Judul sebelumnya 'Sahabatku, Duri Pernikahanku'
Apa wanita ditakdirkan untuk menangis? Apa wanita tidak memiliki kebahagiaan?
Wanita ingin merasa bahagia. Baik istri pertama atau kedua.
Hal apakah yang harus ditangisi oleh wanita? Hal apa yang istimewa?
inilah kisah
Air mata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fatmass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 25
"Kamu sudah tenang?" Tanya Mahardika kepada Bella.
Bella mengangguk pelan. Memang benar serasa beban hidupnya berkurang dengan bercerita dan bertanya ke Mahardika. Apalagi Mahardika juga memberikan dekapan hangat kepada Bella semakin membuat Bella merasa tenang.
"Terima kasih Pak. Tapi kenapa bapak ingin sekali membantu saya. Bahkan saya tidak mengenal bapak!" Seru Bella menatap sekeliling taman.
"Karena tuhan tau pangeran tampan mana yang bisa membuatmu merasa tenang" kekeh Mahardika membuat Bella juga ikut tertawa.
"Bapak bercandanya enggak lucu!" Seru Bella yang masih terkekeh kecil.
"Kalau enggak lucu kenapa kamu ketawa!" Ejek Mahardika.
"Karena--" Bella menghentikan tawa dan katanya karena tidak memiliki alasan yang tepat.
"Karena saya ingin ketawa aja!" Bohong Bella membuat Mahardika terkekeh
Tiba tiba terdapat perempuan dengan membawa bayi digendongannya menghampiri Bella dan Mahardika.
"Loh mbak Bella disini?" Tanya Bu Silla yang merupakan tetangga yang menitipkan Adit.
Bella dan Mahardika pun menoleh ke arah sumber suara.
"Bu Silla!" Teriak Bella yang langsung menghampiri Bu Silla dan mengambil Adit ke gendongannya.
Mahardika pun menyuruh Bu Silla untuk meninggalkan mereka. Dan Bella mulai menenangkan Adit ke dalam dekapannya. Mahardika yang melihat Bella sedang menggendong Adit pun tersenyum Entah hatinya benar benar tersentuh dengan pemandangan indah seperti ini.
"Siapa namanya?" Tanya Mahardika.
"Aditya Fir--" Bella menghentikan katanya mengingat marga yang diberikan Dhani untuk anaknya.
Mahardika yang tau kemana pikiran Bella pun mengelus puncak kepala Bella agar Bella bisa kembali tenang.
"Lawan saja. apa marganya?" Tanya Mahardika.
Bella mengambil nafas dalam dalam.Benar apa yang dibilang Mahardika bahwa kenangan buruknya harus ia lawan bukan malah menghindari. Bella pun akhirnya tersenyum menatap Adit kemudian Mahardika.
"Firmansyah!" Ujar Bella membuat Mahardika mengangguk paham.
"Keluarga Pak Putra?" Tanya Mahardika yang diangguki kepala oleh Bella.
"Lalu apa rencana mu dan suamimu?" Tanya Mahardika.
"Entahlah Pak.!" Jawab Bella membuat Mahardika kecewa entah karena apa!
Tiba tiba dari belakang Santi merebut Adit dari gendongan Bella membuat Bella kaget beserta Mahardika.
"Halo Bel! Dapet baru kayaknya ha?" Ejek Santi kepada Bella.
"San, kembalikan anakku!" Teriak Santi mencoba mengambil Adit dari gendongan Santi.
Mahardika yang melihatnya merasa geram.
"Lepaskan atau kau tidak akan bisa menghirup udara lagi!" Tegas Mahardika.
"Woho Tuan Mahardika terhormat. Ternyata Bella mendapatkan pengganti yang lebih dari Dhani!" Seringai Santi
"Hentikan San jangan menyakiti anakku!" Bentak Bella.
...•••••••••••••...
Dhani terus saja berada di depan rumah Bella namun tidak ada tanda tanda adanya Bella. Dhani mencoba menunggu sampai seorang tetangga bilang jika Bella sudah pindah membuat Dhani hampir putus asa.
"Bel kamu dimana maafkan aku Bel!" Teriak Dhani di dalam mobilnya.
Dhani mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah taman disana terdapat Bella dan juga Santi membuat Dhani marah. Dhani pun turun dari mobilnya dan berlari ke arah Santi dan Bella.
"Santi!!" Bentak Dhani.
Semua menoleh ke arah sumber suara.
"Lepaskan anakku!" Teriak Dhani lagi.
"Kenapa? Kau tau Istrimu sudah mendapatkan penggantimu bahkan lebih segalanya darimu!" Seru Santi
Dhani pun menoleh ke arah Bella yang sedang memeluk Mahardika begitu juga sebaliknya Mahardika yang mempererat pelukannya.
"Apa bener Bel kamu sudah ingin berpisah denganku!" Tegas Dhani.
"Hentikan Mas! Aku tidak ingin membahas apapun aku hanya ingin anakku. Santi kembalikan anakku!" Teriak Bella.
Dhani pun berjalan mendekat ke arah Santi dan mengambil Adit dari gendongan Santi namun.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
😘😘😘
gantung dulu 🤪
nnti klo udh nymbung lgii
coba ke avan dlu brgkali udh bnyak up nya