"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena buah Kelapa
Kaki Athena menyapu pasir putih yang lembut dibawahnya. Rasanya sangat nyaman, kakinya seolah tenggelam ditengah kelembutan itu. Dia memang belum berkeliling di villa, karena dia lebih penasaran untuk menikmati alam secara langsung.
Jejak kakinya muncul dan terhapus seiring dengan kedatangan ombak kecil yang datang mendekatinya. Athena menghirup udara sebanyak-banyaknya, pagi yang indah, tenang dan tidak ada gangguan. Sejenak dia melupakan Miranda yang pastinya tidak akan berhenti menghubungi Logan. Pria itu, tadi dia masih berenang, sekarang Athena tidak tau, tidak peduli. Lebih baik dia menikmati waktu untuk dirinya sendiri.
Athena berjalan kecil, mendekati sebuah kerang hijau muncul di hamparan pasir putih. Kerang itu perlahan terangkat dan berada di genggamannya. Berkilau, cahaya matahari yang tidak begitu terik memantul disana.
"Cantiknya." Puji Athena, dia suka alam, suara alam dan keindahannya.
"Apa yang kau lakukan?" Suara itu, Logan.... Athena tidak berbalik, dia terus maju mencari kerang-kerang di atas pasir putih yang tersapu ombak kecil.
"Mengumpulkan kerang." Jawab Athena.
"Aku membawamu kesini jauh-jauh dan kau mengumpulkan kerang?" Ujar Logan tak percaya.
"Iya, kenapa? Lagipula di mansion tidak ada kerang, tidak ada hamparan pasir putih dan juga ombak kecil di perairan yang jernih seperti ini.
"Itu permainan anak kecil."
"Lalu? Kenapa? Aku tidak menganggu mu kan?" Balas Athena.
"Ayolah Athena, jika ada yang melihat apa yang mereka pikirkan? Istri dari Logan Alistair Vance mengumpulkan kerang. Itu berita yang lucu!"
"Biarkan saja, aku tidak bisa mengatur pemikiran orang lain. Lagipula, villa ini tentunya tidak menerima sembarangan orang. Mungkin juga tidak diketahui oleh orang banyak. Bukan begitu?"
"Hanya kau yang melihatnya. Atau.... Kau yang ingin membuat berita seperti itu? Kalau begitu ayo! Ambil gambar ku dan tulis narasinya. Kalau istri dari Logan Alistair Vance sudah gila dan menjadi pengumpul kerang!" Athena berbalik dengan kerang di tangannya.
"Ayo!" Ujar Athena dia memberikan senyuman manis nya.
Ponsel Logan berdering, Athena sudah menduga siapa yang telpon tapi dia memilih pura-pura tidak tau. Hanya dua nama, Miranda dan mertuanya Jennifer.
"Halo mom?"
"Kau kemana? Kau tidak di Maldives?" Cerca Jennifer langsung.
"Ya mom, aku tidak ke Maldives."
"Tapi kenapa? Kakek mu sudah memberikan tiket kesana dan kau mengecewakan nya? Logan, apa Athena yang memintanya?"
"Kalau itu benar, kau harusnya tidak menuruti nya. Dia itu....." Tapi pendengaran Logan mulai berkurang, dia tidak mendengar suara mommy seperti deretan kereta api. Pandangannya justru terkunci dengan tingkah Athena di hamparan pasir. Wanita itu memasuki laut yang membasahi gaun putihnya. Tangannya yang membawa beberapa kerang perlahan dia turunkan dan berendam di air sebening kaca.
Dari posisinya, Logan bisa melihat bibir Athena tersenyum manis. 'Tidak Logan!' Logan menggelengkan kepalanya, dia tidak boleh jatuh pada pesona Athena, apalagi pemandangan punggung Athena yang terbuka hanya ditemani oleh tali spaghetti yang bersilangan.
"Logan, kau dengar mommy? Jawab pertanyaan mommy. Kau kemana?"
"Mommy, jangan khawatir. Aku liburan di tempat yang aman, lagipula disini juga ada......"
"Ada apa Logan?" Ok, sekarang fokus Logan langsung terbelah, baru saja dia berbalik arah sejenak dan saat kembali melihat Athena, wanita itu sudah memanjat pohon kelapa yang mengarah ke laut, dia sudah duduk disana.
"Mommy, nanti aku telpon lagi."
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Jennifer.
"Logan! Jawab mommy!"
"Aku sakit perut mommy, sebentar!" Logan meninggalkan ponselnya di hamparan pasir yang tidak didatangi oleh ombak dan bergegas berlari kencang ke arah Athena.
"Athena! Turun! Apa yang kau lakukan! Athena!"
"Athena!" Athena berbalik, dia melihat Logan berlari ke arahnya.
"Kenapa dengan nya? Menganggu saja." Athena tidak peduli, dia terus maju dan membuat Logan panik.
"Athena!"
"Lepaskan kakiku! Kau ini kenapa?" Ujar Athena saat Logan sudah meraih kakinya.
"Turun! Kau gila? Kenapa memanjat pohon!"
"Kau ini kenapa? Lepaskan kakiku. Aku ingin buah kelapa!"
"Tidak! Cepat turun, jangan aneh-aneh Athena!"
"Lepaskan kakiku, atau aku buat kau terjun bebas ke laut!" Ancam Athena.
"Turun Athena! Kau tidak bisa berenang! Jangan menyusahkan ku!" Aksi tarik dan melepaskan diri itu berlangsung. Athena yang benar-benar terganggu dengan ulah Logan dan Logan yang berpikir istrinya itu akan membuat ulah baru saling mempertahankan ego masing-masing.
"Aku bilang turun!"
"Lepaskan kakiku, aku hitung ya. Satu, dua, tiga!"
Byurrr! Suara air kejatuhan sesuatu langsung menggema. Logan terjun bebas saat Athena benar-benar menendang nya. "Rasakan itu!" Kepala Logan muncul ke permukaan.
"Menganggu saja, aku kan hanya ingin mengambil buah kelapa ini. Sedikit lagi, ya......aaaa!"
"Athena!" Logan langsung siaga menangkap Athena yang jatuh ke laut.
"Athena! Tunggu disana, aku akan menyelamatkan mu!" Panik Logan saat dia tidak berhasil menangkap Athena. Saat tangannya menarik tangan Athena, tubuh Athena justru masuk ke dalam air membuatnya semakin panik.
"Athena, kau dimana? Athena, kau......" Logan melotot tak percaya, saat dia kebingungan mencari wanita itu. Istrinya justru sudah di tepi pantai dengan kelapa ditangannya.
"Akhirnya, aku dapat juga. Untung aku bisa berenang."
"Athena! Kau!"
"Kenapa berteriak? Aku disini, aku mau makan buah kelapa. Kalau kau masih berenang, lanjutkan saja! Jangan menganggu ku. Dah!"
"Oh ya! Kau tidak terluka karena tendangan ku. Kalau begitu aku senang melihat nya. Bye suamiku!" Athena berlari kecil dengan riang meninggalkan pantai.
"Dia meninggalkan ku! Beraninya kau Athena!" Dia panik luar biasa di sini, tapi istrinya itu, justru meninggalkan nya dengan perasaan senang dengan buah kelapa di genggaman nya.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🥰🙏