NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Kabar mendadak

​Waktu adalah aliran sungai yang tidak peduli pada bebatuan yang ia tabrak. Tanpa terasa, satu tahun telah terlewati sejak Tian Hao membuka mata di masa lalunya.

Satu tahun yang ia habiskan dalam sunyi, mengumpulkan serpihan kekuatan di tengah pengabaian. Dengan sisa sumber daya yang ia peras hingga tetes terakhir, ia akhirnya menembus Ranah Pemurnian Tubuh Tahap 5.

​Otot-ototnya kini tidak lagi sekadar daging; mereka terasa seperti jalinan kawat baja yang elastis.

Tulang-tulangnya memiliki kepadatan yang melampaui manusia biasa. Namun, di mata dunia, ia tetaplah Tian Hao yang sama, pemuda kurus dengan tatapan kosong yang tidak memiliki masa depan.

​Di paviliun luar yang terpencil, Tian Hao sedang mengamati Bai Kecil. Ular putih itu melata dengan keanggunan yang mematikan di dahan pohon ginkgo.

​"Apa yang harus kau lakukan jika ingin makan?" bisik Tian Hao pelan.

​Bai Kecil berhenti. Matanya yang biru safir berkilat. Dengan gerakan yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang, ia meluncur turun, melata ke atas bahu Tian Hao, dan mengesekkan kepalanya ke pipi tuannya dengan lembut. Sebuah isyarat kepatuhan sekaligus permintaan.

​"Bagus. Kau sudah cukup pintar untuk mengerti bahwa kesabaran membuahkan hasil," Tian Hao mengeluarkan sepotong daging monster yang kaya akan energi spiritual dan memberikannya pada Bai.

​Selama beberapa bulan terakhir, ia tidak hanya memberi makan, tapi juga menempa insting Bai.

Ia mengajari Bai cara menyembunyikan hawa keberadaannya di dalam aliran energi tubuhnya sendiri, menjadikannya senjata rahasia yang tidak terdeteksi bahkan oleh praktisi ranah Manifestasi Qi sekalipun.

​TENG! TENG! TENG!

​Suara gong besar bergema dari arah lapangan utama. Iramanya lambat namun berat, menandakan sebuah upacara pelepasan atau penyambutan penting.

​Tian Hao menyimpan Bai Kecil ke dalam lipatan jubahnya, makhluk itu seketika menyusup dan menempel di kulitnya seperti tato yang hidup.

Ia berjalan menuju sumber suara, berdiri di barisan paling belakang seperti biasanya, membiarkan tubuhnya tenggelam di antara ratusan murid lainnya.

​Di atas balkon kehormatan yang tinggi, Pangeran Xiao Liu Xuan berdiri dengan kemegahan yang tak tergoyahkan.

Jubah sutranya berkilauan tertimpa cahaya matahari sore. Di sampingnya, Tian Fei dan Li Xian berdiri dengan wajah yang penuh rasa hormat yang dipaksakan.

​"Terima kasih atas keramahan keluarga Tian," suara Xiao Liu Xuan bergema jernih, menjangkau seluruh sudut lapangan. "Satu tahun ini adalah waktu yang sangat berharga. Aku banyak belajar... terutama dari kalian semua."

​Mata sang pangeran menyapu kerumunan, seolah mencari sesuatu yang hilang, sampai akhirnya ia berhenti sejenak pada sosok di barisan belakang. Sebuah tatapan yang penuh dengan rahasia yang tidak terucapkan.

​"Hari ini aku harus kembali ke Kerajaan Selatan. Tugas telah memanggil. Aku harap hubungan kita akan tetap berjalan baik di masa depan."

​Liu Xuan berjalan menuruni tangga menuju kereta kudanya yang ditarik oleh empat kuda bertanduk. Sebelum masuk ke dalam kereta, ia melirik kembali ke arah Tian Hao. Tatapan itu bukan lagi sebuah tantangan duel, melainkan sebuah pernyataan: Pertandingan kita belum selesai.

​Saat kereta kuda itu mulai bergerak meninggalkan gerbang utama, suasana lapangan menjadi melankolis. Banyak murid merasa kehilangan sosok jenius yang menjadi panutan mereka. Namun, bagi Tian Hao, keberangkatan Liu Xuan adalah perubahan rencana.

​"Duri utama telah pergi, tapi ia meninggalkan banyak mata-mata di sini," batin Tian Hao.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Arken: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Arken: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Arken: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Arken: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Arken: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Arken: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Arken
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!