NovelToon NovelToon
Fell In Love With A Young Widow

Fell In Love With A Young Widow

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:109.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alana4444

Namaku Iqbal Alviansyah. Aku seorang Pria dewasa berusia 34 tahun saat ini. Profesiku seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Namun sesekali Aku membantu Papih di perusahaan manufactur milik keluargaku. Perawakanku memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan tubuh yang tinggi.

Berawal dari sebuah aplikasi chatting yang booming pada tahun 2010. Saat itu usiaku baru 24 tahun. Dari sana Aku mengenal sosok wanita Cantik, dewasa dan keibuan bernama Lulu Wulansari.

Kami saling jatuh cinta bahkan Kami menikah. Namun perjalanan cinta Kami menuju komitmen pernikahan di penuhi Air mata, Amarah dan kekecewaan. Namun hal itu yang membuat pernikahan Kami kokoh hingga sekarang.

Penasaran dengan kisah Kami?
Baca terus ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana4444, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Otak Einstein

🌈Vote dulu sebelum baca🌈

Happy Reading...

Bola mata itu tampak bergerak gerak. Tak lama mata itu terbuka. Sejurus pemilik mata itu seolah sedang mengingat ingat. Kemudian mata itu mengedarkan pandngan nya kesekeliling ruangan yg tidak di kenal nya itu. Tangan nya bergerak memegang kepala nya yg terasa berat.

"Aku di mana ?.. "

Ingatan terakhir nya ketika Dirinya sedang minum mira* di disk****. Kemudian Dia bangun dan duduk. Mata nya msh terpejam karena pening di kepala nya blm hilang.

Setelah peningnya berkurang,Mata itu kembali terbuka dan kembali mengedarkan pandangan nya kesekeliling kamar itu. Mata nya berhenti pada sosok yg tengah tertidur pulas di sofa. Rambut nya yg panjang nya hanya di bawah bahu itu menutupi wajah nya.

Dia bergerak turun dari atas ranjang kemudian berjalan menuju sofa. Tangan nya bergerak menyisipkan rambut itu ke daun telinga sosok itu. Senyum nya mengembang seketika melihat wajah cantik dari wanita yg jadi kesayangan nya itu.

Tidur wanita itu terusik karena merasa pipi nya sedang di tusuk2 oleh sesuatu yg tumpul. Mata nya perlahan terbuka. Pemandangan pertama yg di lihat nya adalah wajah laki2 muda yg beberapa waktu terakhir ini cukup dekat dg nya.

"Kamu udh sadar ?..." Tanya Lulu

"Iya..." Jawab Iqbal singkat namun tidak menyurutkan senyum nya.

Lulu bangun dari tidur nya. Di lihat nya jam dinding yg menunjukan angka 04.10

"Aku harus cepet pulang" Ucap Lulu

"Ini msh subuh gini. Adzan subuh jg blm berkumandang"

"Iya tp Org tua dan anak2 ku udh nungguin"

"Ohiya... Kok bisa kita barengan di sini ?..." Iqbal kembali meraba kepala nya yg pening.

"Menurut mu ?..." Lulu balik bertanya.

"Iya kan Aku gk inget apa2 sayang"

Lulu menceritakan garis besar kejadian yg di ingat nya di tambah cerita dari Priscilia jg.

"Jadi Kamu udh nganggap Aku Suami mu ya ?... Aku seneeeeeeng bgt"

"Kepaksa tau. Yg ada Aku tuh kesel bgt sama Kamu. Aku mau pulang malah jadi ribet ngurusin Kamu"

"Trs kenapa mau ?..." Tanya Iqbal dg wajah datar

"Yaaaa... Kan perempuan itu nelpon Aku"

"Aku tanya sekali lg,Trs kenapa mau nyamperin Aku di sana ?... Kamu tinggal acuh dan pulang ke rumah"

"Iya gk bisa gitu donk"

"Kenapa ?..."

"Karena... Karena Aku_"

"Karena Kamu peduli dan khawatir sama Aku. Iya kan..."

"Gk ih... Ini... Euh... Murni kemanusiaan"

"Terus aja bohongin hati mu" Iqbal terlihat kesal

Tak lama ponsel Lulu berdering.

