Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang diantara keduanya . Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara batin dan lahir supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan kesetiaan , kesabaran dan ketulusan .
Namun apa jadinya jika dua insan di persatukan dalam pernikahan karena adanya kesalah pahaman.
Itulah yang terjadi pada gadis cantik yang bersekolah menengah akhir harus disatukan dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria dewasa darinya hanya karena kessalah pahaman.
Aleni Maulik Sifa nama seorang gadis cantik dan manis berumur 17 tahun , gadis sederhana yang tinggal bersama Ayah kandung , Ibu tiri dan kakak tiri yang sangat mengerikan untuk Aleni .
Karena satu kejadian dimana saat pria dewasa itu menolong Aleni yang sedang dalam keadaan yang berbahaya , namun karena fitnah seseorang Aleni dan pria dewasa itu harus terpaksa menikah atas dasar ke salah pahaman.
Apakah pernikahan mereka dapat berjalan langgeng atau sebaliknya ..?
Simak terus yaaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MedianaNana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 tempat tinggal baru
“ Tok tok tok “
Suara pintu di ketuk dari luar kamar Aleni sebelum ada yang mempersilahkan masuk , orang yang mengetuk pintu langsung membuka pintu kamar .
“ Ceklek “ Pintu di buka yang menampilkan Ibu Iva yang berdecak melihat Aleni sedang berbaring di tempat tidur .
“Ck Ibu kira kamu lagi ngelakuin hal apa ternyata malah asik rebahan gak jelas “. Omel Bu Iva seraya berdecak .
Aleni yang mendengar nya hanya memutar bola mata nya malas .” Eh malah masih aja rebahan , Al bangun … Kamu tuh sadar gak sih kalau sudah di tunggu sama Pak Budi di bawah “ Kata Bu Iva dengan suara yang mulai tak enak di dengar di telinga Aleni membuat Aleni terpaksa beranjak bangun padahal tubuh
nya masih berat meninggalkan kamar yang sudah di tempati nya selama 17 tahun
kurang 1 bulan ini , kamar yang menyimpan semua kenangan indah nya bersama sang Bunda dan Ayahnya .
Tanpa mengganti pakaian nya terlebih dahulu Aleni berjalan keluar kamar menuju ruang tamu di mana Pak Budi supir keluarga suami nya masih setia menunggu yang di ikuti Bu Iva di belakangnya dengan ocehan yang berisi nasihat agar Aleni bisa menjaga sikap nya di rumah Suaminya agar tak menimbulkan
masalah .
Pak Budi yang melihat kedatangan Aleni langsung berdiri “Maaf Non Aleni bisa kah kita berangkat ke rumah sekarang karena saya masih ada pekerjaan yang harus segera di kerjakan “. Ujar Pak Budi pelan karena tak enak hati dengan Aleni .
“ Oh iya Pak bisa ko , maaf ya sudah buat Bapak lama menunggu .” jawab Aleni yang merasa bersalah karena sudah membuat Pak Budi menunggu lama , Pandangan Aleni langsung tertuju pada Bu Iva yang menganggukkan kepala isyarat agar Aleni menurut .
“ Bu tapi Aleni belum pamit Ayah “. Ucap Aleni yang terlihat berat meninggalkan rumah sebelum berpamitan secara langsung pada Ayah nya walaupun sang Ayah sudah mengetahui kepergiannya dari bibir pria yang bergelar Suami nya tadi pagi setelah sarapan .
“ Udah gak apa apa Ayah nanti biar jadi urusan Ibu , sebaiknya kamu sekarang ikut Pak Budi kasihan beliau sedari tadi sudah menunggu
mu “. Jawab Bu Iva membuat Aleni mengangguk pasrah .
“ Yaudah Pak mari kita berangkat “. Ujar Aleni pada Pak Budi yang sigap mendekati koper milik Aleni untuk di bawa nya ke mobil .
“ Mari Bu , Saya permisi dulu “. Pamit Pak Budi pada Bu Iva yang mengangguk kan kepala seraya tersenyum ramah .
" Titip anak saya ya Pak " kata Bu Iva pada Pak Budi yang menganggukkan kepalanya .
