Seorang Dirga pewaris tunggal dari keluarga kaya raya terpaksa harus menikahi Elisa anak dari rekan bisnis orang tuanya, hanya karena surat perjanjian kala itu beserta penyatuan dua perusahaaan yang sudah di sepakati bersama.
Dirga sebenarnya tidak mencintai Elisa karena dihatinya sudah ada Mona yang sudah 5 tahun ini menjadi kekasihnya.
Elisa sudah mengetahui semuanya kalau ternyata Dirga menikahinya hanya karena keterpaksa, rumah tangga yang mereka jalani hanya kebohongan belaka. lambat laun hati Elisa mulai lelah dan dengan terpaksa dia harus pergi menjauh dari kehidupan Dirga dengan membawa kehamilannya yang tidak di ketahui oleh siapapun.
Dirga akhirnya menyesali perbuatanya saat dia mengetahui ternyata Mona hanya memanfaatkannya saja selama ini, dia kembali mencari Elisa tapi Elisa sudah pergi jauh dari hidupnya.
Penyesalan? apakah Elisa akan kembali untuk Dirga kita lihat saja nanti.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian readers like dan komennya ya!''🙏♥️😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Menemui Ayahnya
"Maksud kamu?"
"Ya, pasti Ayah akan memarahiku karena kepulangan kita dan bukan memarahimu!"
"Bukankah kamu yang memintaku untuk kita segera pulang?"
"Sudahlah jangan banyak tanya kepalaku sedang pusing!"
"Apa kamu sakit?"
Disana Dirga tak menjawab pertanyaan Elisa dia malah langsung menyambar jaketnya lalu pergi meninggalkan Elisa. Disana Elisa masih berdiri memperhatikan kepergian suaminya.
"Aneh banget kamu mas, sebenarnya kamu sedang marah pada siapa? kenapa kamu malah menumpahkan emosimu kepadaku!"
Disana Elisa segera menyusul Dirga yang baru saja sudah lebih dulu turun dari lantai kamarnya tapi setelah Elisa baru saja sampai di lantai bawah ternyata suaminya sudah pergi dengan membawa mobilnya tanpa berpamitan dengannya, mata-mata dari mama Rina sedari tadi memperhatikan gerak-gerik dari Tuan mudanya yang terlihat nampak tergesa-gesa meninggalkan rumah itu.
"Nyonya muda makanannya sudah siap!" ucap asisten rumah tangga Elisa yang ternyata sudah berada disamping Elisa.
"Eh..Iya bi, sebentar lagi ya!" Elisa masih saja menatap kepergian suaminya.
Di dalam mobilnya Dirga masih memikirkan apa yang nanti Ayahnya akan katakan pada dirinya, pasti tentang kepulangannya. "Aku harus menyiapkan jawaban untuk pertanyaan Ayah nanti! kalau sampai aku salah menjawabnya pasti Ayah akan memberi ku hukuman!" sambil menghela nafasnya Dirga berucap.
Hanya butuh waktu dua puluh menit saja Dirga sudah sampai dikediaman orang tuanya, nampak pintu gerbang sudah dibukakan oleh seorang satpam setelah tahu kalau Tuan Mudanya datang, disana terlihat Dirga tersenyum dengan sebuah anggukan tanda berterimakasih karena sudah di buka kan pintu.
"Dirga! kenapa kamu kesini? bukankah kamu baru sampai?" ucap mama Rina setelah Dirga sudah masuk kedalam rumah.
"Dimana Ayah, ma?" ucap Dirga sambil mencium tangan mamanya.
"Ada di ruang kerjanya, apa kalian mau membicarakan sesuatu?"
"Dirga ikut Ayah!" belum sempat Dirga menjawab pertanyaan mamanya suara Ayahnya sudah memanggil dirinya.
Dirga akhirnya mengikuti Ayahnya keruang kerjanya, disana mama Rina menaruh curiga pada suami serta putranya tidak biasanya mereka seperti itu pasti ada sesuatu.
Setelah masuk keruangan tempat ayahnya bekerja Dirga segera duduk didepan meja Ayahnya, disana terlihat tatapan mata pak Hartawan sangat tajam menatap lurus kearah putranya. Dirga sendiri sedikit merinding, Ayahnya sejak dulu memang selalu tegas kalau sedang berbicara.
"Bagaimana bulan madu kalian?" Dirga sangat kaget mendengar pertanyaan pertama dari Ayahnya.
"Seperti yang Ayah lihat, aku dan Elisa bahagia?"
"Benarkah?"
"Ma-maksud Ayah?"
"Ayah tidak suka melihat kebohongan di mata anak Ayah!" Disana Dirga langsung tertunduk begitu Ayahnya seperti mengetahui masalah yang sebenarnya.
"Kamu tahu Ayah? Ayah bisa tahu apa saja yang kamu lakukan tanpa kamu ketahui kamu mengerti?" Keringat dingin kini mulai terlihat dari wajah Dirga.
"Dan Ayah sudah memperingatkan mu untuk segera menjauh dari Mona!"
Mendengar nama Mona disebut Dirga sudah tidak bisa berkutik lagi, dia yakin Ayahnya tahu kalau Mona juga ternyata ikut bersamanya ke Eropa. Disana Dirga tetap terdiam.
