"Dasar gadis nakal"
~Adriano Zergio Alviano Gerald~
.
.
.
.
.
"Enak aja, saya itu bukan gadis nakal yha Pak"
~Alana Dirgantara~
***
Cerita tentang perjodohan antara putra tunggal keluarga Gerald dan putri tunggal keluarga Dirgantara yang telah lama direncanakan oleh kedua keluarga tersebut.
Adriano yang ditugaskan Daddynya menjadi seorang dosen di universitas ternama untuk mengawasi calon menantunya. Sayangnya di hari pertamanya menjadi seorang dosen Adriano harus mengalami kesialan. Pertemuannya dengan Alana, gadis cantik pilihan orang tuanya. Alana yang ingin memukul temannya malah salah sasaran dan malah memukul wajah Adriano. Bagaimanakah akhir dari kisah cinta mereka, yang diawali dengan pertemuan yang terduga. Apakah akan berakhir bahagia ataukah berakhir dengan perceraian? Tetap stay tune di novel ini guys
Happy reading guys🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hoshinomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
...Happy Reading Guys🖤...
.......
.......
.......
.......
.......
"Bi, Pak Adrian mana kok sepi?" tanya Alana ketika memasuki rumahnya
"Nggak tau yaa non saya, dari tadi siang saya nggak liat tuan"
"Oh gitu, kalo gitu Al ke atas dulu bi" ucap Alana sembari berjalan menuju kamarnya
"Iya non"
Pintu kamar terbuka namun tidak ada siapapun yang berada di dalam kamar, ketika Alana memasuki kamarnya terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Yang kemungkinan itu adalah Pak Adrian.
"Kamu udah pulang?" tanya Pak Adrian yang baru saja keluar dari kamar mandi
Alana kemudian menoleh kebelakang dan tiba-tiba Alana berteriak"I…Aaaaakkkkkhhhhh, bapak ngapain sih" teriaknya sembari membalikkan badannya kala melihat Pak Adrian yang hanya memakai selembar handuk untuk menutupi asetnya
Pak Adrian yang mendengar teriakkan Alana langsung menutup telinganya "Nggak usah teriak-teriak Alana, berisik"ujarnya
"Nggak teriak gimana sih pak, bapak ngapain juga sih nggak pake baju"kesal Alana sembari menutupi matanya
"Lah emang kenapa, saya kan baru selesai mandi. Ya wajar dong kalo saya nggak pake baju"ujarnya dengan santainya sembari berjalan ke arah lemari
"Yha nggak gitu juga pak, biasanya juga anda sudah pake baju dari kamar mandi kenapa sekarang nggak" gerutunya
"Sengaja, lagian tadi kamukan juga nggak ada disini" ucapnya
Pak Adrian yang masih melihat Alana menutupi matanya, mulai berpikir untuk menggoda mahasiswinya itu. Dengan perlahan Pak Adrian berjalan mendekati Alana dan mengatakan jika ia sudah memakai pakaiannya walaupun sebenarnya ia masih bertelanjang dada.
"Udah buka aja mata kamu, saya udah selesai" ucap Pak Adrian yang sudah ada di depan Alana
"Yang bener, nggak bohong kan?"tanya Alana yang masih ragu-ragu untuk membuka matanya
"Iya, buka aja"
Dengan perlahan Alana membuka matanya dan terkejut kala melihat Pak Adrian yang masih bertelanjang dada berdiri di hadapannya.
Alana kembali berteriak dan langsung membalikkan badannya "Aaakkkhhh, bapak bohong"teriaknya
"Saya sudah bilang, jangan teriak-teriak! Berisik tahu Al" ujar Pak Adrian
"Yha habisnya bapak bohongin saya"gerutunya
"Jangan sok-sokan nggak suka gitu"celetuk Pak Adrian
"Pak mendingan bapak pake baju sana ish"ujar Alana dengan kesal
"Nggak deh males saya" jawab Pak Adrian dengan santai
"Mana bisa gitu, udah sana pake baju Paaakkk" pinta Alana
"Saya males Alana, tapi kalo mau kamu pakein saya mau"ucap Pak Adrian dengan santai
"Dih ogah ngapain, pake aja sendiri sana" jawab Alana dengan sinis
"Yaudah sih kalo gitu, saya males pake baju jadi saya begini aja" ujar Pak Adrian sembari tiduran di atas ranjangnya
"Ck oke iya"putus Alana akhirnya
"Yaudah sana ambilin bajunya" perintah Pak Adrian
Alana kemudian berjalan mendekati lemari untuk mengambil pakaian milik Pak Adrian, ia terus-menerus menggerutu kala memilih pakaiannya"dasar dosen tukang perintah, ngeselin, mati aja sono lo ish"gerutunya
"Bapak mau pake apa, kaos atau kemeja?" tanya Alana
"Kemeja yang biasanya"jawab Pak Adrian
Setelah mengambil kemejanya, Alana kembali berjalan mendekati Pak Adrian untuk memakaikannya kemejanya. Alana terlebih dahulu memasukkan lengan Pak Adrian ke dalam lengan kemeja dan kemudian mengkaitkan kancing kemejanya.
"Nggak usah malu-malu sampe ngeblush gitu, saya tahu badan saya bagus jadi kalo kamu mau pegang, pegang aja lagian kita udah sah" Ujar Pak Adrian yang kembali ingin menggoda Alana
Alana yang mendengar itupun lantas memukul perut Pak Adrian dengan keras, lantaran ia sudah terlanjur kesal.
