NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Tuan Muda Elbara

Mengejar Cinta Tuan Muda Elbara

Status: tamat
Genre:CEO / Gangster / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Roman-Angst Mafia / Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:173k
Nilai: 5
Nama Author: seoyoon

Valerie Anastasya seorang gadis yang periang dan selalu menebar senyum cerah pada siapapun yang ditemuinya. Gadis yang memiliki tinggi 160 cm dengan berat sekitar 48kg itu tumbuh disebuah desa kecil yang jauh dari keramaian serta gemerlapnya kehidupan dipusat kota.

Pahit, asam, manis telah ia rasakan sejak dirinya diadopsi oleh keluarga petani yang selalu memimpikan memiliki seorang putri cantik jelita bak putri dalam Negeri dongeng. Meski hidupnya tak bergelimang harta bahkan bisa dibilang cukup sederhana, gadis itu tak pernah sekalipun mengeluh akan kerasnya kehidupan.

Sampai suatu hari kemudian, ia mendapati jika ternyata ayahnya telah menjual dirinya pada para rentenir sebagai pelunas hutang judi.

Disaat-saat kritisnya munculah sesosok lelaki asing berperawakan tinggi besar yang bersedia membawanya pergi dari tempat yang lebih seperti neraka baginya.

“Tolong… tolong aku tuan, kumohon tolong aku!! Aku akan melakukan apapun untukmu sebagai gantinya! Kumohon…”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seoyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Keesokan harinya.

Di kamar Elbara, usai menjalani ritual pagi dikamar mandi yakni membersihkan tubuhnya sebelum memulai hari sibuknya.

Ia pun kelaur dari balik pintu kamar mandi masih dengan handuk yang ia lilitkan di pinggulnya, sedang 1 tangannya sibuk mengelap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.

Langkah terhenti kala matanya menangkap sesosok gadis yang tak lain adalah Valerie, ia tengah berdiri 5 langkah dihadapannya sembari mendekap baki yang sebelumnya ia gunakan untuk membawa cookies dan susu seperti janjinya beberapa hari lalu.

“Hehehhe.. selamat pagi tuan muda!” seru Valerie penuh semangat seraya membungkukan tubuhnya untuk memberikan hormat pada Elbara.

“Kau… “ geram Elbara seraya berkacak pinggang lengkap dengan pandangannya yang mengintimidasi hingga membuat Valerie mulai gelisah.

“Aku.. aku hanya ingin menepati janjiku sebelumnya tuan muda, kau harus mencoba cookies buatanku ini, aku membuatnya dari subuh tadi, pasti kau suka..” oceh Valerie seraya meraih piring cookies kemudian berjalan cepat mendekati Elbara yang masih berdiri ditempat.

Elbara hanya bisa menghela nafasnya selagi menunggu gadis keras kepala itu datang kepadanya.

“Aduhhh!!”

Brrukkkkk!! Pranggggg!!

Naasnya ditengah perjalanan, Valerie tersandung kakinya sendiri hingga membuat tubuhnya goyah dan langsung saja ambruk ke hadapan Elbara. Sontak saja hal itu memicu emosional Elbara, tak hanya murka karena Valerie yang selalu membuat kekacauan, namun saat Valerie terjatuh ke hadapannya gadis itu refleks menarik handuk Elbara yang membuat bagian bawahnya kini terekspos.

Piring yang digenggamnya pecah serta cookiesnya pun jatuh berserakan mengotori lantai kamar Elbara.

“Maaf.. maaf tuan muda..” ujar Valerie seraya mengangkat wajahnya ke atas.

Kedua matanya membulat kata melihat pemandangan yang sungguh tak pernah ia bayangkan sebelumnya, sang tuan muda hanya memakai celana da*la*m berwarna hitam sedang handuk yang membalutnya sudah terlepas dan kini sedang digenggam erat oleh Valerie tanpa sadar.

“Maa.. maaf tuan muda saya…” Valerie buru-buru bangkit serta menyerahkan handuknya pada Elbara.

Dengan gerakan kasar Elbara pun menyambar handuknya. Menyadari Valerie hendak mundur tanpa melihat area sekitar, dengan cepat Elbara menarik pinggul Valerie kemudian mengangkat dan meletakan tubuh mungil Valerie dipundaknya, layaknya seseorang tengah memanggul 1 karung beras.

“Aa.. apa.. yang akan tuan lakukan?” racau Valerie ditengah perasaannya emosionalnya yang bercampur aduk.

Namun Elbara tak tertarik untuk menjawabnya, ia hanya terus berjalan menuju sofa disudut ruangan, lalu melempar tubuh Valerie dengan kasar dan kembali ke tempat dimana handuknya ia jatuhkan tadi.