Saat Pak Budi sudah keluar dari rumah dengan membawa koper nya , Aleni langsung beranjak mendekati Bu Iva untuk berpamitan mengambil tangan Ibu tiri nya untuk ia cium punggung tangan nya dengan takzim .
“ Bu Aleni pergi ya , tolong sampaikan pamit Aleni pada Ayah dan tolong jaga Ayah ya , Bu … Kalau ada apa apa tolong hubungi Aleni ya Bu “. Pamit Aleni pada Bu Iva dengan mata yang berkaca kaca .
Bu Iva langsung merengkuh tubuh anak sambung nya “. Iya nanti Ibu pamitkan pada Ayah sudah kamu jangan khawatir sama Ayah ya … Yang terpenting disana kamu harus jaga sikap yang baik jaga nama baik keluarga , nurut sama Suami mu ya “. Jawab Bu Iva dan di angguki Aleni di dalam dekapan Bu Iva .
Aleni menganggukkan kepalanya mendengar nasihat ibunya seraya mengucap salam .
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam jaga diri baik-baik ya ". jawab Bu Iva melepas kepergian Aleni .
Aleni yang akan menaiki mobil SUV hitam mewah menoleh sebentar ke rumah yang menyimpan banyak kenangan , tersenyum dengan mata berkaca kaca pada Bu Iva yang masih setia berada di depan teras rumah .
Di dalam mobil Aleni hanya diam dengan seribu macam pikiran … Aleni bingung apa yang akan ia lakukan di tempat baru nya , ada rasa takut yang melingkupi hati Aleni sepanjang jalan
menuju rumah Suaminya , Aleni takut ia tak mendapatkan perlakuan baik dari Suami dan penghuni rumah itu apalagi melihat sikap Pria yang bergelar Suami itu menambah hati Aleni yakin jika tak akan semudah yang di bayangkan tinggal di rumah itu .
Pak Budi yang sedang mengemudikan setirnya hanya melirik menantu anak majikan nya yang terlihat sedih di bangku belakang mobil … Ada
rasa iba di hati pria paru baya itu karena sedikit banyak ia tahu apa yang menyebabkan pernikahan itu ada di tambah Pak Budi juga tau jika anak majikan nya itu masih menjalin hubungan dengan kekasihnya .
Tanpa Aleni sadari ternyata mobil yang ia tumpangi sudah masuk ke dalam pelataran rumah dua lantai , Aleni tersadar begitu mendengar ucapan Pak Budi yang mempersilahkan dirinya untuk keluar dari mobil karena sudah sampai di tempat tujuan .
“ Non Aleni silahkan , kita sudah sampai “. Kata Pak Budi membuyarkan lamunan Aleni .
“ Ah eh … Sudah sampai ya Pak “. Jawab Aleni dan mulai melihat bangunan rumah mewah di depan nya dengan dua tiang penyangga yang kokoh.
Aleni mulai membuka mobil berdiri di samping mobil yang membawanya Aleni melihat lihat sekitar rumah mewah itu … Rumah mewah dengan warna putih tulang memiliki halaman luas seperti taman di tengah nya yang terdapat
air mancur dan tanaman bunga bunga yang indah di pandang mata dengan gerbang
kayu yang menjulang tinggi di samping gerbang itu pun terdapat pos keamanan , di
lihat dari mewahnya rumah membuat Aleni membenarkan jika keluarga Suaminya merupakan orang yang tak biasa .
Saat Aleni masih sibuk mengamati rumah baru yang akan ia tinggali tiba tiba Aleni terkejut dengan sapaan seseorang dengan suara yang
ramah .
“ Siang Non Aleni , selamat datang di rumah keluarga Adiwilaga “. Sapa orang itu membuat Aleni tersentak kaget .
“ Eh Astaga … em Siang juga Bu “.jawab Aleni tergagap karena kaget sambil menyentuh dada nya .
“ Wah maaf ya Non kalau membuat Non Aleni terkejut , Oh ya jangan panggil Ibu panggil saya Mbok Tun sama kaya semua nya ya Non “ Ucap orang itu yang tak lain Mbok Tun .
“ Ah iya gak apa apa ko Mbok Tun “. Jawab Aleni dengan tersenyum ramah pada Mbok Tun .
