NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: tamat
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Tamat
Popularitas:170k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 : Saling Menggigit

​Udara di jalur Gerbang Barat mendadak beku. Wan Jin berdiri dengan angkuh di bawah cahaya bulan, sementara puluhan pemanah di belakangnya telah menarik busur, mengincar Bai Hua.

​"Kakak Pertama," suara Wan Jin terdengar meremehkan. "Aku tahu kau dan istrimu yang cacat ini sedang menjalankan misi rahasia Ayah. Tapi sayangnya, di hutan ini, tidak akan ada saksi jika kalian mati dirampok."

​Wan Jin mengangkat tangannya. "Tembak!"

​Ziiiuuuuttt!

​Puluhan anak panah melesat membelah kegelapan. Sesuai perkiraan, sebagian besar mengarah ke Bai Hua yang masih berada di atas kuda.

​Wan Long, dengan insting tempur yang telah terasah selama bertahun-tahun di masa depan, tidak ragu sedikit pun. Ia tidak menggunakan Bai Hua sebagai perisai. Sebaliknya, ia menyentak tali sutra yang mengikat pinggang mereka, menarik tubuh Bai Hua jatuh ke pelukannya di tanah, sambil menggunakan jubah zirahnya yang berlapis logam untuk melindungi punggung gadis itu.

​Takk! Takk! Takk! Beberapa anak panah tertancap di zirah bahu Wan Long.

​"Kau gila?!" desis Bai Hua di dalam dekapan Wan Long. Dadanya sesak, bukan hanya karena racun Lian-Xin yang berdenyut, tapi karena tindakan impulsif pria ini.

​"Diamlah! Kalau kau mati, aku juga mati, ingat?" balas Wan Long ketus, meski lengannya mendekap kepala Bai Hua dengan sangat protektif.

​Wan Long segera bangkit, menggendong Bai Hua dengan satu tangan (karena jarak sepuluh meter itu tidak boleh dilanggar dalam kekacauan) dan tangan lainnya menghunus pedang.

​"Mei Lin, gunakan alatmu!" perintah Wan Long.

​Bai Hua, meski dalam posisi digendong yang sangat tidak bermartabat bagi seorang mantan agen, segera mengaktifkan peluncur jarum di pergelangan tangannya. Dengan akurasi mematikan, ia menembak mata para pemanah yang berada di barisan depan.

​"Sialan! Habisi mereka sekarang!" teriak Wan Jin yang mulai panik melihat kehebatan mereka.

​Namun, sebelum Wan Jin bisa mengirim gelombang serangan kedua, suara gemuruh derap kaki kuda terdengar dari arah belakang. Choi datang bersama sisa pengawal setia, membawa obor yang terang benderang.

​"Nona Muda! Pangeran!" teriah Choi.

​Wan Jin, menyadari bahwa ia tidak lagi memiliki keunggulan jumlah dan tidak ingin identitasnya terbongkar sebagai penyerang pangeran, segera memberi isyarat mundur. "Kita pergi! Biarkan mereka membawa bunga teratai busuk itu!"

​Wan Jin dan pasukannya menghilang ke dalam kegelapan hutan secepat mereka datang.

​Setelah konvoi diamankan oleh pengawal Choi, Wan Long dan Bai Hua kembali ke paviliun dalam kondisi babak belur. Wan Long terduduk di kursi kayu, membiarkan Bai Hua mengobati luka panah di bahunya.

​"Kau menyelamatkanku tadi," ujar Bai Hua pelan sambil membersihkan luka Wan Long dengan alkohol tradisional yang tajam baunya.

​"Aku menyelamatkan nyawaku sendiri yang kebetulan terikat padamu," sahut Wan Long, namun ia tidak menarik bahunya. Ia menatap Bai Hua yang sedang fokus membalut lukanya. "Kenapa kau tidak menggunakan jarummu untuk membunuh Wan Jin tadi?"

​"Karena dia hanya pion, Wang Yu. Jika dia mati sekarang, Permaisuri akan langsung menyerang dengan kekuatan penuh sebelum kita siap," jawab Bai Hua. "Tapi lihat ini..."

​Bai Hua mengambil sekuntum Teratai Merah yang tadi mereka sita. Ia menghancurkannya dan mencium aromanya. Matanya mendadak melebar.

​"Ini bukan sekadar racun pelumpuh," bisik Bai Hua. "Ini adalah bahan dasar dari racun Lian-Xin yang ada di tubuh kita."

