NovelToon NovelToon
Duda Keren Cari Jodoh

Duda Keren Cari Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:363.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: IkeFrenhas

David Arion Syahreza, si duda keren yang lagi cari jodoh karena dorongan dari sang Mama. Padahal, dia sih masih belum move on dari sang mantan.

Awalnya, David ogah-ogahan mendatangi perjodohan yang telah diatur sang mama. Hingga akhirnya, dia menemukan seseorang yang membuatnya tertarik.

Namun sayang, wanita itu malah menghilang bak ditelan bumi.
Akankah ia menemukan tambatan hati yang dicarinya?

Sekuel Suamiku Mencintai Adikku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IkeFrenhas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. (David)

Menunggu adalah hal yang paling menyebalkan buatku. Selain karena membuang - buang waktu, menunggu juga menjadikan diri ini gelisah. Bukan hanya itu, jantung yang berdegup kencang karena gugup menjadi faktor utama.

Setelah ini, apa yang harus aku lakukan?

Saat dia keluar, hal pertama apa yang harus aku kerjakan? Tersenyum kah? Basa - basi kah? Atau langsung menerkamnya.

Aku mengacak rambut frustrasi, bingung dengan polahku sendiri.

Jangan lupakan status yang melekat di tubuhku. Status duda keren yang belum pernah melakukan malam pertama.

Apa aku harus menyesal karena belum pernah melakukan hal seintim itu dengan seorang wanita?

"Aargh!" Aku mengerang frustrasi, lantas memilih duduk di ranjang bersandar pada kepala ranjang.

Aku memejamkan mata dengan pikiran yang mengembara ke mana - mana. Terutama pada kisah perjalanan cintaku, perjalanan hidupku. Hingga saat bertemu pertama kali dengan Aqila yang kini berstatus sebagai istri sah.

Mataku langsung terbuka lebar saat mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Kepalaku kontan menoleh ke kiri melihat pergerakan seseorang yang berdiri di sana tanpa ... busana.

Bukan.

Maksudku, Aqila keluar hanya mengenakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Tatapan kami bertemu pandang, aku menelan ludah melihat apa yang terpampang di hadapan.

Sedangkan Aqila buru - buru menunduk, lalu melangkah pelan menuju lemari. Mataku tidak lepas dari sosoknya.

"Ma-maaf, aku lupa membawa baju ganti," ucap Aqila begitu langkahnya sampai didekat ranjang. Suaranya terdengar bergetar gugup yang justru terdengar seksi di Indra pendengaranku.

Entah telingaku yang sedang bermasalah, atau memang suasananya yang mendukung otakku berkelana ke mana - mana. Wajar dan boleh, 'kan? Toh kami sudah sah menjadi suami - istri.

"Ti-dak masalah," balasku dengan suara berat.

Aqila mendongak lalu mendelik kala pandangan kami terkunci di udara.

Lagi - lagi, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menelan ludah berkali - kali.

Langsung terkam saja? Atau nanti.

"Sepertinya akan lebih cantik kalau ...." Aku menyeringai, lalu segera beranjak dari ranjang meraih tubuh itu dengan kedua tanganku.

Tanpa butuh komando, aku menghempaskan tubuhnya di ranjang dengan kedua tanganku yang menguncinya agar tidak bisa kabur ke mana pun.

Tubuh Aqila menegang dengan wajah memerah. Kedua tangannya memegang handuk di dada dengan sekuat tenaga.

Aku memang belum berpengalaman tentang ini, tetapi naluriku cukup tahu apa yang harus dilakukan.

Hingga akhirnya, aku menarik diri dan meninju dinding. Malam pertama bukannya bahagia yang kuterima malah kecewa yang kudapat.

"Siapa yang melakukan nya pertama kali?!" erangku jengkel.

"Ma-maafkan aku. Maaf ...," rintih Aqila dengan derai air mata.

Seperti orang kesetanan, aku membuang apa saja yang terpegang tangan. Melampiaskan kemarahan kepada dunia. Kenapa nasibku selalu tidak beruntung?

Dulu, aku harus menikah dengan wanita yang tidak aku cintai. Sekarang harus menikah dengan wanita yang tidak lagi .... Argh!

