NovelToon NovelToon
Camelia

Camelia

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Semalam suntuk Camelia dan Adjie hanya membahas bagaimana cara agar dirinya bisa di kenal masyarakat dan bisa setidaknya dukungan 5 persen dari jumlah orang yang ada di desa muara. Itu syarat yang harus di penuhi selain sudah punya kartu identitas tentu saja.

Rencana memang sudah mulai mereka susun, bahkan Adjie menyarankan untuk sementara menggunakan identitas lain untuk Camelia membantu orang-orang yang kesulitan di desa muara.

"Benar tuan, kalau mereka tahu yang membantu mereka seorang kembang, mungkin mereka memilih kelaparan daripada menerima bantuanku" kata Camelia terlihat sedih.

Adjie menggenggam tangan Camelia dan meraih dagunya lalu mengarahkan Camelia menatap Adjie.

"Pernah dengar, kalau sebenarnya manusia itu sama saja, yang berbeda adalah cara mereka menyikapi hidup. Niatmu baik, tujuanmu baik, kamu ingin membuat semua kembang mendapat kebebasan mereka, ingin para suami tidak lagi menghabiskan uang dan menelantarkan anak istri demi tempat seperti ini. Jangan rendah diri Camelia, kamu tahu.. untukku kamu bahkan sangat berharga" kata Adjie yang membuat hati Camelia terasa begitu hangat.

Bahkan tanpa sadar, mata indah Camelia itu sudah berkaca-kaca.

"Aku akan membantumu, percayalah padaku. Tapi aku tidak bisa sering-sering kemari. Akan ada seseorang yang datang kemari menyampaikan semuanya padamu tentang sejauh mana rencana kita sudah di jalankan" kata Adjie menjelaskan dengan panjang lebar.

Mendengar hal itu Camelia mengangguk paham. Tapi ada sebuah pertanyaan yang begitu mengganjal di hatinya. Mungkin memang Adjie harus menjaga nama baiknya, itu kenapa dia tidak bisa sering-sering ke lentera malam. Tapi di usianya yang sudah matang itu, Camelia begitu penasaran. Apakah Adjie sudah punya istri dan anak atau belum.

"Tuan, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Camelia yang merapikan semua kertas yang tadi menjadi bahan diskusi Camelia dan Adjie.

"Katakan" jawab Adjie dengan cepat.

"Apakah tuan sudah berkeluarga?" tanya Camelia.

Mendengar pertanyaan itu dari Camelia, Adjie pun menjawab dengan lembut. Sambil menyentuh wajah Camelia yang merona, karena menanyakan hal itu, dia benar-benar butuh keberanian besar.

"Aku harus jujur padamu, aku sudah memiliki istri, wanita yang sebelum ayahku meninggal. Ayahku minta aku menikahinya, karena dia adalah anak dari sahabatnya yang pernah menyelamatkan nyawaku saat aku kecil" jelas Adjie panjang lebar.

Camelia terdiam, jujur saja dia sedih dan kecewa mendengar apa yang di katakan oleh Adjie. Tapi kemudian dia menyadari siapa dirinya dan memang tak pantaslah wanita seperti dirinya itu punya perasaan pada seorang pria yang jelas tidak mungkin untuk dia gapai itu.

Camelia menghela nafasnya panjang dan tersenyum pada Adjie.

"Baiklah tuan, aku sudah mengerti. Sekarang tersisa satu jam sebelum pengawal akan membuka pintu, aku akan melayani tuan..."

Tapi saat Camelia akan melepaskan gaun tidur yang dia pakai, tangannya di hentikan oleh Adjie.

"Tidak perlu memaksakan diri, aku tidak akan puas hanya satu jam bersamamu. Sekarang kemarilah, aku ingin memelukmu saja" kata Adjie yang meminta Camelia duduk di pangkuannya dan Adjie memeluk perut Camelia juga menyandarkan kepalanya di punggung Camelia.

Jantung Camelia tidak mau di ajak kerja sama. Debarannya begitu kencang, dia bahkan yakin kalau pria di belakangnya itu bisa mendengar jelas detak jantungnya yang berdetak sangat kencang seperti genderang mau perang.

Adjie, yang memang mendengar suara debaran jantung Kamil yang begitu kencang itu tidak berbicara apapun dia hanya tersenyum sambil memecahkan matanya menyadarkan kepalanya di punggung wanita yang sebenarnya dia memiliki perasaan pada wanita itu. Hanya saja, Adjie tahu, di tengah keluarga besarnya, Camelia tidak akan pernah bisa di terima.

Tapi, Adjie sangat berharap dan dia juga akan berusaha keras untuk mewujudkan mimpi Camelia. Jika Camelia berhasil mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang kepala desa, maka saat itu keluarganya juga tidak bisa mengucilkan Camelia, dan pasti menerimanya.