“DIAM!! Jika tak ingin terluka!” bentak Elbara kala ia melihat Valerie hendak turun dari sofa melalui pantulan kaca jendela besar, disaat perjalanannya meraih handuk yang ia jatuhkan sebelumnya didekat area serpihan piring berserakan.

“Baik tuan muda,” ucap Valerie patuh sembari meramas kedua tangan dan duduk manis disofa.

Setelah melilitkan kembali handuknya untuk menutupi area bawah tubuhnya, ia pun lantas berjalan menuju nakas tempat dimana telfon diletakan.

“Cepat kemari!” teriak Elbara begitu telfon tersembung dan langsung saja menutupnya dengan sedikit hantaman yang membuat Valerie terkejut.

Selang tak berapa lama kemudian, suara ketukan pintu kamar Elbara pun terdengar.

“MASUK!” teriak Bara nyaring yang lagi-lagi membuat Valerie ketakutan.

“Iya tuan, tuan memanggil saya?” tanya Nina yang muncul dari balik pintu dan masih belum menyadari Valerie yang sedang terduduk di pojok sofa.

“Bersihkan kekacauan yang dibuatnya!” perintah Elbara seraya melirik ke arah gadis mungil yang tengah merengut dipojokan.

“Astaga nona Valerie,” ucap Nina begitu melihat serpihan piring dan lantas mengarahkan pandangannya pada Valerie yang tersenyum getir padanya.

“Baik, saya bawakan alat pembersihnya dulu tuan muda,” imbuh Nina yang hendak memutar tubuhnya.

“Tunggu!” tahan Elbara sembari melenggangkan kaki jenjangnya.

“Iya tuan muda,” sahut Nina yang kembali membungkukan tubuhnya serta menautkan kedua tangannya diatas perut bawahhnya.

“Siapkan keperluanku, aku akan pergi ke Amerika,” Elbara mengumumkan berita mengenai perjalanan dinasnya ke cabang Amerika.

“Lagi?” timpal Nina cepat tanpa berfikir lebih dahulu yang membuat Elbara menaikan 1 alisnya.

“Lagi? (respon Elbara yang menghentikan langkahnya begitu sampai didepan pintu ruangan tempat dimana dirinya menyusun atau meletakan segala keperluannya, seperti pakaian, sepatu dan aksesoris lainnya untuk menunjang penampilannya)

Apa maksudmu?!”

“Ahh.. engga tuan, maksud saya mau berapa lama kali ini tuan muda di Amerika?” dalih Nina.

“1 bulan, aku akan pergi dalam 1 jam, jadi cepat bersihkan kekacauan itu kemudian kemas barang-barangku, mengerti?!” Elbara menekankan.

“Mengerti tuan muda,” sahut Nina.

Begitu Elbara menarik handle pintu dan hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam, Nina pun buru-buru memutar tubuhnya karena merasa sudah tidak ada lagi yang akan Elbara sampaikan padanya.

“Ahh iya!! (Namun mendengar lengkingan suara Elbara, dengan cepat Nina kembali ke posisi awal)

Kau tahu kan peraturan utama dikediamanku, Nina?!” pekik Elbara seraya meletakan 1 tangannya diambang pintu sementara 1 lainnya dipinggang.

“Iya tuan muda, tidak ada yang diijinkan masuk ke area lantai 2 selain Ibu Megan dan saya,” tutur Nina santai, seakan tak terpengaruh oleh tatapan intimidasi Elbara terhadapanya.

“Lantas kenapa kau menyuruh gadis itu melakukan hal yang tidak perlu huh?!” bentak Elbara seraya menajamkan padangannya pada gadis mungil yang sedari hanya diam dipojokan.

“Ini bukan kesalahan Nina tuan muda, saya yang bersikeras mengantarkan sarapan untuk tuan muda, saya fikir setidaknya hati tuan muda bisa sedikit luluh dengan ketulusan saya,” sambar Valerie seraya bangkit dari sofa dan membungkuk 90⁰ ke hadapan Elbara, sebagai tanda permintaan maaf dan penyeselannya.

“Dengar! Jika kau tak ingin Nina dipecat, sebaiknya kau turuti perintahku dengan baik kali ini! Jangan membuat kekacauan dan jauhi area terlarang termasuk lantai 2, mengerti!” tukas Elbara tajam yang langsung dibalas anggukan patuh oleh Valerie.

“Jangan pernah berfikir kau istimewa hanya karena kau pernah tidur diranjangku sekali, kau… tak lebih sama dengan gadis-gadis lainnya yang pernah tidur denganku. Sebaiknya kau pergi sebelum aku berubah fikiran dan mengusirmu sekarang juga dari kediamanku!” pekik  Elbara yang kemudian melongos pergi begitu saja, tanpa menyadari jika perkataannya barusan telah menyakiti perasaan Valerie.

