NovelToon NovelToon
Pernikahan Manis

Pernikahan Manis

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:300.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora Veganadia

Ellen disuruh menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam oleh pamannya sendiri namun ellen baru menyadari bahwa pria yang diluarnya dingin didalamnya sangat hangat apalagi perilakunya kepada dirinya membuatnya semakin penasaran siapa sebernarnya pria ini?

Arkana, tuan muda yang tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun tiba tiba menikah dengan seorang gadis yang menjadi korban dari utang pria paruh baya yang tidak tau diri itu. Namun siapa sangka bahwa yang akan menjadi istrinya di masa depan adalah gadis yang selama ini ia cari, yaitu cinta pertamanya.

Bagaimana kisah pernikahan mereka disaat ellen tau bahwa suaminya adalah teman sekaligus cinta pertamanya selain mantannya? Dan Arkan tau bahwa istrinya adalah gadis yang ia tunggu selama ini? Bagaimana kisahnya, silahkan ikuti lanjut.


Season2 Kisah Cerita anak anaknya yaa.. Lanjut kok, ditunggu aja..

Beri jejak untuk ceritaku ya.. Terima Kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora Veganadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Chapter 24 Elvano Kennedrik|

❤️Happy Reading❤️

Pukul 05:45.Tanggal 12 Bulan Oktober Tahun 2019. Telah lahirnya putra pertama didalam keluarga kecil Ellen dan Arkana Kennedrik. Fahri yang mendapati bayi tampan nan mungil itu tidak bisa berkata kata begitupun dengan ayah Mika yang melihat cucunya yang mengingatkan dirinya kepada putra tunggalnya itu saat lahir. "Betapa miripnya dia dengan ayahnya." gumamnya lalu ia melihat langit langit menatap jauh dan membatin, "istriku, kita sekarang sudah memiliki cucu yang kamu idam idamkan, kamu tidak perlu lagi khawatir tentang kebahagiaan putra kita karena ia sudah sangat bahagia mendapati putra tampan dari istrinya."

Arkana keluar dari ruangan persalinan meninggalkan istrinya yang sedang istirahat dan dibersihkan oleh semua perawat. Ia berjalan keruangan bayi dan melihat ayah dan abang iparnya sedang menatap ke arah bayi lucunya, "dia sangat mirip dengan ku saat ku kecil, yah." ujarnya saat sudah berdiri disamping ayahnya yang masih menatap cucunya tidak ada rasa bosan untuk melihatnya.

"Ya, dia persis denganmu. Bagaimana dengan Ellen?"

"Sedang istirahat dan ia juga sedang dibersihkan oleh perawat."

"Siapa nama putramu?" tanya ayah yang tidak melihat papan nama didepan kasur bayi. "Disana ada namanya ayah, aku berikan Elvano yang berarti anak yang kuat hadiah dari Tuhan."

Ayah dan Fahri menganggukkan kepalanya, "berarti kita akan memanggilnya baby El?" Arkan mengangguk menjawab pertanyaan abang iparnya tak lama salah satu perawat mendatanginya dan memberi tahu bahwa istrinya sudah dipindahkan ke ruangan rawat yang sudah ia minta sebelum ia keluar dari ruang persalinan.

"Nyonya sudah saya bawa kedalam ruangan yang anda suruh tuan."

"Terima kasih, apa bayinya bisa tinggal disamping ibunya?"

"Bisa, saya akan mengantar bayi anda nanti." Arkan mengangguk lalu mengajak ayah dan Fahri untuk segera keruangan Ellen namun Fahri tidak mau masih ingin menunggu keponakannya untuk keluar dan diantar oleh perawat.

Sesampai ruangan dimana Ellen berada, Arkan langsung mengelus dan mengecup kening istrinya dengan lembut. Dia menghangatkan kening istrinya dengan menggunakan bibir tebalnya. Ayah yang melihat aksi putranya hatinya menghangat, betapa sayang dan cintanya putranya kepada sang istri walau pertemuan mereka yang sangat mendadak baginya.

