NovelToon NovelToon
Perjalanan Wulan

Perjalanan Wulan

Status: tamat
Genre:Perperangan / Wanita Karir / Spiritual / Romansa / Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:112.1k
Nilai: 5
Nama Author: _yan08

Wulandari Putri Amelia gadis 19 tahun kuliah jurusan ekonomi dan bisnis tetapi mati karena insiden longsor yang menewaskan seluruh keluarganya di desa, selain jurusan ekonomi dan bisnis Wulan adalah seorang yang hobi memasak makanan, apapun itu, seolah memasak adalah hiburan baginya.

Lalu? Bagaimana saat dirinya masuk ke dalam tubuh putri Duke yang hanya tinggal sendiri di tengah kota, sebab kedua orangtuanya telah menggial akibat serangan bandit saat akan pergi ke istana, maka dari itu dirinya yang hanya seorang putri tunggal terpaksa harus menggantikan tugas kedua orang tuanya, begitu sulit sehingga banyak terjadi penyuapan dan korupsi besar-besaran di wilayah yang dipimpin oleh mendiang ayahnya.

“Aduh, nasib-nasib, malah jadi yatim lagi!” dengus Wulan memandang tubuh gadis berusia 18 tahun ini. “Untung nih bocah umurnya udah 18 tahun, tapi …! Kenapa tubuh gue harus kek bocil kekurangan gizi anjir!” teriak Wulan merasa kesal setengah mati, ingin pingsan saja rasanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _yan08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siluman Tikus

Selesai hujan turun Wulan mengajak Althan dan Dahlia untuk pergi berkeliling desa, suasana segar dan dingin membuat kulit putih itu tambah semakin pucat, Wulan melihat para sawah warga yang kini tampak begitu subur. “Coba saja kalau ada handphone, udah aku foto ini semua!” gumamnya.

Dia memang anak desa tapi desanya tidak seperti ini, maklum sudah berbaur dengan polusi. “Kakek apa yang sedang anda cari?” tanyanya.

“Saya sedang mencari siput, duchess!” jawabnya.

Wulan mengangguk, lalu pergi menghampiri Dahlia. “Dahlia, kau kembalilah ke kastil, bawakan aku makanan, apakah kamu bisa?” bisiknya.

“Apakah anda tengah lapar duchess? Jika begitu saya akan kembali ke kastil, duchess tunggulah disini!” Dahlia segera pergi dengan langkah cepat.

“Althan bantu aku memegangi ini?” titahnya memberikan mantelnya pada Althan.

“Anda ingin kemana duchess?” tanya Althan sedikit bingung.

Tanpa menjawab Wulan pun segera turun ke sawah membantu kakek tersebut mencari siput, orang-orang yang berlalu lalang berhenti sejenak untuk mengabadikan seorang bangsawan yang turun ke sawah mencari siput, dengan mata kepala mereka sendiri.

“Duchess naiklah, nanti anda terkena penyakit, ditambah udara sangat dingin!” panik Althan di atas berteriak, tetapi tak didengarkan oleh Wulan.

“Kakek untuk apa siput-siput ini?” tanyanya membuka percakapan.

“Untuk pakan bebek saya duchess,” jawabnya merasa sungkan di bantu oleh orang nomor satu di wilayah Copatria. “Duchess sebaiknya anda naik saja, saya merasa tak enak dengan anda,” tutur si kakek dengan lembut, dan ia pun sedikit risih dengan banyaknya orang-orang yang melihat ke mereka.

Wulan pun melihat ke segala arah dan benar saja banyak para warga yang melihat dirinya. “Baiklah, kakek hati-hati lah, saya pamit!” Wulan pun naik di bantu Althan, ia mencuci kakinya di tepi aliran sawah, bahkan Althan tanpa sungkan turun membantu mencuci kaki Wulan.

“Ya tuhan pria ini!” batinnya. “Althan berdirilah! Aku bisa mencucinya sendiri!” ucapnya menarik kakinya agar terlepas.

“Tak apa duchess.” Althan bahkan mengelap kaki Wulan lalu memakaikannya sepatu dan membawa naik duchessnya ke atas.

Huh …, jika seorang gadis lain yang diperlakukan seperti itu mungkin akan langsung salah tingkah dan merasa malu, tetapi bagi Wulan tidak sama sekali, yang ada dirinya risih dan merasa jijik entah apa sebabnya, dirinya tahu ini tidak berlebihan bagi orang-orang pada zaman ini, tetapi dia seorang gadis dari masa depan yang sangat jarang bahkan tidak pernah diperlakukan seperti itu, kecuali saat dirinya masih bayi.

