NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 25. Kecurigaan Yudha

Lanjut ya Readers

Selamat Membaca

Dua bulan sudah Yudha berada di kota L untuk pelatihan, kini tiba waktunya dia pulang ke markas militer kota S, dia sudah sangat merindukan Yasmin.

Kendaraan militer yang mereka tumpangi sampai di kota S menjelang subuh, jangan di tanya bagaimana rasa badan dan pikiran mereka. Tiba-tiba terlintas wajah Yasmin di pikirannya

"Seandainya aku sudah menikah dengan Yasmin, pas pulang pelatihan begini ada yang ngurusin, ada yang manjain nggak kaya orang terlantar kayak gini, Astagfirullah kok pikiran aku jadi ngeres gini sih?" batin Yudha sambil mengacak rambutnya sendiri karena pikirannya yang tidak tidak tentang Yasmin, sampai sebuah suara membuyarkan pikiran anehnya.

"Bro, ngapain lu masih berdiri disini, ayo kita segera istirahat, waktu kita nggak banyak", tegur Raka sambil merangkul bahu Yudha.

"Ayo, gue juga capek tau, emang lu aja yang capek, huh rasanya seperti digebukin orang satu RT," ucap Yudha sambil melangkah menuju asramanya bersama Raka.

******

Dua minggu setelah kepulangan Yudha dari pelatihan dia ingin sekali menemui Yasmin, tapi kesibukkan setelah pelatihan justru semakin bertambah, akhirnya Yudha tidak bisa segera menemui Yasmin, Yudha memutuskan untuk menelpon sang kekasih.

📞 Yudha : "Assalamualaikum, Dek."

📞 Yasmin "Waalaikumsalam, gimana kabar Mas Yudha?."

📞 Yudha : "Alhamdullah, aku baik, Dek. Maaf ya Dek mungkin waktu dekat ini aku tidak bisa ke rumahmu, padahal aku kangen banget sama kamu."

📞 Yasmin : "Iya, Mas nggak apa-apa, asal Mas nggak macam-macam sama cewek lain aja."

📞 Yudha : "Astaga, Dek. Nggak mungkin Mas kayak gitu, begini-begini Mas tipikal setia lho."

Ketika sedang asyik asyiknya bertelepon dengan Yasmin diseberang telpon Yudha mendengar seperti sirine mobil ambulance dan tidak hanya sekali tetapi dua kali disertai suara berisik

Hal itu membuat Yudha curiga

📞 Yudha : "Dek, sekarang kamu dimana kok terdengar suara ambulance dan sedikit berisik?."

Yasmin yang mendengar pertanyaan Yudha pun jadi kaget. Yasmin tidak menyadari bahwa ketika dia mengangkat telpon Yudha, dirinya sedang berada di dekat pintu masuk UGD rumah sakit tempat bundanya menjalani kemoterapi untuk ke empat kalinya.

"H**aduh kok aku bodoh banget sih ngangkat telpon mas Yudha di sini, aku harus bilang apa nih, maaf ya mas terpaksa aku bohongin kamu," batin Yasmin merutuki kebodohannya

📞 Yasmin : "Eh iya, Mas. Ini aku sedang di supermarket kebetulan berdekatan dengan rumah sakit jadi pas ada ambulance lewat kedengaran suaranya," bohong Yasmin.

📞 Yudha : "Syukurlah, aku kira kamu di rumah sakit," ucap Yudha meski dalam hatinya ada sedikit rasa curiga, dari nada bicara Yasmin terdengar ada sesuatu yang di sembunyikan.

📞 Yasmin : "Mas, sudah dulu ini temanku Dinda sudah menunggu," bohong Yasmin lagi. Ia ingin segera memutus kontak dengan Yudha agar sang kekasih tidak tambah curiga.

📞 Yudha : "Baiklah take care ya, salam buat semua, I Love You Honey, Assalamualaikum."

Setelah sambungan telepon terputus Yasmin bernafas lega karena dia terlepas dari pembicaraan yang membuat dia membuat banyak kebohongan.

