“Ternyata Meisya tidak pernah menikah lagi setelah kami bercerai!” Sebuah informasi yang Kenzo dengar hari itu menimbulkan semangat baru di dalam diri Kenzo setelah tiga tahun lamanya terpuruk dalam luka yag begitu dalam karena berpikir mantan istrinya sudah menikah lagi.
Mengetahui hal tersebut, lantas saja membuat Kenzo berencana untuk merebut cinta mantan istri yang masih ia cintai sampai saat ini.
Ya, meski sudah dua tahun berpisah dengan Meisya, besar cinta Kenzo pada Meisya masih saja tetap sama. Bahkan, setelah mendengar Meisya berencana menikah dengan pria lain, Kenzo masih saja sulit untuk melupakan rasa cintanya pada Meisya.
“Aku akan mendapatkan kamu kembali bagaimanapun caranya, Mei!” Kenzo ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCMI 25 - Seperti Apa Wajahnya?
Rendy kembali mendengar informasi tidak mengenakkan jika Kenzo kembali bertemu dengan istrinya karena sebuah alasan. Meski pertemuan tersebut tidak direncanakan, tapi tetap saja membuat perasaan Rendy tidak senang.
“Kenapa kamu gak minta kakak buat jemput Ibu di bandara aja?” Tanya Rendy saat bertemu dengan Meisya siang itu.
Meisya menyerngitkan dahi mendengar pertanyaan Rendy. “Buat apa, kak? Ibu aja gak minta aku buat jemput ke bandara. Apa lagi minta jemput sama kakak. Ibu pasti gak mau.”
Rendy menghela nafas. “Tapi kalau kamu minta kakak buat jemput Ibu, kejadian kemarin gak akan terjadi.” Balas Rendy. Wajahnya kelihatan sedikit kesal saat berbicara.
Meisya terkesiap. Dia mengerti kemana arah perkataan Rendy saat ini. “Kakak gak suka kalau ibu diantar sama Kenzo?” Tanya Meisya langsung pada intinya.
Rendy ingin sekali langsung mengiyakan perkataan Meisya. Namun, ia memilih diam saja. Membiarkan Meisya mengartikan ekspresinya sendiri.
Hembusan nafas Meisya terdengar kasar di udara. Ia cukup tidak menyukai sikap Rendy yang seperti ini. Dari pada berdebat, Meisya memilih untuk tidak melanjutkan percakapan di antara mereka. Tentu saja keputusan Meisya tersebut membuat Rendy sedikit tidak senang dan berpikir jika Meisya masih menaruh perasaan pada Kenzo.
Di tempat berbeda, Kenzo terlihat sedang berbincang serius dengan papanya. Sesekali Papa firman menyerngitkan dahi mendengar perkataan yang keluar dari mulut putranya.
“Kenapa kamu berubah pikiran seperti ini. Bukannya kemarin kamu yang ingin sekali pindah ke Singapura?” Tanya Papa firman.
Kenzo hanya tersenyum miring. Enggan untuk memberikan jawaban. Membuat Papa firman tak habis pikir dengan sikap putranya itu.
“Baiklah, papa turuti keinginan kamu kali ini. Tapi ingat, setelah ini tidak ada lagi drama kalau kamu ingin pindah ke Singapura!” Tegas Papa firman.
Kenzo cepat megangguk. Bukan hal yang sulit untuk dirinya menyetujui perkataan papanya. Apa lagi ia sudah sangat bertekad untuk kembali mendapatkan Meisya.
Setelah mengambil keputusan, Kenzo langsung saja diminta Papa Firman untuk segera mengurus kepindahannya ke tanah air. Hal tersebut membuat Kenzo meminta Shintya untuk membantunya mengurus beberapa pekerjaan yang belum ia selesaikan di Singapura.
“Apa maksudnya ini. Kenapa tuan Kenzo mau pindah bekerja ke tanah air. Dan kenapa beliau tidak mengajakku?” Perasaan Shintya terasa cemas. Tanpa berpikir lebih lama, Shintya segera menghubungi Kenzo kembali. Meminta pria itu turut membawanya pindah ke tanah air. awalnya Kenzo enggan untuk mengajak Shintya pindah. Namun, mengingat selama ini Shintya yang selalu membantunya dalam urusan pekerjaan, membuat Kenzo menyetujinya.
**
“Mbak udah konfirmasi sama pihak perusahaan kalau kamu jadi tampil di acara ulang tahun perusahaan mereka minggu depan.” Kata Mbak Elva pada Meisya siang itu.
Meisya mengangguk. Karena waktu pernikahannya masih beberapa minggu lagi, membuatnya masih ingin mengambil job bernyanyi. Meski Rendy ingin dirinya fokus mengurus pernikahan mereka saja, tapi Meisya tetap ingin bekerja. Meminta Rendy untuk menghargai keputusannya sebelum mereka menikah nanti.
“Katanya nanti ada sesi perkenalan anak dari tuan besar pemilik perusahaan, Mei. Mbak jadi penasaran siapa anak dari Tuan Firman.” Kata mbak Elva dengan wajah tersenyum.
“Kenapa harus penasaran, mbak?” Meisya menatap bingung wajah mbak Elva.
“Emh, ya. Soalnya mbak dengar anak dari tuan firman itu ganteng banget dan pasti nantinya jadi incaran artis-artis di kota ini!” Balas mbak Elva.
Meisya terdiam. Dia jadi ikut penasaran seganteng apa wajah anak dari tuan firman yang dimaksud oleh mbak Elva.
“Apa wajahnya seperti pangeran sehingga begitu banyak wanita yang mengincarnya?”
***
tapi terimakasih untuk karyanya.. semoga sukses 💪🏻
ditunggu launching novel terbarunya
kak shy jangan lama-lama ya, sehat selalu dan samangat selalu kakak....