Aku segera mengenakan pakaian yang sempat terserak, sebelum menelan bulat - bulat wanita yang telah membohongiku itu.

"Kenapa kamu tidak jujur dari awal. Ha?"

Aku menatap tajam, rasanya kepalaku ini sudah mau pecah saja. Menghentikan dengan paksa keinginan yang telah menggelegak di dada, tentu memancing kemarahaan yang siap ditumpahkan. Aku butuh pelampiasan.

Aqila menghapus jejak basah di wajahnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain memegang selimut yang menutupi tubuhnya. Lalu dia membalas tatapan mataku dengan nyalang.

"Kamu juga enggak jujur kalau pernah menikah. Kamu duda bukan perjaka!" serunya. "Kita impas," lanjutnya sinis dengan senyum miring.

Aku mendekati Aqila lantas memegang dagunya dengan kasar.

"Aku duda, tetapi belum pernah melakukan hubungan selayaknya suami - istri," tegasku.

Aku mendorong wajahnya yang membuat Aqila memalingkan wajah ke samping. Rautnya merah padam.

"Tidak sepertimu," sinisku.

"Aku tidak pernah menginginkan itu," ucapnya dengan tangis. Air matanya kini mengalir lagi, tetapi cepat - cepat dihapus dengan punggung tangan.

"Aku juga tidak pernah menginginkan menikah dengan mu." Aqila menatapku dengan tatapan terluka.

"Sial!" Aku meremas rambut dengan kuat, agar sakit di kepala ini bisa sedikit berkurang.

"Jika kamu menyesal, ceraikan saja aku. Lalu kita hidup seperti dua orang asing. Seperti sebelumnya," ucapnya terdengar yakin.

Namun, aku tahu ada ketakutan yang coba dia sembunyikan. Matanya tidak bisaa berbohong apa lagi harus menutupi kerapuhan dirinya.

"Heh. Enak saja." Aku tersenyum sumir. "Kamu harus membayar hutang - hutangmu. Aku telah banyak mengeluarkan uang hanya untuk membeli barang bekas sepertimu."

"Apa yang kamu mau?!" pekiknya.

Aku tertawa terbahak, melihat kepasrahan, ketakutan sekaligus ketidakmampuan yang dalam satu waktu dia tunjukkan itu.

"Aku mau kamu membayar penghinaanmu malam ini," sinisku.

"Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya lirih yang terdengar seperti hembusan.

"Kita lihat saja nanti. Yang pasti, kamu akan membalas perbuatanmu malam ini." Aku meraih rambutnya yang terjuntai berantakan.

Sejujurnya, keintiman tadi tidak bisa sepenuhnya aku buang dari kepala.

Aku membenahi rambut Aqila yang berantakan. Sial. Lagi - lagi aku harus menelan ludah saat melihat jejak kelakuanku padanya tadi.

"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Aqila takut - takut.

"Kamu pikir apa yang aku inginkan?" Aku berbisik tepat di telinganya. "Apa kamu tidak menginginkannya? Bukankah sudah berpengalaman?" tanyaku sinis.

"Jangan lakukan sekarang." Aqila menahan tanganku yang mulai melancarkan aksinya.

"Kenapa? Sudah berapa banyak orang yang kamu layani, Aqila?"

Mengingat itu, emosiku kembali memuncak. Aku menarik rambut Aqila sampai dirinya mendongak ke atas.

Dengan jarak kami yang sedekat ini, bisa kudengar dengan jelas rintihan suaranya menahan sakit.

"Berapa bayaran mu dalam semalam? Apakah lebih mahal dariku?" ketusku.

"Aku tidak serendah itu," tegasnya.

Aku melepaskan tarikan rambutnya, lalu mendorong kepalanya sampai tertunduk dalam.

"Lalu katakan. Berapa kali kamu pernah melakukannya?" tanyaku dengan marah.

"Apa pentingnya buatmu. Kalau sekarang di matamu diriku tak layaknya seperti wanita murahan yang sengaja menjajakan tubuh nya," tegasnya dengan mata menyorot tajam.