Namun di lain tempat Yudha masih penasaran dengan suara sirine ambulance, suara berisik dan nada bicara Yasmin yang terdengar aneh karena kecurigaannya pada Yasmin. Yudha menelpon seseorang untuk menyelidiki Yasmin.

📞 Yudha : "Aku ada tugas untukmu, lacak nomor telpon yang sudah aku kirim padamu, dapatkan posisinya saat ini juga, dan apa yang dia lakukan!"

📞 "Baik, Tuan, saya segera laksanakan, hasilnya akan segera saya kirim." jawab seseorang di seberang telepon.

Setelah bertelepon dengan seseorang untuk menyelidiki Yasmin, Yudha kembali melanjutkan pekerjaannya. Tak lama berselang ponsel Yudha berbunyi tanda sebuah notifikasi masuk. Yudha segera membuka isi notifikasi pesan di email-nya yang ternyata dari orang suruhannya untuk menyelidiki Yasmin. Betapa terkejutnya Yudha melihat isi email tersebut.

"Astaga apa-apaan ini?, jadi selama ini tante Ratna sakit kanker dan harus di kemoterapi dan ini?. Ah, **Y**a Tuhan, Yasmin, kenapa kau tidak cerita padaku sayang," batin Yudha dalam hati, perasaannya campur aduk tak karuan. Rasa sayang, kecewa, kasihan bercampur menjadi satu. Satu pertanyaan utama yang ada di kepala Yudha, kenapa Yasmin menutupi semuanya ini darinya. Tetapi yang paling membuat dadanya sesak adalah laporan dari orang suruhannya adalah demi agar bundanya tidak terlalu lama mengantri di bagian administrasi rumah sakit, Yasmin harus berangkat sendirian sebelum subuh. Hati Yudha sungguh sakit melihat gadis yang dicintainya harus melakukan pengorbanan sebesar itu demi memperjuangkan ibunya agar bisa sehat.

"Ini tidak bisa di biarkan, Yasmin adalah wanitaku, calon menantu keluarga Dimas Aji Dewantara. Aku harus menemuiYasmin, aku tak ingin dia berjuang sendirian," tekad Yudha dalam hati setelah membaca semua yang dilakukan Yasmin demi kesembuhan bundanya.

Setelah menerima telpon dari Yudha. Yasmin kembali ke kamar rawat inap bundanya, dalam hati Yasmin berdoa agar Yudha tidak curiga padanya.

"Assalamualaikum", Ucap Yasmin sambil membuka ruangan dimana bundanya di rawat.

"Kamu sudah cari makan siangnya, Yas?" tanya bundanya.

"Sudah Bund, ini sekalian Yasmin beli untuk Ayah, kalau Bunda gak suka makanan rumah sakit Bunda makan ini saja, tadi nasi dan lauknya sudah aku lebihkan," ujar Yasmin.

Akhirnya bundanya lebih memilih makanan yang dibeli Yasmin daripada menu rumah sakit. Sedangkan pak Danu mulai makan makan siangnya yang dibelikan Yasmin. Yah, begitulah Yasmin. Tak hanya mengurusi bundanya yang sakit tetapi juga harus menjaga kesehatan sang ayah.

Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore yang berarti proses kemoterapi bundanya segera selesai. Yasmin tengah asyik dengan ponselnya, ayahnya membaca koran sambil menunggu bu Ratna yang terbaring di ranjang rumah sakit. Hinga sebuah ketukan pintu mengagetkan mereka.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Yasmin sambil membuka pintu rawat inap bundanya. Betapa terkejutnya Yasmin melihat siapa yang datang.

"Ma--Mas, Yudha, sedang apa disini?" ucap Yasmin kaget bercampur gugup.

"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kamu lakukan disini," jawab Yudha cuek. Tampak kekecewaan di wajahnya.

"Kau tidak menyuruhku masuk?" tanya Yudha masih dalam mode cuek.

"Oh, maaf, Mas, silahkan!" ucap Yasmin sambil memberi jalan pada Yudha untuk masuk.

