NovelToon NovelToon
Skandal Mantan Ipar

Skandal Mantan Ipar

Status: tamat
Genre:Duda / Dikelilingi wanita cantik / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Judul sebelumnya; CASANOVA'S PARTNER

"Maukah kau menikah denganku?"

Glory terus merengek kepada Elang, sampai ada saatnya ketika dia lelah ditertawakan oleh teman ranjangnya.

Glory menghilang dan kembali dengan sejuta rahasia yang pada akhirnya terkuak setelah belasan tahun tersimpan.

Skandal ini, dimulai sebelum mereka menjadi ipar. Dan kisah pun disambung ulang setelah keduanya menjadi mantan ipar.

"Kau gadis 17 tahun itu, Glo?" tukas Elang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA EMPAT

"Uaaaahh!"

Gerald memencar mata ke segala sudut ruangan klasik keemasan ini. Istana milik Alex Miller rupanya seperti desain rumah yang ada di dalam dongeng.

Selama ini, meski Gerald tahu ibunya wanita karir yang kaya raya, ia tak pernah tinggal di tempat mewah karena memang Glory sengaja menyembunyikan mereka.

Tak boleh terlihat mencolok, berpakaian serba sederhana, mobil, rumah, semuanya hanya untuk memudahkan urusan keseharian mereka, bukan untuk pamer atau lain halnya.

"Kau suka?" Suara berat yang mengalihkan atensi kekaguman Gerald. Bocah itu menutup mulutnya dengan spontan melihat sosok Alex Miller yang selama ini hanya dia lihat di foto.

"Kau ini Kakek ku?" tanyanya sontak saja.

Alex tertawa gemas, 'kau?' anak ini berbeda dengan cucu- cucunya yang dididik di negara Indonesia ini rupanya. Tapi, Alex maklum sebab budaya setiap negara berbeda- beda.

"Tuan Alex Miller, kau kah ini?"

"Benar!" Alex merentangkan tangan, dia yakin selama hidup diasingkan, Gerald haus kasih sayang seorang Kakek.

Namun, ternyata dia salah cukup besar karena Gerald justru duduk acuh di sofa tanpa mau menerima pelukannya. Bahkan, terlihat tak tertarik mendekatinya.

"Rumah Anda sangat bagus, Tuan!" puji Gerald sambil mencoba berayun ayun di atas sofa putih dengan kayu keemasan.

"Ini mirip sekali dengan sofa yang ada di film berjudul Cinderella!" tambahnya kagum.

Sontak, Alex meredup senyum, tangannya pun kian turun, dia kecewa jujur saja. Kecewa saat anak tampan itu mengacuhkan tawaran pelukannya.

Di Indonesia, entah Dilkash atau Galensky selalu menerima pelukannya. Tapi Gerald si mungil, justru mengabaikannya.

Padahal Alex kira, Gerald haus kasih sayang seorang Kakek mengingat bagaimana anak itu langsung setuju untuk ikut bersama orang suruhannya dengan alasan ingin bertemu Alex Miller.

"Kau berani ke sini tapi tidak memelukku?"

Gerald tertawa lalu mengayunkan tangannya seperti bicara dengan tenan saja. "Kita belum cukup mengenal untuk saling memeluk, Tuan. Ingat, Mommy bilang orang jahat bisa berada di mana saja."

Walau Alex salur dengan prinsip anak itu, tapi dia kecewa karena tak mendapatkan pelukannya. "Tapi aku Kakek mu, Sayang."

"Yah, benar." Gerald mengangkat kedua bahunya enteng. "Tapi kita belum saling mengenal."

Gerald membuka tutup teko besar berwarna emas yang diletakan di atas nakas. Sungguh, semua yang ada di sini terlihat berkilau dan menakjubkan.

"Gerald tidak mau dipeluk seseorang yang belum Gerald kenal lebih jauh."

Ok, Alex setuju, lagi pula menjadi cucunya juga harus memiliki pribadi yang kuat, terutama berprinsip. "Jadi apa alasan kau mau datang ke sini hm?" tanyanya lagi.

