjawab telpon itu. "A...apaa ... yang kauuu lakukan Rey..," Bella ketakutan, dia menahan agar tidak mendesah akibat ulah Rey.
"Assalamualaikum Bella, kemana kamu?" tanya Fadli di ujung telpon. "Saya sangat khawatir, " Fadli bersyukur Bella akhirnya menerima telpon.
"Ituuu, Bella adaaa ... pe.., pekerjaan mas.." Kenapa nada suara Bella terbata- bata, Fsddli membuang pikiran negatifnya. Tidak seharusnya dia berpikir istrinya macam- macam.
"Baiklah Bella, kamu jangan lupa makan. Saya besok akan ke Bandung untuk menghadiri undangan ceramah."
"Ba ...baiklahhh mas, hati- hati. Bella t...tutuuup telpon dulu." Rey tersenyum saat Bella mematikan telponnya.
"Wah, wah pintar sekali kamu berbohong Bella. Fadli tidak tahu istrinya sedang bekerja keras dengan kenikmatan yang kuberikan."
"Gila kamu Rey!" teriak Bella menampar wajah Rey. Bukannya marah Rey semakin membuat Bella tidak karuan, itu benar- benar nikmat. Kenapa hal- hal nikmat selalu melibatkan dosa besar. Karna mengetahui Fakta bahwa Fadli pergi ke luar kota Rey tidak tinggal diam, Bella adalah kekasihnya Rey akan terus menahan Bella selama mungkin.
...----------------...
"Gimana Rey enak?" tanya Andre di kampus, Andre jadi iri dengan Rey semakin hubungan tertantang akan semakin seru menjalaninya.
"Cowok kayak lu gak akan tau betapa enaknya itu."
"Sae lu Rey, giliran yang enak- enak gak mau bagi- bagi gue sih gak pernah dapet mangsa empuk. Kalau gue dapet cewek kayak Bella udah cukup 1 aja gue, gak kayak sekarang kendor- kendor."
"Ah gila lu Dre," tawa Rey pecah.
"Nanti siang gue mau main ke kos lu," Andre bersiasat sambil mencuri pandang dengan Bella kekasih Rey dulu.
"Gue mau berduaan sama Bella." tolak Rey.
"Lo macem gak tau gue aja, makin di larang makin gue buat."
Siang itu Andre berkunjung ke kos Rey, Bella agak risih. Jujur Bella malu pasti Andre tahu bahwa dia wanita yang sudah menikah. "Hai Bella." Sapa Andre.
"H-hai," jawab Bella kesal mempersilahkan Andre masuk, Rey memeluk Bella erat.
"Gak usah pamer kemesraan di depan gue dong Rey."
"Lo macem nggak pernah aja."
"Drrttthhh ... drrrthhh.." Tiba- tiba telpon Rey bergetar, itu telpon dari pekerjaan Rey. "Bell buatin Andre gilak ini minum ya." perintah Rey, Bella mengangguk berjalan ke dapur. Rey sengaja menyuruh Bella agar mata Andre berhenti jelalatan menatap Bella.
Bella menuangkan sirup jeruk di dalam gelas dengan air, tapi Andre tiba- tiba sudah di dapur. Dia menatap wanita yang kini semakin cantik, sudah jadi artis pula. "Ngapain kamu Dre!" Bella menepis tangan Andre saat pemuda itu ingin menyentuh dadanya.
"Bell, lo makin- makin aja gue liat. Kalau lo bukan cewek Rey udah gue tidurin lo dari dulu." Bella tercengang, ternyata selama ini sahabat Rey membayangkan yang tidak- tidak tentangnya.
"Sialan kamu Dre!" umpat Bella, Andre tertawa mengejek.
"Haha ... sadis juga mulut lo ya Bell, ntar gue masukin lo keenakan." benar- benar kalimat vulgar. Andre mendekati Bella menyentuh wajah mulus wanita itu.
"Bangsat!" umpat Bella ingin pergi, tapi Andre menutup mulut Bella.
"Enak ya si Fadli bisa nyicipin lo, sayang lo cuman bisa ngerasain cuman dua orang. Lo gak pengen sama gue Bell?"
"Hei Dre dimana lo...?!" teriak Rey.
"Sayang sekali sih Rey udah siap nelpon kalau enggak gue bisa lama- lama ngeliat lo Bell." Andre membawa sirup jeruk yang di buat Bella ke ruang tamu kos- kosan Rey.
"Dari mana lo?" tanya Rey curiga Andre yang mesum ini macam- macam dengan Bella.
"Gue cuman nambahin sirup aja biar lebih manis,"
"Oh jawab Rey, lo jadi nginep sini. Lebih bagus gak usah deh gue gak mau Bella gak nyaman."
"Gue di ruang tamu kok Rey. Santai ajalah."
...----------------...
Saat malam Andre mengendap- ngendap mengintip ke kamar Rey, gila ini. Dia sampai menengguk ludah, membayangkan bahwa dirinya adalah Rey. Bella benar- benar menggoda iman. "Sialan sih Rey, enak banget dia dapet jatah terus." Andre mengintip dari cela pintu kamar Rey.
"Nanti Andre denger Rey." Bella berbicara dengan nada pelan, saat Rey terus melakukan perbuatan gilanya.
"Dia udah tidur jam segini, udalah sayang enakin aja. Nih rasain Bell dari gue.," ucap Rey, Bella memejamkan matanya. Mengigit ujung bibirnya agar tidak menimbulkan suara.
Keesokan paginya Bella jalan tanpa menimbulkan suara ke kamar mandi, di lihatnya Andre yang tidur di ruangan tamu belum bangun karna masih pukul 6 pagi. Selesai mandi dan berpakaian di dalam Bella keluar tapi laki- laki berwajah baby face menahannya. "Bell gue kira lo polos," bisik Andre.
"Ngapain kamu Dre, kamu jangan macem- macem ya!" bentak Bella menatap ke arah kamar Rey.
"Udah di macem- macemin dua orang aja sok jual mahal Bell," Bella mendorong Andre berlari ke kamar Rey. Setelah hari itu Bella jadi membenci Andre.