NovelToon NovelToon
Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Snow White

Gladis 24 tahu harus menerima kenyataan bahwa masa depannya berada di tangan kedua orang tuanya. Ia dijodohkan dengan anak rekan bisnis papanya untuk memperkuat perusahaan orang tuanya di kancah Internasional.

Gadis yang mempunyai kekasih bernama Fadli seorang dokter kandungan harus rela putus karena kedua orang tua Gladis tidak pernah merestui hubungan keduanya.
David calon suami Gladis adalah seorang pengusaha muda yang terkesan dingin, ketus, pemarah, tempramen. Akankah pernikahan mereka berlansung bahagia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sindiran keras papa

PAGI DI KEDIAMAN DAVID

Terlihat 4 orang sedang menikmati sarapan pagi yaitu David, Devi, NY Teresa dan om Gustiawan.

"David, besok malam kita akan ada pertemuan dengan keluarga Gladis tentang rencana pertunangan dan pernikahan kamu," ucap om Gustiawan kepada David.

Glek....tiba-tiba David terdiam menghentikan aktivitas makannya sambil menatap papanya. Berbeda halnya dengan Devi dan NY Teresa yang kelihatan santai menikmati sarapan paginya itu.

"Kamu juga ikut ya Devi," lanjut om Gustiawan mengajak Devi.

"Iya pa pasti Devi ikut," kata Devi dengan antusias.

"Kamu jangan lupa David besok pulang lebih awal jika bisa suruh pak Rony untuk mengambil alih semua pekerjaan kamu," saran mamanya kepada David.

"Iya mah," kata David singkat.

"Bagaimana Gladis, apa dia sudah pulang," NY Teresa mengalihkan pembicaraan.

Lagi-lagi David hanya bisa terdiam ia tidak tau harus bicara apa, sedangkan papanya tidak tau akan hal ini.

"Belum mah," jawab David singkat dengan nada sedikit gugup.

"Tapi apakah dia sudah tau jika besok malam ada acara! Kamu jangan lupa untuk mengingatkan dia Vid," lanjut mamanya lagi.

"Iya mah," kata David singkat.

"Memangnya Gladis kemana!" sambung om Gustiawan ikut bertanya.

"Gladis lagi liburan pa bersama teman-temannya," jawab NY Teresa menatap om Gustiawan.

"Bagaimana kamu David! Dia baru saja pulang dari rumah sakit dan kamu membiarkan dia liburan! Mulai sekarang Gladis itu sudah menjadi tanggung jawab kamu," kata om Gustiawan dengan nada tegas menatap David.

"Iya pa aku minta maaf."

"Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri untuk selalu dekat dengan Gladis, harus selalu jalan bersama ke acara-acara pribadi kamu," lanjut papanya terus menasehati.

"Iya pa akan David laksanakan."

"Perkenalkan dia sebagai calon istri kamu kepada rekan-rekan bisnis kita," tambah om Gustiawan lagi.

"Iya pa akan David lakukan."

Hati David amat kesal, rasanya ingin sekali ia melempar semua benda yang ada di atas meja. Di pacunya mobil silver milik David dengan kencang, tidak lama ia menelepon seseorang, ya siapa lagi jika bukan Juna.

"Halo!" sapa Juna di ujung telepon sana.

"Jun, Gladis kapan pulang."

"Loh tidak salah bicara lo, kenapa tanya sama gw! Lo yang pacarnya masa bertanya sama gw aneh lo," kata Juna spontan.

"Siapa tau Gladis bilang sama lo jika dia mau pulang kapan gitu," kata David.

"Mana gw tau, lagipula untuk apa gw bertanya sama dia kapan pulang tidak ada kerjaan banget gw. Lo tanya sama dia sendiri kapan pulang, nanti gw kirimin nomornya." kata Juna lagi mencari alasan.

"Resek lo," semprot David sambil mematikan ponselnya.

Tidak lama suara pesan masuk pun berbunyi di ponsel David. Ia membuka pesan itu ternyata dari Juna yang memberikan nomor Gladis dengan bertuliskan "Beautiful", betapa terkejutnya David ketika melihat nama kontak Gladis di ponselnya.

Resek nih anak menyimpan nama calon istri orang sembarangan, awas ya lo dasar kuya.

Tapi David berpikir lagi jika ia tidak mau untuk menghubungi Gladis terlebih dahulu meskipun sudah memiliki nomor Gladis.

