NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.

aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.

dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari kelulusan sekolah

Saat di tengah perjalanan, saat di motor aku bertanya kepada elina.

" Lin emang gak ppah ini aku anter kamu pulang udah malem gini.." tanya ku kepada elina.

" Gak kok kang, lagian baru juga jam berapa ini, papah aku juga lagi gak ada di rumah kok sekarang, cuma ada mamah doang..." jawab elina.

" Ouh gituh, terus kalau mamah kamu tau aku sama kamu gimana..? " Tanya ku.

" Udah gak ppah, meskipun tau juga gak bakal marah kok, paling cuman nanya nanya hal biasa aja..!" jawab elina.

Setelah itu, sesampainya di rumah elina, elina turun dari motorku dan mengucapkan terimakasih, kemudian elina ngajak aku mampir ke rumahnya, namun dengan malu malu aku menolaknya, dan berkata nanti kapan kapan saja.

aku tidak mau, karena aku takut dan malu bertemu orang tuanya, dan kemudian aku pamit pergi kepada elina. Ia tersenyum melambay kan tangan mengucap hati hati di jalan kepadaku, aku tersenyum dan kemudian pergi.

Waktu terus berjalan, hari hari berganti.

Sementara ibu ku, saat pagi itu ibu ku sedang bekerja beberes rumah majikanya, tak lama kemudian anak majikan nya datang menemui ibunya berpamitan pergi berangkat sekolah, ibu ku yg sedang beberes rumah itu memperhatikanya, ia teringat aku anaknya yg kini sudah putus sekolah, ibu ku merasa sedih saat itu, karena seharusnya aku masih sekolah.

Sementara pacar dan sahabat ku yg berada di sekolahan, hari itu adalah hari ujian akhir sekolah. elina, dony, maya, dan semua murid yg lainya sedang fokus mengisi soal ujian nya itu di dalam kelas.

Dan sementara aku, saat itu aku sedang duduk melamun sendirian di suatu tempat sambil menghisap sebatang rokok dan segelas kopi, aku memikirkan bagaimana nasib hidup ku nanti. Dan setelah itu aku mengambil gitar yg berada di sebelah ku, yg sengaja aku bawa, aku mulai memetik gitar itu dengan alunan nada santai, lalu aku mencoba merangkai kata tentang kisah hidup dan cinta ku, aku mencoba menciptakan sebuah lagu saat itu.

waktu terus berjalan dan hari hari berganti.

kini hari kelulusan telah tiba, semua murid yg lulus tanpak begitu bahagia merayakan hari kelulusanya.

kala itu mereka sedang merayakan hari ke lulusan sekolah dengan mencoret coret dan mewarnai seragam sekolahnya, mereka semua sangat begitu bahagia berteriak dan tertawa canda bersama, begitu juga dengan elina, maya dan dony, namun tidak dengan diriku.

saat itu aku hanya bisa menyaksikan mereka dari kejauhan, aku melihat  sahabat teman dan pacar ku sedang asik berbahagia merayakan hari hari ke lulusan sekolah.

Aku terdiam melihat dan memperhatikan mereka dari kejauhan, aku pun merasa senang melihat pacar ku, sahabat, dan teman teman ku kini telah lulus sekolah, namun di sisi lain aku sangat merasa sedih, karena seharusnya aku bersama mereka ikut merayakan hari ke lulusan sekolah itu, dan tanpa aku sadari air mata ku terjatuh memperhatikan mereka, kemudian aku menghapus air mataku dan tersenyum melihat mereka.

Elina, dony dan maya tidak tau bahwa ada kehadiran ku melihat dan memperhatikan mereka dari kejauhan, kala itu elina, dony, maya, mereka sedang mencoret coret baju seragam sekolah mereka dan saling bertukar tanda tangan di baju seragam sekolah yg mereka kenakan, mereka tanpak begitu bahagia dan tertawa canda bersama, saat elina sedang asik tertawa, tanpa di sengaja elina melihat diriku yg sedang berdiri memperhatikanya dari kejauhan, lalu aku tersenyum kepadanya, kemudian maya dan dony melihat apa yg elina lihat, dony dan maya terdiam sejenak saat melihat diriku, mereka merasa sedih karena seharusnya aku bersama mereka, kemudian elina menghampiri ku, begitu juga dengan maya dan dony, sesampainya mereka di hadapan ku, aku tersenyum dan mengucapkan selamat kepada mereka atas hari ke lulusan sekolah mereka, lalu elina tiba tiba memeluk ku, dan kemudian dony dan maya merangkul ku, mereka menyabarkan ku dan mencoba menghibur ku.

