NovelToon NovelToon
Bukan Suami Rahasia

Bukan Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.

Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.

"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.

"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda Hitam Yang Sama

Sejak pagi tadi, Hingga kini mulai menjelang malam. Tuan Tama dan seluruh keluarganya masih menunggu kedatangan Kaivan dirumah pria itu.

Beruntung ada Bibi sehingga Tuan Tama, Nyonya Aida serta Steve dipersilahkan masuk. Mungkin Bibi tidak tega membiarkan tamu majikannya itu menunggu diluar.

"Tuan, Makan malam dulu.." Tak hanya dipersilahkan masuk saja, Bibi juga memasak untuk tamu Kaivan ini dan mempersilahkan untuk makan malam.

Tentu saja semua atas perintah Kaivan. Pria yang berprofesi sebagai bodyguard itu belum bisa pulang cepat karena masih terjebak macet dijalan.

"Ah, Bibi merepotkan sekali.. Kita hanya ingin menunggu Nak Kaivan pulang.. " Ucap Tuan Tama merasa sungkan sekali. Pria paruh baya yang masih terlihat tampan nan gagah itu melihat ke arah sang istri yang terlelap sejak tadi diatas sofa.

"Tidak apa-apa Tuan.. Semua ini juga atas perintah Aden Kaivan.. Katanya Aden belum bisa pulang cepat karena terjebak macet.. " Tutur Bibi dengan sopan.

"Eum Bibi.."

"Ya..

"Bibi tahu tidak tentang silsilah keluarga Kaivan.." Tiba-tiba saja Steve bertanya. Tuan Tama menatap tajam sang putra yang menurutnya lancang sekali. Sayangnya Steve tak peduli, Dia penasaran sejak tadi. Apa salahnya bertanya, Tidak ada buruknya orang bertanya.

"Keluarga Aden Kaivan ya..?

"Iya.. Bibi tahu tidak?

"Saya kurang paham juga Tuan.. Setahu saya, Aden Kaivan itu yatim piatu sejak kecil.. Dan yang saya tahu juga kalau Aden Kaivan pernah bekerja sebagai bodyguard dikediaman seorang pengusaha yang bernama Tuan Nalendra. Katanya sih dulu, Aden pernah tinggal di panti asuhan dan sejak usianya lima belas tahun Aden ketemu sama Tuan Nalendra. Di tolong kemudian diberi tempat tinggal. Tuan Nalendra juga yang katanya menyekolahkan Aden sampai pendidikan S2.." Penjelasan Bibi membuat Tuan Tama iba sekaligus ada perasaan lega. Andai memang Kaivan putranya yang hilang puluhan tahun itu, Sungguh Tuan Tama akan datang untuk menemui Tuan Nalendra untuk mengucapkan rasa terimakasih.

"Jadi begitu?

"Iya Tuan.. Saya juga..

Ucapan Bibi terhenti setelah mendengar suara deru mobil didepan.

"Nah Itu ada suara mobil. Pasti itu Aden.." Bibi melangkah menuju pintu utama menyambut Kaivan yang baru saja pulang.

"ASTAGFIRULLAH ADEN!!!

Teriakan Bibi membuat dua laki-laki yang ada diruang tamu itu terkejut dan langsung bangkit seketika.

Tuan Tama dan Steve berlari kedepan. Disana mereka melihat Kaivan yang pulang dengan kondisi babak belur.

"Aden, Apa yang tengah terjadi? Kenapa Aden jadi babak belur begini?" Bibi panik sekali melihat majikannya yang pulang-pulang malah babak belur.

"Aku gapapa kok Bi.. Tadi cuma ada kecelakaan kecil aja..

"Gapapa apanya Kak? Kakak terluka kayak gini masih bilang gapapa.." Steve tiba-tiba saja berkat marah. Matanya menatap tajam Kaivan yang seolah baik-baik saja. Padahal sudah jelas pria itu sedang terluka.