Di jaman itu, hal yang wajar saja kalau seorang pria mempunyai satu, dua, bahkan sampai tiga istri. Adjie yang memang tidak mencintai istrinya dan menikah karena amanah, juga memperlakukan istrinya itu dengan sangat baik. Hanya saja, setelah 2 tahun pernikahan mereka, Adjie yang sebenarnya juga sudah berusaha untuk bisa mencintai wanita yang sudah menjadi istrinya itu tetap saja tidak bisa melakukannya. Karena memang, sejak awal dia sudah menyukai Camelia.

Adjie ingin menyandarkan sejenak kepalanya di punggung wanita yang dia sukai karena dia ingin melupakan semua beban dan tekanan yang selama ini diberikan oleh keluarganya. Menjadi pewaris begitu banyak harta, begitu banyak pabrik dan perusahaan, juga mengemban tanggung jawab menjadi pemimpin muda sebuah perguruan tidaklah mudah bagi Adjie.

Meski usianya sudah hampir 30 tahun, tapi hal itu tetaplah sulit baginya. Apalagi, di keluarganya hanya dia anak laki-laki satu-satunya saudara-saudaranya semuanya wanita. Hingga dia, benar-benar mengembang tanggung jawab yang begitu besar. Di rumahnya, dia bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak, itulah kenapa malam itu dia merasa sangat gelisah dan ingin keluar. Saat itulah dia melihat seorang wanita yang sangat familiar baginya.

Tanpa terasa satu jam sudah berlalu, pengawal kan buka pintu kamar Camelia dan memberitahukan kalau tamunya harus pergi saat itu juga. Adjie mencium kening Camelia dan memeluknya.

"Aku pasti sangat merindukan mu" kata Adjie yang berlalu begitu saja dan keluar dari kamar Camelia.

Camelia terduduk lemas, ada semburat kesedihan di wajah wanita cantik itu. Baru kali ini, Camelia bersedih ketika tamunya pulang. Dia pikir, dia pasti benar-benar sudah jatuh hati pada pria itu. Tapi, lagi-lagi di harus memendam kesedihan dan menertawakan dirinya sendiri karena sudah jatuh hati kepada seorang pria yang sudah beristri.

Setalah Adjie kembali ke rumahnya, dia benar-benar melakukan rencana yang dia bicarakan dengan Camelia. Dia bahkan diam-diam membentuk sebuah kelompok yang akan disebarkan di Desa Muara untuk mencari beberapa masyarakat yang memang membutuhkan bantuan, Adjie menamai kelompoknya itu Juak Kembang. Mereka mulai akan bekerja setelah semua rencana kenapa mereka bisa tinggal di sana, dan pekerjaan apa saja yang orang-orang itu akan lakukan di Desa Muara sudah di dapatkan. Mungkin butuh waktu, karena itu 7 bulan bukan waktu yang lama.

Apalagi Gandara sudah mencurigai gerak-gerik Camelia selama beberapa hari ini. Dan dia benar-benar ingin menyingkirkan wanita yang selalu membuatnya was-was itu. Dan malam ini, Gandara bahkan membayar seorang tamu yang dia perintahkan memasukkan racun berbahaya di minuman Camelia nanti di kamarnya.

"Camelia, Tuan Cahyo akan bermalam di kamarmu malam ini" kata pengawal.

Camelia pun melihat pria di depannya itu, dia merasa pernah melihatnya. Tapi dia lupa dimana.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
up
kiran
kenapa tidak dilanjutkan ceritanya 😭😭
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia 👍💪
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia semoga selamat 🤲
Saliha
Suka banget sama cerita ini
Afika
Sangat menyukainya novel ini
Yulia
Suka benar lah sama novel ni
Rieke
Luar biasa
Marimar Perez
Suka banget
Muhamad Bardi
tidak bisa berkata apa apa kak thor aq terharu banget😭😭😭😭😭 sama perjuangannya camelia, akhirnya camelia bisa memuwujudkan impiannya🤧🤧🤧🤧
Asti •§͜¢•🦢🍒
rasakan
Asti •§͜¢•🦢🍒
sangat menarik 👍👍👍
Muhamad Bardi
udah cerain aja jie istri kaya gitu mah dia ga pantas jadi pendamping hidup kamu, semoga kedepannya kamu mendapatkan kebahagian🤲🤲
Muhamad Bardi
rasain kamu cokrodima riwayatmu telah berakhir, dan hukuman seumur hidup itu pantas kalian dapatkan..
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍
Anonim
Jeky tdk dipeluk Camelia. Jeky juga berjasa lho Camelia. Kl tdk menikah kan tdk jd bisa kandidat.
Ninis
Suka sekali, sama Camelia dan Laila dan Hani juga dan Adjie juga
Nudu
Terus semangat berkarya nya, bagus kak
Wisyia
Kisah Camelia ini bagus, menginspirasi
Qiara
Bagus, kerja bagus kak
Jasmine
Ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!