Ibu...

Memanggil...

"Assalamu'alaykum Bu..."

"Kamu msh di mana Nak ?... Gina nangis lg"

"Lulu pulang sekarang Bu"

"Iya Nak,hati2 ya"

Sambungan telepon pun terputus.

"Gina kenapa Sayang ?..." Tanya Iqbal

"Ada sedikit insiden di sekolah Gina kemaren siang. Aku cuma takut Psikis Gina agak terganggu"

"Aku ikut ya ?..."

"Gk bisa Iqbal. Nanti gmna fikiran kedua org tua ku. Semalam Aku gk pulang karena ternyata bareng sama Kamu"

"Memang seperti itu kenyataan nya kan ?..."

Lulu menatap Iqbal seolah sedang memohon pada Iqbal.

"Hooh lah..."

Iqbal pun mengantarkan Lulu sampai parkiran Disk**** karena memang motor mereka msh ada di sana. Lulu menyerahkan dompet dan Kunci motor pada Iqbal.

"Hati2 di jalan ya sayang. Msh gelap soalnya"

"Bismillah saja. Insya Allaah... Allaah yg akan melindungi. Aamiin..."

"Aamiin..."

Iqbal kembali mengecup kening Lulu. Rasa hangat itu kembali menjalar di hati Lulu. Lulu terus tersenyum dg perhatian Iqbal.

***

Hawa dingin pagi itu amat sangat menusuk. Lulu yg terbiasa pulang tengah malam pun jarang mendapati hawa semenusuk itu. Susu coklat panas telah tersedia di atas meja. Jaket tebal itu tidak lepas dari badan Lulu.

"Sebenarnya ada apa Nak ?... Kok bisa Kamu pulang pada waktu subuh gini ?... Kamu lembur atau bagaimana ?..." Tanya Pak Rahman

"Bisa di bilang begitu Pak. Ada hal urgent bgt yg gk bisa Lulu abaikan gitu aja Pak. Maafin Lulu ya Pak" Jawab Lulu

"Jangan berbuat sesuatu yg kelak akan kau sesali atau mebuat mu dan kedua org tua renta ini malu Nak!! " Ujar Bu Laras

"Yaa Allaah... Lulu berani bersumpah demi apapun Bu. Semua nya tidak seperti yg Ibu fikirkan"

"Syukurlah Nak. Maaf kalau Ibu berfikir yg tidak2" Bu Laras senyum sambil mengusap kepala anak semata wayang nya itu.

"Sholat Subuh dulu sana!!" Titah Pak Rahman.

"Iya Pak"

Lulu melangkah kan kaki nya menuju kamat mandi. sekedar untuk cuci muka,gosok gigi kemudian mengambil air wudhu dan melaksanalan Sholat Subuh di kamar nya.

Semenjak Pak Rahman Sakit dan sekarang ada dlm tahap penyembuhan. Lulu memutuskan berhenti bekerja dari N**adhife Laundry**. Lulu hanya bekerja sebagai CS saja di hotel meskipun harus pulang tengah malam. Lulu tutup mata dan tutup telinga meskipun banyak suara sumbangan yg mengatakan Dirinya ini dan itu. Toh fakta nya tidak seperti yg suara2 sumbang itu katakan.

"Jadi Gina gk mau sekolah ?..." Tanya Lulu

Gina yg tidak mau beranjak dari tidur nya itu hanya menggelengkan kepala nya pelan. Anak kecil itu seolah sedang protes pada Mamah nya. Tidak mau bicara dg Mamah nya. Lulu memaklumi tingkah polos Gina dan sedikit memberi Gina waktu.

"Baiklah... Tp cuma sehari saja ya. Besok harus sekolah lg ya sayang" Ujar Lulu sambil mengusap kepala Gina.

Gina malah semakin membenamkan kepala nya ke dalam selimut. Lulu hanya menghela nafas nya perlahan. Permintaan Gina kali ini agak sulit untuk Lulu kabulkan. Tidak mudah mencari sosok Ayah sambung dg kriteria seperti yg Gina utarakan.