Sementara Kaivan, Dia ingat siapa pria ini. Pria ini adalah putra Nyonya Aida yang beberapa hari yang lalu ditolongnya kemudian diantarkan pulang olehnya.

Dan yang membuatnya bertanya-tanya ialah, Kenapa tiba-tiba pria ini marah-marah padanya.

"Tuan.. Tolong bantu dibawa masuk Adennya ya.." Tama dan Steve mengangguk. Mereka membantu Kaivan masuk kedalam rumah.

Langkah Kai terhenti setelah melihat Aida yang tengah tertidur pulas diatas sofa.

"Disini aja Tuan.. Saya udah gapapa kok.." Kaivan akhirnya duduk diruang tamu. Tak lama Bibi datang dengan tergopoh-gopoh.

"Ini, Bibi bawa air es Den.. Di kompres ya.." Kaivan mengangguk dan tersenyum tipis. Bibi memang wanita yang baik dan perhatian sekali.

"Aden, Kok bisa Aden luka-luka begini.." Tanya Bibi, Perasaan tadi pria itu mengatakan sedang berada dijalan karena terjebak macet dan pulang-pulang sudah seperti ini.

"Kaivan dihadang beberapa orang Bi.. Tapi Alhamdulillah gapapa..

"Gapapa apanya, Orang Aden babak belur gitu.." Kata Bibi yang kesal dengan Kaivan. Sejak tadi pria itu mengatakan tidak apa-apa terus tapi buktinya pria itu terluka.

"Biar aku yang kompres.." Steve mengambil alih handuk kecil itu dan mulai mengompres sudut bibir Kaivan yang membiru.

"Maaf, Sudah membuat kalian menunggu lama.." Ucap Kaivan pada tamu nya ini. Kaivan merasa tidak enak saja karena kata Bibi mereka datang ingin bertemu dengannya. Kaivan menyangka mungkin Tante yang ia tolong kemarin yang memintanya bertemu dengannya. Padahal mereka datang bukan karena itu melainkan ada maksud yang lain.

"Tidak apa-apa.. Kami rela menunggu asal bisa bertemu denganmu Nak.." Kata Tama. Tatapan matanya tak lepas dari wajah tampan Kaivan yang Tama yakini pria ini adalah putranya yang hilang.

"Ah ya, Ada keperluan apa Tuan datang kemari untuk menemui saya..?" Tama dan Steve saling pandang.

"E.. Kami datang kesini ingin..

"Aaawwss.." Kaivan tiba-tiba saja meringis.

"Aden.. Aden gapapa?

"Pundakku sakit Bi.. Sepertinya gara-gara kena pukul tadi.." Kaivan menggelengkan kepalanya. Niat hati mencari jalan pintas usai mengalami kemacetan tadi. Siapa yang menyangka kalau dijalan pintas yang ia ambil dia dihadang empat orang pria. Beruntung Kaivan mampu mengalahkan ke empat orang itu meski dia kena serang juga.

 "Den, Lebih baik dibuka dulu pakaiannya. Di obati dulu.." Kaivan mengangguk, Dengan hati-hati calon suami Raisha tersebut membuka pakaian bagian luarnya seperti jas dan kemeja dan hanya menyisakan singlet hitam saja.

Deg!

Terpampang lah dengan nyata tanda hitam yang berada di pundak Kaivan.

"Tidak salah lagi.. Kamu Aksa.. Aksa putraku! " Tama mendekat dan langsung memeluk Kaivan. Tangis pria itu pecah, Air mata itu tak dapat di bendung lagi.

Bertahun-tahun dia dihantui oleh rasa bersalah. Karena dulu Tama lah yang mengajak keluarganya untuk liburan dipuncak itu.

Setelah kehilangan sang putra sulung, Tama harus dihadapkan oleh istrinya yang stres hingga mengalami depresi. Aida seolah tidak terima atas kehilangan sang putra.

