NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:224.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: adisa yunika

"Kau harus menikah denganku.!"

"Apa?!! Kenapa tuan? Kenapa saya harus menikah dengan tuan?."

"Karena, dengan cara inilah Kamu bisa melunasi segala kerugian yang Ayahmu perbuat."

"T-tapi kenapa harus menikah tuan? Saya bisa menjadi pelayan dirumah ini saja. Tidak usah digaji, saya akan bekerja keras."

"Cih, kau fikir aku kekurangan pelayan disini ha? Berani sekali kau menolak ucapanku."

"M-maaf tuan, saya tidak menolak ucapan tuan. Baiklah, jika itu yang tuan inginkan."

"Baik, besok kita akan menikah. Dan, Ayahmu juga akan datang."

"Apa? Tapi, kenapa begitu cepat tuan?."

"Diam! Dan jangan banyak tanya. Sekarang, pergilah ke kamarmu.!"

Haduh, penasaran g sih sama ceritanya?

Jangan lupa tinggalin jejak :')

Selamat Membaca, semoga Readers syuka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adisa yunika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Papa

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya papa Gladis memasuki kediamannya.

"Maaf, menunggu papa terlalu lama." ujar Papa, dia menghampiri Gladis yang bersandar dibahu suaminya.

Mendengar itu, Gladis menatap ke asal suara. Lalu, mendapati papa nya yang sedang menyunggingkan senyum bahagia nya. Gladis, menghambur ke pelukan sang papa. Rasanya, ia benar - benar sangat merindukanmu sosok papa nya.

"Papa, Gladis sangat merindukan papa. Maafkan Gladis, yang baru sekarang berkunjung kerumah papa." ucap Gladis, dengan memeluk papa nya erat.

"Iya sayang, papa juga sangat merindukanmu. Kamu ini, sudah menikah masih saja bersikap manja seperti ini. Liat, suami itu. Dia, melihatmu sambil menggelengkan kepalanya." ujar Papa, menatap kearah Kenny yang sedang tersenyum canggung.

"Tidak usah hiraukan dia pah, ayo kita makan! Gladis sudah sangat lapar." seru Gladis, ia menarik tangan papa nya menuju meja makan. Semua, makan siang telah dipersiapkan bibi.

"Nak, maafkan sikap Gladis ya." ujar Papa, menatap Kenny.

"Tidak apa - apa pah, Kenny mengerti. Gladis, memang sangat merindukan papa." ujar Kenny.

"Yasudah, ayo kita makan." ajak Papa. Kenny, mengangguk dan mengikuti langkah anak dan bapaknya itu.

Mereka pun, makan dalam keadaan hening. Tidak ada yang bersuara, hanya terdengar suara dentuman sendok saja.

Beberapa menit kemudian.

Mereka telah selesai makan, dan melanjutkan obrolan sekaligus mengobati rasa rindu yang terpendam antara ayah dan anak itu. Diruang keluarga.

"Pah, Gladis dengar dari bibi. Kalau, papa sering makan siang diluar. Dan, jarang sekali makan dirumah ya?." tanya Gladis, dengan sorot mata mengintimidasi.

Papa, yang mendengar sekaligus menatap Putrinya yang menatapnya seolah ingin memakan nya hidup - hidup hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Bukan seperti itu sayang, akhir - akhir ini. Papa, memang sangat disibukkan dengan urusan kantor. Makanya, papa tidak sempat pulang nak." jawab Papa, sambil mengelus kepala Putri kesayangannya.

"Sesibuk - sibuknya papa, aku nggak mau ya papa makan diluar terus. Itu, nggak baik buat kesehatan papa." seru Gladis.

"Iya sayang, papa tidak akan makan diluar lagi. Kenny, gimana prilaku Putri papa? Apa dia menyusahkanmu?." tanya Papa, beralih menatap Kenny.

"Papa apaansih, memang nya prilaku Gladis nggak baik? Sampe papa tanyain segala sama suami Gladis." protes Gladis. Papa, hanya membalasnya dengan tersenyum saja.

"Putri papa sama sekali tidak menyusahkan ku pah, dia sangat - sangat berprilaku baik." jawab Kenny, sambil menepiskan senyumnya.

Tiba - tiba Kenny beranjak dari duduknya, dan bersimpuh dikaki papa Gladis. Membuat Papa serta Gladis kaget dengan tindakan Kenny.

"Kenny, ada apa denganmu nak? Berdirilah! Jangan seperti ini." pinta Papa, ia menarik tangan Kenny agar duduk disebelah kirinya. Tetapi, Kenny tidak beranjak. Dia, malah mengambil tangan mertua nya untuk ia cium.