"Kamu sangat sepertinya sangat mencintai istrimu nak?" tanya ayah yang sedang duduk manis disofa, Arkan menoleh dan menatap ayahnya, "sangat ayah, Ellen adalah gadis yang ku cintai pada pandangan pertama." ujarnya yang membuat ayahnya mengerti. "Jaga istrimu, ayah yakin banyak yang mengincar keluarga kecilmu."

"Aku akan selalu menjaganya dan melindunginya."

Pintu ruangan Ellen diketuk dan tampillah seorang perawat mendorong kasur bayinya diikuti Fahri dibelakang perawat itu. Perawat itu mengarahkan kasur bayi dekat dengan tempat tidur istrinya. Fahri segera duduk disamping ayah Mika, "kau harus menjaga adikku dengan baik, aku akan memberikan pengawal dan mencari pengasuh yang berpengalaman agar Ellen bisa belajar dari pengasuh itu." ucap Fahri yang dianggukkan oleh Arkan.

Jari-jemari Ellen bergerak dan kedua matanya pun terbuka ia bisa melihat suaminya sedang berbicara dengan abang dan ayah mertuanya. "Arkan.." panggil Ellen membuat ke tiga pria itu menatap Ellen yang sudah bangun. "Hai, sayang.."

"Minta minum." ujarnya dengan suara serak, belum Arkan bergerak, sudah ayah terlebih dahulu menuangkan air kedalam gelas lalu memberi kepada putranya untuk membantu Ellen minum.

Setelah itu ia melihat bayinya yang sudah tampan dan wangi disampingnya, "ini bayi tampanku?" tanyanya yang diangguki oleh Fahri yang sudah duduk di tepi ranjang samping kiri dan mengangkat bayi itu dengan pelan lalu menaruhnya diatas dada adiknya. Ellen tersenyum manis dengan bibir pucatnya, "ia sangat tampan. Hanya mata dan hidungnya saja mengikutimu, len." ujar Fahri diangguki yang lain.

"Ya, dan semuanya mengikuti Arkan." lanjut ayah.

"Elvano, sayang.. Say hi to mama." ujar Ellen yang membuat semua orang terharu. Ellen menangis, merindukan mamanya yang sudah berada dilangit. "Kenapa menangis sayang?" tanya Arkan lembut sembari menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya.

Ellen menggeleng, "tidak, aku hanya merindukan mama saja." Fahri mengelus kepala adiknya dengan lembut. "Setelah kamu keluar dari sini, kita datang ke tempat terakhir mama, papa serta nenek kakek, ya.."

"Sekalian datang ke makam bunda Arkan saja." ujar Ayah. Yang diangguki oleh Fahri dan Ellen, "ya aku akan kesana."

Dua hari Ellen berada di rumah sakit dan akhirnya ia sudah diperbolehkan keluar bersama baby El. Arkan melihat wajah ceria istrinya yang sangat bahagia dan semangat di bola matanya. "Senang?" tanya Arkan yang sudah duduk disamping istrinya, sedangkan Fahri dan ayah duduk didepan.

Ellen mengangguk semangat setelah memasuki mobil milik abangnya. "Sangat senang."

Saat ini ke empat orang ini akan mengunjungi ke tempat peristirahatan orang tua Ellen dan Fahri serta bunda Arkan dan para petua. "kita sudah sampai." Ellen melihat tempat peristirahatan keluarganya sangat indah dan dibuat khusus untuk keluarganya. Ellen memeluk putranya didekapannya, lalu berjalan dirangkul oleh Arkan sedangkan Fahri sudah membawa bunga dan air untuk membersihkan tempat peristirahatan orang yang mereka sayangi dan cintai itu.

Setelah selesai, mereka pun pulang kerumah karena Ellen sudah merasa lelah dan baby El juga sudah terlelap di pelukan mamanya. Sesampai dirumah dan Ellen dikejutkan dengan semua orang yang menyambut kedatangannya dengan hangat, bi Ari datang dan memeluk pelan Ellen "selamat nona, anda sudah menjadi seorang mama untuk baby El."