Seluruh anak buah telah Tama kerahkan untuk mencari putranya ini namun tak kunjung ditemukan. Tapi malam ini, Tama yakin kalau Kaivan adalah putranya.

Tanda hitam itu sama dengan tanda miliknya. Diantara Aksa dan Steve hanya Aksa yang punya tanda lahir yang sama dengannya.

Kaivan terdiam mematung dengan apa yang tengah terjadi. Ada apa ini?

"Tanda ini, Tidak salah lagi.. Tanda ini sangat mirip dengan tanda yang dimiliki oleh putraku yang hilang.. Kau Aksa.. Aksa putraku.." Tuan Tama menangis tergugu sembari memeluk Kaivan.

"Tuan.. Sepertinya Tuan salah orang...

TBC

1
Adrian
yo gak ngefek lah ajeng lha wong calon suami raisha spek sultan kok. dibandingin hans kalah jauhlah🤣🤣🤣🤣🤣
Evi alvian
maklum adekmu cemburu Kaii kan Steve naksir ama Raisha...tp gpp steve sadar kalo Raisha jodohnya kaivan dan akan menjadi kakak iparnya
Sri Rahayu
cemburu tau aku kakak.. batin Steve.... tentu saja krn wanita incaran nya akan jd kakak ipar nya 🤩🤩🤩....utk Ajeng senang 2 lah dulu nanti akan jatuh kamu 🤪🤪🤪....lanjur Thorr😘😘😘
Syahwiyah Syahwiyah
Pepetah mengatakan,jangan disangka air tenang tidak ada buaya nya.
Lucy
😃😃😃Ajeng kira Raisha akn cemburu dan marah, jgn salah jeng Raisha dpt ank org kaya LBH dr Hans yg seorg karyawan di perusahaan papa Damian,apa ntar Hans berhenti kerja KLO gagal nikah ya kan maluuu🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
like mother like daughter, sama-sama mulutnya berbisa, Haura ngomong gitu pasti disuruh sama Ajeng, dan Hans bodohnya kebangetan, percaya sekali dengan omongan si pelacur murahan. hans masih juga yakin kalau Ajeng itu perempuan baik-baik, padahal aslinya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 yang dengan bangganya bilang sudah tidur dengan Hans dan melakukan hubungan badan, tapi cocok sih laki-laki mokondo dengan pelacur murahan seperti kamu Ajeng 🤣🤣😂😂😂
partini
Hemm baru ketemu mau jadi adik lucknat macam Ajeng kamu stev
Chandra Dewi
ceritanya bagus dan menarik
aku
davina berarti, istri davin. sp adeknya, alya kah??
Mama Bila😘❤️: Davina adik Davin kk.. Istrinya Cinderella
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
lancar kai..sampai akad nikah nanti..penasaran sama hans bagaimana responnya nih🤣🤣
Dew666
💟💟💟
Evi alvian
Alhamdulillah acara lamaran lancar dan diterima oleh papa Damian...dan buat Hans gigit jari deh gak jadi nikah🤭😂
Putrii Marfuah
Steve, jangan sedih ya kalau ternyata dia adalah raisha yang sama, wanita yang kamu suka
Lucy
Lamaran kai ke Raisha berjalan dgn baik dan diterima oleh papa Damian👍👍dan untuk Hans ntar kau menyesal tiada guna🤭bela trus ipar maut mu itu🤣🤣🤣
Arin
Kalau Hans tenang tapi menghanyutkan🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lamaran yg sah buat raisha
Nice1808
Akhirnya lamaran di terima dgn baik oleh klurga Raisha👍👍dan untuk hans menyesal tiada guna🤣🤣🤣🤣
Retno Harningsih
up
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga lancar hingga akhir. nyesal kuadrat kamu, Hans.
Ariany Sudjana
puji Tuhan, lancar semua yah kaivan dan Raisha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!