"Pah, maafkan kesalahanku waktu itu. Karena telah merebut putri papa dengan cara begitu. Maafkan aku, aku dibutakan oleh emosiku." ucap Kenny, menundukkan kepalanya.

"Tidak nak, papa sudah memaafkanmu sebelum Kamu meminta maaf. Papa, lah yang seharusnya minta maaf. Karena papa Kamu harus mengalami kerugian yang besar." tutur Papa, sambil menarik tangan Kenny untuk duduk disamping nya. Akhirnya, Kenny duduk juga.

"Tidak pah, aku lah yang bersalah. Tolong, maafkan menantu kurang ajarmu ini." ucap Kenny.

"Sudah lah nak, yang berlalu biar lah berlalu. Jadikan, itu pelajaran untukmu. Jangan, gampang tersulut emosi. Selesaikan masalah dengan dingin kepala. Lagipula, jika saja itu tidak terjadi. Mungkin, Kamu dan putri papa tidak akan bersatu." tutur Papa, ia menepuk pelan bahu Kenny.

Gladis yang melihat papa dan suaminya akrab, menitikkan air mata haru bahagia. Dia, sekarang mempunyai tiga pria serta satu wanita yang sangat menyayanginya.

"Papa tidak tau, umur papa sampai kapan. Maka, dari itu. Papa minta sama Kami, tolong Kamu jaga putri papa. Karena, tidak ada lagi siapa - siapa kecuali Kamu yang papa harapkan." ucap Papa.

"Papa ngomong apasih? Jangan ngomong yang aneh - aneh deh. Memangnya papa nggak mau lihat apa, cucu pertama papa lahir." timpal Gladis, ia mengerucutkan bibirnya.

"Cucu pertama? Kamu sedang mengandung nak?." tanya Papa, seoalah tak percaya. Gladis, mengangguk cepat.

"Papa turut bahagia sayang, selamat ya nak. Sebentar lagi, kalian akan menjadi seorang ayah dan ibu." ujar Papa, ia mengusap kepala putrinya.

"Iya pah, oh iya. Mama mertua ajakin papa makan malam bersama. Papa datang ya." pinta Gladis, Papa menganggukkan kepalanya. Pertanda, menyetujui permintaan putrinya.

"Pasti sayang, papa akan datang." ujar Papa.

"Sanking asiknya mengobrol, mereka tidak menyadari ternyata hari sudah mulai petang. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pulang dari rumah papa Gladis.

"Ah, ya ampun.. Pah, kami pamit pulang dulu. Ternyata hari sudah mulai petang pah." ujar Gladis, ia melirik jam dipergelangan tangannya.

..."Oh yaudah sayang, kalian hati - hati ya nak. Nanti malem, papa kerumah kalian." sahut Papa. ...

Mereka langsung beranjak dari duduknya, dan berjalan keluar rumah. Memasuki mobil yang terparkir rapi dihalamam rumah. Gladis, melambaikan tangannya kepada papa nya. Papa nya membalasnya sambil tersenyum. Kenny, membunyikan klakson, dan langsung menjalankan mobilnya.

.

.

.

Bersambung...

Vote vote all.

Lopyuhh😘😍❤

1
Siti Saminah
ha ha ha bucin...bucin...bucin...
Siti Saminah
tukan ko jalaran tresno seko kulino
Siti Saminah
keny kamu akan bucin nanti
Siti Saminah
waduh udara sejuk berganti panas
Siti Saminah
ni aku dah ikutan nyimbrung Thor soalnya penasaran cama ceritanya
Ayuning Tyas
la jut thoooo
Wawa Balqis
kenny tk terlalu kejam pun mxm cerita yg lain lg kejam
Yuyun Ratna Sari
lanjut thor
Mince Tamo Inya
visual
Agus Tina
lanjut thorr
Yuyun Yuliah
batal pavorit ah suka geuleuh klo udh menyangkut penghianaran
Mommy Rara
Miss sweety comeback, beri jejak like sampe sini untuk karya thor yang bagus ini 😍
Titin Nasa
judulnya masih SMA kah
junita: iya ka, judulnya masi sama
total 1 replies
Kasih Abadi
astaga... like boss like assisten... sama2 posesif..🤦🤦🤦
Rhina sri
semangat kak thor di tunggu kelanjutanya💪💪
Puja Kesuma
kog kenny gak marah saat itu jg..dmn sifat kejamnya
Nita: Dia udah berubah say
total 1 replies
Mommy Rara
like mendarat buat karyamu sampe sini dulu thor 😍
Nila Wati
laanjut lagi dong
Yuli Amilaa
ssiip Thor semangat terus
nunggu gladis lahiran
Sissy Asyanto
up yg bnyk dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!