Aisyah Alsea, seharusnya dia sudah menyandang status sebagai seorang istri dari lelaki yang telah mengkhitbahnya setaun lalu.
namun,semua angan-angan indah itu berubah menjadi tangis setelah calon suami Alsea menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat yang Ia tumpangi.
Haru biru kisah cinta Alsea tak selesai sampai disitu,Ia masih akan dihadapkan dengan konflik-konflik dikehidupannya.
Akankah Alsea dapat menemukan jodohnya kembali???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
"Astaghfirullah Aa! ini teh seriusan A? Aa enggak lagi ikutan tren prank- prank gitu kan, A?!" Nahda sangat terkejut mendengar apa yang baru saja Azzam jelaskan melalui sambungan telfon.
"A! kamu harus tahu, Safa itu bukan perempuan baik-baik, aku pernah melihat Safa beberapa kali jalan berboncengan dengan laki-laki yang bukan mahrom dan tidak menggunakan kerudung."
Azzam mengernyitkan kening saat mendengar penjelasan Safa.
Setahu Azzam, Sejak duduk di bangku SMA, Safa sudah memutuskan menggunakan hijab dan tidak pernah melepaskannya lagi.
"Mungkin kamu salah lihat, Da,"
"Demi Allah A! waktu aku pulang dari jogja kemalaman, terus Aa sama Abah lagi nganterin Nini sama Aki ke majalengka,
karena enggak ada yang jemput makanya Nahda nginep dirumah Sintia, Disitu kau lihat Safa di minimarket dekat rumah sintia sama cowok, mana make bajunya pendek-pendek gitu lagi."
Abah Ali yang mendengar pembicaraan Nahda tidak terlalu terkejut, karena sebenarnya Abah Ali juga pernah melihat Safa bersama teman laki-lakinya tanpa menggunakan penutup kepala. Azzam yang menyudahi obrolan nya bersama Nahda kembali termenung, benak nya dipenuhi rasa penasaran dengan apa yang Nahda katakan.
"Zam!"
Azzam yang sedang melamun terkejut dengan tepukan di bahu oleh Abah Ali.
"Kamu belum bicara sama Abah tujuan kamu pulang karena apa? kenapa kamu tidak kabarin Abah sama Umma mu?!"
"Iya Bah,harus nya Azzam minta Abah jemput Azzam kemarin,kalau Abah jemput Azzam.pasti Azzam enggak akan nikah sama Safa tapi Alsea."
"Alsea? Alsea siapa Zam?"
"Perempuan yang Azzam temui di jogja, Azzam sudah berjanji padanya dan keluarga, kalau Azzam akan mengkhitbahnya,bmembawa Abah sama Umma silaturahmi mengunjungi keluarganya ke jakarta dalam waktu dekat."
Azzam menitikan air mata, ingatannya kembali pada kenangan saat Ia berlari-larian mengejar Alsea di Bandara internasional jogja. Azzam sedih karena hal ini pasti akan membuat Alsea kembali merasakan sakit hati setelah ditinggal meninggal oleh tunangan nya terdahulu.
"Astaghfirullah, Zam! kenapa kamu tidak memberitahu Abah lebih awal?"
Abah menepikan mobilnya saat melihat Azzam menangis tersedu.Ini kali pertamanya Abah Ali melihat Azzam menangis sejak Ia menginjak usia remaja dulu.
"Demi menyelamatkan Safa dari musibah, aku sudah melukai dan mematahkan harapan banyak orang Bah."
"Sabar, Nak! Ikhlaskan semuanya, mungkin ini memang takdir untuk mu."
"Kenapa niat baik Azzam menolong Safa malah menjadi musibah buat Azzam sendiri, Bah?! Azzam menyesal sudah bantuin Safa kemarin, Ini pertama kalinya Azzam membenci seseorang, Azzam tidak bisa menahan nya.kenapa takdir Azzam seperti ini Abah." Azzam tak kuasa menahan tangis, Ua tumpahkan segala yang Ia rasa kepada Abah Ali.
"Sudah Zam cukup! jadilah orang yang pemaaf, tidak baik berlebihan membenci sesuatu atau seseorang, berhenti salahkan orang lain terus, coba perbaiki dirimu ya, Nak!"
Cukup lama Abah berhenti dipinggir jalan untuk sekedar menenangkan putranya yang sedang mengalami patah hati.Selama ini tak sekalipun Azzam menceritakan masalah atau tentang perempuan kepada kedua orangtuanya. Abah menyadari bahwa ini adalah pertama kalinya Azzam menaruh rasa kepada perempuan.
Setelah dirasa Azzam cukup tenang, Abah Ali kembali melajukan mobilnya ke jalanan. melanjutkan perjalanan nya menuju majalengka untuk mengunjungi kakek dan nenek Azzam.
----------------
"A Rizwan! minta tolong pesanin tiket ke bandung ya, besok Nahda mau pulang!"
"Looh kok mendadak, Da? kemarin di ajak Azzam sekalian pulang bareng katanya lagi banyak tugas?"
