kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pergi liburan mendaki gunung
*waktu terus berjalan hari hari berganti*
Suatu hari. Saat itu ibuku baru saja pulang bekerja, saat akan masuk ke dalam rumah, ibu menatap bangku di depan rumah tempat di mana bapakku duduk santai di bangku itu dulu, ia membayangkan bapak duduk di bangku itu sambil tersenyum kepadanya, lalu ibu menatap ke halaman depan rumah, ibu membayangkan masa lalu, ibuku teringat saat bapakku bermain dan bercanda denganku dan asep saat masih kecil, di halaman rumah. ibu sangat merasa sedih membayangkannya, ibu merindukan masalalu, ibu sangat merindukan bapak yang telah pergi lebih dulu.
Tak lama. tiba tiba layla anaknya asep yang masih kecil datang membuka pintu. " nenek kenapa?, kok bengong gitu..? " tanya nya polos.
" gak papa sayangg, nenek gak papa kok..! " ucap ibuku sembari mengusap rambut cucunya dan menggendongnya membawa masuk ke dalam rumah.
saat itu mamahnya layla sedang memasak. Ibu melihatnya, ibu bertanya kepada menantunya itu sedang masak apa, dan mamahnya layla dengan tersenyum menyapa umi dan menjawab apa yang sedang ia masak, tanpa lelah ibu yang sehabis pulang kerja itu membantunya memasak, namun mamahnya layla menyuruh umi untuk istirahat saja, karena ia tau ibuku pasti lelah karena baru saja pulang kerja, namun umi tetap membantunya.
setelah selesai memasak, umi pergi berjalan melintasi kamar ku, ia membuka pintu kamar ku. hampir setiap kali ibu melihat kamarku, aku pasti tidak ada, aku jarang sekali ada di rumah.
*Di tempat lain*
sementara elina. saat itu elina sedang bersama maya di teras rumah elina.
mereka berdua sedang merencanakan pergi liburan, mereka ingin pergi liburan bersama teman temanya di waktu luangnya, namun masih bingung mau pergi liburan kemana.
merekapun mencari tempat liburan dan melihat lihat di sosmed mencari tempat yang cocok untuk mereka kunjungi.
Elina memilih mendaki dan berkemah di suatu gunung, ia sangat ingin itu, karena ia sangat suka dan mencintai alam, dan maya pun menyetujuinya, kini mereka tinggal merencenakan kapan hari keberangkatanya, dan mereka pun mengajakku dan dony, dan juga teman lainya.
*waktu terus berjalan hari hari berganti*
kini tiba waktu yang telah elina dan maya tentukan untuk pergi liburan.
Saat itu mereka sedang berkumpul di suatu tempat yang telah di janjikan, sebagian sudah duduk santai di dalam mobil bus. dan sementara elina, dony dan juga maya masih berada di luar menunggu semua berkumpul.
Satu persatu teman teman datang dan sudah siap untuk pergi berangkat, namun saat itu aku belum datang, aku masih dalam perjalanan.
" Kemana sih kamu kang.." gegerutu elina sambil melihat ke arah jalan.
" Coba kamu telpon lagi lin.." suruh Maya di dekatnya.
" Udah, katanya lagi di jalan.." ucap elina.
" Bentar lagi nyampe kali.." timpal dony.
Dan sementara aku. saat itu aku masih dalam perjalanan, saat itu aku di antarkan oleh temanku dengan mengendarai motor vespa ku, aku di bonceng oleh temanku saat itu.
" Buruan entar gue ketinggalan ini.." gerutuku kepada temanku yang membawa motor ku itu.
" Iya iya sabar, bentar lagi juga nyampe.." ucap teman ku, sambil fokus membawa motor. dan tak lama kemudian tiba tiba.
_BREBET BREP BREP!_
Motorku mogok untuk yang ke sejuta kalinya.:) .kesal.
" Lah kenapa ini mati motor..? " Ucap temanku dengan heran.
" Hadehh ada ada aja sih ah, coba sini gue yang bawa.." ucap ku, lalu aku dan teman ku turun dari motor, saat aku mencoba menghidupkan motor ku, motorku tidak mau menyala, motorku mogok.