RUMAH SAKIT

Terlihat Fadli sedang duduk menikmati secangkir kopi di kantin rumah sakit sambil melamun, lalu Ando datang menghampiri dan duduk di sampingnya.

"Tumben lo sudah datang memangnya ada jadwal pagi," tanya Ando sambil menarik kursi di sebelah Fadli dan duduk di sampingnya.

"Eh lo Do, tidak ada gw hanya ingin datang awal saja," kata Fadli ketika sadar bahwa sahabatnya itu hadir di sisinya.

"Ada masalah!" tebak Ando menatap Fadli.

"Gw mau mencari orang tua asli gw Do," kata Fadli memulai pembicaraan.

"Apa! Serius lo," kata Ando kaget sambil menatap Fadli dengan tajam.

"Iya."

"Terus om Ambar dan tante Sri bagaimana," tanya Ando lagi dengan nada kaget.

"Mereka yang menyuruh gw untuk mencari orang tua asli gw."

"Lo sedang marahan dengan mereka!" tebak Ando.

"Bukan itu masalahnya."

"Apa ini ada hubungannya dengan orang tua Gadis yang selalu mempermasalahkan latar belakang lo," tebak Ando dan Fadli hanya terdiam.

"Lo yakin mau meninggalkan om Ambar dan tante Sri! Bagaimana perasaan mereka," kata Ando dengan rasa penuh penasaran.

"Gw tidak akan meninggalkan mereka, tapi gw hanya ingin tau dari mana gw berasal, siapa orang tua gw, apa gw berasal dari keluarga yang baik- baik atau sebaliknya," ucap Fadli menatap Ando.

"Jika lo sudah bertemu mereka, lo mau pergi meninggalkan om Ambar dan tante Sri? Lalu lo akan tinggal bersama orang tua asli lo," kata Ando terus bertanya.

"Gw tidak akan pernah meninggalkan mereka Do, mereka adalah segalanya bagi gw tanpa mereka gw tidak akan bisa seperti ini. Mungkin gw akan kelaparan, kedinginan di luar sana, gw hanya ingin tau seperti apa orang tua gw. Setidaknya gw anak yang jelas asal usulnya."

"Jika seumpamanya orang tua lo sudah meninggal?" tanya Ando sedikit pedas.

"Gw ikhlas Do, gw hanya ingin tau anak siapa gw sebenarnya."

"Om Ambar dan tante Sri tau soal ini."

"Mereka yang menyuruhnya, mereka bilang sudah saatnya gw tau siapa gw sebenarnya, meskipun mereka begitu berat takut akan kehilangan gw."

"Dan sekarang rencana lo," ucap Ando lagi.

"Gw akan mencari mereka di mana gw di temukan pertama kali oleh bokap angkat gw."

"Gw selalu dukung apa keputusan terbaik buat lo, mungkin gw bisa bantu lo Di, kapan lo mulai cari informasi," kata Ando menawarkan diri sambil menatap iba ke arah Fadli.

"Secepatnya, mungkin gw akan meminta izin cuti beberapa hari."

"Lo urus semuanya, biar gw yang mengurus semuanya di sini. Jika butuh bantuan gw lo bilang saja."

"Makasih ya Do," kata Fadli menatap Ando.

"Santai saja, terus bagaimana lo sudah bilang soal rencana lo mau melamar Gladis," kata Ando mengganti topik pembicaraan.

"Sudah," jawab Fadli singkat.

"Terus!" kata Ando penasaran menatap Fadli yang dengan mimik wajah terlihat kecewa.

"Sepertinya mereka masih khawatir dengan orang tua Gladis, mereka takut jika gw akan di tolak lagi. Apalagi nyokap gw,"ucap Fadli dengan nada kecewa.

"Lo masih mau berjuang untuk Gladis."

"Gw akan berjuang untuk mendapatkan restu orangtuanya Gladis Do," kata Fadli optimis.

"Sampai kapan Di! Gw rasa orangtuanya Gladis itu amat keras, gw hanya bisa berdoa yang terbaik untuk lo."

"Terimakasih banyak Do, lo selalu mendukung gw."

"Sama-sama bro, gw sudah menganggap lo seperti saudara sendiri."

