NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Rumah tangga yang akhirnya hancur.

Kenapa dia baru sadar nasib nya sungguh miris, Davka sungguh tak menyangka jika dia akan di khianati meskipun dia berusaha terus menolak menikah lagi dengan banyak wanita yang di sodorkan ibunya demi menjaga perasaan istri yang sangat dia cintai. 

Sampai Davka nekat menempuh jalan menikahi kontrak Nayyara demi mendapatkan anak agar posisi Selvia di keluarganya aman, tapi malah ini balasan dari istrinya, miris. Apa posisinya sangat tak berarti apapun bagi istrinya itu, kenapa Davka sekarang baru merasa, apa yang di tuduhkan ibunya pada wanita itu benar adanya, Selvia memang tak pantas untuknya.

"Apa kamu sudah gila?? Kita bahkan belum bercerai dan kamu dengan bangga bilang dia itu pacar kamu!!" Davka menunjuk murka pada Agung, lalu lelaki itu menyeringai dan menampik tangan Davka dengan kasar.

"Dimana otakmu hah? Kamu selingkuh tapi tak menyesal sama sekali!!" Teriakan Davka di ruang VIP ini membuat keadaan makin mencekam, pengunjung VIP yang ada di sini langsung berhamburan semua keluar, karena ada keributan disini.

"Belum bercerai, tapi hampir bercerai, Lagipula aku dan Selvia sudah sering tidur bersama, jadi tak masalah jika dia meninggalkan suaminya yang mandul dan tak berguna" Bibir Davka menganga lebar, saking kagetnya dengan ucapan Agung, dia menggeleng lirih dan benar-benar menangis sambil menahan emosi.

"Selvia, teganya kamu?" Sergah Davka tajam, sungguh dia nyaris pingsan saat tahu selama ini istrinya sudah tidur dengan lelaki lain.

"Iya, itu benar aku memang sering tidur dengan mas Agung.....jadi sebaiknya kita cepat bercerai saja mas, Oh iya hampir lupa, kamu tenang saja mas, aku sudah mengambil semua barang-barang ku di apartemen, jadi kamu tak perlu repot-repot mengantarkannya lagi, kamu tunggu saja surat dari pengadilan dan aku akan meminta pembagian harta Gono gini dari semua yang kita miliki selama menikah, pasti jumlahnya lumayan banyak" Davka masih diam, dia melotot dan akhirnya terkekeh sinis.

"Pembagian harta? Mimpi saja kamu Selviana Syafira!! Aku takkan sudi menceraikan kamu sampai kapanpun, Apalagi membagi harta!!" Davka berteriak lalu menunjuk wajah Agung lagi.

"Dan kamu laki-laki nggak tahu malu, kamu berani merebut istri orang! Kamu pikir aku akan sudi melepaskan dia, hah?!" Ancam Davka.

"Terserah mas, aku akan tetap minta cerai, percuma saja aku hidup dengan lelaki mandul!" Selvia tak peduli dengan Davka.

"Diam perempuan sialan, dasar tukang selingkuh!!" Davka nyaris saja menampar Selvia yang mencemoohnya, dengan sombong dia menggandeng Agung yang masih tersenyum menang.

"Ayo mas kita pergi saja, gak guna ngomong sama orang gak waras"

"Yak aku belum selesai bicara Selviana!!" Panggil Davka murka.

"Pergilah bung!" Davka meremas tangannya, wajahnya sudah merah hingga telinga dan dia ingin sekali menghajar wajah sok lelaki itu. 

Davka menatap horor Agung di depannya yang terkekeh mengejeknya.

"Tidak, aku takkan sudi bercerai! Selamanya aku takkan sudi menceraikan kamu apalagi membagi hartaku karena cecunguk ini! kembali padaku kamu Selviana Syafira!!" Davka mengamuk, dia menarik lengan mulus Selvia dengan paksa dan menunjuk wajah Agung murka.

"Dan kamu pelakor sialan! lihat saja aku akan membuat kamu masuk penjara karena berani membawa istriku kabur!!"

"Diam Davka, jangan memaksaku lagi, aku tak sudi jadi istrimu lagi" Selvia malah balas membentaknya. "Selvia please......" Davka menatap memelas dan tak percaya wanita itu, dia menggeleng penuh kesedihan masih tak rela kehilangan cintanya.