Ketika Yudha masuk ke ruang rawat inap bu Ratna. Pak Danu dan bu Ratna sangat terkejut melihat Yudha ada di kamar tersebut dengan masih memakai pakaian dinas lengkap.

" Nak, Yudha!", ucap pak Danu terkejut.

"Apa kabar, Om, Tante, maaf baru bisa menjenguk sekarang, soalnya saya tidak tahu Tante sakit," ucap Yudha sambil melirik Yasmin sinis.

"Tidak ada-apa, Nak. Kami memang sengaja tidak memberi tahu siapapun tentang sakitnya Bundanya Yasmin. Kami tidak ingin merepotkan siapapun," ujar pak Danu memberi penjelasan.

"Kenapa Om bicara begitu, saya memang bukan keluarga Om dan Tante, tetapi sebentar lagi kita akan menjadi keluarga," ucap Yudha sedih.

"Maafkan kami, kami tidak bermaksud menyembunyikan ini dari Nak Yudha. Dan Om mohon jangan salahkan Yasmin dalam hal ini," ucap pak Danu.

Setelah sedikit berbincang dengan pak Danu, Yudha mendekat ke ranjang bu Ratna. Sungguh Yudha tidak tega melihat calon ibu mertuanya dengan wajah pucat dan terlihat kurus.

"Bagaimana keadaan,Tante?" tanya Yudha.

"Yah, beginilah, seperti yang Nak Yudha Lihat," ucap bu Ratna Sendu.

"Ini yang kemoterapi yang ke berapa Tante?" tanya Yudha.

"Ini sudah kemoterapi yang ke-empat di siklus dua," jawab bu Ratna.

"Maksud, Tante, saya tidak mengerti?" tanya Yudha bingung.

"Satu tahun yang lalu, Tante sudah pernah menjalani kemoterapi siklus satu selama enam bulan. Keadaan Tante sudah mulai membaik pasca kemoterapi siklus satu tetapi satu tahun kemudian kanker di tubuh Tante mulai kembali sangat aktif sehingga kondisi Tante menurun," ujar bu Ratna memberi penjelasan.

"Tante, besok lagi jangan seperti ini, jika ada apa-apa beritahu saya atau papa Dimas," ucap Yudha.

Mendengar pembicaraan Yudha dan kedua orang tuanya hanya bisa diam membisu. Tangannya sudah berkeringat dingin, karena dia seolah tahu setelah ini dirinyalah yang akan di interogasi Yudha seperti salah seorang tersangka kejahatan berat.

"Om, Tante, boleh saya berbicara berdua rngan Yasmin?" pinta Yudha meminta ijin kedua kepada orang tua Yasmin.

"Nah iyakan, h**abislah aku kali ini," gumam Yasmin dalam hati mendengar ucapan Yudha.

"Tentu boleh, silahkan kalian bicara berdua," ucap pak Danu memberi ijin.

Setelah mendapat ijin dari pak Danu, Yasmin dan Yudha keluar dari ruang rawat inap bu Ratna. Yasmin membawa Yudha ke balkon rumah sakit dekat kamar mandi ruang rawat bundanya.

"Ada yang ingin kau jelaskan padaku, Dek?" tanya Yudha dingin.

"Maafkan aku, Mas. Aku tak bermaksud menyembunyikan semua ini darimu. Aku dan keluargaku tak ingin merepotkan mu. Kita belum resmi menikah, jadi tidak etis rasanya aku menceritakan masalah keluargaku padamu," ujar Yasmin dengan nada bergetar.

"Baiklah, kalo begitu persiapkan dirimu. Minggu depan aku akan melamarmu secara resmi," ucap Yudha Tegas.

"Apa..."

_______________________________________________

Maaf karena baru bisa up setelah satu minggu lebih ini karena kesibukan author

Mohon dukungannya ya Readers.

Jangan lupa Like, Vote dan Komennya

🙏🙏🙏

Biar author tetap semangat nulisnya dan menyelesaikannya sampai End, meski review kontrak novel author masih belum memenuhi

I LOVE YOU 😘😘😘😘

Bersambung .....

1
🌷♥ A z u r a ♥🦋
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!