Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
"Sebenarnya Alundra---"
"Mom!"
Kedatangan Roland berhasil menghentikan percakapan antara Alya dan Alora.
"Kenapa Dad?" Tanya Alya. Wanita itu menatap suaminya dengan dahi yang sedikit berkerut. Pasalnya, Roland tampak kebingungan. Entah apa yang sedang suaminya itu pikirkan.
"Ke kamar, yuk! Daddy butuh Mommy," ucap Roland. Suaranya terdengar manja membuat Alya memutar bola matanya.
Kalimat andalan yang selalu Roland katakan setiap kali menginginkan sesuatu, Alya sudah bisa menebaknya.
Sia-sia saja aku mengkhawatirkannya, gerutu Alya dalam hati.
Padahal, Alya begitu mengkhawatirkan suaminya, apalagi saat melihat wajah Roland yang tampak sedang menyimpan banyak pikiran.
"Jangan macam-macam kamu, Dad!" Alya menatap tajam suaminya. Ia berharap suaminya itu tidak melakukan hal yang konyol di depan Alora.
Namun tampaknya percuma saja, Roland sama sekali tidak terpengaruh oleh ancaman istrinya itu. Pria paruh baya itu justru semakin gencar menggodanya.
"Cuma satu macam, Mom!"
"Dad---"
Belum sempat melakukan protes, Roland sudah lebih dulu istrinya itu menuju kamar mereka.
Alora hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan kedua orang tuanya itu. Mereka memang acapkali bermesraan di depan anak-anak mereka. Roland sengaja melakukan itu, ia ingin menunjukkan pada kedua anaknya, cinta mereka tidak pernah habis walaupun sudah dimakan usia.
Itu karena, Roland memilih orang yang tepat untuk melabuhkan cintanya, begitupun sebaliknya.
"Apa aku dan Kak Arsen juga akan seperti mereka?" Gumam Alora.
Alora selalu menjadikan orang tuanya sebagai kiblat. Sekeras apa pun cobaan dalam rumah tangga, orang tuanya tidak pernah saling menyalahkan. Tanpa amarah ataupun main tangan. Alora ingin cintanya dan Arsenio seperti mereka yang selalu menggenggam pengertian di setiap langkah.
Tapi, apakah keinginan Alora itu akan terjadi, sementara hati Arsenio masih terpaut dengan Alundra? Karena cepat atau lambat Arsenio pasti akan menyadari perasaannya.
"Sebelum itu terjadi, aku akan membuat Kak Arsen menjadi milikku."
Jika suatu saat nanti Arsenio menyadari perasaannya, Alora yakin, Arsenio pun tidak akan tega meninggalkannya. Yang harus Alora lakukan saat ini hanyalah menunjukkan ketulusan cintanya pada Arsenio. Dengan begitu, pria itu akan luluh dengan sendirinya.
"Maafkan aku, Lundra."
Alora menatap potretnya dengan Alundra yang terpajang di dinding kamarnya. Keduanya tampak tertawa lebar di sana. Di tengah-tengah mereka ada Arsenio yang merangkul pundak Alundra, sementara tangan satunya diam-diam menggenggam erat tangan Alora.
Tidak ada yang tahu di balik potret itu bukan hanya keceriaan yang tergambar, tapi juga sebuah pengkhianatan yang tercipta di balik punggung Alundra.
Alora sepenuhnya menyadari, apa yang dilakukannya itu akan semakin menyakiti Alundra. Tapi, perubahan sikap Arsenio membuat keegoisan dalam hati Alora yang selama ini ia sembunyikan, akhirnya meledak.
Selama ini tanpa semua orang tahu, Alora sebenarnya menyimpan rasa iri terhadap Alundra. Ia merasa semua orang hanya berpusat pada Alundra. Bahkan orang tuanya sendiri pun selalu memintanya mengalah demi Alundra.
"Sudah cukup selama ini aku diam, aku tidak mau mengalah lagi."
...----------------...
Setelah kejadian di apartemen Sabiru beberapa waktu lalu, hubungannya dengan Alundra sedikit merenggang. Keduanya memang tidak berpacaran seperti pasangan-pasangan pada umumnya, hanya sekedar hubungan rahasia yang dilandasi keterpaksaan.
Tapi setidaknya, komunikasi selalu berjalan lancar. Setiap kali Sabiru menghubungi Alundra, bahkan di jam apa pun, Alundra selalu mengangkat panggilannya. Walaupun responnya selalu ketus dan jutek, tapi wanita cantik itu tidak pernah mengabaikannya.
Tapi kali ini, Alundra mengabaikannya. Bukan hanya nomornya saja yang tidak bisa dihubungi, tapi keberadaannya pun tidak diketahui.
