Dua sahabat memutuskan untuk lebih terikat dengan menikahkan putra putri mereka , perbedaan hidup bagai bumi dan langit bukan sebuah penghalang untuk mereka karena berpikir cinta mampu mengalahkan semuanya .
Tanpa mereka sadari jika kedua anak mereka menjalaninya dengan berdasar sebuah perjanjian hitam di atas putih . Jika mereka hanya akan terikat selama seratus hari , dan masing masing tetap akan menjalankan kehidupan sebelum terjadi pernikahan ini .
Dimas Arkatama sang kaya raya akan tetap setia dengan kekasih hatinya , sedang Kanaya si biasa saja akan fokus dengan karirnya .
Akankah cinta bisa mengalahkan perjanjian yang sudah disepakati ? Atau mereka akan menemukan pasangan sejati setelah perpisahan ini ?
Tidak akan ada yang tahu karena cinta akan menemukan jalannya sendiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
" Dasar plin plan, awas saja nanti !! " gerutu Nana yang hatinya merasa sangat kesal , kenapa dia harus bertemu dengan kekasih suaminya pada hari ini . lngin sekali mencakar cakar wajah sok kecantikan itu , ehhh .. bukan !! Tidak bisa disebut wanita cantik namanya jika mempunyai keinginan kotor untuk merebut pria lain yang sudah menikah .
Dan nyatanya Dimas tidak bisa memegang janjinya sendiri jika pria itu akan menjaga jarak dengan wanita itu dan menjaga pernikahan mereka .
Gadis yang masih dikuasai rasa emosi itu segera turun melalui lift menuju basement gedung tempat Pak Yusup tadi memarkirkan mobilnya . Sampai di sana tanpa ia sadari sepasang mata sedang memperhatikannya dengan sebuah senyum terukir di bibirnya .
Pria itu berjalan mendekat pada Nana , satu tangan pria itu meraih pundaknya karena sudah berkali kali memanggil tapi gadis itu masih saja tak mendengarnya . Tapi kejadian selanjutnya sungguh di luar dugaannya , tanpa sedikitpun membalikkan badan gadis itu dengan tiba tiba reflek menyikut dadanya dengan sangat keras .
BUGGHHHHH ...
" Akkkhhhhh.... "
Tak cukup disitu , dua tangan mungil itu meraih pundaknya dan membuat gerakan seperti ingin membantingnya ke arah depan . Tapi kali ini dia bisa mengantisipasi , lagipula tubuhnya terlalu besar untuk bisa di banting gadis semungil Nana .
" Gerakan yang lumayan Nona , tapi tak perlu membanting ku karena aku hanya ingin menyapamu "
" Ehhh .... maaf !! "
Nana membalikkan badan karena merasa tidak asing dengan suara di belakangnya . Sungguh dia tak bermaksud menyakiti siapapun , gerakannya tadi adalah gerakan reflek yang tak direncanakan .
" Ya Tuhan ... Tuan Louis anda tidak apa apa !!? Apa pukulan saya terlalu keras ?! Lain kali jangan tiba tiba muncul dari arah belakang , kirain tadi Tuan mau ngerampok saya " kata Nana sambil tertawa lepas untuk menutupi kegugupan yang masih tersisa..
" Saya tidak apa apa , tapi pukulan anda lumayan keras . Sepertinya kita berjodoh karena sehari ini saja kita bertemu di dua tempat berbeda " kata pria bernama Louis itu tersenyum lebar karena kata katanya membuat gadis manis di depannya terlihat panik .
" Hahh jodoh .... anda terlalu sempurna untuk gadis biasa seperti saya , dan sayangnya garis di hidup saya sudah ditentukan untuk orang lain "
" Saya hanya bercanda tadi , maaf "
" Saya juga Tuan .... hidup memang lucu ha ...ha ! Tapi ngomong ngomong saya harus cepat pulang karena masih banyak hal yang harus saya lakukan di rumah " pamit Nana yang harus membereskan barang barangnya karena sudah dibawa ke apartemen milik Dimas .
" Apa bisa saya bertemu dengan anda lagi !? "
" Saya tidak tahu , tapi mungkin kita berjodoh jika besok bisa bertemu kembali ! Permisi "
" Anda sendiri yang mengatakan itu Nona , kita berjodoh jika besok bisa bertemu lagi " gumam pria berwajah bule itu hampir tak terdengar .
Louis menatap gadis yang berlari kecil menuju sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri . Dari awal gadis berpenampilan sederhana itu sudah mencuri hatinya . Pembawaannya yang ceria dan rendah hati membuat gadis itu berbeda dengan gadis lainnya .
Jika wanita lain akan berusaha membuatnya tertarik tapi gadis itu bahkan selalu bersikap biasa saja , tak sekalipun berusaha mencari perhatian darinya . Kanaya bukanlah wanita cantik yang berpenampilan seksi dengan riasan diwajahnya , mungkin kepolosan itu membuat hati seorang Louis tertarik .
" Tadi Tuan Devan sudah menanyakan tentang kedatangan kita ... " seorang pria dengan setelan hitam tampak mendekat padanya .
" Kita segera kesana , satu lagi .... selidiki putri keluarga Arkatama bernama Kanaya . Aku ingin laporannya hari ini juga !! "
" Baik Tuan ... "
Louis ingin mengetahui semua tentang gadis sederhana yang merupakan putri konglomerat paling kaya di negeri ini . Dia menyadari jika usianya sudah tidak muda lagi , dan sudah mempunyai putri kecil yang merupakan penyemangat hidupnya .
Tapi sungguh , senyum gadis muda itu mengingatkannya pada senyum seseorang yang sangat ia hormati sekaligus ia sayangi . Seseorang yang sudah mengangkatnya dari neraka masa kecil yang mengharuskannya hidup bersama dendam wanita yang sudah melahirkannya . Seseorang yang sudah mengajarkannya arti kehangatan sebuah keluarga sebenarnya , walau tak ada satu tetes pun darah yang menghubungkan mereka .
Diboongin Mama kau Na...
awas aja kalo sebelum 100 hari km bersikap diluar nurul Dimas...
timpuk bareng2 ..