Kemala adalah seorang wanita mandiri yang masih memiliki suami. Namun karena suami yang sangat pelit ia terpaksa bekerja sambil membawa anak nya yang masih kecil. setiap hari Burhan suaminya hanya memberi uang sebesar 10.000 rupiah beserta uang jajan untuk nya. Selama menikah dengan Burhan ia hanya tahu bahwa Burhan adalah seorang supir truk pengangkut sawit, tanpa ia ketahui suaminya itu adalah manajer di perusahaan kelapa sawit terbesar di kota itu. bagaimana kah kelanjutan rumah tangga Kemala? akan kah badai itu terus menerus datang ataukah akan ada pelangi setelah hujan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Apa lagi ini?
Aku menghubungi Arga dan mencoba untuk jujur padanya. Aku teringat masih ada mas kawin ku yang masih aman ku simpan di tempatnya.
Rencananya akan ku gadaikan saja cincin dan kalung itu untuk menutupi uang yang telah diberikan Arga.
"Ada apa? Tumben ngajak bertemu?"
"Arga, ada yang mau aku omongin. Begini, seluruh barang pesanan kamu telah di rusak. Dan aku tidak tahu siapa yang telah menghancurkan seluruh kerja keras ku."
"Terus?
" Aku berjanji akan segera mengulangi pekerjaan ku lagi tapi aku minta waktu ga."
"Oke. Nggak masalah."
"Gitu aja?"
"Ya terus kamu mau nya aku gimana?"
"Hmmm,, Oh ya Arga. Aku juga mau minta tolong sama kamu. Ini mas kawin yang selama ini ku sembunyikan dari suamiku, rencananya akan ku gadaikan. Nanti jika usaha ku lancar, akan aku ganti kembali uang mu."
Arga sangat terkejut saat melihat cincin dan kalung milik Kemala.
" Ini, kalung dan cincin ini apa benar milikmu? "
" Iya. Itu mas kawin yang di bawa Bang Burhan saat melamar ku."
"Apa? Tidak mungkin Kemala. Cincin ini dulu khusus di pesan oleh Bang Ramadhan. Aku sangat ingat, waktu itu aku pergi bersamanya. Lihat lah di balik cincin itu, pasti ada inisial namamu dan dia."
Dhuaarrr..
Fakta apa lagi yang bisa mengejutkan Kemala. Tangan nya gemetar, jantung nya berdebar tak karuan. Entah apa yang sudah terjadi. Mengapa cincin dan kalung ini malah berada di tangan Bang Burhan.
Kemala tidak memperhatikan detail cincin itu. Di dalam nya tertulis inisial nama R&K. Inisial ini sering mereka gunakan dahulu."
Selama ini cincin dan kalung itu di simpan di tempat yang aman oleh Kemala. Ia takut Burhan mengambil nya dan diberikan kepada Tiwi. Mela mengaku telah menjual seluruh mas kawin nya dahulu.
Hanya ini lah satu-satunya harapan Kemala jika terjadi sesuatu dengan nya. Namun, semua nya terkuak hari ini saat ia akan menggadaikan perhiasan nya.
" Apa kamu memiliki surat-surat nya?" Tanya Arga lagi.
Kemala pun mengangguk dan langsung mengambil surat-surat itu.
"Benar! Tidak salah lagi. Ini milik Bang Ramadhan yang akan di berikan kepada mu. Lihat saja tanggal nya. Saat itu kita masih duduk di kelas dua, karena Bang Ramadhan berpikir aku yang paling dekat denganmu, makanya ia mengajak ku untuk membantu nya memilih perhiasan itu."
Kemala tidak sanggup lagi bergerak. Kaki nya lemas dan tubuh nya semakin bergetar.
"Aku takut Arga." Ucap Kemala dengan bibir bergetar. Air mata langsung lolos begitu saja dari kedua mata indah nya.
Tangan Arga terkepal erat. Jika tahu akan seperti ini kejadiannya, ia tidak akan pergi. Harus nya ia pastikan dulu saat itu kalau Kemala sudah bahagia.
" Ceritakan Arga. Mengapa aku sampai tidak tahu kalau Bang Ramadhan telah menyiapkan ini semua?"
"Saat itu Bang Ramadhan tidak ingin mengganggu sekolah mu. Beliau juga tahu kalau kamu ingin kuliah. Makanya saat itu ia menunda melamar mu."
"Teruskan."
"Setiap pulang kuliah, Bang Ramadhan akan bekerja menjadi buruh untuk memanen sawit di kebun orang. Malam nya dia mengajari anak-anak mengaji. Bahkan jika tidak ada pekerjaan dia menjadi kuli angkut karet. Semua pekerjaan dia geluti agar bisa membelikan mu mas kawin yang layak."
"Dan kenapa kalian merahasiakan nya dari ku?"
"Waktu itu kamu berkata ingin melanjutkan kuliah di jurusan seni. Bang Ramadhan tidak ingin merusak cita-cita mu. Ia pendam semua nya sendiri, dan hanya padaku ia berkeluh kesah. Sampai Bapak mu menyuruh mu untuk menikah, baru lah ia semangat kembali."
Kemala menangis menyesali sesuatu yang tidak tahu apa itu. Hati nya sakit sekali. Jika memang emas ini ada di tangan Bang Burhan, lalu bagaimana caranya Bang Burhan mengambil emas ini dari Bang Ramadhan.
" Aku membenci nya selama ini Arga. Karena ketidakhadiran nya aku harus menikah dengan laki-laki seperti Bang Burhan."
" Apa kamu tidak tahu kemana pergi nya Bang Ramadhan, Mala?"
"Kalau aku tahu, tidak mungkin hidup ku akan se hancur ini. Setidak nya sekarang aku sudah menjadi sarjana. Apa yang harus aku lakukan sekarang, Arga?"
"Kamu pindah saja Kemala."
"Mau pindah kemana lagi aku?"
"Aku memiliki rumah yang aku kontrakan. Nanti kamu bisa membuka usaha disana agar tidak ada lagi yang mengganggu kamu."
"Tapi.."
"Mau sampai kapan kamu tinggal di lingkungan yang sama dengan laki-laki tidak waras itu."
"Aku tinggal di sini karena semua yang ada di sini telah mengenal ku dengan baik."
"Terus. Jika kejadian ini terulang lagi bagaimana? Sampai kapan kamu akan menghabiskan modal usaha. Apa kamu tidak memikirkan masa depan anakmu? Ingat, beberapa hari lagi sidang perceraian mu. Aku yakin laki-laki itu akan melakukan segala cara."
Kemala bingung dengan ajakan Arga. Harus kah ia pindah dan tinggal di lingkungan yang baru dan tinggal jauh dari semua orang yang baik. Selama ini, mereka lah yang menjadi keluarga Kemala.
Tapi, jika terus tinggal di lingkungan yang sama dengan Bang Burhan ia juga takut. Masih banyak rahasia yang belum ia ketahui tentang Burhan.
Haruskah Kemala pindah?
Bersambung..
wajar di siksa burhan