//Bugh
"Akhh"rintih Pak Adrian kala Alana memukul perutnya
"Udah pake aja sana sendiri bajunya, mau anda lanjut pake atau malah anda lepasin nggak peduli saya" ujar Alana dengan kesal dan berjalan menuju kamar mandi
Bukannya Pak Adrian marah, ia malah tertawa"Hahaha lucunya kalo ngeblush"tawa Adrian yang berhasil membuat istrinya merasa kesal.
"DIEM LO PAK"teriak Alana dari dalam kamar mandi.
......................
"Kamu ngapain?"tanya Adrian kala melihat Alana yang sibuk berkutat dengan laptopnya
"Kimi ngipiin" gerutu Alana dengan mengikuti kalimat yang diucapkan Pak Adrian
"Nggak lihat apa, kalo saya ini lagi ngerjain tugas"imbuhnya
"Marah-marah mulu Al, nggak baik. Muka kamu itu jelek, kalo marah nanti tambah jelek" celetuk Pak Adrian
"Terserah anda" ujar Alana dengan sinis
Pak Adrian kemudian mengelus sejenak puncak kepala Alana dan menawarkan Alana sesuatu "Mau keluar nggak kamu?"tanya Pak Adrian
"Keluar kemana?" bukannya menjawab Alana malah berbalik bertanya
Pak Adrian mengangkat kedua bahunya acuh "Terserah kamu mau ke mall, kafe, taman, restoran, terserah kamu" jawab Pak Adrian
Mata Alana menjadi berbinar kala mendengar itu"Yang bener?"tanya Alana sembari menoleh ke belakang
Pak Adrian menganggukkan kepalanya"Iya, mau?"tanyanya
"Mauu, ayo ke mall" pinta Alana
"Iya, ayo berangkat"
"Bentar" Alana kemudian berjalan kearah nakas dan membuka laci untuk mengambil masker"Bapak pakai ini" ucap Alana setelah memasangkan masker itu
"Kenapa?"tanya Pak Adrian yang tidak mengerti kenapa ia harus memakai masker
"Biar nanti nggak ada yang ngenalin bapak diluar, kan bahaya kalo sampe ada yang tau kayak kemaren" ujar Alana, Pak Adrian hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasannya
......................
"Mau kemana dulu?"tanya Pak Adrian ketika memasuki mall
"Ke toko pakaian, saya mau mencari hoodie" pinta Alana
"Yaudah ayo kesana sekarang" ajak Pak Adrian sembari menggandeng tangan Alana
"Pak, hoodie ini sama yang ini bagusan mana?" tanya Alana sambil menunjukkan satu hoodie bermotif topeng Jepang dan satu hoodie lainnya bermotif ninja samurai
"Jelek semua, bisakah kamu mencari yang lain. Ini terlalu berlebihan gambarnya, coba yang…sebentar"ujar Pak Adrian sembari memilihkan hoodie baru untuk Alana
"Nah ini bagus, motifnya netral jadi tidak berlebihan"imbuhnya
"Okeyy" jawab Alana sembari mengembalikan hoodie yang sebelumnya ia pilih
"Pak ini cocok buat anda kayaknya" ujar Alana sembari menunjuk ke arah sebuah dress berwarna merah terang
"Kamu ini" celetuk Pak Adrian sembari mengacak-acak rambut Alana
"Jangan diacak-acak pak" ujar Alana sambil kembali merapikan rambutnya
"Oiya Pak, mau saya pilihin setelan kemeja nggak Pak?"tanya Alana
Pak Adrian menggelengkan kepalanya sejenak"Nggak"jawabnya singkat
"Kenapa nggak mau?"tanya Alana
"Nanti malah kamu pilihin yang aneh-aneh lagi"
"Nggak Pak, janji. Ini itu pilihan khusus dari saya khusuh untuk bapak dosen sekaligus suami Alana" ucap Alana yang tanpa sadar mengucapkan kata suami
Pak Adrian yang sekali lagi mendengar kata suami yang keluar dari mulut istrinya kembali merasakan sebuah dekupan kencang di jantungnya, hatinya seolah-olah seperti berdebar kencang. Alana yang kembali melihat Pak Adrian melamun lantas melambai-lambaikan tangannya di depan Pak Adrian untuk menyadarkannya dari lamunannya
"Pak…Pak Adrian…Pak, bapak baik-baik aja kan?" ujar Alana
"Hah…Eh iya"jawab Pak Adrian setelah sadar lamunannya
Alana kemudian menyentuh kening Pak Adrian untuk memastikannya "Pak, bapak demam? Kok akhir-akhir ini sering ngelamun"tanya Alana
Wajah Pak Adrian tiba-tiba memerah kala tangan Alana menyentuh keningnya
"Loh Pak, wajah bapak kok memerah. Bapak beneran demam"ujar Alana dengan khawatir
Pak Adrian kemudian menepis pelan tangan Alana dan membalikkan badannya"I…iya, saya baik-baik saja. Kamu tenang saja" jawabnya
"Tapi itu wajah bapak memerah gitu" ujar Alana
"Udah tadi kamu bilang mau nyariin saya setelan kemeja kan? Yaudah ayo" ucap Pak Adrian untuk mengalihkan topik pembicaraan
"i…iya, okeyy" jawab Alana
.
.
.
.
.
----------------------------------------*----------------------------------------
Hai hai...
Saya kembali lagi nih hehe. Oiya mohon maaf yha guys kalo banyak typo atau kata-kata yang tidak sesuai dengan KBBI, soalnya saya masih belajar hihi😁🙏🏻
Btw jan lupa vote dan tinggalin komen guys
Biar Alana tau penyebabnya dan gak ngambek lagi 😣😣😣😣😣
btw2 lama bet pada bucin nya
kapan datang nya ini mh Adrian junior 😅