Memberikan keturunan untuk suami adalah impian seorang istri tapi bagaimana bila ternyata impian itu tidak sesuai dengan kenyataan?
Tidak ada istri yang mau "Mandul", 6 tahun menikah Tata belum juga hamil dan punya anak.
Desakan kedua orang tua Dedi yang mengharuskan mereka segera punya anak membuat hati Tata sakit, ditambah lagi dengan ancaman jika Tata tidak kunjung memberikan cucu untuk mereka Dedi akan di nikahkan dengan wanita pilihan kedua orang tuanya.
Di usianya yang ke 41 tahun Tata akhirnya berhasil hamil, kehamilannya yang sudah lama di nati-nantikan akhirnya terkabul juga. Akan tetapi Becky ibu mertuanya tetap ingin Mawar menjadi menantunya.
Apakah Tata akan tetap menjadi istri satu-satunya Dedi?
Apakah kehamilannya berhasil menggubah sikap mertua nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buang Masakan Bu Ayu
Dedi bangun lebih awal mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja, " Sayang mas pergi dulu ya. " Dedi mengecup kening istri.
Tata terbangun setelah mendapatkan kecupan dari suaminya Tata menatap jam dinding yang ada di kamar sambil memperhatikan suaminya yang sudah rapi, " eh mas sudah bangun cepat sekali ini kan baru jam 6 mas. "
"Iya dek hari ini ada rapat mas kemarin belum selesai tugas mas jadi sebelum mulai rapat mas harus selesaikan dulu makanya pergi awal. "
Tata duduk sambil mengusap matanya yang masih terasa ngantuk, " oh gitu hati-hati di jalan ya mas. "
"Iya sayang mas pergi dulu ya. "
" Iya mas. "
Dedi bergegas merapikan barang-barang yang ingin di bawahnya kemudian pergi ke kantor dengan kendaraannya pribadinya.
Tata yang masih mengantuk akhirnya kembali tidur karena semalam mereka terlambat tidur.
"Bu ada melihat mas Dedi? "
"Pak Dedi sudah pergi kerja nyonya. "
"Tata? "
"Bu Tata masih di kamarnya Nyonya. "
"Ya ampun jam segini belum bangun bu padahal mas Dedi sudah pergi kerja ihh dasar wanita pemalas bangun tidur pun terlambat. "
Bu Ayu hanya mendengar kata-kata Mawar tanpa menjawab, " eh bu jawab donk saya ngomong dengan ibu bukan dengan dinding bu. "
"Iya bu. "
"Iya-iya aku ngomong panjang lebar malah hanya di jawab iya nyebelin banget shi ibu!! "
"Maaf nyonya. " bu Ayu tertunduk mendengar kata-kata Mawar.
"Sudah masak bu? "
"Sudah nyonya. "
"Saya mau sarapan masak telur mata sapi dan buatmu saya roti bakar 5 menit lagi saya makan. "
"Iya nyonya.
Mawar masuk kembali ke kamarnya mandi dan berganti baju, Mawar menggunakan baju dengan tali 2 jari dan celana di atas lutut. Setelah mandi Mawar pergi ke meja makan.
" Bu mana roti bakarnya? "
"Maaf nyonya roti lagi habis nyonya. "
"Gimana shi ibu saya kan mau makan itu saya tidak mau tau harus ada roti bakar pokok. "
"Kenapa tidak makan makanan yang ada di meja aja kan udah banyak makanan yang aku masak. " pikir bu Ayu.
"Cepat bu Ayu beli roti dulu gi di minimarket di depan tu. "
"Iya nyonya. "
Bu Ayu pergi ke minimarket depan rumah mereka, " syukur aja ada minimarket di sini kalau tidak pasti dia tidak akan berhenti ngomongin. " gerutu bu Ayu.
Setelah membeli roti bakar bu Ayu kembali ke rumah bergegas bu Ayu ke dapur terlihat Mawar sedang membuang masakan yang di hidangkan bu Ayu di atas meja.
"Bu ko sayur nya di buang? "
"Saya sudah makan ya saya buang. "
" lo katanya tadi mau roti bakar ko sekarang malah makan. " pikir bu Ayu merasa tingkah Mawar aneh.
"Tapi Bu Tata belum sarapan nyonya.
" Siapa suruh dia terlambat bangun bu!! jangan coba-coba masak untuk dia ya kalau tidak bu Ayu saya pecat!! "
Bu Ayu tertunduk mendengar kata-kata Mawar, "Sini rotinya!! " Mawar mengulurkan tangannya.
Bu Ayu menyerahkan roti yang baru saja di belinya, Mawar membawa roti ke dalam kamarnya.
"Rasain kamu tidak bisa makan. " pikir Mawar puas setelah membuang sayur-sayur yang sudah di masak bu Ayu.
"Selamat pagi bu Ayu ko wajah bu Ayu murung? "
"Maaf nak Tata nak Tata pasti sudah lapar. "
"Kenapa bu Tata belum lapar bu. "
"Syukur lah,"
"Kenapa bu? "
"Tadi saya sudah masuk nak Tata tapi sayur-sayur nya di buang semua sama Nyonya Mawar. "
"Ya ampun kenapa wanita itu buang-buang makanan, " pikir Tata.
"Tidak apa-apa bu Tata bisa masak kalau sudah lapar ibu tidak perlu masak lagi ya. "
"Iya nak Tata. "
"Dasar wanita aneh apa salahnya dengan masakan bu Ayu, kenapa harus di buang! aneh!! padahal dia yang ndk pandai masak kalau aku shi lapar bisa masak sendiri. "
Tata akhirnya memilih menonton di ruang TV dari pada memikirkan Mawar yang kurang kerjaan.
seharusnya instrospeksi diri c Becky ini ...
Semangat.