Hidup Wati tidak pernah baik-baik saja. Ia yang sudah ditinggalkan oleh ayahnya sejak dari kecil harus kehilangan ibunya saat baru mulai beranjak dewasa.
40 hari setelah ibunya meninggal Wati mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Ia kerap didatangi sosok perempuan berambut panjang bergaun putih. Sampai akhirnya ia tahu penyebab kematian ibunya yang janggal.
Wati ditakdirkan untuk menjadi seorang pahlawan super di dunia supranatural.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memutus Rantai Setan
Karena telah sama-sama ditelan usia. Stamina Raja Malkus pun tidak segahar dahulu lagi.
Saat masih muda Malkus bisa berhubungan selama 7 hari 7 malam nonstop. Sekarang setelah satu malam saja ia harus berhenti guna menjaga kebugarannya.
Celah inilah yang akan dimanfaatkan oleh Salima.
“Aku akan kembali lagi nanti malam”, ucap Raja Malkus setelah mencabut penisnya.
Salima terlihat sangat lelah dan kewalahan menerima permainan Malkus. Biar bagaimana pun Salima sudah tidak muda lagi.
“Longgarkan lah ikatanku”,
“Aku butuh bernafas dengan leluasa”, pinta Salima yang masih terengah-engah.
“Aku janji tidak akan kabur”, ucap Salima yang akhirnya mau bicara kepada Malkus.
“Apa kau menikmatinya wahai Salima?”, tanya Raja Malkus.
“Aku sangat menikmatinya Malkus”, ucap Salima.
“Aku akan melonggarkan ikatanmu”,
“Tapi jika kau berulah aku tidak segan untuk membunuhmu”, ancam Raja Malkus.
“Aku bersumpah tidak akan kabur”, ucap Salima.
“Baiklah akan aku lakukan”,
“Tidurlah. Nanti malam aku akan lebih gila lagi”, Raja Malkus meninggalkan Salima sendirian di penjara.
Raja Malkus sudah melonggarkan ikatan yang mengunci pergerakan Salima.
Bersamaan dengan itu, ikut melemah pula selubung ajian gaib yang menghalangi Salima untuk mengeluarkan kemampuannya.
Ini lah kesempatan yang diambil oleh Salima. Ia menepati janjinya untuk tidak akan kabur dari kerajaan genderuwo.
Tapi Salima menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk berkomunikasi dengan teman-temannya melalui telepati batin.
Salima memanggil bala bantuan.
*
Malam sebelumnya.
Pukul 03:00 pagi. Wati masih tertidur dengan pulasnya.
Tiba-tiba ia mencium bau busuk. Bau bangkai yang sangat menyengat.
Ia melihat ular-ular kecil mengelilingi tubuhnya. Ular-ular itu hendak menggigitnya.
Wati dengan mudahnya menangkap ular-ular kecil itu lalu menghancurkannya.
Ular-ular kecil itu adalah kiriman santet guna-guna ringan.
Semenjak bisa bergabung dengan Salima, Wati pun mengalami peningkatan level pada dirinya sendiri sebagai seorang manusia indigo.
Tanpa adanya Salima pun Wati mampu untuk mengatasi masalah-masalah yang datang sesuai dengan kemampuannya.
Tapi dimana Salima sekarang? Biasanya ia yang akan membereskan masalah tak seberapa seperti ini.
*
Malam ini.
Pukul 03:30 pagi. Wati masih tertidur dengan pulasnya.
Tiba-tiba Wati terbangun. Ia mencium bau bunga kamboja yang sangat menusuk hidung.
Tidak hanya itu. Wati juga merasakan kekuatan jahat yang besar mendekat kepadanya.
Dan benar saja.
Di dalam kamarnya.
Persis dihadapannya sekarang, tengah berdiri sosok pocong hitam dengan tinggi lebih dari 2 meter.
Maksud dan tujuan kedatangan sosok pocong itu sangat jelas. Terlihat dari tatapan matanya yang begitu tajam.
Pocong hitam itu ingin membunuh Wati.
Pocong itu mulai mengeluarkan gas berwarna hijau beracun dari sekujur tubuhnya.
Wati memanggil Gaxbot.
Dengan sekali tebas Wati menghabisi pocong murahan itu.
Pocong itu seketika lenyap menjadi asap-asap tak bermakna setelah terkena sabetan pedang gaib keramat legendaris.
Santet-santet yang datang kepada Wati berasal dari kiriman musuh-musuh lamanya.
Dari Bagio si tuan tanah dan dari anggota keluarga almarhum ayah Wati.
Sesungguhnya Wati sudah pergi dari kehidupan mereka dan enggan untuk berhubungan lagi. Tapi orang-orang jahat itu selalu saja ingin menyakiti Wati. Karena dendam dan rasa iri.
Biasanya Salima yang melindungi Wati jika hal-hal buruk semacam itu datang. Tapi sekarang ini baik Wati mau pun Gaxbot tidak mengetahui dimana Salima berada.
“Dimana Salima?”, tanya Gaxbot.
“Ada yang tidak beres”,
“Sudah 2 malam ini aku tidak merasakan keberadaan Salima”, ungkap Wati.
Tiba-tiba Wati dan Gaxbot dikejutkan dengan kedatangan seekor burung gagak yang masuk ke dalam apartemen. Menembus jendela yang masih terkunci.
Burung gagak hitam itu adalah sebuah ilusi. Ilusi yang mengantarkan pesan. Salima yang mengirimnya. Salima adalah jin ahlinya jurus ilusi.
“Apa yang sekarang kita akan lakukan?”, tanya Gaxbot kepada Wati setelah mereka berdua mendengarkan pesan yang dibawa oleh burung ilusi suruhan Salima.
“Kita harus bergegas”,
“Aku akan meminta bantuan kepada Hamka di departemen gaib”,
“Aku yakin Salima juga mengirim pesan ini kepada Rosa di pulau gaib”, jawab Wati menyusun rencana.
*
Kerajaan Kuntilanak di Pulau Gaib.
Burung gagak ilusi yang datang ke istana dengan cepat dikenali oleh Rosa kuntilanak merah. Burung ilusi buatan Raja Kuntilanak baru saja membacakan pesan dari Salima.
Setelah pesan disampaikan burung ilusi itu langsung lenyap.
Ajian ini adalah salah satu jurus ampuh ciri khas yang dimiliki oleh Salima. Tidak sembarang jin bisa melakukannya. Ajian ini dahulu kerap digunakan oleh Salima pada saat perang antara bangsa jin.
Rosa kuntilanak merah diamanahi oleh sang Raja Kuntilanak sebagai pemimpin saat Salima sedang tidak berada di pulau gaib.
Setelah memahami pesan itu Rosa langsung pergi menemui Raja Jonjon di kerajaan hutan belantara. Rosa menyampaikan pesan dari Salima.
“Apa yang sekarang kita akan lakukan?”, tanya Rosa kepada Raja Jonjon siluman kucing.
“Kita harus bergegas”,
“Segera siapkan prajurit-prajurit tarung terbaik”,
“Kita akan pergi menyelamatkan Salima”, perintah Raja Jonjon.