Berkali-kali dia gagal menikmati indahnya bahtera rumah tangga, tidak membuatnya putus harapan dan terhenti untuk melangkah.
Dia percaya tuhan memberikan cobaan pasti setara dengan kemampunnya.
Dia bangkit dari kegagalan rumah tangganya yang pertama, Sehingga dia kembali mendapat cobaan besar, dan di tuntut untuk bersabar dan ikhlas, saat dia harus bangun dari terpuruk hidupnya, ketika dia mendapat cobaan di tinggalkan suami tercinta untuk selamanya, membuat dia terlatih untuk terus tegar dan Akhirnya bertemu dengan cinta sejatinya.
Menceritakan kisah gadis yang bernama Cantika Bening Rahayu(Bee), yang mencari cinta sejati dalam pernikahannya.
Yuk ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ekha dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
YODA
🍂
YODA FOV.
Aku termasuk anak salah satu yang paling beruntung di dunia, sejak kecil tidak pernah ku merasa kekurangan apa pun.
Uang, kasih sayang, bebas ku dapatkan dalam ke adaan apapun, aku pun tak pernah merasa kesepian, aku bahkan memiliki adik yang beda nya hanya selisih kurang Dari dua tahun, aku bahagia dengan semua yang kupu-nya.
Aku di kasih kepintaran bahkan di di atas rata rata, dengan mudahnya, aku bisa memilih sekolah yang aku inginkan, dari semua yang telah melintas dalam hidup ku semua serba di mudah kan, aku bahkan tak pernah mengalami masalah dengan segala rintangan tentang kasih sayang, uang, teman begitu mudah mereka datang mendekat, Namun, aku tak begitu Beruntung soal cinta,
Mulai dari kelas dua sekolah menengah pertama, aku telah di beri tentang sebuah rasa cinta yang mencoba menepi dalam kalbuku, ada getaran aneh setiap menatap nya, dan ada rasa bimbang ketika Aku sedang berjauhan dengan nya, mungkin itu lah perasaan cinta. aku bahagia.
ketika dia menatap dan tersenyum mengarah pada ku. darah ku jantung ku, berdesir hebat melihat ringkih tubuh mendekat ke arah ku.
Namun aku memang sulit mengerti wanita.
Dialah Yuna Ayunda.
Wanita pertama yang mencoba singgah di hati ku. Cantik , Ayu, juga periang.
Hari ini aku berniat membawa dia mengenalkan dia pada mama ku.
Tepat di belakang sekolah. aku melihat nya duduk.
Aku bermaksud menemui wanita yang telah Lima bulan menjadi kekasih ku. aku melihat perempuan yang ku sukai di sedang duduk di kursi taman belakang sekolah.
Tepat di bawah pohon beringin di belakang taman sekolah, Sejuk, rimbun rindang.
Namun, saat aku mendekat, ku lihat ia sedang Asik memainkankan Ciuman dengan pria pemain basket terbaik di sekolah ku, hati ku sakit, terhempas jauh, luruh dengan keringat ku yang menetes, Saat melihat adegan yang mereka lakukan.
Selanjutnya..tangan si pria, bergrilia masuk kedalam baju seragam pacarku. dengan bibir bertaut mesra, seperti seorang yang telah sah bersuami istri. kelakuan yang tak pantas untuk seorang seusia kami, apalagi di lakukan di kawasan tempat sekolah.
Darah ku mendidih, aku langsung menemui mereka, dan betapa kaget mereka saat ku tarik paksa adegan panas mereka. si lelaki brengsek itu menyerang ku dengan kepalan tangan nya , namun dengan mudah ku tangkis, dan kaki kanan ku langsung menghantam perut-nya dia langsung terdorong kebelakang dan bruk ...dia langsung jatuh terduduk membentur kursi yang iya pakai mesum tadi.
Tatapannya merah menahan amarah, hingga wanita sialan itu menjerit jerit meminta pertolongan, Hingga Teman ku Reno kaget dengan apa yang kulakukan.
"Yoda sudah,, "
Wanita sialan itu bicara, iya berteriak kencang.
"lagian aku sudah muak menjadi kekasih mu, yang hanya belajar dan belajar, tidak pernah beri aku perjatian, walau hanya untuk jalan jalan, seperti kekasih pada umumnya, kamu Adalah pria kaku dingin. dan tidak pernah kasih aku perhatian." Yuna mengutarakan kekesalannya di depan umum.
Lalu dia melirik ke arah pria itu, sambil mencoba membantu pria brengsek itu berdiri.
Aku pun lemas, mendengar pernyataan di depan orang-orang yang melihat ke jadian itu. aku kecewa malu, sedih marah jadi satu. aku pergi dari sana dengan perasaan campur aduk.
Dan beruntung nya aku belum mengenalkan dia sama mamah, kalau mama tahu pasti mama kecewa sama pilihan ku.