"*Mah... Pokonya Gina mau Ayah. Biar Gina gk di ledekin sama teman2"

"Tapi Gina... Permintaan Gina sangat sulit untuk Mamah kabulkan Nak"

"Tp Gina tetep mau Ayah" Ujar anak itu sambil menangis lg

"Kan Gina punya Ayah Rio. Gimana kalau Ayah Rio suruh ke sini nanti malam ?..." Gina menggelengkan kepala nya lg*.

Lulu tersentak dari lamunan nya saat mencium bau gosong. Tempe yg tengah di goreng nya sekarang telah berubah warna menjadi hitam. Lulu segera mematikan kompor dan membuka jendela dapur nya lebar2.

Tak lama pintu depan tampak ada yg mengetuk. Bu Laras yg kebetulan tengah menemani Gio menghapal pelajaran di ruang tamu pun segera membuka kan pintu untuk seseorang itu.

"Assalamu'alaykum Bu"

"Wa alaykumussalam. Masya Allaah Nak Iqbal. Ayo silahkan masuk"

"Terima Kasih Bu" Iqbal melangkah kan kaki nya ke dalam.

"Ibu ksh tau Lulu dulu ya Nak Iqbal"

"Iya Bu. Terima kasih"

Iqbal pun duduk di sofa dan menyapa Gio.

"Assalamu'alaykum Gio" Ucap Iqbal

"Wa alaykumussalam Oom" Jawab Gio sambil mencium punggung tangan Iqbal.

"Gio lg ngerjain PR ?..."

" Gk Oom... Gio lg menghapal. Hari ini ada ulangan bhs Indonesia"

"Inti dari semua pelajaran itu adalah membaca. Dengan membaca,wawasan kita akan semakin banyak"

"Iya Oom,Mamah jg mengatakan hal yg sama. Orang2 pinter seperti Einstein atau Aristoteles itu pada dasar nya karena mereka suka membaca"

"Bener bgt. Jadi org pintar itu ada kebanggaan tersendiri loh. Diri kita pribadi bangga,blm lg org tua kita. Temen2 kita jadi banyak. Tau gk kalau Oom di kampus di juluki Otak Einstein. Itu karena Oom suka membaca dari kecil"

"Woaach... Seriusan Oom ?... Mamah nya Oom pasti bangga punya anak kaya Oom" Dengan mata berbinar binar

"Pasti bangga sekali donk. Dan yg pasti jadi anak kesayangan. hihihi"

"Gio pengen Mamah bangga sama Gio. Gio akan lebih giat lg belajar dan membaca nya"

Iqbal tersenyum dg tekad Gio. Dia senang karena telah berhasil menyemangati Gio.

*

*

*

*

*

Terima ksh untuk yg bersedia membaca novel ini.

Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Komentar dan vote nya. Klik ikon 💟 dan rate bintang 5 jg ya.

1
Dwi Rahayu
ceritanya bagus... mantapa thor👍👍
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
sukses
semangat
Rini Haryati
bagus ceritanya
sukses.....semangat
mksh
Gus Samsudin
hahaha
Gus Samsudin
mantap kak ceritanya
Gus Samsudin
halo kak Alana
Alana (BING RUYUE) 💗💗: hi juga
total 1 replies
Gus Samsudin
yang cewek jomblo sini merapat
Gus Samsudin
ceritanya menarik saya suka
Gus Samsudin
semangat kak ,
Fitria Berkisah
sukaaaa
😍 Chairin 😍
cere
😍 Chairin 😍
wkwkwkwwk authornya ikutan halu....
😍 Chairin 😍
akhirnya nikah jg iqbal sm lulu....
😍 Chairin 😍
duuhhh si tante hypersex pantes aja nyari berondong....
😍 Chairin 😍
eng...ing...eng....
😍 Chairin 😍
haadeehhh pak wis tuek ena2 ga liat tempat....
😍 Chairin 😍
ooo km ketauan...... hayooo loh iqbal
😍 Chairin 😍
ooo gitu tohhh...
😍 Chairin 😍
tuhh kan si papih suka teriak2 sm kyk iqbal
😍 Chairin 😍
wakakakakakakak...... kasihan iqbal udah ga bisa berpetualang lg....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!