NovelToon NovelToon
Kakak Ipar, I Love You But I Hate You

Kakak Ipar, I Love You But I Hate You

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Konflik etika / Tamat
Popularitas:112.1k
Nilai: 5
Nama Author: Teriablackwhite

Selamat membaca ...!

Navian Narendra Devandra seorang pengusaha sukses di bidang property, kehidupannya begitu sempurna, dia memiliki seorang istri yang cantik jelita seorang model papan atas, tetapi semua itu berakhir begitu saja, ketika istrinya Vianna Dewi memutuskan bercerai setelah melahirkan anaknya karena tidak ingin karirnya hancur karena tubuhnya menjadi jelek.

Dalam kekalutan, Navian dipaksa untuk menikah lagi dengan adik dari mantan istrinya yang bernama Tiara Dewi Violina, demi anaknya yang baru lahir tujuh bulan.

Apakah pernikahan mereka akan berujung cinta, atau malah kebencian yang akan terbangun?

Saksikan kisahnya hanya di sini, jika membaca tinggalkan jejak ya ges 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teriablackwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25

This is just fiction.

••••••••••••••••••••••••••

    Lagi-lagi Navian mendapatkan fakta baru dari mantan mertuanya. Navian mengenal Tiara lebih dari lima tahun, karena sebelum mengenal Vianna, pria itu lebih dulu mengenal Tiara saat di SMA.

    Namun, dalam waktu selama itu Navian tidak pernah mengetahui tentang Tiara, apa yang di sukai gadis itu, ataupun apa yang ditakutinya, bahkan trauma yang menikam gadis cantik itu pun Navian tidak pernah mengetahuinya.

    Kini, satu per satu Ridzwan menguarkan segalanya pada Navian, sampai membuat pria dengan rahang tegas itu gamam, mengapa mantan mertuanya itu, menceritakan segalanya tentang Tiara bukan membahas Vianna, putri kandungnya.

    Papa Ridzwan aneh, dia sering sekali menceritakan Tiara, kenapa dia tidak pernah membicarakan Vianna, putri kandungnya sendiri.

    Walau Tiara itu anak dari Kakaknya, bukankah aneh jika seorang ayah lebih sering mengkhawatirkan putri orang lain dibanding putri kandungnya sendiri.

    "Papa bukan tidak ingin menceritakan Vianna, bagaimana sikap dan ketakutan Vianna, Papa selalu mengkhawatirkan Vianna, semua pekerjaannya sebagai model semuanya Papa yang atur, tapi putri kandung Papa itu tidak pernah puas dengan apa yang sudah dia punya, karena Viara mendidiknya demikian." Tiba-tiba saja Ridzwan menjawab pertanyaan yang tidak dilontarkan oleh mulut Navian.

    Pria itu terdiam, dia terperangah dengan penuturan Ridzwan, bagaimana mantan mertuanya itu bisa mengetahui apa yang dipertanyakan benaknya, sedangkan mulutnya tidak terbuka sedikit pun.

    Navian merinding.

    Apa Papa punya indra ke sebelasan ya, bisa-bisanya dia tahu kalau aku lagi mempertanyakan hal itu di dalam hati.

    Batin Navian berujar.

...***...

    Rumah bernuansa putih bertemankan tanaman bunga berbagai macam jenisnya, warna-warnanya pun sangat beragam. Di sisi kanan rumah itu seperti dibuat dengan sengaja sebuah pekarangan luas yang diisi oleh banyak bunga berbagai warna, di antara bunga-bunga itu kupu-kupu tengah menari-nari di atasnya.

    Di sisi lain dari rumah berpagar hitam yang menjulang tinggi itu adalah garasi besar rumah tersebut. Di dalam garasi itu terdapat lebih dari lima mobil dan dua motor besar yang teronggok nyata di sana.

    Tiara dengan rasa malu yang membuncah perlahan mengikis jarak dengan pagar besi tersebut, menyibuk ke dalam pagar itu, hanya sunyi yang didapat oleh Tiara, tubuhnya menggantung di antara pagar besi itu, dia melakukan hal itu hanya ingin memastikan jika Navian tidak ada di sana.

    "Tidak ada orang," seru Tiara tak melepaskan pandangannya pada ruang kosong di dalam pagar itu.

    Lantas Tiara beralih dari sana ke luar pagar, tubuhnya yang condong gegas berdiri tegak, sekali lagi dia menyibuk ke depan mencari sosok sang papa yang tak kunjung datang juga.

    Sebelum kedatangan Tiara ke rumah besar berlantai empat yang dimiliki oleh keluarga Devandra itu, Rizdwan sempat berpesan untuk Tiara datang lebih dulu karena mobil yang mereka kendarai mendapatkan masalah.

    Namun, setengah jam berlalu, Ridzwan belum juga tiba menyusul Tiara. Gadis itu berkacak pinggang di samping pagar itu, sesekali menyugar rambut panjangnya yang lurus hitam mengkilap.

    "Papa kemana sih, katanya mau cepet nyusul, tapi udah setengah jam masih belum ke sini juga," gerutu Tiara mengerucutkan bibirnya kesal.