Mama Adalah orang yang selalu ada untuk ku , Dia sering meminta ku membawa teman -teman gadis ku, untuk berkunjung kerumah kami, ingin dia bisa berkenalan dengan teman wanita ku. dia ingin punya teman untuk menghilangkan suntuk di rumah katanya, Dan aku bahkan belum, dan tidak pernah bisa menepati permintaan itu.
🍂🍂
Jiwa ku kosong, tak ada cita-cita di masa depan, aku hanya mengikuti semua saran yang papa ajukan, dan aku pun mengikutinya.
"Kamu normal kan Yod?" Reno bertanya.
"Maksud loh" ! aku balik bertanya
Apakah diantara semua yang ada dalam diri mu, apa yang ingin engkau capai saat ini Yoda" ,? Reno bertanya ketika kita menuju kantin yang biasa kita datangin saat istirahat.
"Dari sekian banyak gadis yang pernah mendekat setelah wanita sialan itu, apakah ada yang pernah singgah di hatimu Yod, ?
Kamu sudah gila ya, ! sudah berapa wanita yang ingin jadi pacar kamu, Dan sudah berapa record yang kau kumpulkan, mematahkan hati mereka".
Reno geleng-geleng kepala dengan ku, yang sulit moveon, oleh wanita pertama yang masih selalu teringat , meskipun aku sakit saat melihat penghianatan nya.
Aku terdiam.
"Coba coba aja kamu terima dulu wanita wanita lain , kali aja kamu bisa menemukan yang cocok di hati mu."
Reno memberi ku saran dan itu cukup masuk akal.
"Oke deh aku akan coba, !" Sahut ku.
Reno menepuk punggung ku, ketika ada seorang perempuan ber diri di samping ku dengan membawa bunga dan coklat di tangan nya.
HAY YOD..Aku melirik wanita itu,
"Ada apa?" Sahut ku datar.
"Aku Feby maukah kamu menjadi pacarku?" Dia sedikit malu malu mengutarakan perasaannya.
Aku berpikir sebentar.
"Tidak bisa" !Jawaban ku dingin,
sukses membuat nyali si perempuan itu menciut, dan mungkin juga kata kata yang sudah di rangkai nya pasti ambyar ketika aku meninggalkan bunga dan coklat yang dia berikan pada ku.
Reno melongo yang di lihat di hadapan nya.
Entah lah..apa yang ada dalam pikiran ku ketika aku meninggalkan gadis itu perasaan ku jadi ngilu, bagaimana rasa nya berhadapan dengan rasa Cinta di balas penghianatan.
Masih terlihat di benak ku, aku sulit membuka hati.
Masa masa itu di lewati saja tanpa ku sadari mungkin dari sekian cewek mungkin ada dari mereka yang tulus mencintai ku, namun aku tak mau memikirkan itu, dalam pikiran ku hanya soal keluarga dan belajar.
Hingga saat itu, Hari senin tepat di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang semester pertama di kelas Tiga SMP.
Masa Itu di sekolah masih pagi, Aku dapat berita, bahwa di sekolah ada siswa kelas tujuh, ada gadis yang selalu menolak setiap anak lelaki yang mengirim surat cinta dari kakak-kakak seniornya, termasuk adiku si playboy Yuda, yang sudah dua kali di tolak, surat cinta playboynya , kagak mempan😁.
Aku jadi penasaran dengan sosok itu, Namun dia sedikit susah untuk di temui, selain berangkat selalu kesiangan, dia jarang ngobrol di aula-aula terbuka seperti teman-teman yang lain.
Aku sibuk dengan materi akhir tahun pelajaran di kelas sembilan.
Jadi aku tak terlalu memperhatikan nya, Reno pun sudah hadir di bangku sebelah ku.
"Hey Yod, liburan kemana loh, ? mana oleh olehnya." Reno melirik tas yang ku bawa.
" kalau lo mau nanti kerumah aja dech."
Sahut ku. Aku melempar pena yang ku pegang aku suka menjahili sahabat ku.
" Sial loh, selalu aja gw timpug timpug pake barang, gw luka kena denda loh!"
Reno bergerutu memegang dahi nya.
"Ajukan lah denda sesuai yang angka yang lo mau". !
Aku malah melempar lagi buku yang ku pegang, dan ber hasil Reno tangkap.
"Gak kena gak kena, nggak kena! " Sahut Reno sambil menjulurkan lidah-nya sambil terkekeh, dan entah kenapa hanya Reno yang selalu setia dengan sikap usil ku dan sikap dingin ku, dan aku merasa lebih nyaman ketika bersama nya.
Aku tau Reno bukan teman yang berada, Bahkan ada banyak teman yang terang-terangan ngaku sebagai sahabatku, dan mereka hanya menginginkan uang ku, Dan itu sangat memuakkan.
Bahkan aku lebih simpati padanya, Aku tau dia tak seberuntung ku, dia sering menunggak pembayaran SPP nya, aku diam diam membayarnya, dengan menemui guru Bk di sekolah ku.
Dan makin lama aku melakukan itu, dia Akhirnya tahu, aku selalu melakukan itu untuknya, dan dia merasa nggak enak dengan yang aku lakukan.
