Tiba-tiba aku terbangun dan masuk ke dalam Novel yang pernah aku baca.
Sungguh mengejutkan !
Karna aku saat itu sedang pergi bekerja tapi tertabrak mobil yang ugal-ugalan.
Bagaimana hidup ku kedepannya?
Aku di sini menjadi pemeran figuran yang akan mati demi pemeran utama wanita.
Demi apa????aku harus nerima kematian demi sahabat yang bakal nusuk aku dari belakang????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Aku pun mengangguk setuju dengan pendapat Ayah.
'' Baiklah...aku akan mulai bulan depan. Jadi ayah bersiaplah juga bulan depan...nanti jangan marah kalau untungnya dikit ya..hehehe'' ledek ku
'' Hahahahha'' tawa ayah menanggapi candaan ku
~~ Setelah mengobrol dengan ayah,pikiran ku mulai tersusun lagi.
Aku tak boleh dengan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Aku mengacc semua anggaran bulan ini...Dan menyiapkan rencana untuk bulan depan.
Dan di sore hari aku berjalan-jalan,masih di dalam istana.
Tapi ada pemandangan yang tak sedap di mata ku...
Keira...
Ku lihat dia keluar dari arah gedung tempat Felix bekerja..
Dan dari kejauhan dia hanya tersenyum sinis lalu berlalu meninggalkan istana tanpa menyapa ku.
Hati ku tiba-tiba sakit..
Apa alurnya akan tetap membuat Felix bersatu dengan Keira?
'' apa dia sering datang ke sini?'' tanya ku pada Reca yang di belakang ku ikut menyaksikan adegan senyum sinis Keira
'' Ehm...iya Yang Mulia'' jawab Reca gugup
'' Kenapa kamu gak bilang sama aku??!'' suara ku sedikit meninggi
Ku tatap Reca yang takut karna melihat kekecewaan di wajah ku.
'' Maaf Yang Mulia'' jawab Reca menunduk
'' Apa Raja yang meminta mu?'' tanya ku
Reca diam tak menjawab.
Itu artinya '' iya ''
Hati ku seakan runtuh....
Apa ini??
Cemburu??
Kecewa ??
'' Aku tau kamu tak sepenuhnya di pihak ku...tapi aku kecewa pada mu Reca''...kata ku yang langsung pergi
Aku tak bisa menahan rasa penasaran ku..
Aku sudah menahan karna Felix tak memberi tahu tentang Petisi para bangsawan.
Lalu sekarang dia diam-diam bertemu Keira??
'' Buka pintunya!'' kata ku pada pengawal
Sedikit ragu,Mereka akhirnya membuka pintu.
Aku masuk ke dalam dan yang ku lihat Felix sedang bersama Baron Verzil.
Pemandangan apa ini?
'' Estelle....'' kata Felix kaget dan langsung berdiri menghampiri ku
'' Salam Yang Mulia Raja...'' hormat ku dengan sopan
'' Salam Yang Mulia Ratu...'' kata Baron Verzil
'' Apa ada masalah sehingga kamu kesini?'' tanya Felix
Aku melihat wajah Felix yang gugup akan kedatangan ku.
'' Apa aku mengganggu...??'' tanya ku
'' Ah tidak...kami hanya sedang berbincang biasa.'' kata Felix
Kenapa aku merasa Felix berbohong...
'' Benarkah? aku tak sengaja melihat nona Keira tadi..ada perlu apa dia disini?'' tanya ku sambil duduk di depan Baron Verzil
Felix mengikuti ku dan duduk di samping ku.
'' Ohh Yang Mulia melihat putri saya ? '' tanya Baron Verzil
'' Ya.'' jawab ku singkat
'' Dia hanya mengantarkan saya ke sini,lalu menyapa Yang Mulia Raja dan kembali pulang.'' kata Baron Verzil dengan senyum penuh arti
'' Benarkah? Yang ku dengar dia sering keluar masuk istana...apa karna Baron sudah terlalu tua hingga harus di antar?'' tanya ku dengan wajah serius
Wajah Felix tampak bersalah dan Baron Verzil sedikit kaget karna pertanyaan ku melawan nya.
