Bukan maunya menikah dan menjadi istri kedua, kalau bukan permintaan dari istri pertama yang memaksanya untuk menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*25
Nana tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang mama mertuanya katakan. Ia hanya bisa menyimpan rasa kasihan nya dalam hati untuk saat ini.
Sikap Nana yang begitu penurut pada mama mertuanya membuat kebencian di hati Yulia semakin tumbuh. Ia merasa kalau Nana sekarang sudah jauh berbeda. Nana semakin berkuasa dan tidak ingat datangnya dari mana.
"Dasar kurang ajar. Aku akan buang kamu kembali. Aku bisa bawa kamu pulang dan menjadi bagian dari keluargaku. Aku juga bisa buat kamu terbuang bahkan hidup dengan sangat menderita," kata Yulia sambil membanting semua barang yang ada didekatnya.
______
Dengan berbagai alasan, Yulia akhirnya mampu bertemu dengan Nana. Ia mengajak Nana bertemu di sebuah cafe yang biasanya ia dan Lisa sering datangi.
"Maaf mbak, apakah mbak Yulia udah lama sampainya?" tanya Nana saat ia sampai di meja yang Yulia pesan.
"Udah lumayan lama."
"Maaf ya mbak, aku udah buat mbak Yuli nunggu aku lama. Soalnya, aku terjebak macet tadi di jalan."
"Oh, tidak masalah Nana. Aku tidak masalah menunggu kamu lama-lama. Toh, aku sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini."
Nana merasa ada yang tidak beres dengan apa yang Yulia katakan. Dari nada bicara dan juga wajah yang Yulia tunjukkan, ia bisa merasakan perubahan yang sangat jauh berbeda antara Yulia yang sekarang dengan Yulia yang dulu.
"Oh ya, apa yang ingin mbak Yuli bicarakan padaku mbak?" tanya Nana langsung tanpa ingin banyak membuang waktu lagi.
"Bagus juga pertanyaan kamu ini ya Na. Sejak kamu bisa menguasai mas Arya, kamu jadi sangat berani. Beda banget sama Nana yang aku kenal dulu," kata Yulia merasa kesal.
"Apa maksud mbak Yulia? Aku yang dulu dengan yang sekarang sama aja mbak. Tidak ada yang berbeda."
"Cih, kamu bikin aku sakit perut saja, ketika mendengar apa yang kamu katakan barusan."
"Mbak Yuli kenapa mbak? Apa aku ada salah sama mbak?"
"Pertanyaan yang sangat bodoh Nana. Kamu seharusnya tidak perlu menanyakan kamu ada salah atau tidak. Sudah jelas-jelas kamu itu tahu kalau kamu bersalah."
"Aku tidak memahami apa yang mbak Yulia katakan."
"Baiklah, aku akan buat kamu memahami apa yang aku bicarakan. Aku ingin kamu ingat dari mana asal usul mu. Aku ingin kamu sadar kalau kamu itu masuk kedalam keluarga kami hanya untuk memberikan mas Arya keturunan, bukan untuk merebutnya dari aku."
"Mbak ... aku tidak pernah ingin merebut mas Arya dari mbak."
"Kalau kamu tidak ingin merebut mas Arya dari aku, aku ingin kamu menyerahkan anak yang ada dalam kandungan mu padaku setelah ia lahir nanti."
"Apa!? Tidak mungkin! Aku tidak akan menyerahkan anakku padamu mbak. Bagaimanapun, aku tidak akan menyerahkan anak ini pada mbak Yulia."
"Sudah jelas bukan? Kamu ingin menguasai suamiku sendirian. Dasar wanita perebut suami orang!" kata Yulia berteriak dengan sangat keras.
Seisi cafe melihat kearah mereka berdua. Orang-orang melihat Nana dengan pandangan mereka masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan, tapi jelas saja mereka akan bergunjing di belakang.
"Kamu pelakor!" kata Yulia lagi.
"Mbak Yulia!"
"Apa!? Emang kamu pelakor! Merebut suami orang!"
"Aku gak nyangka mbak Yulia seperti ini," kata Nana dengan air mata yang tidak bisa ia bendung lagi.
"Aku menyesal membawa kamu ke rumahku. Kalau akhirnya kamu merebut suamiku," kata Yulia dengan nada yang terus saya tinggi dan bisa didengar oleh seisi cafe.
Semua orang melihat Nana dengan pandangan menghakimi Nana. Mereka mengatakan kalau Nana ada gadis murahan yang tidak punya malu. Cibiran dan kata-kata pedas terus saja terdengar di seluruh cafe.
Mereka memarahi Nana. Memanggil gadis itu dengan sebutan pelakor. Bukan hanya itu, mereka juga mengabadikan momen itu untuk di sebarkan ke dunia maya.
Nana sudah tidak kuat lagi dengan berbagai hinaan dan makian yang pengunjung cafe ucapkan. Ia berjalan meninggalkan cafe dengan air mata dan rasa tak percaya dengan apa yang Yulia lakukan padanya.
Dulu, ia tidak ingin masuk kedalam keluarga Yulia. Tapi, Yulia bersikeras memaksanya. Sampai-sampai bersujud di kaki Nana. Tapi kini, Yulia malah mengatakan kalau dirinya adalah pelakor yang telah merebut suaminya.
Hatinya Nana sangat sakit. Bak tersayat silet berkarat saja sekarang. Ia sudah menganggap Yulia sebagai kakaknya. Tapi perlakuan Yulia barusan sangat tidak bisa ia lupakan.
____
Sosial media adalah dunia maya yang sangat mudah menyebarkan fakta maupun hoak. Jika digunakan dengan baik, maka akan baik dapatnya. Tapi, jika digunakan dengan cara yang salah, maka akan salah juga hasilnya.
tau ibu tiri ga sebaik ibu kbdung.
sombongngg🤣🤣🤣
😂😂😂
😂😂