" Kamu jangan sedih ya kang..." Ucap elina menatap ku, setelah melepas pelukanya, dony dan maya pun melepas rangkulanya.

" Gak kok lin, justru aku seneng seneng liat kalian sekarang udah pada lulus sekolah..! " Ucap ku, kemudian aku menatap dony.

" Don, maafin gue ya atas kejadian waktu itu.." ucap ku, lalu dony tersenyum kepada ku.

" Iya sat, gue juga minta maaf, gak seharusnya kita berantem kayak kameren, mau bagaimana pun loe, loe tetap sahabat terbaik gue...." Ucap dony, kemudian dony tersenyum menepuk pundak ku, dan aku pun tersenyum kepadanya.

" Udah udah ah, jadi sedih gue ah,, udah mending kita hapy hapy lagi, udah ayo sat ikut aja bareng kita..." Ucap maya.

" Iya bener, malah jadi sedih gini sih.." ucap elina.

" Siapa yg sedih sih ah..!!" ucap ku berpura pura ceria di depan mereka.

" Tenang sat, kebetulan gue bawa baju seragam sekolah dua sat, bentar gue ambil dulu di tas gue, loe jangan sedih, loe harus ikut happy hari ini sama kita pokoknya .!!! " Ucap dony sembari mengambil baju seragam sekolah di dalam tas nya.

" Udah diem loe, sini gue yg pakein,..!!" ucap dony, dony memakaikan seragam sekolah itu di badan ku, aku hanya diam dan ketawa melihat penampilan ku yg aneh, baju sekolah tapi celana jeanz biasa, elina dan maya pun tertawa, dan setelah itu elina dan maya langsung mencoret coret dan mewarnai baju seragam sekolah yg ku kenakan itu, mereka satu persatu membuat tanda tangan di baju ku, aku pun membuat tanda tangan di baju mereka satu persatu, dan aku pun benar benar ikut merasa bahagia bersama mereka, setelah itu elina ngambil camera dalam tasnya, untuk mengabadikan momen itu, lalu aku foto berdua dengan elina, dan sementara dony dengan maya, aku dan mereka saling foto bergantian, setelah itu aku foto bersama dengan mereka, aku dan mereka berdiri sejejar tersenyum foto bareng dengan gaya masing masing, aku berdiri di sebelah elina dan merangkulnya, semua tersenyum menatap camera dengan gaya masing masing.

waktu terus berlalu hari hari berganti.

kala itu ibu ku baru saja pulang bekerja, saat akan masuk ke dalam rumah ia menatap bangku di depan rumah  tempat di mana bapak ku duduk santai di bangku itu, ia membayangkan bapak ku duduk di bangku itu sambil tersenyum kepadanya, lalu ibu ku menatap ke halaman depan rumah, ia membayangkan masa lalu, ibu ku teringat saat bapak ku bermain dan bercanda dengan ku dan asep saat aku dan asep masih kecil, ibu ku sangat merasa sedih membayangkannya, ia sangat merindukan suaminya yg telah pergi lebih dulu.

tiba tiba cucu nya datang membuka pintu.

" nenek kenapa kok bengong gitu..? " tanya cucunya.

" gak apa apa sayangg, nenek gak ppah kok..! " ucap ibu ku sembari mengusap rambut cucunya dan menggendongnya dan membawa masuk ke dalam rumah.

saat itu mamahnya layla sedang memasak.

umi bertanya kepada menantunya itu sedang masak apa, dan mamahnya layla dengan tersenyum menyapa umi dan menjawab apa yg sedang ia masak, tanpa lelah ibu ku yg sehabis pulang kerja itu membantunya memasak, namun mamahnya layla menyuruh umi untuk istirahat saja, karena ia tau umi pasti lelah karena baru saja pulang kerja, namun umi tetap membantunya.

setelah selesai memasak, umi pergi berjalan melintasi kamar ku, ia membuka pintu kamar ku, hampir setiap kali ibu ku melihat kamar ku, aku pasti tidak ada, aku jarang jarang sekali ada di rumah, karena aku slalu bersama teman temannya.

sementara elina saat itu sedang bersama maya di rumahnya elina.

mereka berdua sedang merencanakan pergi liburan kemana, mereka ingin pergi liburan bersama teman temanya di waktu luangnya.

merekapun mencari tempat liburan dan melihat lihat di sosmed mencari tempat yg cocok untuk mereka kunjungi.

Elina memilih mendaki dan berkemah di suatu gunung, ia sangat ingin itu, karena ia sangat suka dan mencintai alam, dan maya pun menyetujuinya, kini mereka tinggal merencenakan kapan hari keberangkatanya, dan mereka pun mengajak ku dan dony, dan juga teman lainya.

1
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!