NovelToon NovelToon
Beyond The Imagination

Beyond The Imagination

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Balas Dendam / Kultivasi Modern / Barat / Tamat
Popularitas:843.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: M.Y

Di dunia yang penuh dengan sihir ini,
seluruh kerajaan besar menerapkan sistem kasta sehingga timbullah kesenjangan sosial di antara seluruh manusia.

Rakyat jelata dan para bangsawan, para pengguna kekuatan dan manusia biasa.

Diskriminasi, penindasan, perbudakan, hingga peperangan memperebutkan kekuasaan sudah menjadi hal yang umum.

"Kau kuat maka kau jaya, kau lemah maka binasa."

Namun seorang bocah dengan kemampuan imajinasi yang tak terbatas muncul dengan kebenciannya terhadap dunia busuk ini.

Teleportasi? Telekinesis? Telepati? Menciptakan nuklir? Apapun itu bisa ia lakukan.

Dengan motto, "Jangan lakukan apapun. Apabila harus, lakukanlah secepat mungkin," akankah dia berhasil merubah dunia dan menjadi penguasa tertinggi?

Namanya Aray Kenzie, dan dia adalah seorang pemalas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa kecil

"Penyerangan terhadap istana kerajaan oleh penyusup yang diperkirakan berasal dari negara Utara berhasil dihentikan tadi sore. Sesuai dengan laporan yang diterima, korban jiwa dalam peristiwa ini berjumlah 43 orang..."

Suara pembawa berita di televisi berdengung di seluruh penjuru ruangan.

Aray mendengarkan berita tersebut dengan perasaan agak gelisah. Ia curiga dengan jumlah korban jiwa yang benar-benar sudah diatur ini.

Ia merasa akan terjadi situasi yang sangat besar ketika hitung mundur itu berakhir. Namun, saat ini ia belum mengetahui apapun.

"Aku pulang .... " Alicia membuka pintu, melepas sepatu lalu berjalan mendekati Aray.

"Selamat datang." Aray menyambut tanpa melihat Alicia. Matanya fokus pada televisi yang sedang membawakan berita penting.

"Aku lelah sekali .... " Alicia meletakkan tasnya ke atas meja makan lalu duduk di sofa, tepat di samping Aray.

Aray yang tak terlalu memperhatikan kedatangan Alicia, membuatnya penasaran apa yang  membuat Aray se-fokus itu.

Alicia kemudian melihat televisi dan mendengarkan apa yang dibawakan oleh pembawa berita itu.

"Mungkin ini hanya perasaanku saja, tapi setiap ada penyusup yang menyerang negara kita, jumlah korban jiwanya sangat aneh. Entah mengapa itu terlihat seperti direncanakan."

Aray melirik Alicia dari ujung matanya, agak terkejut dia memikirkan hal yang sama.

"Benarkah? Mungkin hanya perasaanmu."

Walaupun begitu, Aray tetap tidak ingin Alicia terlibat dalam masalah ini. Ia takut sesuatu akan terjadi padanya.

"Kau tidak menyadarinya? Meskipun kau ini pemalas, setahuku kau tidaklah bodoh. Apa kau benar-benar tidak menyadarinya?" Alicia menyipitkan matanya, curiga.

"Tidak sama sekali. Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini kau jarang terlihat di sekolah. Apa kau sedang sibuk?" Aray mencoba mengubah topik pembicaraan.

"Ha? Bukannya aku yang harusnya bilang begitu? Di akhir pekan kemarin kau juga pergi keluar, kan? Padahal selama ini kau tidak ingin pergi kemanapun di hari liburmu. Apa yang sebenarnya kau lakukan?"

Aray menelan salivanya. Senjata makan tuan. Ingin menghindari topik, malah jadi makin gawat.

"Aku hanya ada urusan sedikit kemarin." Kata Aray, menghindari kontak mata.

"Kau jadi makin mencurigakan. Apa yang kau sembunyikan dariku?"

Alicia mendekatkan wajahnya. Aray segera menjauh.

Aray memikirkan sesuatu yang sudah sering ia lakukan jika situasi menjadi seperti ini. Perbuatan yang bahkan dirinya sendiri ia anggap kejam.

