pokoknya baca ajah ya gais
semoga suka!!!
hao chen adalah anak satu-satunya dari walikota hao yang selama kepemimpinannya sangat disukai oleh masyarakat karna tegas dan adil kepada rakyannya
tapi karna suatu kejadian di mana mafia yang ingin mengedarkan narkoba di wilayahnya,walikota hao mengerahkan semua keamanan kota untuk meringkus semua orang- orang yang terlibat
akibat itu pula lah malam berdarah di keluarga hao terjadi pembantaian dan pembakaran kediaman dari walikota hao
dan anak satu-satunya berjuang untuk membalaskan dendam dari keluarganya
Apakah dendam hao chen dapat terwujud ataukah hao chen gagal dan melepaskan dendamnya kita lihat saja nanti
Dan apa yang akan terjadi setelah hao chen mati apakah dewa akan bermurah hati kepada hao chen atau dia akan langsung terlempar di alam baka....
tetep baca terus ceritaku ya kawan ada kultivator nya hehehe...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhiinda Rohma Dinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24 : Desa xianxin
Beri kami like 👍 di setiap akhir episode ya kawan biar author lebih semangat lagi nulis novel untuk kalian. Happy reading 😘😘
.
.
.
Akhirnya hao chen sampai juga di tempat tujuannya yaitu desa xianxin desa yang berbatasan langsung dengan hutan tanah terlarang
saat sampai di gerbang pemeriksaan hao chen terpaksa mengantri di antrian para bangsawan. banyak warga yang melihatnya aneh biasanya bangsawan akan di tandu oleh para pengawal tapi ini dia hanya seorang diri
namun kekaguman para kaum hawa tak bisa di pungkiri bagaimana mungkin ada lelaki dengan ketampanan surgawi sepertinya
bahkan para lelaki pun merasa iri dengan ketampanannya
saat giliran hao chen maju dan menyerahkan lencana giok identitas para penjaga langsung menundukkan badannya tanda menghormati seorang pangeran biarpun pangeran itu bukan berasal dari negerinya
note : jadi di sini lencana giok seorang pangeran dan bangsawan itu beda ya gais. lencana pangeran akan di ukir dengan campuran emas sedangkan untuk bangsawan biasa akan di ukir biasa di giok identitas. dan untuk kaisar dan raja memiliki ciri khas lainnya juga
hao chen melangkah melewati pemeriksaan dengan aman tak di persulit oleh pihak manapun
hao chen memasuki kota dia hanya bejalan mencari penginapan untuk dirinya beristirahat dan makan sesuatu untuk perutnya. memang bagi kultivator tak membutuhkan makan dan minum bahkan tidur pun tidak namun bagi hao chen hal-hal seperti itu yang menurutnya dapat membantunya hidup bagaimanapun tubuh manusia tetap membutuhkan istirahat dan makan minum tentunya hal itu sudah menjadi kebiasaannya
hao chen mengelilingi desa xianxin akhirnya menemui sebuah penginapan saat memasuki penginapan banyak tatapan mata yang tertuju ke arahnya. hao chen hanya merasa biasa saja dia tak mempermasalahkan tatapan orang lain terhadapnya. di penginapan bulan monster itu memang memiliki tiga tingkatan dan untuk lantai dasar di gunakan untuk restauran dan lantai dua dan tiga tentunya sebagai penginapan
"waaahh siapa dia tampan sekali" ucap pelanggan penginapan itu dengan kagumt
"pendatang baru, tampan sekali" ucap yang lainya
banyak ucapan-ucapan yang tertuju kepadanya tentunya hao chen tak memperdulikan itu dia hanya. menghampiri pelayan yang menjaga sebagai resepsionis
"selamat datang tuan selamat datang di penginapan bulan monster. ada yang bisa saya bantu" ucap nya ramah tentu saja lebih ramah lagi karena tamu yang menghampirinya adalah lelaki yang sangat tampan
"aku ingin penginapan" ucap hao chen singkat
"untuk kelas apa tuan rendah menengah atau vvip" ucap pelayan itu menerangkan beberapa fasilitas yang ada di penginapannya itu
"vvip" tentu saja hao chen memilih vvip karena dirinya juga tak perlu menghemat jika ingin mengeluarkan uang lagi pula uang dapat di cari. apa lagi setelah membunuh beberapa orang dia juga mengambil cincin penyimpanan mereka
"untuk berapa malam tuan" ucap pelayan itu lagi pelayan yang nampak masih muda itu
"satu hari" ucap singkat hao chen lagi
"totalnya 10 koin emas tuan untuk makan tuan menambah 5 koin emas dan kami..." belum selesai pelayan itu menjelaskan hao chen meletakan koin emas sebanyak 25 buah dan mengambil kunci kamarnya yang berada di lantai tiga lalu meninggalkan orang-orang yang ada di tempat itu
'sangat dingin bahkan tatapan matanya seperti dapat membunuh' gumam pelayan tadi yang melayani hao chen dia memang terpesona tetapi dia juga tak kalap mata apa lagi tatapan mata tuan muda itu sangat mengerikan
namun tentu saja ada sesosok orang yang berada di tempat itu yang menginginkan lebih dari lelaki yang baru saja naik kelantai atas
.
.
.
**like
like
like**
pantes nie novel sepi