“Althan lain kali tolong jangan seperti itu lagi, saya tidak suka!” desisnya lalu beranjak pergi meninggalkan pengawal pribadinya, saat akan pergi dirinya pun berpapasan dengan Dahlia yang membawa sekotak makanan.

“Duchess anda mau kemana? Saya sudah membawakan makanan untuk anda,” ucap Dahlia tersenyum manis.

“Langsung saja berikan pada kakek itu!” sahutnya tidak melirik ke arah dahlia lalu pergi, moodnya benar-benar anjlok total dengan perlakuan Althan barusan.

Dahlia ternganga dengan jawaban duchessnya itu, jadi dirinya susah-susah pulang hanya untuk kakek pencari siput itu!? Ck.

.

.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba kini raja Damian beserta putra mahkota Georgio akan pergi ke kekaisaran, putri Grizelle menangisi kepergian kakak sepupunya itu bersama sang ayah.

“Salam yang mulia ratu!” ucap Georgio membungkuk lalu tak lupa mencium kening adik sepupunya itu.

“Jika ada waktu senggang datanglah berkunjung nak, bibi akan sangat merindukanmu!” ratu Jennifer menepuk pundak kekar itu dua kali.

"Pasti."

Kereta kuda kerajaan itu pun kini berjalan keluar dari gerbang istana, ratu Jennifer menggandeng tangan putrinya masuk dengan mata memerah. "Sudahlah nak, kakak sepupumu pasti akan datang lagi, tak usah sedih, ibunda punya kejutan untukmu!" ucap sang ratu menghibur sang anak untuk berhenti menangis.

"Benarkah ibunda?" tanyanya mengusap air matanya.

"Benar, jadi berhentilah menangis!" Putri Grizelle pun mengangguk dan berhenti menangis.

*. *. *

Di perjalanan gangguan tiba-tiba muncul dengan tahan yang mereka lewati bergerak begitu cepat membuat prajurit depan terpental mundur.

“Tanah bergerak!” gumam Georgio berjongkok menempelkan tangannya yang mengeluarkan uap panas ke dalam tanah sehingga guncangan itu kembali muncul dan ….

Bom …!

Sesosok siluman tikus yang besarnya sangat diluar nalar manusia biasa keluar dari dalam tanah, lendir-lendir menjijikan itu keluar lewat mulut si siluman tikus itu.

“Aku kira siluman jelek itu sudah musnah ternyata masih ada!” celetuk jendral Justin bersiap mengeluarkan pedangnya.

“Wahaha …! Aku tidak menyangka bahwa yang ku hadapi saat ini adalah seorang raja!” ucap si siluman tikus itu dengan nada anak kecil tetapi sangat menyeramkan dan menggelikan.

“Menyingkirlah, kami hanya ingin lewat, bukan mencari perkara terhadapmu!” tukas raja Damian tak ingin memulai peperangan, dia seorang raja, tak mungkin terlalu gegabah menyerang makhluk lain sembarangan.

“Hahaha, kau memang tak ingin mencari perkara, tetapi …. Aku yang ingin, hahaha …!” Siluman tikus itu tertawa lalu dengan cepat menyemburkan lendir menjijikan itu hingga mengenai beberapa prajurit yang tak siap menghindar.

Georgio dengan sigap melindungi mereka dari serangan tiba-tiba itu. “Serang!” teriak jenderal Justin berkomando menyerang siluman tikus yang sangat kuat itu.

Kulit tikus yang terlapisi oleh baja besi itu pun membuat para prajurit kesulitan untuk mengenainya alhasil mereka terpukul telak oleh kekuatan siluman tikus tersebut, raja Damian yang melihatnya pun merasa geram, dengan amarah yang berkobar beliau mengeluarkan sihir apinya mengenai siluman tikus itu yang kini hanya tertawa tanpa kesakitan.

Dengan cepat siluman tikus itu masuk kedalam tahan lalu hening hingga. “Akh …!”

Tubuh jendral Justin terlempar ke arah pohon hingga membentur kuat.

Bugh!

Khuk!

“Sialan!” desisnya meludah kasar dengan darah berceceran di mulutnya.