KEDIAMAN HADINATA

Siang ini Ben dan Gladis terpaksa pulang ke Jakarta karena semalam mamanya NY Rensa memerintahkan Gladis untuk segera pulang ke Jakarta. Besok malam akan ada pertemuan dengan keluarganya David. Langkah Ben dan Gladis pun terhenti ketika mereka melewati ruang keluarga terlihat kedua orangtuanya sedang duduk menunggu kedatangan Ben dan Gladis sedari tadi.

"Mama, papa," kata Gladis terkejut ketika melihat kehadiran kedua orangtuanya itu.

Tatapan kedua orangtuanya sangat tajam melihat Ben seakan tidak suka akan kehadiran Ben.

"Sejak kapan kamu datang!" tanya NY Rensa ketus kepada Ben.

"Beberapa hari yang lalu mah," ucap Ben singkat.

"Untuk apa kamu di sini Ben, bukannya kamu harus mengurusi perusahanmu," lanjut om Harianto ketus menatap Ben dengan tatapan tidak suka.

"Memangnya kenapa papa dan mama tidak suka Ben ada disini! Apa Ben tidak boleh pulang ke Indonesia hanya untuk menengok Gladis," kata Ben bertanya dengan nada ketus kepada kedua orangtuanya.

"Kamu kesini bukan untuk itu Ben," tebak om Harianto dan Ben hanya terdiam menatap papanya itu.

"Ben mendengar kabar jika Gladis akan bertunangan. Tapi mama dan papa kenapa tidak memberitahu Ben," ucap Ben dengan nada jutek dan sinis.

"Apa urusannya dengan kamu," kata om Harianto balik bertanya.

"Pa, Ben ini kakaknya. Ben berhak tau lelaki seperti apa yang akan di jodohkan dengan Gladis," jelas Ben tegas dengan nada sedikit meninggi.

Sementara Gladis hanya terdiam terpaku di samping Ben, melihat Ben dan orangtuanya berdebat. Gladis memang tidak berani untuk menentang ucapan kedua orangtuanya.

"Kamu tidak usah ikut campur Ben, yang jelas mereka dari keluarga baik-baik," jawab NY Rensa tegas.

"Apa sekarang mama dan papa menjual Gladis untuk mendapatkan apa yang mama dan papa mau," tebak Ben menyinggung.

Betapa terkejutnya NY Rensa dan om Harianto begitu juga Gladis, ia langsung menatap ke arah Ben, tapi Ben masih menatap tajam kearah kedua orangtuanya.

"Apa maksud kamu Ben?" tanya om Harianto sinis.

"Mama dan papa tidak usah pura-pura. Papa dan mama akan melakukan hal yang sama kepada Gladis kan! Seperti dulu papa dan mama lakukan kepada Ben," jelas Ben mengingatkan kejadian itu.

"Jika ia kenapa Ben," selang NY Rensa.

"Apa kamu mau ikut campur dengan hidup Gladis," lanjut NY Rensa.

"Ben hanya ingin melindungi Gladis mah, Ben tidak mau Gladis tersiksa karena perjodohan ini."

"Jangan sembarangan kamu Ben! Memangnya selama ini kamu tersiksa dengan perjodohan ini!" bentak om Harianto sambil berdiri dari duduknya menatap tajam ke arah Ben dengan tatapan tajam.

"Iya pa selama ini Ben tersiksa, Ben hidup dengan wanita yang bukan Ben cintai, bukan yang Ben inginkan menjadi seorang istri. Selama ini Ben tersiksa pa, apa papa tau bagaimana rasanya! Apa mama dan papa juga mau jika Gladis seperti Ben!" jelas Ben dengan nada meninggi kepada papanya.

Mata Gladis mulai berkaca-kaca mendengar ucapan Ben, ia tau bagaimana perasaannya saat ini, tapi ia tidak mau jika kakak kesayangannya itu tau.

"Apa mama dan papa mau hidup Gladis seperti Diana yang tidak pernah mendapatkan cinta dari aku!" lanjut Ben dengan nada masih meninggi.

"Gladis tidak akan sepertimu Ben, ia akan mulai mencintai David begitu pun sebaliknya," terang NY Rensa yakin.

"Tau dari mana mama! Gladis sudah mencintai laki-laki lain harusnya mama dan papa merestui mereka. Dan pasti dia juga sudah mempunyai pasangan," tambah Ben lagi.