Sial. Kenap aku tidak tahan melihat luka yang terpancar dari matanya itu.

Ada apa sebenarnya ini?

Aqila telah membohongiku bahkan menipuku. Aku telah membayar hutang - hutangnya, tetapi apa yang aku dapatkan.

Seperti membeli barang rongsokan yang terkemas rapi dalam wadah kaca.

Rongsokan tetaplah rongsokan. Aku harus meleburkannya terlebih dahulu agar menjadi barang berharga.

"Kemasi barangmu. Kita pulang ke apartemen sekarang juga," putusku kemudian.

Berlama - lama di sini bisa - bisa membuatku gila. Aku tidak terima dengan semua ini, tetapi jiwaku juga meronta untuk dipuaskan. Benar - benar sial.

Aku berjalan cepat menuju kamar mandi. Mendinginkan tubuh di bawah kucuran air shower. Setelah ini ada yang harus aku lakukan, yaitu menghancurkan orang - orang yang telah menjamah tubuh Aqila.

Sebenarnya, apa yang aku lakukan sekarang?

1
Qaisaa Nazarudin
Ketemu MANTAN terindah langsung lupa sama istri,Keliatan banget masih belum bisa move on dari Mantan..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb bukannya nanya dulu siapa yg sakit,eh malah lari gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Lha lebay, kenapa malah nangis ckk
Qaisaa Nazarudin
Nah ini pasti Aqila..pantesan dia berpindah2 alamat nya.. kurier ternyata..
Qaisaa Nazarudin
Umur Putri 4 Tahun,Ana hamil 9 bulan,Jadi 4 Tahun 9 bulan dong yah,David duda 5 Tahun, berarti Setelah habis Edah Ana langsung Nikah sama Adrian kan yah..Bagus deh,Ana gak perlu lama2 terpuruk karena diselingkuhin David..👍👍 Sekarang Ana udah bahagia dengan keluarga kecilnya,Dan David kayak orang gak punya malu datang kerumah Mantan dan menyaksikan Kebahgiaan Mantan,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT
Qaisaa Nazarudin
Apa gunanya semua itu,kalau kerjaannya tukang selingkuh,mending selingkuh sama cewek lain,lha ini malah dengan adek ipar sendiri, kalau gak suka sama Ana kenapa gK nolak dari awal, sewaktu dijodohkan..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Alhamdulillah,baru juga aku ketar ketir takut Ana dibikin balikan sama David,eh ternyata gak yah,tq thor..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄Jangan sampai Outhor bikin alur David balikan sama Ana ya..
Qaisaa Nazarudin
Siapa juga ibu yg SETUJU udah terang-terangan dia bukan cewek baik2,Mana ada cewek baik jadi PELAKOR kakaknya sendiri?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya gitu,Saat Udah PERGI baru merasa KEHILANGAN..
PENYESALAN selalu belakangan,Yang dulu itu PENDAFTARAN..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Ana ..MEMAAFKAN boleh tapi BUKAN UNTUK KEMBALI..Suami gak sadar diri kayak gini,mmg udah bagus kamu langsung mintak cerai,jangan mau di bodohi dan di injak-injak..Terus kenapa gak Nikah sama adeknya setelah BERCERAI? Harusnya kan itu yg kamu lakukan..
Qaisaa Nazarudin
Wah gila,SUAMI dan ADIK yang gak sadar diri..😡😡Malah anak manja yg kamu inginkan..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Kali ini kamu yg Kena,Mana udah terpesona duluan lagi,Udah dag dig dug duluan lagi,Eh malah salah orang,Apakah si Aqila ini yg disinopsis yg katanya hilang tanpa kabar itu? pasti deh ia..
Qaisaa Nazarudin
Astaga terus yg ditemuin David tadi siapa?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Anak bandel ini pasti😅😅
Satria Devi
Luar biasa
fatimatuz zuhriyah
bagus
Nora♡~
Semangat terus thor... ini cerita dah tamat kah🤔
Revita Elisa
😍😍😍😍😍tamat juga....
Ike Frenhas: lanjut baca cerita yang lain, Kak 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!