Menghapus ingatan Alicia. Itulah yang sering ia lakukan. Meski Aray tau suatu saat nanti ia harus memberikan kembali kenangan yang selama ini ia sembunyikan dari Alicia, tapi ini bukan saat yang tepat.

Sudah 9 tahun semenjak hari-hari itu, dan aray masih tidak bisa memberitahunya.

.

.

.

[9 tahun silam]

Hari ini berjalan seperti biasanya. Sejak pagi, aray berumur 7 tahun harus menjalani begitu banyak pemeriksaan, pengujian, dan 'pengobatan'.

Dalam sebuah ruangan serba putih yang sangat lapang, banyak anak-anak berkumpul. Mereka tidak bermain bersama, melainkan hanya diam membatu, menatap kosong langit-langit.

Aray duduk melingkarkan tangannya di kedua lututnya, duduk jauh dari anak-anak itu.

Mereka sebenarnya tidak diam begitu, tapi di pagi hari, setiap kali orang-orang itu memanggil mereka satu persatu dan membawanya untuk melakukan hal-hal aneh yang Aray tidak mengerti, mereka akan kembali dalam keadaan jiwa mereka seakan kosong.

"Objek penelitian nomor 1, kemarilah!"

Aray mendongak mendengar pria berpakaian serba putih memanggilnya. Ya, itulah panggilannya.

Objek penelitian nomor 1.

Aray dengan cepat berdiri dan menghampiri pria itu. Ia tidak ingin dipukuli seperti anak lainnya yang menolak untuk ikut dengannya.

Pria berpakaian serba putih itu membawanya ke sebuah ruangan penuh dengan alat-alat berteknologi tinggi.

Di ruangan itu, aray akan diperiksa dengan alat-alat canggih. Mereka selalu mengikuti perkembangan kelinci percobaan mereka dengan alat-alat ini.

Tetapi, Aray tak terlalu peduli. Karena dia tidak merasakan sakit.

"Objek penelitian nomor 1, tidak ada masalah."

Itulah yang biasa mereka katakan jika tidak terjadi suatu yang spesial pada objek penelitian.

Setelah selesai dengan segala pemeriksaannya, pria itu kembali membawa Aray ke sebuah ruangan yang lebih kecil dari sebelumnya.

Hanyalah sebuah tempat tidur rumah sakit dan satu lampu redup yang menggantung di atasnya menjadi penghias ruangan ini.

Ketika melihatnya, mata Aray membesar, tubuhnya kejang, ia berfikir untuk lari, tetapi dia tau hal buruk apa yang akan terjadi jika ia melakukannya.

Pria itu melihat objek penelitiannya menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan rasa takut.

"Bagus ... anak yang baik .... "

Pria itu berjongkok kemudian membisikkan kata-kata penenang pada Aray kecil.

Namun, mau di dengar berapa kali pun itu hanya akan membuat Aray semakin ketakutan.

Aray dibawa masuk dan disuruh berbaring di atas kasur tipis itu.

Beberapa orang lainnya memasuki ruangan tersebut dengan membawa peralatan yang membuat dada Aray berdegup kencang.

Tangan, kaki, dan leher Aray diikat. Satu pria mendekatinya dengan membawa suntikan besar berisi cairan kuning.

Aray mengeluarkan keringat dingin. Ia tidak ingin merasakan ini lagi.

Perlahan pria itu menyuntikkan cairan kuning yang dibawanya ke dalam tubuh aray melewati pembuluh darah di tangannya.

Ketika disuntikkan, cairan itu dengan segera berenang melewati pembuluh darah Aray, menyebar ke seluruh bagian tubuhnya.

Efek dari cairan sangat cepat terlihat. Aray merasakan tubuhnya terbakar, otot-ototnya mengejang, saraf-saraf otaknya seakan mau pecah.

Aray berontak, menggeliat di atas kasur, tetapi ia tidak bisa lepas dari ikatannya. Merasa sangat tersiksa.

Sementara orang-orang itu hanya diam memandanginya, tersenyum. Itulah yang membuat Aray ingin membunuh mereka saja.

Aray sekuat tenaga menahan rasa sakit yang timbul akibat cairan kuning itu. Setelah efeknya mereda, pria itu melepaskan ikatan di tubuh aray dan segera membawanya ke tempat terakhir.