"Gerald mau melihat sendiri, bagaimana hidup mu yang luuuaar biasa ini. Sekaligus, memeriksa, apakah wajah mu lebih tampan dariku atau tidak."

Alex tertawa. "Kau jelas lebih tampan."

"Aku rasa juga begitu ... Tuan ini tidak setampan Gerald," kata anak itu.

"Kau tidak memanggil ku Grandpa?" Alex semakin sedih mendengar sebutan Tuan di depan namanya, sementara anak itu anak ke dua Glory Alexa Miller.

"Kau mau aku panggil Grandpa?" tanya Gerald dengan wajah polosnya.

Alex menghela napas. Bocah ini sama sekali tidak menganggapnya Kakek setelah cukup tahu jika dia ini ayah dari ibu kandungnya.

"Aku ayah your Mom. Tentu saja aku berhak dipanggil Kakek oleh mu." Alex blak blakan saja, meski masih sedikit kesal dengan anak itu, tapi dia kakek Gerald asli.

"Ku kira kau tak mengakui ku," tepis Gerald dan Alex tercenung dibuatnya.

"Kau menelantarkan kami. Kau bahkan tidak pernah mau mencari tahu tentang kami. Kau sudah tahu kami, tapi baru mengambil ku ke sini. Aku tahu kau juga sering mengintip ku di sekolah," imbuh Gerald kemudian.

Alex terdiam sedikit kaget, jadi rupanya Gerald sudah paham jika dirinya sering mengawasinya diam- diam. Lewat Lucas, bahkan Alex sering menjaga anak itu.

"Jadi aku kira, kau sama sekali tidak sedang mengakui ku, tapi sedang ingin memisahkan ku dengan Daddy Elang ku," tuduh Gerald.

Daddy Elang pahlawan bagi Gerald. Karena setelah tahu rahasia jika dirinya seorang anak yang lahir dari rahim Glory, Daddy Elang segera berusaha untuk mengakuinya.

Tidak dengan Alex Miller yang justru menyuruh Lucas menikahi ibunya, Gerald peka hal itu karena saat di perjalanan tadi, Gerald sempat mendengar bisik- bisik Lucas bersama orang- orang suruhan kakeknya.

Gerald, meski diam begitu cukup peka untuk hal apa pun. Makanya, dia lebih suka diculik dari pada dibully anak tak berayah, itu cukup sensitif bagi telinga dan hatinya.

Alex bangga dengan kepandaian analis anak itu, tapi dia juga bersedih. "Kau cerdas sekali. Tapi anak sekecil kamu, tidak boleh berbicara tidak sopan dengan Kakek mu."

"Kalau begitu pulangkan aku," enteng Gerald.

"Rumah mu si sini." Alex duduk di sofa, meraih tangan cucunya. Menatap lekat wajah tampan bocah itu. "Kau akan tinggal di sini."

"Aku tidak suka dengan rumah ini. Terlalu berkilau, aku tidak suka."

Alex mengangguk. "Baiklah, kita cari rumah yang sesuai dengan kesukaan mu. Apa pun yang kau mau akan Grandpa turuti. Apa kau tidak tertarik dengan tawaran ini?"

"Gerald cuma minta satu hal darimu. Dan Gerald akan panggil Grandpa setelah itu."

"Apa pun." Alex bersedia menurutinya asal anak tampan ini menyebutnya Kakek.

"Suruh Mommy Gerald menikah dengan Daddy Elang. Tuan, akan diberi apresiasi dengan memanggil Grandpa," syarat Gerald.

"Mereka tidak saling mencintai. Untuk apa mereka menikah hm?" sanggah Alex.

"Apa aku harus mengajari Kakek tua? Kalau cinta akan menyatukan mereka setelah cukup banyak waktu yang dilewati bersama?"

Seketika Alex tertawa, tak peduli sekurang ajar apa pun anak ini. Tapi Gerald cukup berbeda dengan Dilkash dan Galensky yang terbilang minim sekali kata.