Georgio mengamati sekitar, berpikir siluman tikus itu cukup kuat. “Lapis baja, tak mempan dengan pedang! Bahkan sihir api sekalipun?” pikirannya.

“Buat formasi!” teriaknya lalu mereka menunduk dengan cepat Georgio menjelaskan rencananya.

Mereka bergerak cepat menyerang secara acak membuat siluman tikus itu hilang fokus lalu tiba-tiba Georgio yang sudah berada di belakang dengan cepat mengeluarkan sihir petir sehingga mengaliri tubuh siluman tikus itu seperti kesetrum listrik, maka dari itu raja Damian mengeluarkan sihir apinya menambah panas pada baju lapis besi itu.

Merasa siluman tikus itu kepanasan dengan tubuh yang dia aliri arus petir yang kuat, jendral Justin yang dendam kesumat naik dengan sihirnya lalu menghunus pedangnya menancap sempurna di atas kepala siluman tikus itu, hingga ….

Bruk!

“Mati!”

Mereka bernafas lega. “Yang mulia lihatlah ini?” tunjuknya pada sebuah tempelan kertas di belakang leher siluman tikus itu.

“Sial kita tertipu!” desis sang raja meremas kertas itu sampai lusuh dan terbakar di tangannya.

“Hari sudah mulai petang, apakah kita akan melakukan peristirahatan di sini yang mulia?” tanya sang jendral.

“Tidak, sebentar lagi kita akan tiba di wilayah Copatria, kita singgah di sana!” ucap sang raja lalu naik ke atas kereta kuda untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Setelah sampai seperti biasa mereka melakukan pemeriksaan lalu masuk, dan menginap di sana, beberapa prajurit yang terluka sudah diobati oleh tabib penginapan di sana, mereka sedikit terkejut mengetahui bahwa di setiap penginapan mempunyai tabib masing-masing.

“Ini atas perintah langsung dari duchess yang mulia, bahwa di setiap penginapan kecil maupun besar wajib tabib, minimal satu atau dua, jika nanti ada keadaan yang tak memungkinkan kita bisa segera langsung menolongnya, tanpa harus menunggu tabib panggilan!”

"Cepat obati mereka!" titah sang raja menyuruh para tabib tersebut.

Banyak para warga yang kebetulan menginap di penginapan tersebut menatap kagum sang raja yang tengah berkumpul dengan para bawahannya, mereka seperti sangat beruntung bisa menatap raja mereka dari jarak sedekat ini.

1
A&R
bagus
Travel Diaryska
kesel bet dah siapa sih/Right Bah!/
Patri Cia
ehhhhhhhhh ko gini siiiii , gimana mana ni certnya
Azalea Taling
nggak nyambung banget ceritanya,lemah
Yan🌾: mknya skip
total 1 replies
Defrin
tamatnya kok mengantung begitu....
apakah wulan mati .....
Yan🌾: mati emng tu
total 1 replies
Defrin
ngga papa rhor...
lanjutkan berkarya.nya
Defrin
tertipu bagaimana immanuel
meMyra
tamat?
meMyra
haduh kok lemah sekali
ornila
kenapa putra mahkota lemah sekali
Yan🌾: krna bodoh
total 1 replies
meMyra
😲😲😲😲😲
meMyra
sepertinya menarik ok lanjut baca
maria handayani
/Silent/
Defrin
terlalu baik salah terlalu jahatpun salah...
jadi bagaimana seharusnya si Wulan bertindak....
Sena Ayumi
tak kira dia bisa bela diri diawal dia bisa dan mau bljar biar lbih kuat ternyata kbur mulu
Sena Ayumi
behh bukan apa ya mnerima budak dari negara lain tkutnya ada mats2 yg iri. jdi maau buat kacau..
Sena Ayumi
pangeran tak tau diri ,kata bang mndra sombong amat😂😂 tak sumpahin loh biar kmu jatuh bangun ngejar dia
Yan🌾: nanti wulan nya malah takut 🤣
total 1 replies
Fatia
mending wargA yg tidak suka dengan kepimpinan duches, dipindahkan saja, mereka cuma bisa menyalakan dan pengen enaknya saja, tapi saat musibah datang malah menyalakan dan tidak peduli, benar2 manusia egois😡
Yan🌾: nanti ku pindahkan 🤣
total 1 replies
Defrin
apakah Elthan?
Defrin
siapa sih sebenarnya orang ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!