"Kenapa bisa Mona ikut denganmu kemarin? jelaskan pada Ayah!" suara tegas Ayahnya kini membuat Dirga langsung menatap ke arah Ayahnya.
"Aku bisa jelaskan Ayah, aku juga tidak tahu kalau ternyata Mona mengikutiku sampai ke Eropa!"
"Benarkah?"
"Benar Ayah, aku tidak berbohong. Dan aku tahu sewaktu dia mendekati ku di pesawat."
Braaakkk........!!
Suara tangan Ayah Dirga yang menggebrak meja terdengar keras disana, suara itu mengundang kepanikan dari mama Rina dia segera berlari menuju ke depan pintu ruang kerja suaminya. "Ada apa dengan mereka?" mama Rina segera menempelkan daun telinganya ke pintu guna mendengarkan percakapan suami serta putranya.
"Kenapa kamu membiarkan perempuan itu!"
"Aku sudah menyuruhnya untuk segera menjauhiku!"
"Lalu? apa kau berhasil?"
"Tidak Ayah, dia malah mengikutiku sampai ke Hotel tempatku menginap!"
"Ayah sudah bilang padamu, lepaskan dia, dan jauhi dia. Dia bukan wanita baik-baik! sekarang kamu sudah mempunyai istri jangan kamu lukai perasaannya!"
Mendengar itu semua sebenarnya Dirga ingin sekali berontak, dia ingin mengatakan kalau dia tidak mencintai Elisa dan tidak ingin bersama Elisa. Dia ingin memiliki Mona bukan Elisa? tapi Dirga tidak mempunyai keberanian di depan Ayahnya.
"Dirga! ingat perjanjian kita, kalau kamu ingin mendapat semua perusahaan yang Ayah punya kamu harus jauhi perempuan licik itu!"
"Ba-baik Ayah!"
"Sudah, Ayah hanya ingin menanyakan tentang masalah itu saja. Keluarlah!" Dirga segera bangun dari tempat duduknya, dan langsung pergi dari hadapan Ayahnya.
"Mama?" Mama Rina benar-benar sangat kaget ternyata Dirga sudah keluar dari ruangan itu.
"Mama ngapain disini?"
"Ma-mama mau memanggil kamu dan Ayahmu! apa kamu sudah makan?"
"Belum ma!"
"Kalau begitu segeralah kemeja makan ya!"
"Baiklah ma!" Dirga segera berlalu dari hadapan mamanya, dia segera berjalan menuju ke meja makan. Perutnya kini benar-benar sudah lapar.
"Mas, apa yang kamu lakukan pada putra kita?" ucap mama Rina yang kini sudah masuk keruangan kerja suaminya.
"Aku hanya ingin memperingatkan pada Dirga!"
"Tentang?"
"Siapa lagi kalau bukan perempuan yang bernama Mona itu!"
"Apa Dirga masih berhubungan?"
"Mona mengikuti Dirga sampai ke Eropa ma!"
"Apa! jadi?" mama Rina segera menutup mulutnya dengan tangannya, dia tidak tahu kalau ternyata Dirga masih berhubungan dengan perempuan itu.
Sementara itu sedang enak-enaknya Dirga makan dia mendapatkan sebuah notifikasi pesan dari ponselnya dia melihat disana ada nomor yang tidak ia kenal disana Dirga langsung membuka pesan itu.
"Sayang jemput aku di bandara!" Dirga nampak berfikir hanya Mona yang biasa memanggilnya seperti itu "Apa dia Mona?" mungkin Mona sudah mengganti nomornya karena nomor yang lama sudah di blokir oleh Dirga.
"Siapa?" jawaban Dirga singkat.
"Mona sayang!"
"Kenapa memintaku menjemputmu, bukankah sudah ada Edwin?"
"Sayang aku dan Edwin tidak ada hubungan apa-apa!"
"Aku tidak percaya! aku tidak akan menjemputmu!"
"Baiklah kalau kamu seperti itu, jangan salahkan aku kalau vidio kita malam itu akan aku kirimkan ke nomor Ayahmu!" Ancam Mona disana.
"Sial! Mona mulai mengancamku? kalau sampai vidio aku dengannya sampai ketangan Ayah, sudah di pastikan aku akan menjadi gelandangan!" Dirga sudah tidak nafsu lagi melihat makanan di depannya dia segera beranjak dan pergi untuk segera menjemput Mona.
"Dirga! mau kemana?" mama Rina segera berlari menghampiri Dirga.
"Aku mau pulang ma, aku sangat lelah dan ingin beristirahat!"
"Tapi makanmu belum habis?"
"Nanti aku akan makan lagi di rumah!"
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati ya sayang!"
Dirga segera menuju ke mobilnya, pikirannya benar-benar kacau, Mona tidak bisa di biarkan dia sudah punya senjata untuk menghancurkan dirinya, Dirga benar-benar sedang melawan emosi didalam dadanya.
BERSAMBUNG....
BANTU LIKE, KOMEN DAN SUBSCRIBE NYA READERS....TERIMAKASIH🙏😊❤