    Navian menyaksikan betapa menggemaskannya tingkah sang mantan adik ipar. Tangannya sengaja dia lipat dengan kokoh di depan, sehingga otot trisepnya terpandu dengan gagah.

    Kenapa aku baru menyadari jika Tiara ini unik, sikapnya yang selalu ingin menghindariku ternyata cukup menggemaskan.

    Dulu, aku terlalu mencintai Vianna sampai aku tidak menyadari Tiara yang selalu berusaha memberikanku kenyamanan.

    Batin Navian mengulang kejadian yang pernah dia alami selama menikah dengan Vianna, jika diingat lagi memang Tiara yang sering membuatkannya sarapan ataupun makan malam karena perintah Vianna.

    'Makanan ini enak, seperti buatan kamu dulu pas kita pertama kali dekat, sayang.'

    'Ah oh ... I-itu karena Tiara aku yang mengajarkannya masak, tapi karena aku sibuk jadi aku tidak bisa memasak lah, gimana sih kamu.'

    Fatamorgana Vianna masih terlalu bergala dalam jiwa Navian. Membuat pria itu sulit mengendalikan perasaannya sendiri, dia ingin melenyapkan Vianna dalam ingatannya, tetapi rasanya hal itu sangatlah sulit.

    Navian bergerak, memosisikan dirinya tepat di belakang Tiara, tubuhnya yang kekar dengan cepat dirasakan kehadirannya oleh Tiara. Gadis itu membeku, menegakkan tubuhnya yang secara perlahan berputar tanpa memerhatikan posisi kakinya.

    Betapa terkejutnya Tiara, sosok pria yang amat dia hindari malah mendekat padanya, netra kecoklatannya membulat, perlahan dia kehilangan kendalinya, gadis itu terhenyak ke belakang tersandung kakinya sendiri.

    "Aaargh ...." Kedua tangannya terbentang secara spontan.

    Cepat-cepat Navian mengunci pinggang Tiara, kaki panjangnya melangkah ke depan menyeimbangkan posturnya yang sempurna, menariknya sampai gadis bermata pipih itu membentur dadanya kembali berdiri dengan kakinya yang sudah benar.

    "Kenapa sih, lihat aku kayak lihat hantu, kalau gak lari ya gini, malah mau mencelakai diri sendiri," protes Navian tidak melepaskan tangannya dari pinggang Tiara.

    Perlahan Tiara mendongak, menatapi Navian dengan jarak yang sangat dekat, ini kali pertama gadis itu bisa sedekat ini dengan pria yang dia cintai, rasanya sangat melelahkan. Aliran darahnya memburu dengan kecepatan yang tak disukainya, jantungnya berhamburan sampai membuat tubuhnya lemas.

    "K-k—" ucap Tiara terbata-bata, tangannya yang ada di depannya nampak limpung mengarah ke arah mana, ia melayang begitu saja.

    "Lagi, bisa bicara biasa aja gak sih sama aku, kenapa selalu begitu, perasaan kemarin kamu ngomong lancar aja, gak terbata-bata kayak gitu," tegur Navian geram dengan tingkah Tiara.

    Degh!

    Satu hentakan menerjang hati Tiara dengan kekuatan yang lebih besar lagi, alih-alih tersadar dari keterpukauannya pada lelaki di depannya, gadis penyandang cegukan kala hatinya berdebaran dengan rasa yang tak bisa dia kendalikan.

    Satu detik kemudian, hal itu terjadi, ya, cegukan. Gadis itu tiba-tiba saja cegukan sampai merasakan jantungnya yang menggelinjang disertai debaran yang membuncah. Pundak naik turun yang secara perlahan di dalam dadanya terasa tercekik.

    Navian membuntang, panik, gelisah dan heran bercampur padu. "Tiara ... Kamu cegukan?" seru Navian membeku beberapa saat di sana. "Ayo masuk ke rumah, minum," aja Navian menggenggam pergelangan Tiara.

    Hal itu justru membuat cegukan Tiara semakin membusut. Gadis itu menahan tangannya, secara tidak langsung menolak ajakan Navian, bukan tidak ingin mengobati cegukan yang terjadi lima menit sekali itu.

    Melainkan ingin menghindari cegukan itu terjadi menjadi satu menit sekali, fenomena ini memang sering terjadi di dalam diri Tiara, penyebab utamanya adalah Navian, cegukan itu bukan karena cuaca dingin ataupun karena gadis penyuka laut itu lupa minum setelah makan.

    Ihwal itu terjadi karena perasaan yang mencengkeram hati dan menyalurkannya pada jantung yang membuatnya tak bisa mengendalikan dirinya. Navian jemu dengan tindakan Tiara, sekali lagi pria itu menarik gadis itu, memaksanya untuk ikut bersamanya ke dalam rumah.

    "Bi ... Siapkan minum air hangat," teriak Navian sesaat dia tiba di dalam rumah.

    Seorang asisten rumah tangga melihat Navian membawa Tiara, gegas dia meninggalkan pekerjaannya dan segera menyiapkan satu gelas air hangat yang dia ambil dari dalam galon, dia berlari menyusut langkah pada Navian dan Tiara.

