NovelToon NovelToon
Aisyah Aqila

Aisyah Aqila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:198k
Nilai: 4.9
Nama Author: Auriel zeta

Pernikahan adalah pengikatan janji sakral yang dilaksanakan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi tidak dengan Aqila.

Aisyah Aqila adalah seorang gadis yang cantik, baik, pintar dan manja. Tetapi juga berani. Berumur 18 tahun dan baru lulus sma.

Aqila adalah salah satu murid terpintar dan bintang sekolah di sma nya dulu. Karena kepadaiannya, ia ingin sekali melanjutkan kuliah, tapi keadaan yang membuat nya mundur.

Hingga nasib buruk menimpanya.
Aqila harus menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan bahkan orang yang ditakuti dikota itu.
umurnya pun jauh berbeda 10 tahun lebih tua darinya.
Hanya karena ayahnya tidak bisa membayar hutangnya yang bunganya sangat besar.

"Saya akan membebaskan hutang-hutang kamu Hendra, tapi dengan satu syarat," ucap Edwin menggantungkan kata-katanya yang terakhir.

"Kamu nikahan saya dengan gadis bodoh ini?" sambil menunjuk Aqila.

Aqila bingung, di satu sisi ia tidak ingin menikah dengan orang itu, tapi disisi lain keadaan yang membuatnya harus bilang iya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auriel zeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 25 Bawel

Senyum diwajah Aqila dan Edwin tak henti-henti. Entah itu senyum kebahagian atau senyum palsu.

"Huft, nggak nyangka banget gue udah nikah. Nikahnya sama om nggak punya hati lagi," gumannya dalam hati.

Selesai akad nikah, mereka para tamu yang hadir bersalaman kepada Aqila dan Edwin.

Lalu pulang.

"Sayang, bunda sama ayah pulang dulu ya... inget, kamu harus nurut sama perintah suami,"

"Iya bun," jawab Aqila memeluk bundanya.

"Kamu sering-sering ya main kerumah, bunda sama ayah sangat merindukan kamu sayang,"

"Pasti bun, kalo bisa satu minggu sekali Aqila main kerumah," ucap Aqila meneteskan air matanya.

Ayah Hendra pun memeluknya.

"Ibu bapak, kalian tidak usah khawatir, Aqila sama Edwin pasti setiap minggu akan datang kerumah Pak Hendra," sahut Mama Merliana.

"Iya bu, makasih banyak ya,"

"Bunda sama ayah pulang dulu ya sayang, inget pesan bunda,"

"Iya bun yah, hati-hati ya,"

Aqila dan Edwin mencium tangan Bunda Maryam dan Ayah Hendra.

"Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam," jawab semua.

Lalu Ayah Hendra dan Bunda Maryam pulang.

.

.

Setelah Ayah Hendra dan Bunda Maryam pulang, kini tinggal Aqila dirumah Edwin.

"Sayang selamat datang dikeluarga kita ya," ucap Mama Merliana.

"Dasar wanita penggoda," celetuk Papa Sanjaya dan pergi ke kamar.

"Papa ya ampun," "Maafin papa ya sayang, semua cuma butuh waktu aja kok,"

"Iya ma, Aqila juga ngerti kok,"

"Makin sayang mama sama kamu, ya udah kalian istirahat dulu ya,"

"Semangat," goda Mama Merliana.

Aqila memerah pipinya.

"Sayang kita tidur yuk," ajak Mama Merliana kepada Alisya.

"Iya ma, Alisya juga udah ngantuk dan capek banget ma,"

"Kak, Alisya tidur dulu ya,"

"Iya Alisya," jawab Aqila.

Alisya pergi ke kamarnya.

Kini tinggal Aqila dan Edwin.

Aqila hanya sangat gugup begitupun dengan Edwin.

"Duh, biasanya kalo aku lihat didrakor kalo habis nikah kan harus gitu-gituan, enggak-enggak aku gak mau." teriak nya dalam hati.

"Kenapa kamu?" tanya Edwin yang melihat Aqila seperti ketakutan.

"Kepo banget sih om, oh ya kamar om yang mana?" tanya Aqila.

"Atas." jawab Edwin.

"Ayo om, masak Aqila sendiri,"

"Hem." jawab Edwin.

Mereka berdua pergi ke kamar.

