"Kau adalah milikku! Kau sudah membuatku tertarik menjadikanmu kekasih ku, jadi kau harus tahu diri dan jangan coba-coba untuk melarikan diri!" Lennox menangkup wajah gadis cantik itu, lalu mencium bibir ranumnya dengan seduktif.
Memiliki seorang kekasih yang merupakan seorang mafia bukanlah hal yang indah dan mudah seperti sebuah kisah cinta dongeng Cinderella yang diceritakan!
Dia adalah putra salah satu mafia terbesar yang ada. Dia terus memaksaku untuk menjadi kekasihnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dnrfitri_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
Pagi telah kembali menyambut. Semua orang pun terbangun dan mulai menjalankan aktivitas mereka masing-masing.
Namun, Serena masih bergulung dalam selimut. Sejak semalam ia hanya berbaring dengan mata yang tetap terbuka.
Ya! Karena memikirkan ucapan Lennox semalam, Serena jadi tidak bisa tidur hingga pagi ini.
"Hari ini Lennox akan ... menentukan nasibku. Hhh apa yang harus kulakukan? Sialan! Aku harus melarikan diri dari sini. Pasti ada jalan keluar dari neraka ini."
Dinikmati bergiliran oleh para bawahan Lennox? Membayangkannya saja sudah membuat Serena bergidik ngeri. Terlebih lagi jika Lennox sampai menjualnya ke tempat pelelangan.
Meskipun Serena tidak pernah tahu seperti apa suasana dan bentuk tempat pelelangan para wanita yang disebutkan Lennox, namun Serena tidak sudi menjajakan tubuhnya di depan para pria konglomerat yang bajingan.
"Pagi ini pintunya tidak terkunci lagi. Apakah mereka membuka kunci pintu kamarku setiap pagi?" tanya Serena dalam hatinya, senang setelah mendapati dirinya ternyata tidak dikurung.
Dalam setiap ruangan di dalam mansion Castro yang begitu luas, kedua kaki langsing Serena bergerak cepat melangkah mencari jalan keluar.
Serena menuruni anak tangga dengan hati-hati agar tidak terpleset dan menimbulkan kegaduhan. Ia pun akan bersembunyi ketika dirasa ada orang di sekitarnya.
Karena begitu luasnya mansion itu, Serena merasa lelah mencari jalan keluar.
"Aku tidak boleh menyerah. Aku hanya perlu berdoa agar tidak bertemu dengan iblis sialan itu!" mempercepat langkahnya, Serena tersenyum ketika melihat sebuah pintu yang seperti mengarah ke jalan keluar.
Serena berkesimpulan begitu sebab ada cahaya matahari yang terlihat dari celah pintu tersebut.
Serena pun bergegas masuk ke dalamnya.
Akan tetapi, keningnya berkerut setelah menyadari pintu itu malah membuatnya terjebak di dalam sebuah ruangan markas para anggota mafia itu berkumpul. Cahaya matahari yang ia lihat dari kejauhan hanyalah sebuah ilusi mata dari mewahnya ruangan di dalamnya.
"Lennox?!" secepatnya Serena bersembunyi di balik buffet besar ketika melihat Lennox yang duduk di kursi kejayaannya.
Di depannya ada puluhan bawahan yang berdiri sambil memperhatikan Lennox yang sedang berbicara tegas pada seorang pria tua yang berlutut di hadapannya.
"Menyerahlah, Tuan Smith! Dan berikan seluruh tanah itu kepadaku!" perintah Lennox pada pria tua yang ternyata bernama Smith.
Dengan tegas pria tua itu menggelengkan kepala. "Sampai mati pun aku tidak akan sudi memberikan tanah milik kakek buyutku pada kalian. Kau sengaja memalsukan dokumen kepemilikan tanah itu untuk mengakuisisi tanah milik mendiang kakek buyutku. Kau sangat licik!”
Lennox menyeringai. "Kau sudah sangat fatal dengan mengikuti bawahanku sampai ke sini, lalu menyelinap masuk ke dalam mansion ku. Apa yang kau lakukan itu adalah sebuah kesalahan yang tidak termaafkan. Setidaknya, aku masih bisa berpikir untuk membiarkanmu tetap hidup asal kau setuju menyerahkan seluruh tanah itu padaku!"
"Dasar bengis! Kejam! Kau harusnya malu karena tiba-tiba membuat dokumen palsu dan mengakui tanah milik orang lain. Kau sudah sekaya ini, tapi kau menindas orang rendah seperti kami," sentak Smith kesal.
Dengan santai Lennox menaikan kaki kanannya ke kaki kiri, bersikap tenang dan santai di depan orang yang sedang ditindasnya.
"Aku akan pastikan aku memenangkan pengadilan untuk mendapatkan kembali tanah kakek buyutku!" lanjut Smith dengan keras.
Tawa pelan berderai dari mulut Lennox dan beberapa anggota mafia yang ada di ruangan itu. Termasuk Edbert yang merupakan ayah Lennox.
Edbert berdiri tegap dan menatap bangga pada Lennox yang telah ia didik menjadi boss mafia yang bengis dan kejam. Hingga tidak ada organisasi mafia lain yang berani menyenggol seorang Castro.
"Jangan terlalu percaya diri, Tuan Smith. Sebenarnya aku tidak tega mengatakannya. Tapi kau harus tahu bahwa kau tidak akan bisa memenangkan pengadilan. Sebab pihakku sudah menjalin kolusi dengan pihak aparat untuk memenangkan kepemilikan atas tanah itu."
Seringaian Lennox semakin lebar.
Mendengar para mafia kejam itu telah menjalin kerja sama dengan aparat, sontak saja bola mata Smith membelalak lebar. Bahkan Serena yang bersembunyi pun langsung membekap mulutnya mendengar kekejaman dan kelicikan Lennox secara langsung.
"Sialan! Pantas saja beberapa pihak aparat terkesan membela Lennox." lirih Serena.
"Brengsek kau!" Smith berteriak marah dan akan menyerang Lennox.
Namun, Lennox lebih dulu mengacungkan pistolnya pada Smith hingga membuat pria tua itu tidak berkutik.
𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚑𝚒𝚛 𝚌𝚎𝚝𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚕𝚊𝚖𝚋𝚊𝚝🙏 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 thor