Hari ini Alundra tidak masuk ke kampus. Alundra juga tidak mengatakan alasannya.
Apa Alundra benar-benar marah gara-gara ciuman itu? Batin Sabiru. Setiap kali membayangkan kejadian itu, Sabiru selalu tersenyum sendiri. Bukan kemarahan Alundra yang ia ingat, tapi rasa manis bibir Alundra yang selalu membuatnya candu.
"Nafisa, kamu tahu kenapa Alundra tidak masuk hari ini?" Tanya Sabiru. Pria tampan itu menghentikan langkah Nafisa saat wanita itu hendak meninggalkan kelas.
"Memangnya Alundra tidak memberitahu Bapak?" Bukannya menjawab pertanyaan Sabiru, Nafisa justru memberikan pertanyaan pada dosennya itu.
"Saya yang sedang bertanya, kenapa kamu malah balik bertanya?" Kesal Sabiru.
Nafisa menyengir sambil menepuk dahinya. Ia lupa saat ini sedang berhadapan dengan dosen paling killer di kampusnya.
"Maaf, Pak. Saya reflek," jawab Nafisa dengan cengiran khasnya. "Bapak mau tahu sesuatu, gak?" Bisik Nafisa. Tapi sedetik kemudian Nafisa memukul pelan mulutnya sendiri.
Astaga, kenapa aku keceplosan, rutuknya dalam hati.
Tingkah Nafisa itu membuat Sabiru mengernyitkan keningnya bingung. Tapi raut wajahnya menggambarkan rasa penasaran yang begitu tinggi.
"Kalau kamu tidak ingin memberitahu saya ke mana Alundra, lebih baik kamu pergi," ucap Sabiru. Pria tampan itu kesal karena Nafisa tak kunjung memberitahunya, sementara ia sudah sangat penasaran.
"Tapi Bapak harus janji dulu, tidak akan memberitahu Alundra soal masalah ini. Bapak juga harus pura-pura tidak tahu, ok?"
Sebenarnya Nafisa sudah berjanji pada Alundra tidak akan menceritakan masalah ini pada siapapun, tapi sialnya, mulut beracunnya itu tiba-tiba keceplosan dan membuat Sabiru penasaran.
Jika sudah begini, Nafisa tidak memiliki pilihan lain selain mengatakannya pada Sabiru. Karena wanita itu sangat takut pada Sabiru, yang Alundra juluki si iblis berkedok dosen.
Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Sabiru, dengan terpaksa, Nafisa pun menceritakannya pada Sabiru, tentang Alundra yang tiba-tiba hilang tanpa kabar.
"Besok malam adalah hari pertunangan mantan kekasih Alundra dengan sepupunya. Mungkin Alundra sedang mempersiapkan diri untuk terlihat baik-baik saja," bisik Nafisa.
Setelah mengatakan itu, Nafisa buru-buru pergi dari hadapan Sabiru. Wanita itu takut jika Sabiru akan bertanya lebih jauh lagi, dan itu akan membuatnya semakin merasa bersalah pada Alundra.
Sementara itu, Sabiru masih tertegun di tempatnya. Ia cukup terkejut mendengar kabar yang baru saja Nafisa ceritakan itu.
Sabiru mengambil ponselnya dari saku celananya, lalu pria tampan itu tampak menghubungi seseorang.
"Cari tahu keberadaan Alundra, dan cari tahu juga siapa mantan kekasih Alundra!"
To be continued
kamu salah orang woy buat nyamar,, malah dia yg jd peran utamanya jd kekasihnya sabiru walaupun masih sandiwara tp dia udh berhasil mencuri hati sabiru 😂
paling juga wanita yg dulu minta Alundra menggantikan dirinya
hemmm nyesel dah dia g atau aja si Biru tuh mau balas dendam
dan tlng Thor apdet minimal 2 bab gituuu ya. soalnya novelnya seru dan bagus bangettt 🫶
hayoloh lundra kamu bohong tp ada yg seneng 😂
denger ya alora walaupun arsenio mau kembali SM alundra tp alundra ya juga ogah 😏 12
ambil ambil aja tuh laki laki tercintamu GK usah sangkut pautin LG SM alundra , ,urus masalah kalian dn jgn bawa bawa calon istri sabiru 🤣
bareng biru aja lun
pasti kata" alo setajam silet
SM hal nya si qireia yg udh salah karena milih alundra utk menyamar jd dirinya 🤣🤣
apa nanti qire ga bikin masalah setelah Alundra dan biru lovely doply ❤️
ayo alora jgn biarkan arsenio ketemu alundra karena guweh GK suka 🤭