"Cukup Ben jika kamu masih ingin di sini sebaiknya kamu jangan banyak bicara dan ikuti semua perintah papa. Jika tidak kamu kembali saja ke tempat asal mu," ancam om Harianto.

"Jangan pernah mencoba menggagalkan rencana ini, dan jika kamu ingin bahagia sebaiknya kamu harus mencoba membuka hati kamu untuk Diana, bukannya kamu terus menutup hati kamu untuk wanita lain. Harusnya kamu bisa menerima kenyataan Ben karena Diana masa depanmu, kamu harus melupakan masa lalu mu jika ingin bahagia begitu juga dengan Gladis, jika hidup kamu tidak bahagia salahkan saja dirimu karena tidak pernah mau mencoba membuka hatimu untuk orang lain. Diana sangat mencintai kamu tapi kamu seolah diam tidak mau tau," kata terakhir om Harianto sambil pergi meninggalkan Ben dan Gladis.

Begitu pun dengan NY Rensa ia pergi mengikuti suaminya. Air mata pun jatuh ke pipi Gladis, memang benar-benar sudah tidak ada harapan lagi untuknya dan Fadli. Ben pun terdiam mendengar ucapan papanya.

Malam itu Ben terus berfikir apa yang papanya katakan, apakah benar ia sangat egois tidak mau membuka hatinya untuk Diana! Selama ini Diana memang benar-benar sangat mencintai Ben, tapi Ben selalu tutup mata dan telinga ia tidak mau membuka hati untuk Diana sedikit pun.

*Apa**kah benar yang di ucapkan papa! Apa benar aku tidak mau membuka hatiku untuk Diana! Apakah aku sangat egois memikirkan hanya aku yang terluka tanpa aku memikirkan perasaan Diana selama ini. Apa aku harus mencoba membuka hatiku untuk Diana*!

1
Thinker Bully ><
cantik dong vid..... Eaaa~
Thinker Bully ><
david udh gk sabar~~😄
Thinker Bully ><
rame ya disini~/Smile/
Snow white❄IG@snow_white97suga: 🤭😄udah kayak pasar ya kak. Happy reading ya Kak. semoga suka
total 1 replies
Surinih Soraya
sedih banget /Cry//Cry/
Lina RA
aneh, kalau dia bilang "kalau kita pertahankan janin itu dia akan cacat seumur hidup". kalau begitu bayi@ dikeluarkan scr paksa dan di gugurkan? emng boleh spt itu.
kemudian, berarti dia tdk menerima kalau bayi nya terlahir cacat.
🙏🙏 kalau sy slh paham
Ralen Leanie
mau tanya donk untuk judul novel yang menceritankan tentang aditya dan rianti judulnya apa ya
Arum Artanto
author tampaknya seneng dengan kata2 "bukan main", banyak banget kata2 itu, hehehe..
Kenzi Kenzi
ari😍😍😍😍😍😍
Kenzi Kenzi
cakep an fadli
Kenzi Kenzi
kehamilan yg disembunyikan
Kenzi Kenzi
fadli is arya...kakak adik rebutan 1 cwe...gw sih mo nya sama fadli saja.....orisinil.....jgn.sama.david,....kakak dulu yg nikah bru adeknya
|•n͜͡k͜͡`
papa n mamanya koq d bahasakan om n NY ya???
Yasmine Putri
bagus ceritanya .ga ngebosenin. kadang lucu jadi senyum sendiri
Snow white❄IG@snow_white97suga: Makasih banyak, Kak. stay terus ya dan jangan lupa ada season 2nya juga.☺️
total 1 replies
Fa Rel
msih kecewa pas david ciuman apa tdr ma rania di apartemen hmmm
Fa Rel
kasian bgt fadly
YuliaBilqis
Nah tu naina belajarlah setia k Ando ... seangat thor 👍
YuliaBilqis
Sabar Gladis
YuliaBilqis
Semangat terus y kk snow 🥰🥰
Snow white❄IG@snow_white97suga: Makasih banyak Kak. selalu setia menunggu up 😍😍😘
total 1 replies
YuliaBilqis
David sama Gladis bahagia terus y
Snow white❄IG@snow_white97suga: Pasti Kak. nanti ada yang keduanya. pernikahan yang tidak direncanakan
total 1 replies
YuliaBilqis
Lama g buka pas buak udah ada lagi 🥰👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!