Lihatlah, dia bisa tertawa hanya karena celotehan pedas anak ini. "Kau manis sekali."

"Tuan Alex." Alex lalu mengalihkan pandangan ke kanan.

Di sana, Miko sang asisten personal yang sudah dari tahun ke tahun mengikutinya ke mana- mana, bicara. "Nona Glory dan dua cucu mu yang lain datang," infonya.

1
Ika Alif
makasihh kakak
Ika Alif
kasihan glory tot
Cheng Nyo
👍👍👍👍
lia rahma
yes tamat lag
lanjut lagi cerita berikutnya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Gerald kelakuan playboy Alex Grandpa mu kok di tiru sih ampun deehh...
moga ga meniru cassanovanya daddymu juga.🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh jangan sampai sikap egois Flory menurun pada Maurin buat memiliki laki² yang di sukai.

cukup sepupuan jangan ada ikatan lebih itu lebih aman.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya halal juga, selamat Elang Glory untuk pernikahannya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
benar ga sepenuhnya salah Elang tapi Glory juga Noah dan sekarang waktunya memperbaiki hubungan jangan saling menyalahkan karna semuanya salah karena ke Egoisan masing².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hahh... untung Maurin ga kayak emaknya yang egois tapi bijak, meskipun sulit masih kecil sudah berpikir kritis dan dewasa..

Noah masih butuh waktu Mau karna ga mudah buat dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat berjuang Elang, awas saja Tuh Flory masih rese menghalangi perjuangan Elang buat Glory
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Alex sudah tuir juga masih saja Egois masalahmu urus sendiri lah masa harus Elang juga yang menjembatani, masalah dia saja belum kelar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hukum alam tabur tuaimu terjadi bukan hanya pada keutuhan rumah tanggamu Lex tapi juga anak²mu terutama Glory yang lebih parah merasakan sakitnya....sakit sendiri tanpa ada pelukan orang tuanya beda dengan Flory.🤧
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Glory benar Alex, Flory maupun Elang dan yang lain Egois... Glory meskipun arogan tapi sifatnya di tunjukan ga munafik kayak Flory yang sok pendiam tapi hanya ingin di mengerti.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Di Skakmat cucu sendiri emang enak Alex.. Bagus Gerald.👍🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm.. ternyata Alex tau semuanya, bener tebakanku karna ga mungkin Alex ga ngawasin Glory kecuali Glory meminta bantuannya baru lah pasti Alex bertindak karna waktu kejadian Flory dengan Elang saja Alex ga ikut campur cuma mengawasi saja selama anak²nya tak meminta bantuannya langsung maka dia ga akan bergerak kecuali sekarang mungkin karna keadaan dan kesempatan Glory yang ga ada perubahan makanya Alex bertindak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Loh jadi yang nyulik sebenarnya Alex apa Lucas.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
buat pelajaran Glo buang egoismu jangan sampai lemah lagi dengan Elang sampe tar hamil lagi kasihan anak²mu kalau harus menanggung malunya sampe harus di bully.. pikirkan mereka juga jangan merasa hanya kamu yang tersakiti.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sama× salah, Glory yang egois ingin memiliki Elang karna mencintainya dan Elang yang Cuek mencintai Flory adiknya Glory sampai ga mau berkomitmen lagi setelah perceraiannya.. jadi susah kalau keduanya masih mempunyai Ego tinggi, ga akan nemuin jalan keluarnya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Flory egois, kamu cuma mantan Flo sudah ga berhak lagi ngatur² Elang maupun Glory... mau pantas atau tidak itu urusan pribadi mereka jangan seolah² kamu tahu segalanya dan paling sempurna di antara mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Elang ga berubah, n4fsu terus yang di utamakan tanpa memikirkan perasaan Glory dan anak²nya.. kalaupun Glory salah sedari awal tapi bukan berarti kamu juga ga salah Lang karna kamu dari dulu juga ga menginginkan Glory jadi mending ga usah ajukan pernikahan kalau hanya terpaksa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!