Ruangan putih besar yang kosong. Saat Aray memasuki pintu, pria itu segera menutupnya dengan memberikan senyuman miring pada Aray dan berkata,

"Bunuh yang banyak .... "

Seketika Aray tak bisa mengendalikan dirinya, tubuhnya seakan meledak-ledak, amarah sampai di ujung kepalanya.

Aray melihat sebuah pintu besar di seberang pintu masuk. Pintu besar itu terbuka, memuntahkan puluhan orang yang tak dikenalnya.

Arah tak dapat mengendalikan tubuhnya lagi, itu karena efek cairan kuning masih ada. Perasaan ingin membunuh terus bertumpuk dalam jiwa Aray.

"To-tolong jangan bunuh kami .... "

Mendengar mereka berkata begitu, membuat Aray semakin ingin membunuh mereka. Ia tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan saat ini. Tapi dia benar-benar marah.

"Aarghh .... "

Aray berteriak, kekuatan besar meluap-luap dalam tubuhnya. Dari sebuah ruang gelap di dalam kepalanya, Ia menciptakan gunting besar yang sangat tajam melayang di tengah ruang tersebut.

Pikirannya kosong.

Dengan gunting itu, Aray memenggal kepala mereka semua sekaligus.

Setelah itu, yang ia ingat hanyalah ruangan putih besar itu berubah menjadi merah gelap dalam sekejap.

Saat Aray terbangun, ia sudah berada dalam ruangan saat pertama kali ia dipanggil.

Anak-anak dengan tatapan kosong kembali menjadi pemandangannya untuk sisa hari ini.

Aray hanya mampu menghela napas untuk ketidakberdayaan dirinya, berharap dapat tidur dengan tenang.

Tetapi ada satu orang yang membuatnya risih dan mendekatinya walaupun ia tidak ingin.

"Kau tak apa? Apa hari ini lebih berat dari yang sebelumnya?"

Perempuan itu bertanya cemas, dan dia melakukan ini setiap hari. Terus-menerus datang meskipun Aray sudah menyuruhnya untuk berhenti.

"Pergilah. Kau mengganggu."

Perempuan itu tersenyum manis. Seolah-olah dia tidak pernah merasakan penderitaan di tempat ini.

"Benarkah? Apa kau sangat membenciku?" Perempuan itu bertanya polos.

"Bu-bukan seperti itu. Aku tidak membencimu. Kau hanya mengganggu." Aray memalingkan wajahnya.

"Kalau begitu, tidak apa-apa kan kalau aku berada di dekatmu?"

Perempuan itu tersenyum lagi, lagi, dan lagi. Ia tidak pernah berhenti tersenyum, dan itulah yang membuat Aray jengkel.

"Objek penelitian nomor 5, kemarilah!"

Setelah mendengar panggilan itu, dia berdiri kemudian berbisik,

"Aku yakin, suatu hari nanti, kita pasti akan keluar dari tempat ini bersama-sama. Sampai ketemu lagi."

Perempuan itu tersenyum dan melambaikan tangannya. Tanpa sadar, Aray ikut tersenyum dan membalas lambaian tangannya.

Saat ia kembali, Aray kaget melihat ekspresinya kosong, sama seperti anak-anak lainnya.

Aray tidak tau hal seburuk apa yang baru saja dialaminya, tetapi sejak saat itu, senyumnya benar-benar menghilang dan tak pernah kembali.

Sudah berpuluh-puluh hari Aray tinggal di tempat ini. Tempat di mana anak-anak buangan dikumpulkan dan dijadikan kelinci percobaan. Banyak anak-anak yang mati karena tidak tahan akan efek dari cairan kuning yang mereka suntikkan.

Namun Aray masih bertahan. Sebelum ia keluar dari tempat ini hidup-hidup, ia berjanji tidak akan mati.

.

.

.

.

"Kak, Aray! Apa kau mendengarkanku?" tanya Alicia, menggoyang-goyang pundak kakaknya.

"Ah ... tentu saja." Aray tersadar dari kenangan masa lalunya.

"Kau tak apa? Apa hari ini lebih berat untukmu?" Alicia bertanya cemas.

Aray terdiam sejenak mendengar pertanyaan Alicia. Tak lama kemudian ia tersenyum.