Berusaha kuat dengan mengepalkan kedua tangannya, namun tetap saja begitu ia kembali berdiri tegak dan melihat wajah Nina yang iba padanya, tangis pilunya terdengar sangat nyaring hingga memenuhi seisi ruangan kala itu.

“Hikkkksss.. hiiikkkksss..”

Nina menarik nafas dalam-dalam sebelum berjalan menghampiri Valerie yang masih berdiri di tempat, seakan perkataan Elbara barusan dapat membekukan tubuhnya seketika.

“gak apa-apa, gak apa-apa nona Valerie, semua akan baik-baik aja oke, mari kita turun,” ajak Nina lembut seraya merangkul tubuh Valerie dan menggiringnya keluar dari kamar Elbara, ditengah isak tangisnya yang semakin menjadi-jadi.

...****************...

Bersambung…

1
Latipah Hashim
Manasambungannya
Has Suny
ceRita NY goblok amat..di lanjut Carita tambah goblok pantes ng da yg komen
.
Akun Lima: goblok masih aja kaga nyadar ni othor
total 2 replies
Windy Anggita
Campur aduk banget rasanya 😭
Indah Setiawati
crazy up thorr 🥺
Yeonso: pengennya sih gitu, tapi aku pulang kerja malem, lanjut ngerjain tugas kuliah, berimajinasi nya curi-curi waktu aja, /Whimper//Whimper//Whimper/🥹🥹🥹🥹
total 1 replies
Bang Sule
Bara nya plin-plan,Valeri nya bodoh..!
Bang Sule
Elbara tidak konsisten..!
Mimin
bau bau sad ending ini mah kaya nya, /Drowsy/
Yeonso
Hari ini update ya, proses review, agak kurang semangat akhir-akhir ini, yg bacanya makin berkurang si /Grin//Grin//Grin/ wkwkwk
Mimin
kesian banget si Alan thor, giliran udah pengen bener, eh malah cewe nya demen sama yg laen.
Popo lana: mantap thor🤣
total 2 replies
Indah Setiawati
luar biasa
Yeonso
Makasih temen-temen yg masih setia nungguin per-episode nya, maaf kalau ada alur yg ga sesuai dengan ekspektasi, atau alur yg terkesan ngebosenin karena cerita nya bertele-tele, ga kelar-kelar gtu.
hihihihi.
Saran, kritik boleh kok. /Smirk/
Widya Ningsih
yeeeeyy
Yeonso
Episode 151 mungkin terbit besok, karena banyak mengandung unsur dewasa, jadi proses review nya bakal lama /Grin//Grin//Grin/
Anonim
si Bara visualnya aja yg cakep kelakuannya kek *********
Bundanya 2R
Iya gag usah ke mansion Elbara Valerie, btw Alan mana sich tunangannya ditimpa musibah koq gag pernah muncul ? Pdhl sy pendukung Alan dan Valerie lho , Apa jangan2 dia disuruh ke LN sama mamanya yg jahat itu ? Biar dia nda tahu kejadiaan yg menimpa valerie.
Yeonso: Waaaaahh tebakan nya jitu beneerrr wkwkwkwk /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
Widya Ningsih
gek ndang Thor, muter2 si thor. pake nyemplung segala. awas aja cuma mbayangke 🥵
Mimin
Apa ini???
Tamatkah??
Mana kebahagiaan untuk Valerie thor!!
Jangan kejam" amatlah!!
Bundanya 2R
Curiga ada dalang dibalik musibah ini semua, sengaja ada yg mengorder nasi box biar paman seno ke hotel tsb, trus diskenariokan temannya suruh nyalakan kompor biar meledak, semuanya hanya untuk membuat Valerie menderita. Kalo bukan kakeknya Elbara mungkin mamanya si Alan,. Dan nanti Valerie akan meminta bantuan sama pamannya Jin dengan syarat Valerie harus ikut tinggal sama pamannya secara di Pandora dia sdh tdk punya siapa2 lagi . Tapi gag tau juga sich soalnya saya hanya ngarang aja , berimajinasi 😅🤣
Bagoes
Bara goblok 😒😒
Bagoes: Sangat thor.. esmosi ni bacanya 😤😤 masa CEO yg katanya pintar gitu pun masih ragu.. apa lagi punya chacha jelas punya alergi susu sapi beda sama echa.. ya kali masa masih ga bisa bedain.. kan sebell 😑😑
total 2 replies
Bundanya 2R
Ahhhh so sweet, jgn sampe si Elbara menggagalkan rencana pertunanagan Aam dan Valerie 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!