Liburan yang harus nya bahagia, harus berakhir duka saat Renata Di jebak oleh sahabat dan calon suami nya. Renata tidak menyangka jika hari itu ia harus menikah dengan seorang pengangguran. Dengan mahar Seribu rupiah yang di miliki oleh pria asing itu, mereka pun akhirnya sah di mata para masyarakat.
Renata tidak pernah semalu itu. Ia di anggap berzina dan akhirnya di paksa menikahi pria asing.
Orang tua nya tidak tahu. Ia sendirian di sana. Mereka semua telah meninggal kan nya di desa terpencil itu.
Akan kah Renata bisa bangkit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Tidak perlu menunggu dengan waktu yang lama..Baskoro sudah mulai memperlihatkan keanehan pada diri nya. Kini laki-laki jahat itu tidak bisa lagi bangun dan hanya duduk di kursi roda. Hal itu membuat desa gempar. Mereka tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi pada Baskoro.
Wajah nya pun akan kambuh di waktu-waktu tertentu. Baik itu Beni maupun Baskoro, saat ini sedang berlomba-lomba berteriak karena kesakitan.
Beni yang tidak bisa menyalurkan hasrat nya dan Baskoro yang kesakitan. Keluarga Renata sama sekali tidak tahu menahu akan hal itu. Mereka padahal belum bergerak sama sekali dan masih membuat rencana.
Akan tetapi, seperti ada tangan tidak terlihat yang saat itu sedang membantu mereka. Walaupun demikian, mereka juga masih terus waspada. Bisa jadi Baskoro akan menuntut balas akan kejadian waktu itu.
"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Renata saat melihat suami nya.
"Mau melihat Baskoro. Di ajak sama tetangga yang lain."
"Memang nya dia kenapa?"
"Entah lah. Ada yang bilang, dia sudah gila. Tadi malam, orang kepercayaannya ia bunuh."
"Apa? Sudah seperti itu tapi tidak ada yang tahu?"
"Ya begitulah. Semua nya menutupi kejadian itu. Tadi pagi, ketahuan juga sama orang-orang desa."
"Hmm,, aku mau ikut."
"Jangan! Kamu lagi hamil, sayang. Nggak lama lagi anak kita akan lahir. Aku nggak mau kamu melihat sesuatu yang buruk."
"Tapi,, aku penasaran."
"Tidak perlu penasaran. Baik-baik dirumah. Sebentar lagi ibu pulang dari pasar bawa makanan kesukaan mu."
"hmm, baiklah."
Fuad pun pergi setelah berbicara dengan istri nya. Ia sudah tidak sabar ingin melihat kondisi Baskoro. Fuad benar-benar tidak menyangka jika Baskoro yang kejam itu mendapat kan hukuman tanpa di hukum oleh mereka.
Tidak lama berjalan, Fuad pun tiba di rumah besar itu. Rumah yang dulu nya milik kakek nya. Di sana lah ia dan keluarga besar Bapak nya tinggal dan sangat bahagia dulu.
Saat ia melihat rumah itu, ia jadi teringat dengan kenangan masa kecil nya. Saat ia berlari dan tertawa bersama keluarga kakek nya. Kini, semua hanya lah tinggal kenangan. Dan semua itu, karena Baskoro.
Saat Fuad sedang bernostalgia, ia seperti mencium aroma yang tidak sedap. Ia pun mempercepat langkah nya. Betapa terkejutnya ia saat melihat kondisi Baskoro.
Bukan hanya diri nya. Tapi para tetangga pun menjadikan laki-laki itu sebagai tontonan. Baskoro dan Beni di pasung. Tangan Baskoro di rantai agar tidak menggaruk wajah yang terus gatal dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Sedangkan Beni, mulut nya di sumpal agar tidak terus mengeluarkan suara-suara yang aneh.
"Apa yang terjadi pada mereka? Mengapa bisa seperti ini?" Fuad bertanya pada salah satu pelayan yang pernah bekerja di rumah itu.
"Baskoro di racun selama ini oleh orang kepercayaannya. Ternyata orang itu di suruh oleh nyonya. Nyonya dendam pada nya. Lihat lah wajah itu. Entah dari mana nyonya mendapatkan racun yang bisa membuat wajah Baskoro bisa cepat membusuk."
Fuad sangat lah terkejut. Selama ini ia mengira jika wajah Baskoro menjadi seperti itu karena ulah Renata. Akan tetapi, ada orang lain yang ternyata lebih membenci Baskoro dan menyimpan dendam.
Sungguh takdir Baskoro sudah seperti itu. Dulu, ia mengkhianati keluarga nya Fuad. Dan saat ini, ia pun di khianati istri dan juga orang kepercayaannya.
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
kasih racun saja tuh 🤣🤣🤣🤣
aduh kan ya gmn masa iya krn uang bnyk trus bnyk istri kan ya kasihan istri sah pertamnya kan
tinggal ngu aja kapan itu datang
weeekkk