kisah ini menceritakan empat remaja cowok yang dipertemukan dalam sebuah sekolahan bergengsi yang kemudian pertemuan mereka membuat mata batin mereka terbuka dan dapat melihat mahluk tak kasat mata, mereka sebenarnya adalah sekelompok anak yang terpisah selama belasan tahun lamanya namun mereka tak saling mengenal hinga pada akhirnya kejadian pada perkemahan membawa mereka kepada sosok leluhurnya yang kemudian mencari tau jati diri mereka.
kisah ini diambil dari kisah nyata namun diberikan sedikit unsur fantasinya agar terkesan menarik.
dapat kah keempat remaja tersebut mengetahui jati diri mereka sebenarnya? dapat kah mereka mengunakan kekuatan Yang dimikinya dengan baik? dan siapa sebenarnya mereka? temukan jawabnya dengan membaca novel ini jika membaca jangan lupa berikan jejak ya kasih vote dan dukungan buat author biar bisa lanjutkan terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doni Doni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rasa yang tak disadari
" don jawab don " kak perki terus memaksa ku menjawab namun aku tetap diam dan fokus sama buku bacaan ku
" ya udah lah kalo gak mau jawab "
kak perki kemudian meninggalkan ku sendiri aku mulai tenang membaca buku bacaan ku dan Tampa sengaja aku menemukan sesuatu dan disana tertera nama lidia.
" apa ini punya lidia ya, nanti aku kembalikan deh, nanti apa sekarang ya sekerang ajah deh " guman ku dalam hati.
aku kemudian berdiri dan berjalan menuju kelas aku terus mencari lidia namun aku tak melihatnya aku memutuskan untuk menungunya dikelas, tak lama setelah itu lidia dan teman teman nya masuk kelas aku kemudian menghampiri lidia.
" ini punya kamu kan??" aku menyerahkan sesuatu pada lidia
" iya ini punya ku diaman kamu menemukanya don??!!" jawab lidia
" tadi aku gak sengaja nemuin ini di taman "
" pantesan aku cari cari gak ada "
" ini " aku kemudian menyerahkan barang itu dan Lidia mengambilnya.
" makasih ya don udah kembalikan ini "
" iya sama sama lidia "
setelah mengembalikan barang tersebut aku pun berjalan menuju perpusatakaan sekolah disana sudah ada kak perki, toloi, dan kak dewa sedang bercerita.
" habis Dari mana don?? tumben telat ke perpus " kak toloi menanyaiku
" biasa lah ada urusan " jawab ku
" urusan cewe pasti yakan don " timpal kak perki
" wihhh doni udah pacaran don " kak dewa
" kagak lah, gue cuma habis Dari kelas ajah tadi " jawab ku
" habis Dari kelas apa kelas " timpal kak perki
" ccckkk kakak ini kaya tau ajah masalah orang " jawab ku kesal karna kak perki terus mengoda ku
" ohhh jelas lah tau kan kamu sedang ada benih benih gitu " jawab kak perki
" benih apaan sih kak kagak jelas amat jadi orang " timpal ku
" ya ela don pura pura kagak tau padahal lo diam diam menghanyutkan ia kan " jawab kak perki sambil rekekeh melihat muka ku yang memerah menahan malu.
" ccckkkk" aku kemudian berdiri dan hendak berjalan namun tangan ku ditahan kak perki
" mau kemana?? jangan marah marah nanti tampan nya ilang "
" mau ambil buku " jawab ku dan menghempaskan tangan kak perki yang terus mengodaku.
aku kemudian berjalan dirak buku dan dan aku mulai menyisir satu persatu buku dibarisan sejarah, aku terus fokus pada buku ku dan mencari buku favorite ku, tak lama buku yang aku cari pun aku dapati dan aku pun berjalan menuju tempat duduk ku tadi disana masih ada kak dewa dan kak perki serta kak toloi yang masih bercerita.
aku kemudian ikut bergabung dan sesekali aki mendengar mereka tertawa, entah diaman pembicaraan mereka yang lucu aku yang mendengar hanya biasa biasa saja.
pulang sekolah ....................................................
saat akan pulang sekolah aku yang tak tahu menahu kemana akan dibawa hanya fokus saja kemana kami akan pergi hingga tiba di sebuah rumah sederhana kak perki kemudian menepikan mobilnya dan mengajak ku keluar,
aku kemudian turun dan melihat rumah tersebut.
" ayo don masuk "
kami berempat kemudian mengetuk pintu tersebut, tak lama setelah itu ada wanita paruh baya membuka kan pintu.
" siapa ya " jawabnya
" permisi bi, ini kami Dari sekolah SMPN 4 Jelimpo, apa kami boleh masuk " timpal kak dewa
" ohhh silahkan we " jawab wanita tersebut mengunakan logat bahasa daerah
" sebentar ya we bibi bikin minum dulu "
" gak usah repot repot bi, kami kesini hanya sebentar " jawab kak perki
" ada perlu apa we datang kesini? apa yang we mau cari???"
" begini bi " kak perki menarik nafas sebelum melanjutkan berbicara.....
god bless you too...
top ceritanya thor... i like it.../Good//Good//Good/
maaf, untuk yang ini agak membingungkan...