NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

...Jalanan kota terasa sedikit lebih bersahabat siang itu....

...Askhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membiarkan alunan musik instrumental lembut mengisi keheningan di dalam kabin....

...Ia sesekali melirik Stella yang menyandarkan kepala di kaca jendela, tampak jauh lebih tenang setelah badai di kantor tadi mereda....

...Melihat wajah Stella yang mulai rileks namun terlihat lapar, Askhan teringat sebuah tempat langganan mereka dulu....

..."Mau makan ayam bakar?" tanya Askhan sambil memutar kemudi perlahan....

..."Ada tempat favorit kita yang bumbunya meresap sampai ke tulang. Kamu butuh energi ekstra setelah mengusir dua parasit itu."...

...Stella menganggukkan kepalanya pelan, sebuah senyum tipis yang tulus akhirnya muncul di wajahnya....

..."Boleh. Aku tiba-tiba merasa sangat lapar. Rasanya sudah lama sekali aku tidak menikmati makanan dengan tenang tanpa memikirkan drama di rumah."...

..."Satu porsi ayam bakar madu dengan sambal terasi yang tidak terlalu pedas, kan? Aku masih ingat pesananmu," goda Askhan yang membuat Stella tertawa kecil....

...Suasana berat yang menyelimuti mereka sejak di rumah sakit seolah menguap begitu saja....

...Di dalam mobil itu, Stella merasa bukan lagi seorang CEO yang baru saja bertarung, melainkan hanya seorang wanita yang sedang ditemani oleh sahabat setianya....

...Sambil menuju tempat makan, Stella menatap tangannya yang kini bebas dari cincin pernikahan, merasa siap untuk memulai babak baru dalam hidupnya—dimulai dengan makan siang yang tenang....

...Suasana warung makan itu terasa hangat dan akrab, sangat kontras dengan ketegangan di gedung pencakar langit tadi pagi....

...Aroma bumbu bakaran yang harum semerbak menyambut kedatangan mereka....

...Askhan menghentikan mobilnya di depan warung makan itu dengan perlahan....

...Ia segera turun dan memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Stella....

...Melihat Stella yang masih sedikit kaku saat hendak turun, Askhan mengulurkan tangannya sebagai tumpuan....

..."Pelan-pelan saja," ucap Askhan dengan sangat sabar, memastikan Stella menapakkan kakinya dengan mantap di tanah....

..."Terima kasih, Askhan," bisik Stella tulus....

...Ia merasa sangat dihargai, sebuah perasaan yang sudah lama hilang dari hidupnya....

...Kemudian mereka duduk di sudut yang agak tenang, jauh dari keramaian pelanggan lain....

...Askhan memesan kesukaan Stella—ayam bakar madu dengan bumbu meresap, lengkap dengan sambal terasi kesukaannya....

...Sambil menunggu pesanan datang, Askhan merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru berwarna biru tua....

...Ia meletakkannya di atas meja, tepat di depan Stella....

...Askhan memberikan hadiah kepada Stella....

..."Apa ini?" tanya Stella terkejut. Matanya beralih dari kotak itu ke wajah Askhan yang tampak tenang namun sedikit gugup....

..."Anggap saja ini hadiah atas kemenanganmu hari ini. Dan, tanda dimulainya hidup barumu," jawab Askhan lembut....

...Dengan tangan yang sedikit gemetar karena haru, Stella membuka hadiah yang berisi kalung emas putih dengan liontin berbentuk sayap kecil yang dihiasi berlian mungil di tengahnya....

...Kalung itu tampak sangat indah dan berkilau terkena cahaya matahari siang....

..."Khan, apa ini?" tanya Stella lagi, suaranya hampir hilang karena terharu....

..."Ini terlalu indah, kamu tidak perlu melakukan ini."...

...Askhan tersenyum dan menggeleng pelan. "Itu adalah sayap, Stella. Kamu bukan lagi wanita yang terkurung dalam sangkar. Sayap itu adalah simbol bahwa sekarang kamu bebas terbang setinggi mungkin tanpa ada lagi yang berani mematahkan semangatmu. Aku ingin kamu memakainya sebagai pengingat betapa kuatnya kamu."...

...Stella menatap kalung itu, lalu menatap Askhan. Di tengah luka yang baru saja ia lalui, ia menyadari bahwa di balik kehancurannya, Tuhan mengirimkan seseorang yang selalu ada untuk memungut kepingan-kepingan hatinya yang berserakan....

...Stella tertegun sejenak, tangannya yang masih memegang kotak kalung itu membeku di udara....