'' Maaf yang mulia jika itu mengganggu anda. Tapi Putri saya hanya ingin memberi salam pada Yang Mulia Raja...'' kata Baron Verzil tak mau kalah
'' oohh..Jadi kalau semua putri bangsawan masuk ke istana hanya berdalih untuk memberi salam pada Yang Mulia Raja itu hal yang lumrah???'' tanya ku
'' Tidak Yang Mulia....'' jawab Baron Verzil pelan
'' Maka dari itu...jangan melakukan sesuatu yang membuat Yang Mulia Raja merasa TIDAK nyaman karna kehadiran putri anda.''kata ku penuh penekanan
'' Lagi pula...lakukan lah secara profesional kalau dalam bekerja.'' lanjut ku
'' Baik Yang Mulia....'' jawab Baron Verzil yang menunduk
Felix melihat kekecewaan di wajah ku...
Ingin rasanya aku menangis,tapi aku tahan karna aku tak mau di remeh kan.
Lalu aku pun undur diri dan kembali ke kamar ku..
'' Maaf kan saya Yang Mulia...'' kata Reca saat aku hendak masuk ke kamar
Aku hanya berhenti sebentar tanpa berkata-kata,lalu masuk ke kamar dan menutup pintu.
Aku tak tau apa yang ada di pikiran Reca..
Tapi ku harap dia tau bahwa aku kecewa pada nya...
Dan yang lebih membuat ku kecewa adalah Felix.
Apa dia berniat mau mengambil selir??
Dia gak sadar kah kalau kelakuannya itu adalah ngasi harapan sama wanita??
Ternyata banyak hal yang gak aku tahu di istana ini...
Dan aku baru sadar kalau aku gak memiliki seorang pun di pihak ku.
Aku seakan berjalan di atas kaca yang bisa kapan saja retak.
Aku harus mengubah strategi ku...
Dan yang pertama aku harus membuat Reca berada di pihak ku.
Sepertinya aku tak boleh mempercayai Felix sepenuhnya...
Oh Tuhan...harus kah aku juga bekerja keras di dunia ini??
Aku harus mengeluh pada mu atau penulis,Tuhan??
Malam nya Felix masuk ke kamar setelah selesai dengan tugasnya.
Aku hanya diam,membiarkan dia masuk.
Aku dengan tenang duduk di sofa seakan menunggu pengakuan dari nya.
Dan benar..Felix langsung menghampiri ku dan duduk di samping ku.
'' Estelle....maaf kan aku'' kata Felix sambil meraih tangan ku
'' Maaf untuk apa? '' kata ku pura-pura tak tau
'' Tentang Nona Keira yang sering datang ke istana'' jawab Felix pelan
'' hhhhh'' aku menghela nafas
'' Apa lagi?'' lanjut ku
Felix menatap ku,dan itu tak ku mengerti arti tatapannya.
'' Gak ada lagi yang kamu sembunyikan dari ku?'' tanya ku
'' gak ada lagi...'' kata Felix
'' Kamu bohong.!'' kata ku sambil ku tarik tangan ku
Aku benar-benar kecewa sekarang.
Dia sebenarnya cinta gak sih sama aku??
'' Bohong apa? maksud nya apa sih?'' kata Felix dengan wajah gak bersalah
'' Lalu petisi untuk mu menikah lagi gimana? kenapa kamu gak cerita sama aku???'' tanya ku sedikit tinggi
Felix kaget...
'' Kenapa? kamu gak nyangka kalau aku tau?? kamu mau bilang kalau itu gak benar?? kamu tuh sebenarnya suami aku bukan sih? atau kamu benar-benar mau nikah lagi?? kamu gak cinta sama aku????'' tanya ku
Air mata ku pun menetes di sela kemarahan ku.
'' Kamu tau dari siapa?'' tanya Felix
'' Gak penting aku tau dari siapa.! Kamu malah nanyain itu dari pada perasaan ku??'' kata ku
Pecah sudah tangis ku..
Kekecewaan dalam hati ku seakan keluar semua.
Rasa tak percaya kalau aku akan di hianati oleh Felix.
Padahal dia telah berjanji hanya mencintai ku.
Bahkan dia menolak Keira saat berada di pesta dan memilih ku.
Lalu apa maksud semua ini??
Kenapa sekarang mereka sering bertemu??
Apa aku tak bisa mengubah isi alur cerita ini dan berakhir bahagia?
Bagaimana jika Felix mengambil Keira sebagai selir dan hidup di istana ini bersama ku??
Memang sih,,wajar jika Raja banyak istri...
Tapi bagaimana jika aku di bunuh pada akhirnya??
Btw, ceritanya kakak menarik banget meskipun aku cuma baca garis besarnya aja, keren kakaaak☺️