“ Non Aleni cantik sekali , ayo ayo masuk di luar panas Mbok sudah masakin non Aleni pasti non Aleni belum makan siang kan “. Ucap Mbok Tun yang melihat Aleni masih mengenakan seragam sekolah nya .
“ Terimakasih Mbok bisa aja hehehe “. Jawab Aleni dengan tertawa kecil .
“ Ayo silahkan masuk Non “. Kata Mbok Tun mengajak Aleni masuk ke dalam rumah , Saat Aleni dan Mbok Tun akan masuk ke dalam ruang tamu bersamaan dengan Pak Budi yang keluar entah dari mana dengan tergesa .
“ Eh Non Aleni silahkan masuk dan beristirahat kalau ada apa pun yang Non Aleni butuhkan bilang sama Mbok Tun ya jangan sungkan sungkan … Koper sudah Bapak bawa ke dalam kalau sudah tak ada lagi yang di butuhkan Bapak pamit pergi ya “. Kata Pak Budi .
“ Kamu gak perlu khawatir Bud , Non Aleni aman sama saya iya kan non “. Mbok Tun menyahut membuat Aleni tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan mbok Tun seketika rasa senang itu muncul saat melihat sebagian penghuni rumah itu terlihat menerima nya dengan baik .
“ Iya Pak terimakasih banyak ya , Bapak hati hati di jalan nya “. Jawab Aleni dengan ramah .
Setelah Pak Budi berpamitan pergi , Aleni dan Mbok Tun kembali melanjutkan jalan masuk ke dalam rumah tepatnya Mbok Tun membawa Aleni menuju ruang makan dimana saat Aleni an Mbok Tun memasuki ruangan itu Aleni
melihat seorang wanita yang di perkirakan berumur 37 tahunan sedang menata bermacam makanan di atas meja makan dan saat menyadari kedatangan Aleni dan Mbok Tun , ia langsung berhenti dan mengangguk ramah pada Aleni .
“ Tuh Non makanan sudah di siapkan khusus buat Non Aleni … “. Kata Mbok Tun yang melihat makanan sudah siap di meja makan membuat Aleni bingung kenapa sepertinya Mbok Tun sangat tau jika dirinya memang belum makan siang sejak sepulang sekolah .
Ya yang memberi kabar untuk menyiapkan makanan untuk Aleni adalah Pak Budi karena Pria itu sangat tau jika saat ia menjemput Aleni , gadis itu belum makan siang di rumah nya maka dari itu Pak Budi memberi kabar menulis pesan singkat saat mobil berhenti di lampu merah jalan yang di lewati nya tadi .
“.Oh ya Non Aleni kenalin yang ini nama nya Sari “. Kata Mbok Tun pada Aleni menunjuk wanita yang berdiri tak jauh dari Aleni .
Aleni mengangguk dan tersenyum ramah pada seorang wanita di depan nya yang juga tersenyum pada nya seraya mengulurkan tangan nya pada Sari .
“ Selamat datang Non Aleni semoga non Aleni betah ya tinggal disini “. Ucap Bik Sari .
“ Iya semoga ya Bik Sari … Terimakasih sudah menerima Aleni dan maaf merepotkan kalian semua “. Jawab Aleni .
“ Hus gak ada yang direpotkan sekarang non Aleni makan dulu ya karena waktu sudah sangat terlambat untuk makan siang “. Kata Mbok Tun pada Aleni dan menggeser kursi untuk di duduki Aleni dan Bik Sari dengan sigap
menuang air minum di gelas untuk Aleni .
“ Terimakasih … Mbok Tun , Bik Sari mari kita makan sama sama “. Ujar Aleni pada kedua wanita itu .
“ Silahkan Non Aleni jangan sungkan , kami semua sudah makan siang tadi Non “. Jawab Bik Sari yang di angguki Aleni .