"Sel, kenapa kamu tega? Padahal aku sangat mencintaimu, tolong kembalilah padaku, kita perbaiki semuanya, kita mulai dari awal ayolah sayang, aku mohon!" Davka ingin menangis saja, biar saja dia mempermalukan diri sendiri yang penting harga dirinya tak hancur di depan Agung yang masih berdecak sombong dan menatapnya remeh.

"Aku tak mau, sudah cukup aku bersabar dengan orang tuamu!! bertahun tahun aku mengalah dan jadi menantu yang di remehkan ibumu, sampai sekarang tetap saja tak berubah, orang tuamu tak pernah menyukai aku, jadi lebih baik kita akhiri saja semuanya, pergilah Davka, sampai jumpa di persidangan perceraian kita" Selvia berbalik pergi dan berjalan menjauh dari Davka yang tetap mengejarnya.

"Sel, tolong jangan pergi....." Davka masih memohon meskipun percuma saja karena Selvia sudah tak mau menoleh lagi.

"Pergilah bung, jangan permalukan dirimu sendiri pada wanita yang tak menginginkanmu lagi, Selvia itu butuh lelaki normal yang bisa memberinya anak dan itu bukan kamu, suami yang mandul!"

"Ap...apa katamu?!" Davka meremas tangannya mendengar itu.

*

*

Flashback on------**

Pertengkaran besar pasutri itu tak terhindarkan, Davka yang merasa istrinya makin semena-mena menuduhnya, hingga harga dirinya tercoreng, lalu Selvia yang putus asa semua usahanya gagal total.

"Apa kamu bisa membuktikan kalau kamu normal mas?! Lihat, aku dapat datang bulan, percuma saja usaha mati matian kita kemarin kalau aku datang bulan lagi!" Selvia kesal setengah mati karena usahanya tidur dengan dua lelaki nampaknya sia-sia saja, dia dapat periode bulanan lagi kemarin malam dan wajah Davka jadi emosi dengan rahang tegas mengeras, menahan marahnya.

"Huh dasar suami payah, mandul!! Kesel aku!"

"Selvia cukup!!! Kenapa kamu selalu saja menuduhku, yang usaha itu kan kita berdua bukan aku saja?" Tukas Davka tak terima.

"Lalu siapa yang salah hah!? menurutmu aku yang mandul begitu? kamu itu sama bodohnya dengan ibumu, aku ini pernah melahirkan bayi, tidak mungkin aku mandul, jika reproduksi suamiku subur sudah lama aku melahirkan bayi lagi, aish kamu menyebalkan mas!!!"

"Stop, tutup mulutmu!! aku bisa membuktikan jika bisa menghamili perempuan, dasar istri sialan kamu!!" Davka berteriak keras saking kesalnya dihina seperti itu, dia paling anti jika harga dirinya jatuh didepan istri.

"Oh ya, Mana? Mana buktinya? Kalau kamu beneran bisa hamili perempuan, cepat buktikan saja, aku mau lihat buktinya, aku muak di salahkan terus oleh wanita tua itu!" Sengit Selvia makin keras tak mau kalah.

"Siapa yang kamu sebut wanita tua hah? Dia itu mommyku?! Tak sopan sekali kamu menghina wanita yang sudah melahirkan aku!! Dasar kurang ajar kamu!"

"Ibumu itu sama saja seperti kamu, sama-sama tolol dan semaunya!? Kalian ibu dan anak yang sama bodoh dan egois!"

"Kamu!?!?! Argh dasar istri mulut tajam, bener kurang ajar kamu memang ya, kamu berani maki-maki mommyku di depan ku, hah?!" Davka meremas tangan nya di udara yang hampir saja melayang di pipi istrinya.

Bibir Selvia langsung bungkam saat Davka melempar cangkir kopinya hingga pecah berkeping-keping di lantai, dan pergi dari ruang makan tempat mereka bertengkar hebat tadi. 

Setelah itu Selvia yang masih emosi berlari ke kamar mereka, membereskan pakaiannya di lemari ke dalam koper besar, lalu menarik koper itu ke ruang tamu, dia sudah tak tahan berada di sini dengan tekanan seperti ini.

"Aku akan menginap di rumah orang tua ku sementara, aku bosan setiap membahas soal anak kita selalu bertengkar, jangan temui aku dulu sampai waktu yang belum di tentukan" 

Davka yang duduk di sofa ruang tamu diam saja tanpa reaksi dan membiarkan wanita itu berbalik pergi menuju pintu dan menutup keras pintu depan rumahnya dari luar.

Flashback off----

1
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
Ananda Boy
lanjut ka😍😍
Vedyta
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!