Sampai dikamar Edwin, Aqila terkejut melihat kamar Edwin yang sangat mewah.

Dengan dinding bernuansa gold dan putih.

"Bagus banget om," ucap Aqila.

"Gak usah norak." celetuk Edwin.

"Enggak norak om, Aqila juga sering kok lihat kamar-kamar kek gini di drakor,"

"Kamu sekarang mandi." perintah Edwin.

"Iya iya Aqila mandi, tapi om jangan ngintip ya... awas aja kalo ngintip, Aqila doain matanya om bintitan," ucapnya lalu pergi ke kamar mandi.

"Dasar gadis bodoh,"

Sambil menunggu Aqila mandi, Edwin membuka handponenya.

Ia mengecek beberapa email yang masuk.

30 menit Aqila selesai mandi.

"Duh, aku oon banget sih kenapa mandi nggak bawa baju ganti,"

"Om..." teriak Aqila dari kamar mandi.

"Iya,"

"Om keluar dulu dong, Aqila mau ganti baju, Aqila lupa tadi nggak bawa baju ganti pas ke kamar mandi," ucapnya.

"Ya," jawab Edwin.

Edwin menuruti perintah Aqila.

"Huft, untung om mau nuruti perkataan ku, jadi aku aman deh kalo ganti baju," ucapnya lalu mengganti baju.

"Oh ya, tadi kan gue nggak bawa baju dari rumah, terus gue pakek baju apa dong?" tanya Aqila sendiri.

"Om..." teriak Aqila.

"Apa lagi gadis bodoh,"

"Om masuk deh,"

Edwin masuk ke kamar.

Dia sangat kaget melihat Aqila hanya memakai baju handuk. Dengan paha yang putih dan mulus.

"Edwin tenang, dia hanya gadis kecil. Ingat tujuan kamu nikahi dia hanya untuk melunasi hutang ayahnya." batinnya.

"Ada apa kamu memanggil saya? Bukannya kamu nyuruh saya keluar tadi,"

"Ih om sensi banget sih, aku gak ada baju ganti om, soalnya tadi aku lupa nggak prepare,"

"Kata mama sudah disiapkan dilemari."

Aqila kemudian membuka lemari Edwin.

Dan mengambil bajunya.

"Om ini nggak salah?" tanya Aqila heran sambil melihat bajunya.

"Ini pasti kerjaan mama." guman Edwin dalam hati.

"Om Aqila gak mau pakek baju kurang bahan seperti ini, Aqila mau nya pakek baju tidur bukan yang seperti ini," Aqila merengek.

"Iya, saya akan suruh pelayan membelikan kamu baju tidur."

"Kok pelayan sih om, om sendiri emang nggak bisa?" tanya Aqila.

"Bawel banget kamu. Ya, saya belikan baju buat kamu," jawab Edwin dan pergi membeli baju buat Aqila.

"Makasih om," teriak Aqila.

Edwin sendiri menyetir mobilnya, karena pak supir sudah istirahat.

Sampai ditoko baju yang ternama dan terkenal dikota itu, Edwin bingung melihat banyak baju. Akhirnya dia membeli semua baju yang ada ditoko itu.

"Suatu kehormatan bagi kami tuan Edwin mau datang kemari," ucap manager.

"Saya kesini ingin membeli semua baju yang ada ditoko ini. Dan saya minta diantar sekarang." ucap Edwin.

"Oh baik tuan, segera kita kirim," jawab manager itu dengan senang.

Manager itu menyuruh semua karyawan untuk mempacking semua baju yang ada ditoko itu.

Edwin lalu membayarnya.

"Saya tunggu dirumah."

"Baik tuan,"

Lalu Edwin pulang ke rumah.

Aqila yang dari tadi menunggu Edwin kesal sendiri.

"Ih om kemana sih? Lama banget," gerutunya.

Baru selesai diomongin Aqila, Edwin sampai dirumah.

"Om lama banget sih, terus bajunya mana?"

"Masih dikirim."

"Dikirim? Aqila dari tadi udah nungguin om sampai jamuran lo om, emang om beli bajunya berapa sih?" tanya Aqila.

"Semua."

"Semua om? Sultan mah bebas ya..."

Lagi asyik debat, ada suara klakson.

Untung orang rumah udah tidur semua.

"Ini semua pesanan tuan tadi,"

"Bawa keatas."