...Ia menatap Askhan dengan mata membelalak, mencoba mencari tanda-tanda bahwa pria di depannya ini hanya sedang melontarkan lelucon untuk menghiburnya....

..."Khan, terima kasih, dan maaf soal perkataan Abbas yang menuduh kita pasangan selingkuh tadi di kantor," ucap Stella dengan nada rendah, merasa sangat tidak enak karena telah menyeret nama baik Askhan ke dalam lumpur rumah tangganya yang hancu,...

..."Dia hanya ingin menjatuhkan mentalku dengan membawa-bawa namamu."...

...Namun, di luar dugaan, Askhan tertawa kecil. Tawa yang terdengar sangat ringan, namun menyimpan keberanian yang sudah lama ia simpan di dalam hati....

...Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap Stella dengan sorot mata yang hangat dan penuh kejujuran....

..."Aku berharap perkataan Abbas menjadi kenyataan," jawab Askhan pelan namun tegas....

...Hening sejenak di antara mereka. Stella merasa jantungnya berdegup lebih kencang, bukan karena sisa trauma medisnya, melainkan karena pengakuan tak terduga itu....

..."Khan, apa maksudmu?" tanya Stella terbata....

...Askhan memajukan tubuhnya, menatap lurus ke dalam mata Stella....

..."Maksudku, aku tidak keberatan jika orang-orang berpikir aku adalah pria yang bersamamu. Bedanya, aku bukan selingkuhanmu, Stella. Aku ingin menjadi pria yang benar-benar menjagamu, yang memegang tanganmu di depan dunia tanpa perlu ada yang disembunyikan."...

...Askhan menghela napas, suaranya melembut. "Aku sudah menunggumu sangat lama, bahkan jauh sebelum bajingan itu masuk ke hidupmu. Jadi, jika dia menganggap hubungan kita adalah sebuah kesalahan, maka aku ingin membuktikan bahwa dia salah besar. Kamu pantas dicintai dengan cara yang benar."...

...Stella kehilangan kata-kata. Di tengah aroma ayam bakar yang mulai disajikan di atas meja, ia menyadari bahwa babak baru hidupnya ternyata tidak hanya berisi tentang balas dendam dan perusahaan, tetapi juga tentang sebuah rasa yang selama ini ia abaikan karena kesetiaan pada orang yang salah....

...Pesanan ayam bakar yang masih mengepul panas telah tersaji di depan mereka....

...Askhan dengan telaten memotong bagian daging yang paling lembut, lalu menyodorkannya ke arah Stella. Melihat perhatian yang begitu intens, rona merah tipis muncul di pipi Stella yang mulai kembali segar....

..."Khan, aku bisa makan sendiri," ucap Stella yang melihat Askhan menyuapinya....

...Ia mencoba meraih sendok dari tangan Askhan dengan gerakan malu-malu....

..."Tanganku sudah tidak lemas lagi, kok. Aku bukan pasien di ICU lagi sekarang."...

...Askhan tidak segera menarik tangannya. Ia justru menatap Stella dengan binar jenaka di matanya, namun tetap mempertahankan posisi sendok itu....

..."Aku tahu kamu sudah kuat, CEO Stella," goda Askhan dengan senyum miringnya yang khas....

..."Tapi hari ini, biarkan aku yang melayani 'bos' besar ini. Anggap saja ini bagian dari terapi pemulihan pasca-kemenangan. Lagipula, aku ingin memastikan kamu makan dengan porsi yang benar."...

...Stella akhirnya mengalah, ia membuka mulutnya dan menerima suapan itu dengan perasaan campur aduk antara haru dan canggung....

...Rasa gurih ayam bakar itu terasa berkali-kali lipat lebih nikmat, mungkin karena suasana hatinya yang mulai membaik atau mungkin karena sosok yang sedang duduk di hadapannya....

..."Bagaimana? Enak?" tanya Askhan sambil memperhatikan ekspresi Stella....

...Stella mengangguk pelan sambil mengunyah. "Sangat enak. Rasanya jauh lebih baik daripada makanan rumah sakit."...

..."Tentu saja. Dan mulai sekarang, hanya akan ada hal-hal baik dan makanan enak yang masuk ke hidupmu," balas Askhan tulus....

...Di warung makan sederhana itu, di antara suapan demi suapan yang diberikan Askhan, Stella mulai merasa bahwa dunianya yang sempat runtuh sedang dibangun kembali—bata demi bata, dengan penuh kesabaran oleh pria yang tak pernah beranjak dari sisinya....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!