Namun aku berbicara baik baik.
"Belajarlah dengan baik, ucap ku,, suatu saat kau akan bisa membantuku. Dan itu lebih baik dengan uang yang tak seberapa ku gunakan untuk itu, Kau adalah sahabat ku, tak mungkin membiar kan mu menghadapi kesulitan ini sendiri".
Ucapan itu mungkin adalah penyemangat dalam hidupnya, aku bisa melihat dia begitu gigih dalam belajar, dan dia juga jarang mengurusi soal wanita dan pacaran, dan itu terbukti dia bisa meraih nilai terbaik nya.
Itu adalah kebahagiaan untuk ku, setidak nya, dengan sikap, buruk, usil, dan sikap dinginku, tetap ada sisi baik dalam diriku. aku menyayangi nya seperti kepada adiku Yuda.
Hingga saat itu, berita di sekolah makin heboh, kehebohan antar teman-teman sekolah ku menggema, di setiap sudut sudut sekolah dimana teman-temanku berkumpul, dan topiknya masih tetap dengan gadis yang sama.
"Siapa sih namanya?"aku bertanya pada Reno, dan sontak Reno terkejut, karena mungkin baru kali ini aku simpati pada nama seorang perempuan.
"Hey. .hey. .hey.."Reno menepuk pundak ku "apakah boss dingin ku akan tertarik padanya?" Sahut Reno sambil terkekeh.
Aku kesel dengan sikap Reno, karna sedikit menambah nambahin tentang apa yang ku katakan.
"Berisik luh jawaban ku ketus,"
Dan tertawa jail Reno menghiasi wajah nya..
"kalau pengen tau dia namanya Tika. anak kelas tujuh, dan dia sangat pintar ."
Reno berbicara sambil terkikik.
"Bodo"
ucap ku..
"Ih tadi nanyain, gak berterimakasih loh sama gue" ucap Reno merajuk "gue sebel sama loh" Reno bergerutu persis emak-emak lagi di omelain suaminya.
"Terus gue mesti gendong gendong loh kelapangan sekolah, biar dapat penghargaan dari gue, kalau loh udah jadi informan terbaik gue?"
aku terkekeh melihat wajah Reno Cemberut. "Sialan loh." Reno tersenyum kecut. sambil menyiku perutku perlahan.
****
Pagi itu, aku melihat seorang gadis dengan badan tinggi semampai, mata bulat indah, rambutnya hitam lurus sepinggang.
Gadis yang sangat biasa,
ucap ku dalam hati, sambil melangkah dan menatapnya dari jauh.
Memang dia tergolong biasa, dari segi kecantikan dan penampilan, karena bahkan banyak yang lebih cantik darinya.
Diam diam aku selalu memperhatikan sikap dan kebiasaan gadis itu, tak ada kelebihan yang aku temukan, hanya ada satu teman yang selalu bersamanya, dan dia juga kadang hanya di antar oleh tukang ojek pengkolan. Atau hanya berlari lari takut kesiangan dengan sahabat nya.
Aku tak tertarik dan tak mau tau dengan kehidupan nya. Namun, aku melihat selalu ada mata ketulusan di dalam wajah nya.
Setelah hari itu, aku tak pernah melihat lagi gadis itu, setiap hari aku di sibukan dengan tugas sekolah, tak ada kesempatan seperti adiku yang bebas main main seperti teman ku yang lain, karna memang Yuda beda satu kelas dengan ku.
Hingga di acara wisuda pelepasan kelas tiga, aku tak sengaja melihat gadis yang ramai di perbincangkan berbicara di belakang sekolah, dia menangis dengan se orang pria yang duduk di samping nya, ternyata dia seorang pria yang aku kenal, Dia sedang menyatakan cintanya.
Dan aku merasa bahwa gadis itu memang sangat mencintai pria itu.
sepucuk surat dan saputangan putih ter selip di tangan nya, saat sang kekasih mengusap puncak kepala gadis itu , air mata nya keluar lebih deras lagi.
Namun tidak terlalu lama, gadis itu kembali ceria, Entah apa yang membuat dia bisa cepat tersenyum, dan aku melihat senyum ketulusan selalu terpancar indah di matanya.
Hingga aku meninggalkan sekolah itu, tak ada jejak yang bisa ku kenang darinya, apa lagi mengenal nya, aku tak menghirau kan itu. aku melenggang meninggalkan sekolah tanpa beban.
****
Satu tahun kemudian.
Mengemban ilmu di sekolah berbeda dengan adiku, dan rasanya berbeda, sikap ku tak pernah di bayang-bayang oleh adiku, yang kadang dulu aku selalu di banding banding kan dengan nya, adiku yang mudah bergaul, adiku si tampan ramah, adiku si pria play boys, adiku si pria seribu teman. kadang aku mengakui adiku memiliki itu semua. hanya otak nya saja yang tak mengungguli ku.
Bening wanita hebat dan kuat