​Wan Long tersentak. "Maksudmu?"

​"Kaisar... dia tidak mendapatkan racun ini dari tabib istana yang netral. Dia mendapatkan bahan ini dari pasokan yang dikelola oleh Menteri Bai dan Permaisuri," Bai Hua menatap Wan Long dengan ngeri. "Artinya, Kaisar sudah lama bekerja sama dengan musuh untuk menciptakan racun, entah awalnya untuk siapa. Dia tidak ingin kita hanya menghancurkan Permaisuri, dia ingin kita saling 'menggigit' atau dengan kata lain 'saling menghancurkan' satu sama lain bersama faksi mereka, lalu kita semua mati bersama-sama karena racun ini tidak punya penawar yang asli. Dan... Kedudukan kaisar akan tetap aman."

Bai Hua melanjutkan."Aku dengar, Kaisar menikah dengan permaisuri karena ingin memperkuat kedudukan, namun kini permaisuri telah memiliki faksi besar yang sanggup menggulingkan kaisar. Aku telah mengamati Kaisar sejak pertama kali bertemu dengan nya. Dia tipe yang...lebih tertarik dengan wanita lemah dan penurut. Selir-selir nya pun hanya gila berhias dan kecantikan. Hanya permaisuri yang cukup pintar mempertahankan kedudukan nya. Kaisar itu dominan! Ia menganggap Permaisuri akan mengancam kedudukan nya karena permaisuri akan melakukan apapun demi menjadikan Wan Jin Kaisar yang sesungguh nya!"

​Wan Long mengepalkan tangannya hingga berdarah. "Jadi, Ayahku benar-benar berencana membunuhku sejak awal? Dia menggunakan kita untuk membersihkan semua saingannya, lalu membiarkan racun ini menghabisi kita?"

​"Tepat sekali," sahut Bai Hua. "Kaisar adalah pemain catur yang sesungguhnya. Dan kita berdua hanyalah bidak yang dikorbankan."

​Suasana paviliun menjadi sunyi. Kebencian mereka yang biasanya meledak-ledak kini menyatu menjadi satu tujuan dingin , Kehancuran sang Kaisar.

​"Kita punya waktu beberapa hari lagi." ujar Wan Long dengan senyum gelap. "Cukup waktu untuk merobohkan seluruh kerajaan ini, Mei Lin."

​"Jangan panggil aku Mei Lin jika kita sedang merencanakan kudeta," balas Bai Hua sambil menyeringai tipis. "Panggil aku istrimu yang akan menjadi janda terkaya di dunia setelah mengirim suaminya dan ayahnya ke neraka."

​Wan Long tertawa, suara tawa yang pertama kali terdengar tulus namun mengerikan. "Kalau begitu, mari kita mulai dengan jamuan bulan purnama lusa. Jika mereka ingin menyebarkan racun, kita akan memastikan mereka adalah orang pertama yang menghirupnya."

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
Fitrian
ngoah ha ha ha ha🤣🤣
julianaisabella
bagus banget👍🏻👍🏻
Hj Mia Mubin
bahayanya intrik istana
Banyu Biru
ninggal jejak
Cinta Sava
menarik sekali
Erna Masliana
lihat apa Choi 🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
harusnya langsung di penggal tuh yang berpotensi menyusahkan
Srie Sulastrie
musuh bebuyutan tapi saling membutuhkan kan. seru
Erna Masliana
iya ih dari episode awal disuguhi ketegangan.. sampe bacanya harus jeda jeda ngatur emosi
Erna Masliana
kenapa tidak langsung kasih racun aja tuh permaisuri dan pangeran jahat dikit dikit juga gapapa
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣 padahal udah nyelametin loh malah dicubit
Erna Masliana
bagus 🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ini yang mati bersama y.. ikutan ke dunia kolosal
Erna Masliana
kenapa gak bales cambuk dulu
Nia Risma
hemm pertolongan tak sengaja membuat benang merah di antara mereka sampe ajal menjemput pun tetap bersama,
Nia Risma
cie,,udah ada benih kekhawatiran yang menuju posesif ni ya🤣🤣🤭
Nia Risma
karena tahta pada jdi gila,,
Nia Risma
awalnya saling hina,akhirnya jatuh cinta🤭🤭

emang dasar pasangan suami istri sableng kalian ini🤣🤣
Nia Risma
loh katnya suruh nyampein pesan,,ngapa di kriim ke neraka dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!