"Kau tak berubah sama sekali, ya?"

Aray mengusap ujung kepala Alicia.

"Apa maksudmu? Um .... " Alicia cemberut, tetapi itu hanya membuatnya terlihat lebih manis.

Aray tak pernah menyesal telah menghapus ingatan Alicia. Karena berkat itu, Alicia dapat hidup bahagia.

Setelah hari ia tidak pernah tersenyum lagi, Aray mengetahui apa yang terjadi dengannya hari itu.

Objek penelitian nomor 5 adalah Alicia saat ini. Dan hari itu, Alicia membunuh kedua orang tuanya dengan tangannya sendiri.

Sungguh, mereka mempunyai masa kecil yang sangat mengenaskan.

1
Manusia
Wow thor, tau ga sih sejujurnya gw udah ampir ga pernah buka apk ini. Tapi karna emang dulu gw seneng banget baca disini jadi pas ganti hp juga tetep download ini apk. Trus ini novel salah satu novel yang gw kangenin, malah pernah gw rekom ke temen-temen🤣
Eh, pas lagi buka buka perpustakaan gw ternyata baru tau author balik, tapi pas liat tanggal ternyata juga udah kurleb 2 tahun up nya😔💔
Kira-kira bakal dilanjutin ga thor?👉🏻👈🏻
Btw, time flies so fast ya thor, gw juga ga nyangka udah sampai di titik ini
M.A.I
gilla min, kapan nih kembalinya. di ho saya gak ada notif... semoga kedepannya saya bisa baca novel admin ini/Smile/

semangat terus min/Good/
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
motto salah satu anime
LiyanRui
wah.. senang author kembali, gk terasa udah bertahun tahun tapi dari semua novel yg kubaca Aray adalah salah satu karakter yg tdk bisa dilupakan, novel ini sangat masterpiece, sehat selalu author tetap semangat nulis, kami penggemar setia mu, selalu mendukung setiap karyamu🤗
ji_in
WAAHHH GUE HAPPY BANGET THOR SOALNYA INI SALAH SATU CERITA KEGEMARANKU MOGA THOR DIPERMUDAHKAN URUSAN AGAR BISA TERUS UPDATE😁 SEMANGAT YAH !!🤗
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
Novel yang rekomended
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
benar benar terbawa suasana
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
Udah tahun keberapa ya terakhir 2022
Cherry Lady~🍒
siyall, ternyata sad juga kehidupan pertama mereka...
Ya Fi
Luar biasa
RedRose🥀
Bang aku nunggu lama banget, tapi gapapa yang penting ada kabar. Ini masterpiece yg tidak boleh hilang begitu saja. SEMANGAT!!!!
whyy
akhirnyaa/Determined/
Cherry Lady~🍒
Alvarado ini plot twist ya disini... dulu aku sadar pas ngulang baca dari awal...
Cherry Lady~🍒
Rasanya ada adegan dimana Alicia nyelamatin seorang murid deh... pas murid itu mau kabur, terus di serang sama penyusup cowo. Di hilangin kah adegannya
Ariful Habib Habib
Luar biasa
Cherry Lady~🍒
Fatimah???
¥¥ Devdan ¥¥: wkwkwkwk iseng aja sebenernya naro fatimah di situ, sadar ternyata
total 1 replies
Cherry Lady~🍒
ini ada yang di rubah kah? udah mulai revisi gitu. aku ngerasa ada kalimat yang ilang dari terakhir kali baca... atau emang aku yang udah mulai lupa yaa
¥¥ Devdan ¥¥: Benerr, udah mulai revisi, tapi belom semua. Jadi, bacanya pelan2 aja wkwk, masih banyak yang mau di revisi
total 1 replies
white
baru masuk kuliah kah bang?
white: penuh perjuangan bang. Aku juga lagi berusaha buat nulis novel dan sekarang juga lagi kuliah
total 4 replies
Cherry Lady~🍒
Yang penting udah ada kejelasan, mau kapan up nya bebas kamu aja thor. Bahkan ini akun baru aku di novel toon, Nanti aku baca ulang lagi biar lebih berasa alurnya
Abdilah Alfarizy
akhirnya yang di tungu up juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!