Nahda terdiam tak merespon pertanyaan Rizwan,Ia merasa kasian dengan apa yang terjadi dengan kakaknya.
"A Rizwan bahkan tahu kalau ini pertama kalinya A Azzam menyukai perempuan kan?
"Iya, Da! memang kenapa dengan Azzam? tunggu, Da! Azzam gak mungkin di tolak lamaran nya sama Alsea kan?"
Rizwan menerka-nerka jika sesuatu telah terjadi dengan Azzam saat melihat Nahda begitu sedih setelah mendapat telfon dari Azzam.
Nahda menggeleng-gelengkan kepala seraya menghapus air matanya.
"A Azzam sudah nikah, A Riz!"
"Alhamdulillah! gercep juga tuh bocah"
"Kok Alhamdulilah sih!" Nahda kembali menangis dengan berjongkok dan menyembunyikan wajah pada kakinya.
"Lah Ya Alhamdulillah lah, Da! masa aku bilang Astagfirullah! kan akhirnya Azzam jadi nikah."
"Mas Azzam enggak nikah sama Teh Alsea tapi sama Safa, orang kampung aku!"
"Jadi Azzam mau poligami Da?"
"Ih susah ngomong sama kamu mah A!"
Kesal karena obrolannya dengan Rizwan makin diluar jalur,Nahda berdiri dan beranjak meninggalkan Rizwan. Rizwan yang melihat Nahda berdecik kesal seraya pergi ke kamarnya merasa heran dan penasaran. "Ini sebenarnya Azzam kenapa sih!" gumam Rizwan.
----------------
Rizwan dibikin semakin penasaran dengan sikap Nahda yang tiba-tiba uring-ringan tidak jelas. Akhirnya, Rizwan memutuskan menghubungi sahabatnya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Astaghfirullah! bener Zam?! jadi elu dijebak sama Safa? kurang ajar banget tu cewek Zam!" dengan seksama Rizwan mendengarkan setiap detail penjelasan yang Azzam sampaikan melalui sambungan telfon.
"Kalau begitu nanti gue mampir kerumah Mas Arsean, gue sampaikan apa yang sudah elu jelasin barusan, elu yang tabah ya, Zam!" Rizwan menutup sambungan teleponnya dan bersiap ke rumah Arsean setelah mendapatkan pesan dari Azzam untuk disampaikan ke keluarga Alsea.
Rizwan menghampiri kamar Nahda untuk meminta nya menemani ke rumah Arsean.
tok...tok...tokkk! Rizwan mengetuk pintu kamar Nahda yang terkunci, masih terdengar isakan tangis dari balik pintu itu.
"Da! Nahda! buka sebentar,ini ada pesan dari Azzam." Akhirnya Nahda membuka pintu kamarnya setelah beberapa kali Rizwan meminta nahda untuk keluar.
"Ganti bajumu, ikut aku ke rumah nya Mas Arsean!" perintah Rizwan.
"Mas Arsean?? Mas Arsean siapa A? Nahda enggak mau ah!"
"Nahda! temani aku menjelaskan ke keluarga Alsea mengenai Abangmu,mereka juga harus tahu apa yang terjadi pada Azzam. Azzam minta kita mewakilinya meminta maaf kepada keluarga Alsea, Azzam enggak mau bikin Alsea terus nunggu Azzam."
"Jadi A Azzam beneran batal nikah sama teh Alsea?"
"Ya terus kamu maunya gimana? Kamu mau Azzam nikahin Alsea juga gitu? mau Azzam poligami? enak aja! aku satu aja belum, masa Azzam udah mau dua."
Nahda kembali menutup pintu kamar dengan kencang, saat seperti ini bercandaan yang dilontarkan oleh Rizwan membuatnya semakin kesal, "Rese banget A'Rizwan mah!" gumam Nahda.
"Cepetan ganti baju! aku tunggu dibawah!" Rizwan teriak dari balik pintu.
smoga cerita dearr khadijah sm cantikny seperti kisah babang azzam dan teh alsea❤❤
jd ikut terharu didalem.cerita
berasa ikut berperan dlm cerita🤩🤩🤩
makasih thoorrr...lov..lov..lov deh bwt kk thorr💪🏻💪🏻❤❤
ikut bahagia jg sm keluarga babang azzam..happy end❤
makasih thorrr atas karyanya..🙏🏻🙏🏻❤
smoga diberi kelancaran smpe hari H
sabar yaa ngadepin calon mertua🤭🤭
udah jd buronan..salah paham lg sm babang azzam😪😪
kocak rizwan...minta izin sm sahabatny babang azzam..
blum apa2 udah di wanti2 mau di bogem..klo smpe berani ngelamar adeny🤭🤭
nasib buruk babang azzam😪😪
gk sempet ngetik CV
lagsg diungkapin😂😂🤭
biar bs komunikasi sm alsea..
antara jakarta dan Jogjakarta🤭
disepertiga malamnya smoga berjodoh💪🏻💪🏻