Terkadang kita tidak mengerti arah tujuan kehidupan, kadang kita sudah merasa bahagia namun Maut memisahkan kita dengan orang yang kita cintai, sulit rasanya untuk menjauhkan semua kenangan tentangnya meskipun seorang pengganti sudah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ini Novel aku yang kedua mengisahkan tentang Seorang Laki laki yang bernama Betrand yang dengan susah payah mendapatkan hati wanita yang dia cintai bernama Richa Devanya, seorang wanita yang memiliki penyakit Leukemia. Setelah melahirkan seorang putri yang cantik, Richa meninggal dunia dan ibu Betrand memaksa Betrand untuk mencari ibu pengganti buat anaknya.
Namun Betrand masih belum siap, dan muncullah adik Mendiang Richa yang mirip dengan kakaknya yang sudah meninggal. Bagaimana selanjutnya? Apakah Betrand akan jatuh cinta kepada Debby adik Richa? Atau kepada istri pengganti Richa yang bernama Celine yang
dia nikahi secara terpaksa?
Mohon Bantu Author dengan memberikan Like, Vote, koment, dan Favoritkan yah agar semua pemberitahuan Novelku muncul diberanda kalian dan jangan lupa Follow aku 🥰🥰😍
Makasih 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memikat hati Betrand hari ke 6
“Rasanya segala usaha sudah aku lakukan namun hasilnya tetap saja gak ada, aku harus bagaimana lagi?” Tanya Celine dalam hatinya.
Celine berusaha mencari pekerjaan baru, dia membuka surat kabar yang terletak di atas meja.
“Barangkali di sini ada lowongan pekerjaan.” Gumam gadis itu.
Dia mencoba melingkari beberapa lowongan yang terdapat di surat kabar. “ Sepertinya aku harus mencari pekerjaan walaupun tidak sesuai dengan jurusanku, gak apalah cuma menjaga toko atau apalah yang penting setelah selesai dari sini aku bisa kerja.” Ucap Dia lagi.
Ariana melihat gadis itu sedang membuka surat kabar yang memang setiap hari selalu diantarkan anak jalanan ke rumah Leonardo. Meskipun surat kabar itu jarang sekali dibaca tapi dengan cara seperti itu mereka sudah meringankan pekerjaan anak jalanan langganan mereka.
“Hari ini kamu gak memasak?” Tanya Ariana duduk didekat Celine.
“Maaf, Bu, tapi aku takut kalau makananya akan terbuang seperti kemarin, mubajir.” Jawab Celine.
“Saya sudah membujuk suami saya agar dia luluh dan memaafkan kamu, tapi suami saya itu keras seperti Betrand. Maafin saya yah Celine, saya gak bisa membuat suami saya menyukai kamu lagi.” Ucap Ariana.
“Iya gak apa apa Bu, Celine paham kok.” Ucap Celine.
“Celine, kamu harus lebih agresif merayu Betrand, bila perlu kamu harus dandan seperti Richa agar dia mau kepada kamu, kamu cuma punya 4 hari lagi loh waktu.” Ucap Ariana.
“Iya aku tahu Bu, cuma aku gak mungkin menjadi orang lain agar seseorang menyukaiku.” Jawab Celine.
“Iya sih, tapi ya itu semua terserah kamu.” Jawab Ariana.
Ariana masuk kedalam kamarnya dan mengambilkan beberapa baju yang seperti gaya berbusana Richa, dia sengaja membelikan baju yang warna dan coraknya sama seperti Richa.
“Kamu pergilah kesalon, ubah polesan rambut dan wajahmu, ini beberapa baju kamu gunakan. Biar Saya mengurus Putri di rumah.” Ucap Ariana sambil memberikan duit kepada gadis itu.
“Ini duit untuk apa Bu?” Tanya Celine.
“Ke Salon kan butuh duit Celine, kamu itu lugu banget sih, yauda kamu bawa foto ini juga tunjukkan ke tukang salonnya, kamu ke salon yang ada di kartu nama ini yah, dia itu salon ternama disini, dia bisa membuat kamu cantik nantinya.” Ucap Ariana.