    "Ini Den," ucapnya menjulurkan gelas yang berisikan air hangat.

    Navian menyambar air hangat itu dan membawanya ke mulut Tiara. "Ini cepat minum. " perlahan Navian memasukkan air itu ke dalam mulut Tiara.

    Tiara melebar dan membuka mulutnya, dia pasrah dengan apa yang dilakukan Navian, satu kali dia teguk air hangat itu, kedua kali, ketiga dan sampai air itu telah lenyap setengahnya berpindah ke dalam perut gadis cantik itu.

    "Kamu kedinginan?" tanya Navian menjauhkan gelas dari bibir Tiara, dia menyerahkannya lagi pada seorang asisten rumah tangga yang sedari tadi tidak meninggalkan majikannya.

    "Euum." Tiara menggeleng, sebagai jawaban tidak dari pertanyaan Navian barusan.

    Tiara gerakkan punggung tangannya, menyeka bibir yang basah akibat air hangat tadi, karena Navian yang tidak sabaran, sehingga air itu berceceran keluar dari area bibir Tiara, tatapannya terjatuh sendu.

    Melihat hal demikian, gegas Navian merogoh sebuah tisu yang terkampai di dalam saku celananya, tisu itu berada dalam kemasan kecil, sang pria penyuka kebersihan itu tentu saja selalu membawa tisu kemana pun dia pergi.

    Navian melepaskan tangan Tiara dan mengambil tisu itu, lalu menarik tangan Tiara yang digunakan menyeka bibirnya yang basah, lantas Navian mengeringkan tangan itu dengan lembut, sarat wajahnya terburai datar.

    Tidak ada ekspresi tegas ataupun serius yang selalu Tiara lihat dari wajah Navian, senyuman Navian sungguh dirindukan oleh Tiara, pria itu sudah seperti kehilangan wajah berserinya setelah perceraiannya.

    "Aku mau kamu berbicara denganku biasa saja sama seperti kamu berbicara pada Papa Ridzwan, jangan terbata-bata, seolah kamu takut denganku, apa aku pernah menyakitimu sampai kamu ketakutan seperti itu," urai panjang Navian keberatan dengan sikap Tiara yang selalu berbeda padanya.

...See you next part....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
SemestaBernyanyi
mohon diperhatikann pemilihan katanya ya. "sekujur tubuhku sampai kehilangan nyawa" artinya dia sudah mati, padahal belum. kata "sampai" bisa diganti "hampir" atau bisa juga dipakai kata seolah-olah kehilangan nyawa
Teriablackwhite: Ah iya, sebenarnya itu sebuah kata kiasan, bukan kata sebenarnya, nanti aku revisi, terima kasih atas sarannya 🥰
total 1 replies
SemestaBernyanyi
apa maksudnya tersungku? apakah yang dimaksud tersungkur? jika benar tersungkur, maka tidak tepat jika dikatakan tersungkur ke belakang karena tersungkur artinya terjerembap dengan muka mengenai tanah
Teriablackwhite: Sekali lagi terima kasih kakk 🙏🙏🙏🥺
total 1 replies
SemestaBernyanyi
alangkah baiknya jika menidurkan/merebahkan bayi atau seseorang di tempat tidur jangan ditulis "menjatuhkan" karena konotasinya berbeda. lebih baik ditulis merebahkan atau meletakkan saja jika tidak ingin menyebut kata menidurkan.
Teriablackwhite: Oke kakk, terima kasih koreksiannya 🥰
total 1 replies
ANTU BELAU
+
Teriablackwhite: Terima kasih telah mampir membaca 😉 maaf, aku baru bisa buka akun ini lagi
total 1 replies
avfgh nnnnm bcxxc
ceritanya bagus bgt
Teriablackwhite: Terima kasih telah membaca hingga akhir 🥳🥰
total 1 replies
Amelia
aku mampir ya ❤️❤️
Bilqies
sampai sini dulu yaa Kaka, nanti lanjut lagi
Bilqies
aku mampir lagi kaak
mampir juga di karyaku yaa
Bilqies
hai kak aku mampir yaa

yuk mampir juga di karyaku
"Mencintaimu dalam DIAM"
Jangan lupa like, komen dan subscribe
Teriablackwhite: Terima kasih sudah mampir 😉
total 1 replies
NurKarni
ceritanya bagus hanya yang baca sedikit, mungkin outhornya kurang promosi
Teriablackwhite: makasih kak ... memang, aku kurang promosi, mau coba promosi lagi nanti, makasih, yaaa
total 1 replies
muhammad affar
semoga kandungannya baik2 saja thor
muhammad affar
kenapa sih semua kok kurang tegas sama viana dan emaknya
Reni Anjarwani
doubel up
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel up
Teriablackwhite: okkeyy 😉
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up thor
Mamah Kekey
mampir kk
Reni Anjarwani
doubel up
Reni Anjarwani
doubel up thor
desember
sdah ku duga navian akan menyadarinya
Teriablackwhite: Yups, kalau gak sadar, nih cowok hatinya agak bebal berarti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!