Akhirnya Aleni menikmati makan siang nya seorang diri dengan perasaan yang sedikit nyaman atas sambutan hangat dari sebagian penghuni rumah … Aleni makan dengan di temani Mbok Tun yang di minta Aleni untuk menceritakan banyak hal dari Tuan
Adiwilaga yang tak lain mertuanya yang sudah di tinggal Istrinya Ibu dari Suaminya dan menceritakan Arjune yang sudah di anggap Mbok Tun anak sendiri serta Mbok Tun juga menceritakan Pak Budi dan Bik Sari yang bertugas bersih bersih dan bertugas dari pagi pukul setengah 8 hingga siang jam 2 pulang ke
rumah nya yang di tinggali nya dengan keluarga nya , rumah Bik Sari kebetulan tak terlalu jauh dari rumah keluarga Adiwilaga terletak di permukiman di belakang kompleks mewah rumah majikannya .
Setelah selesai menyelesaikan makan nya , Mbok Tun menuntun Aleni menuju kamar di lantai 2 rumah itu saat sampai di lantai atas Aleni melihat kopernya sudah berada di depan pintu sebuah kamar yang Aleni yakini kamar itu akan menjadi kamar tidurnya selama tinggal di rumah besar itu .
“ Ceklek “. Mbok Tun membuka pintu kamar itu melangkah maju untuk menekan saklar lampu agar kamar menjadi terang sehingga terlihat bagaimana mewah nya kamar tersebut di ikuti Aleni yang terkagum dengan kamar yang ia masuki nya… Kamar yang terlihat luas dua
kali dari kamar nya di rumah Ayah nya , kamar itu di lengkapi dengan ranjang kingsize dengan barang barang yang sangat lengkap dan mewah dengan tembok dan barang barang yang berwarna putih dan abu abu bahkan saat memasuki kamar itu indra penciuman Aleni langsung di suguhi harum maskulin khas pria dewasa .
“ Nih Kaman nya Den Arjune Suami non Aleni , disana ada ruang ganti di sebelahnya kamar mandi , di lemari sebelah kanan sudah di kosongkan untuk barang barang Non Aleni dan yang sebelah kiri itu semua baju dan barang
barang Den Arjune “. Ucap Mbok Tun yang
menjelaskan semua isi ruang ganti di kamar Arjune membuyarkan kekaguman Aleni .
“ Sini biar Mbok bantu menata barang barang nya non “. Kata Mbok Tun yang akan mengambil alih koper dari tangan Aleni namun dengan cepat Aleni mencegah nya .
“ Ah Makasih ya Mbok atas tawaran nya biar Aleni aja yang mengerjakan biar Aleni cepat hafal letak letak nya jadi Mbok Tun sekarang bisa istirahat Aleni yakin mbok pasti capek “. Jawab Aleni dengan santun pada Mbok Tun yang mengangguk paham .
“ Yasudah kalau gak mau di bantuin simbok kalau gitu Non Aleni mandi istirahat … Mbok tinggal dulu ya “. Ujar Mbok Tun sekalian
berpamitan keluar dari kamar majikan nya .
“ Terimakasih ya Mbok “. Ucap aleni kembali dan di angguki Mbok Tun sebelum hilang di telan pintu .
Setelah kepergian Mbok Tun , Aleni
langsung melihat jam yang bertengger di dinding yang menunjukkan waktu pukul 2:10 … Aleni langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri agar tak tertinggal waktu zuhur .
Usai menyelesaikan semuanya dari sholat zuhur sampai merapihkan semua barang barang nya di tempat yang di beri tau Mbok Tun tanpa mengotak Atik atau membuka lemari milik arjune karena Aleni tak biasa melihat barang barang pribadi seorang pria walaupun itu Suami nya ... hingga menjelang sore , Aleni yang merasa lelah karena berbenah memutuskan untuk merebahkan tubuhnya
di ranjang besar itu mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya yang lelah sambil menatap langit langit kamar mewah tersebut .
“ Tuhan semoga ini awal yang baik untuk kehidupan Aleni kedepannya , Tuhan
tolong kuatkan hati dan tubuh ini dari semua perkara yang masih terlihat tabu lindungi ku dari semua kemungkinan buruk nya …”. Doa Aleni sebelum mata indahnya terpejam karena rasa kantuk yang mendera .
Aleni tampak tertidur dengan nyenyak nya hingga tak ia sadari jika seseorang masuk ke dalam kamar dengan mendengus .
" CK Papah ternyata tak main main dengan ucapannya ". decak orang itu yang melihat seorang gadis tidur di ranjang nya .
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Kok gak UP lagi yaa
penasaran kelanjutannya