"Baik tuan,"

Kurir yang ditugaskan manager tadi membawa baju ke kamar Edwin dan menatanya.

Kurir laki-laki 2 orang yang disuruh untuk membawa bajunya ke atas dan kurir perempuan 4 untuk menata baju dilemari Edwin.

Aqila melongo melihat tingkah Edwin.

"Sudah selesai tuan, saya permisi dulu,"

"Hem."

Setelah para kurir itu pergi, Aqila mengambil baju tidur dengan gambar hello kitty kesukaannya dan memakainya.

"Om kok beli banyak banget sih, kan Aqila mintanya satu baju aja om bukan semua,"

"Saya beli semua baju biar kamu nggak ngerepoti saya lagi."

"Jahat banget sih om,"

"Saya mau mandi, gerah." pergi kekamar mandi.

"Dasar om-om nggak punya hati."

15 menit Edwin selesai mandi.

Edwin mandinya tidak lama seperti Aqila.

"Om mandinya cepet banget sih,"

"Saya mandi bukan seperti kamu yang ditidur dikamar mandi." jawab Edwin.

"Aqila nggak tidur om,"

"Tidur. Saya capek."

"Eh om mau tidur dimana?" Mencegah Edwin yang mau tidur ditempat tidur kesayangannya.

"Disitu." jawab Edwin menunjuk tempat tidurnya.

"Nggak boleh. Kalo om tidur disitu, Aqila tidur dimana dong?"

"Disofa."

"Om masak tega sih nyuruh cewek seimut Aqila tidur disofa," jawabnya yang cemberut.

Edwin menarik nafas dan mengeluarkannya dengan kasar.

"Terus kamu mau tidur dimana?" tanya Edwin.

"Disitu om," jawab Aqila yang juga menunjuk kasur kesayangan milik Edwin.

"Ya udah." jawab Edwin dan kemudian merebahkan tubuhnya.

Begitupun dengan Aqila.

Sebelum tidur, Aqila menata guling nya sebagai pemisah antara dia dengan Edwin.

"Om nggak boleh ngeliwati batas ini."

"Awas aja kalo om ngambil kesempatan dalam kesempitan, Aqila bakal teriak,"

"Hem,"

Aqila lalu tertidur.

.

.

Jam 12 malam Edwin terbangun karena haus.

Ia melihat disampingnya gadis kecil yang sedang tidur dengan imut.

"Saya laki-laki normal, saya juga ingin sepeti orang lain setelah menikah. Tapi saya nggak mau memaksa kamu untuk melakukannya. Saya akan tunggu kamu sampai kamu siap," batinnya.

Lalu dia kebawah untuk minum.

Setelah selesai minum, Edwin kembali lagi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya disamping Aqila.

Ia mengambil guling yang dibuat pemisah Aqila dan tidur memeluk Aqila.

1
Rahma Inayah
wajr aja di julukin edwin bodoh mmg bodoh gk peka dia ns cemburu tp dia gk bs liat edwin cemburu..gak peka
Lizaz
Aku mampir thor

mampir juga di karya aku
mari saling mendukung 🤗
R_armylove ❤❤❤❤
like disini
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi
R_armylove ❤❤❤❤
semangat buat kamu
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi ka
Agustina RS
ceritanya bagus, sudah saya kasih bom like👍
semangat terus Thor,mampir juga di karyaku

Ustadz Idolaku

terimakasih 🙏
kicauan.merdu
kok nggak dilanjutkan sih Thor? author lagi Hiatus ya?
R_armylove ❤❤❤❤
semangat buat nulisnya
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi ya
P.Aisyah
mampir dengan 5 like😁
salam manis dari " PERJUANGAN DALAM PERNIKAHAN "
Intan Komalasari
lanjuttttt
R_armylove ❤❤❤❤
like
R_armylove ❤❤❤❤
bawa 3 like ya
R_armylove ❤❤❤❤
ka...aku blik lagi
coco
like mendarat .
jangan lupa mampir
Ulfa
3 like mendarat kak tetap smangat
silviaanugrah
hai thor, aku datang bawa 15like.
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya 😉✨
unknown
Like mendarat kakak, semangat berkarya ya... Salam dari My Husband, King Of Trouble 😘🤗❤
By_Ana
Next thor...ceritanya seru😄

salam dari _Pesona Pocong Cantik_🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!