Ellen tersenyum, "terima kasih bi."

Lalu Arkan mengajaknya kekamarnya, dan lagi lagi Ellen diperlihatkan kasurnya dirubah dan sampingnya terdapat kasur baby El. "Kamu suka?"

Ellen mengangguk, "sangat suka." lalu ia merebahkan putranya disana lalu ia membalikkan badannya dan memeluk suaminya yang sudah berdiri dibelakangnya. "Terima kasih sudah memberikanku hadiah yang sangat berharga." bisik Arkan sembari memeluk istrinya dengan erat.

"Aku juga, aku berterima kasih sudah membuatku memiliki putra yang sangat berharga sayang."

"Ayo kita istirahatkan tubuh kita, sayang." ujar Arkan lalu menidurkan tubuh mungil istrinya dan memeluknya dengan erat dengan arah kesamping keduanya menatap putranya yang tampan itu menggeliat lucu di mata mereka. "Dia sangat menggemaskan sayang."

Ellen mengangguk, "dia versi kamu waktu kecil." Arkan mengecup leher belakang istrinya dengan lembut, "benar, dia sangat mirip denganku. Aku harap adiknya sangat mirip dengan mamanya."

"Tunggu baby El umur 2 tahun ya sayang, aku tidak mau putra pertamaku kehilangan kasih sayang dari kita." ujar lembut Ellen yang dibalas anggukkan dan deheman dari Arkan yang sudah menyembunyikan kepalanya di ceceruk leher istrinya lalu tertidur meninggalkan Ellen yang masih tidak ada bosannya menatap putranya dengan tangan yang meraih tangan kecil putranya ia menggenggam jari telunjuk dengan erat. Ellen semakin mengembangkan senyumannya dan kedua matanya pun memberat dan ikut terlelap bersama suami dan putranya.

Tanpa ia sadari, seorang pria yang baru saja ingin menaruh sebuah tas besar kedalam kamar adiknya menghentikan langkahnya dan menatap keponakannya yang menggeliat menggemaskan, ia mengelus pipi tembam itu dan berbisik, "jangan menangis baby, jangan mengganggu orang tua mu yang kelelahan. Tidurlah kembali.." ujarnya lalu ia tersnyum puas saat melihat bayi kecil itu menutup mata menghadap kesamping tepat dihadapan ibunya yang sudah terlelap.

Fahri, ia langsung menaruh tas besar itu diatas sofa lalu keluar kamar dengan langkah pelan agar tidak membangunkan penghuni didalam dan menutup pintu tanpa mengeluarkan suaranya.

❤️Bersambung..❤️

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ARKANA ELLENA
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Semangat thor 💪💪💪
Nindira
Aku suka ceritanya😍🥰
Nindira
Hai thor aku udah mampir nih, uda di fav juga
Rajo kaciak
Bintang kita sama Arkan 😁😁
Rajo kaciak
so sweet banget thor
Rajo kaciak
hadir thor
Aqiyu
wahhhh Yuna mafia
Aqiyu
makin kesini musuhnya makin bertebaran
Aqiyu
huuuhhh
Aqiyu
hadeeehhhh bisa ya orang mengandung 1.5 tahun 😆 luchuuu
Aqiyu
itu abang tukang bakso nya 😀
Aqiyu
mmmmmmmm
Aqiyu
hempas kan pelakor
Aqiyu
❤❤❤❤❤
Aqiyu
udah pembukaan 9 masih sempat makan......
padahal itu mulesnya udah kurang dari 5 menit sekali .... uuuhhhggg rasanya udah ga bisa mikirin lapar.... yang ada pinggang panas perut mules keringet banjir tak tertahankan
Aqiyu
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
Aqiyu
selalu aja ada ulet keket.mudah-mudahan Fahri cepat bertindak
Aqiyu
nasa Fahri ga sadar dia ciuman sama Cecil apa ia Cecil bisa hipnotis orang
Aqiyu
untungnya Cecil ga kegatelan sama Arkan biarlah dia bersaing dengan adiknya sendiri😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!