Celine berpikir sejenak, dia tahu Betrand akan marah kepadanya kalau dia memakai semua itu namun dia tau kalau dia menolak, Ariana akan kesal dan kecewa karena bagaimanapun Ariana sudah membantunya meluluhkan hati Betrand.
***
Betrand pergi keluar rumah, dia merasa sumpek di rumah terus. Dia tahu teman temannya sedang tidak bisa diajak nongkrong akhirnya dia mencari kesenangan sendiri.
Dia nongkrong di sebuah cafe, menikmati game di ponselnya dan menghabiskan waktu. Sedangkan Celine sedang pergi ke salon untuk merubah penampilannya menyerupai Richa.
“Buat aku mirip seperti ini yah.” Ucap Celine memberikan sebuah foto.
Tukang salon itu melihat foto yang diberikan gadis cantik itu, dia melihat ada seidikit kesamaan jadi mungkin bisa membuatnya mirip dengan wanita yang di foto itu.
“Kalian memang sedikit mirip sih, kita coba dulu yah.” Ucap Tukang salon itu.
“Iya, Sis.” Jawab Celine sedikit janggal karena Tukang Salonnya laki laki namun terlihat seperti wanita.
Tukang salon menyulap wajah Celine menjadi wanita yang berkelas, cantik dan pastinya mirip dengan Richa. Tukang Salon tersenyum melihat karyanya.
“Kamu sudah cantik banget, coba kamu ngaca, katakan apa yang perlu di perbaiki.” Ucap Tukang Salon.
Celine terheran dengan penampilan dirinya yang sangat berbeda dengan karakternya sehari hari. Dia jarang berdandan, setiap hari dia hanya menggunakan liptint dan pelembab saja, tidak pernah menggunakan make up.
“Aku cantik banget.” Ucapnya senang ketika melihat dirinya di Cermin.
“Kamu suka?” Tanya Tukang Salon.
“Iya aku suka banget, baru kali ini aku berdandan secantik ini.” Ucap Celine.
Celine pamit dan pulang kerumah setelah menjelang malam, karena dia sudah menghabiskan beberapa jam di Salon, sesampainya di rumah Ariana sangat senang melihat perubahan penampilan pada wanita lugu itu.
“Kamu cantik banget.” Ucap Ariana tersenyum.
Celine senang karena Ariana merasa bahagia, “Setidaknya aku gak ngecewain majikan aku.” Gumam Celine dalam hatiny.
Betrand berpindah cafe karena merasa bosan, entah kenapa malam itu dia minum di sebuah cafe. Dia minum wine yang mengandung alkohol dan anggur.
“Aku suntuk meghadapi kehidupan ini.” Gumam Betrand.
Dia meneguk empat gelas kecil Wine yang dituangkan pelayan Cafe, Kepalanya mulai terasa berat dan dia memutuskan untuk pulang dengan langkah yang berat.
“Aku malas banget pulang kerumah.” Ucap Betrand sambil memandang jam ditangannya sudah menunjukkan jam 9 malam.
“Gak berasa uda berapa jam gue minum disini.” Gumamnya lagi sudah mulai tak sadarkan diri.
“Kepalaku berat, Richa akan mengomeliku kalau dia lihat aku mabuk.” Ucapnya hampir tak sadar.
Dia masih bisa mengendarai mobilnya walaupun dengan kepala yang sangat berat, dia melaju sampai kerumah dalam tempo setengah jam.
Sesampai di rumahnya, Leonard sudah tidur seperti malam biasanya laki-laki itu emanh selalu tidur cepat karena capek di Galeri, sedangkan Ariana sengaja meminta Celine membukakan pintu. Dia ingin Betrand membuka hatinya untuk Celine.
Ariana berdoa dalam hatinya agar Kesempatan kali ini berhasil dan membuahkan hasil.
“Semoga aja Tuhan mengizinkan cara ini untuk membuat Betrand bisa mencintai Celine, aku ingin Betrand menyayangi Putri dan berubah seperti dulu lagi.” Gumam Ariana dalam hatinya.
