Keinginan Farah yang ingin merubah hidupnya, diterima sebagai asisten CEO di salah satu perusahaan terbesar di kota ini malah membuatnya menjadi istri kontrak CEOnya.
Dia sudah berusaha untuk menolak tapi kenyataan berkata lain, Dia harus menjalani pernikahan itu karena tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
Tidak sampai disitu, setelah tumbuh rasa cinta diantara mereka kembali mereka dihadapkan dengan berbagai masalah yang menguras air mata dan kesedihan, sampai akhirnya hanya takdir yang menentukan nasib pernikahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran ke Dua
Sore hari Farah terbangun, dia membelai lembut wajah Devan, merasakan sentuhan Farah, Devan terbangun.
"Malam ini kita mau jalan kemana" tanya Farah
"Hhmmm.... tempat yang indah pasti kamu suka" jawab Devan.
Farah tidak tau dari kapan dia suka bermanja manja dengan Devan, itu mengalir begitu saja dan jujur Farah mulai terbiasa. Sama halnya dengan Devan yang benar-benar mencurahkan perhatiannya saat bulan madu ini.
Farah masih merasa malas untuk beranjak dari ranjangnya, dia kembali menenggelamkan wajahnya ke dada Devan.
"Gak ingin pergi??? atau kita di kamar saja menyelesaikan yang kemaren " goda Devan.
"Aahhhh ...nggaakkkk...!!!!"
Mendengar ucapan Devan, Farah langsung duduk, kemudian berlari kecil menuju kamar mandi. Devan tersenyum melihat tingkah Farah.
Selesai mandi Farah mengeringkan rambutnya di meja rias, Devan berjalan ke arahnya dan langsung mengabil alih hairdryer dari tangan Farah.
"Aku bantu" kata Devan
Farah terseyum mendapat perhatian Devan.
"Sepertinya kadar koplakknya udah mulai turun" batin Farah sambil terseyum
Setelah rambut Farah kering, Devan bergegas masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Setelah beberapa menit mereka berdua sudah tampil rapi, kali ini Devan akan memberi kejutan pada Farah.
"Kenapa harus pake gaun??? apa kita akan menghadiri pertemuan disini??" tanya Farah
"Nanti kamu akan tau sendiri, jadi tenang dan jangan banyak tanya okee"
"Farah mengangguk pelan".
Devan sudah rapi menggunakan setelan jas berwarna biru tua, sedangkan Farah memakai gaun model sabrina warna merah muda dengan panjang di atas lutut.
Devan memeluk pinggang Farah dan berjalan menuju pinggir pantai.
"Kita kepantai lagi malam- malam begini" tanya Farah heran.
Devan hanya tersenyum dan mengeluarkan sapu tangan dari kantong celananya.
"Ini kejutan , aku akan tutup mata mu" jelas Devan
Farah binggung dengan sikap Devan , tapi dia hanya bisa mengangguk tanda setuju.
Devan menutup mata Farah dan menggandeng tangannya berlajan di pinggir pantai.
Setelah sampai di tempat tujuan, Devan membuka tutup mata Farah.
Haaahhhh...
Mata Farah membulat, mulutnya mengangga.
"Dev...ini....indah sekali..."
Senyum Farah menggembang melihat ada banyak lilin membentuk gambar hati dan di dalamnya ada meja dan 2 kursi.Di samping kiri kanannya banyak hiasan lampu- lampu yang sangat indah dan juga ada berbeque dengan satu koki yang melayani mereka.
Farah masih tertegun, Devan berdiri di depan Farah dan satu lututnya berjongkok sambil membawa satu buket bunga mawar merah di tangannya.
"Farahh...apa kamu bersedia menjadi pendampingku yang sesungguhnya" ucap Devan sambil menyodorkan bunga mawar merah di tangannya.
Farah terdiam , air matanya mengalir tanpa dia sadari, rasa senang, haru, terkejut jadi satu.
"Aku bersedia" jawab Farah sambil mengambil bunga mawar dari tangan Devan.
Devan berdiri dan mengecup kening Farah.
Mereka duduk berdua menikmati makan malam ada juga pemain biola di sana yang sengaja di booking Devan membuat suasana semakin romantis.
♡♡♡
Setelah makan malam romantis dipinggir pantai, Farah dan Devan semakin mesra, Farah tidak pernah menyangka pernikahan kontraknya sekarang berubah menjadi pernikahan yang sebenarnya, Apalagi sekarang Devan sangat perhatian padanya.
Pagi ini Devan memenuhi janjinya mengajak Farah snorkeling.
Mereka sudah sampai di Banana and turtle reef , setelah selesai memakai pakaian snorkelingnya mereka langsung masuk kedalam air.
Farah sangat kagum dengan keindahan bawah laut Maldives, ada ikan ikan yang eksotik dan penyu berukuran besar yang asyik berenang di antara terumbu karang ada juga ikan nemo dan ikan dori di sana.
Farah sangat senang tapi kemudian Devan menariknya dan kembali ke atas.
"Aku masih ingin main " rengek Farah
"Kita sudah lama di bawah sayang...kita makan dulu yuk" ajak Devan
Tak ada pilihan lain selain menuruti perkataan Devan.
Kali ini Devan mengajak Farah makan siang di pusat kota Maladewa. Restoran ini sangat menarik, memiliki halaman pasir yang dikelilingi pohonan besar. Menu yang di tawarkan juga beragam dari makanan India dan Eropa, ada juga es krim yang paling terkenal di Maldives.
Farah sangat bahagia sampai dia binggung menghabiskan makanan di mejanya.
"Hhhmmmm.....Ini sangat enak Dev"
Devan terseyum melihat Farah makan dengan lahap nya.
♡♡♡
Jangan lupa like dan vote nya yaaa 😘😘😘
hidup terlalu berat. bisa ga diketemukan sm sesosok devan didunia nyata ini
OMG itu jhi chank wook😍😍😍😍😍
thooor harusnya pemeran utamanya ituuu sedikit ga rela😥😥😥😥😥