" Sialan ada ada aja sih ah, gue lagi buru buru juga, udah gue jalan kaki aja dah, udah gak jauh ini.." ucapku.
" Terus gue gimana ini.." tanya teman ku.
" Entar gue telpon si kampret buat jemput loe ke sini, gue lagi buru buru soalnya, ya gue cabut dulu ya.." ucap ku.
" Yaudah iya dah, hati hati loe di jalan.." ucap temanku dengan pasrah.
" Iya, gue pergi dulu ya.." ucap ku, lalu aku berlari melanjutkan perjalanan ku sambil menggendong tas.
Dan sementara teman teman ku sudah menunggu ku di sana, saat itu mesin bus sudah menyala dan bersiap untuk berangkat, beberapa teman yang lain sudah masuk ke dalam bus. Yang masih di luar hanya elina, maya dan dony, elina gegerutu dan panik karena aku tak kunjung datang, lalu elina mencoba menghubungiku lagi, saat hendak akan menghubungiku, ia melihatku dari kejauhan sedang berlari menghampiri mereka.
" Nah itu si satria.." ucap dony melihat ku
" KANG BURUAN KANG!, INI UDAH MAU BERANGKAT." Teriak elina kepadaku.
" IYA KANG, CEPETAN KANG, SEMANGAT KANG!!!!.." timpal dony berteriak mengejek ku, dan sementara maya tertawa.
" Apa sih kamu don..!” ucap elina dengan malu.
Sesampainya aku di hadapan mereka, aku membungkukan badan dan menghela nafas panjang karena capek berlari.
" Capek banget..hah.." ucapku dengan nafas yang tercekat.
" Udah ayo naik ayo.." ucap dony.
" Iya ayo buruan sat.." ucap maya, dony dan maya pun naik ke dalam bus.
" Iya bentar, engap, nafas dulu.." ucapku.
" Kok kamu jalan kaki, katanya di anter sama temen pake motor.." tanya elina heran.
" Iya, tadi motornya mogok ada ada aja, untung udah deket.." jawabku.
" Ada ada aja, yaudah yuk naik masuk , udah mau berangkat ini.." ajak elina, lalu maya memanggil ku di dalam bus untuk segera naik.
" Yuk, kamu bawa tas keril gede gitu kayak yang kuat aja nanti bawa nya..! " Tanyaku sambil berjalan naik masuk ke dalam bus dengan elina.
" Iya banyak bawaan aku soalnya, ya nanti kan kamu bawa di sana..hehe.." ucap elina.
" Bisa ajah, yaudah iya gak papa nanti aku yang bawa.." ucapku.
Setelah masuk ke dalam bus, aku duduk berdua dengan elina, dan tak lama kemudian pun bus berangkat mengantarkan kami ke tujuan.
Perjalanan lumayan jauh, banyak temanku yang tertidur di dalam perjalanan, elina pun tertidur, ia tertidur bersandar di bahuku, aku tersenyum menatap wajah elina yang tertidur.
Sesampainya di sana, semua turun dan bergegas bersiap siap untuk mendaki, sebelum jalan kami berdoa bersama demi keselamatan kami. pemandu jalan memperingatkan kami tentang aturan aturan di tempat itu, dan setelah itu kami pun berangkat berjalan mendaki gunung tersebut.
Dalam perjalanan kami di manjakan dengan suasa alam yang indah dengan pepohonan besar di sekeliling kami, udara sangat begitu sejuk dengan di iringi kicauan buru burung merdu dan suara hewan lainya yang membuat suasana semakin terasa di alam liar.
di tengah perjalanan dengan riang dan lelah elina memvidio perjalanan kami dengan camera yang elina bawa, ia mencandai dan menyemangatiku sambil memvidio ku dari depan, kemudian elina meminta bergantian kepadaku memegang camera nya itu, lalu aku memvidio dirinya sambil asik bercanda tawa denganya, aku juga memvidio maya dony dan teman temanku.