Celine memenuhi keinginan Ariana yang bersembunyi di balik jendela kamar Asisten rumah tangganya, Celine membukakan pintu dan Betrand sepertinya sedang ngaco.
“Sayang, kamu datang? Kamu akhirnya pulang, aku merindukanmu.” Ucap Betrand memeluk Celine.
Celine mencium aroma wine dari mulut Betrand, “Kamu mabuk mas?” Tanyanya.
“Aku hanya meminumnya sedikit, agar kamu datang mengomelin aku, dan doaku tercapai sekarang, kau ini selalu muncul saat aku mabuk, itu sebabnya aku ingin kau datang.” Ucap Betrand menciumi wanita yang sedang memapahnya.
Celine berusaha menghindari Betrand yang hampir tak sadarkan diri, Celine melihat ke arah Ariana, Ariana hanya mengacungkan jempol dan tersenyum.
“Duh, Ibu Ariana gak paham apa kalau Betrand ini mabuk.” Ucap Celine dalam hati sambil terus memapah Betrand masuk kedalam kamarnya di lantai dua.
Celine membukakan pintu, dia membaringkan Betrand di kasur, Celine membuka sepatu Betrand.
“Mas, istirahatlah, Kamu mabuk.” Ucap Celine.
“Sayang sekali, percuma aja aku dandan begini, duit Bu Ariana juga uda banyak terpakai tapi Mas Betrand malah mabuk seperti ini, apa emang aku gak diizinkan Tuhan meluluhkan hati Mas Betrand? Mungkin ini akan gagal lagi.” Ucap Celine dalam hatinya sambil menarik kaus kaki Betrand.
Ariana dan Asisten rumah tangganya Bik Surtini mengikuti mereka sampai ke depan kamar, Betrand tanpa sadar menarik Celine kepelukannya. Dia membayangkan wanita yang dihadapannya adalah istrinya Richa.
“Kamu cantik banget malam ini, aku merindukanmu.” Ucap Betrand menciumi wanita itu.
Celine berusaha menolak dan menghindar, dia berusaha melepaskan pelukan Betrand namun tenaga Betrand lebih kuat untuk mengalahkan usaha Celine, Betrand menguasai tubuh Celine dia membuat Celine dibawah tubuhnya dan menciumi wajah dan leher Celine.
“Richa, aku sayang padamu, aku menginginkanmu.” Bisik Betrand.
“Aku bukan Richa.” Ucap Celine.
“Iya, kata kata itu yang pernah aku katakan, karena setelah aku menikahamu aku memanggilmu sayang, aku tidak pernah memanggil Richa padamu.” Ucap Betrand sambil melepaskan bajunya.
“Gawat, Bu, Tuan Betrand akan melakukan hubungan suami istri kepada Celine.” Ucap Bibik di ambang pintu.
“Sst! Biarin aja Bi, Justru bagus lah biar mereka segera menyatu.” Ucap Ariana mendukung.
Betrand sudah tidak menggunakan apapun, Celine berusaha menjerit dan berteriak. Dia melihat Ariana sedang berdiri di ambang pintu.
“Tolong, Bu!...” Ucap gadis itu.
Betrand tidak mengabaikkannya, Ariana menutup pintu dan membiarkan Betrand melakukan hal itu kepada Gadis itu.
Betrand menindih tubuh gadis itu dan melucuti semua pakaiannya, akhirnya Celine pasrah dan menikmati perbuatan tak sengaja itu.
Celine mulai jatuh cinta pada Betrand, dia menyadari saat Betrand menidurinya dia tak mampu menolak dengan kuat.
“Kenapa aku malah menikmati dosa ini?” Gumamnya saat Betrand melepaskan senjatanya di gua pertahanan Celine.
Celine kesakitan dan mengeluarkan darah, Ariana dan Bibik mendengar rintihan dua manusia itu. Ariana pergi ke kamarnya untuk memberitahukan suaminya.
“Bi...sekarang bibi turun kebawah dan pura pura gak tau kejadian ini, saya akan meghampiri suami saya agar suami saya melihat mereka dan memaksa mereka menikah.” Ucap Ariana.
“Tapi nyonya, gimana kalau Tuan Leonard semakin marah?” Tanya Bibik.
“Sudah bik, serahin aja kepada saya, saya akan urus semuanya.” Ucap Ariana.
Bibi turun ke lantai bawah dan duduk di dapur, dia sangat cemas dengan gadis itu. “Kasihan sekali Celine, dia jadi korban pemerkosaan, tapi kenapa Celine gak menjerit kuat sih?” Ucap Bibik bingung.
Ariana menemui suaminya di kamar tidur, dia melihat suaminya sudah ngorok.
“Pah...” Panggilnya sambil membanguni suaminya.
“Ada apa sih mah? Mama bangunin papa? Masih jam berapa ini?” Tanya Papa melirik jam dinding belum pagi.
“Pah, kita harus lihat ke kamar Betrand, dia sedang bersama Celine, mama takut Betrand berbuat aneh aneh kepada Celine. Ayolah pah.” Ucap Mama.
“Maksud mama ini apa?” Tanya Leonard.
“Sekarang ikut mamah.” Jawab Istrinya memegang tangan suaminya dan mengajaknya menuju kamar Betrand.
Betrand sudah selesai memecahkan goa pertahanan gadis itu, spreynya berdarah dan Betrand kini tertidur pulas sedangkan Celine membalut tubuhnya dengan selimut dan duduk di tepi kasur sambil menangis.
“Sekarang aku sudah gak gadis suci lagi, aku sudah melakukan dosa, dan kenapa aku bodoh sekali, aku bisa aja berlari tadi.” Ucapnya sambil menangis.
Ariana dan suaminya membuka pintu kamar Betrand, ternyata benar kalau Betrand sudah sekamar dengan Celine. Betrand hanya memakai celana pendek boxer.
Leonard sangat marah kepada Betrand karena dia melakukan hal yang memalukan, dia membangunkan Betrand dengan amarahnya. Dia mencium aroma alkohol dari mulut Betrand.
Sedangkan Celine merasa sedih dan menangis, dia gak sanggup berdiri karena dia merasakan sakit setelah kehilangan keper*wanannya.
“Kamu kenapa mau dijadikan pelampiasannya?” Tanya Leonard marah.
“Pah, Celine itu gak tahu apa apa, dia itu korban disini, dia menolong Betrand saat Betrand masuk ke rumah, tadi mama lihat kok Betrand mabuk saat sampai di rumah.” Ucap Ariana.
“Lalu bagaimana sekarang?” Tanya Leonard bingung.
Betrand tertidur lagi, meskipun ayahnya sudah marah dengan nada tinggi dia tidak mengabaikan amarah itu.
Leonard ingin menghajar anaknya, “Percuma pah... Papa gak perlu menghajar Betrand, dia sedang tak sadarkan diri, sebaiknya kita bicarakan besok kepadanya.” Ucap Ariana.
“Lalu gimana dengan Celine?” Tanya Leoanrd.
“Papa hajar Betrand pun gak akan membuat Celine menjadi gadis suci lagi, papa lihat tuh darah di spereynya, Celine itu uda direnggut kegadisannya sama Betrand.” Ucap Ariana.
“Dasar anak gak tahu diri, Betrand bajing*n.” Ucap Leonard penuh emosi.
“Sabar, Pah, nanti kita bicarakan baik baik sama Betrand, bagaimanapun dia harus tanggung jawabi perbuatannya ini.” Ucap Ariana.
Leonard menarik nafasnya, dia memanggil bibik dan meminta bibik membantu Celine kembali ke kamarnya. Bibik yang memang belum tidur langsung sigap melaksanakan perintah tuannya.
Bersambung ya guys, aku akan update setiap jam 00:01, jangan lupa lovekan cerita ini agar menjadi favorit kalian dan jangan lupa follow aku ya guys, terimahkasih.
up bab seaon 2 dong
demen nich gwe😀
para lelaki memang terlahir posesif n egois kah