Sebuah novel kombinasi dari Fantasi Timur, Humor, Sistem, dan Transmigrasi Dunia Lain.
Fei Lin adalah gadis berusia 18 tahun dari zaman modern yang berpindah ke dunia baru yang aneh.
Di dunia aneh tersebut dia menyadari memiliki kekuatan di luar nalar.
Kekuatannya terlalu kuat, hingga mampu mengalahkan seorang kultivator misterius yang memiliki sebuah SISTEM!
Di dunia tersebut itu dia juga bertemu seseorang yang sama dengannya, orang lain yang juga berpindah dimensi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UdahPernah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tebasan Fei Lin
Xiao Feng menunjukkan serangkaian teknik pedang itu selama hampir satu jam.
Setiap gerakannya selalu berubah-ubah dan kuat.
Meskipun dia berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan batas kekuatan pedang qi-nya, sebagian pulau masih terbelah sebelum akhirnya dia menarik kembali kekuatannya.
"Guru, ini adalah teknik pedang yang biasa saya gunakan."
Xiao Feng berpaling ke arah Fei Lin, dengan tangan terlipat hormat, dia menatapnya dengan mata berbinar.
Tanpa berpikir panjang, Fei Lin memuji, "Ah, itu tidak terlalu buruk, hanya saja kamu agak terlalu lambat."
"Terima kasih, Guru!"
Mendengar itu, Xiao Feng semakin terharu, "Tolong beri saya petunjuk."
"..."
Merasa bingung, Fei Lin mulai berkeringat.
Apa yang bisa dia bimbing? Dia tidak tahu apa-apa tentang kultivasi, apalagi teknik berpedang.
Melihat kebingungannya, Liu Tian tersenyum sinis dan berkata,
"Cepat, bimbinglah dia, bimbinglah dia."
"Ah..."
"Saya lupa bahwa Guru tidak membawa pedang di tangannya?"
Xiao Feng dengan cepat memberikan Fei Lin pedang spiritual yang ada di tangannya.
"Maafkan kelalaian murid ini, silakan gunakan pedang saya untuk sementara waktu."
Fei Lin : "..." Haruskah kamu begitu perhatian?
"Ayo, bimbinglah dia, bimbinglah dia." Senyum Liu Tian semakin lebar.
Dia memberikan dorongan dan berkata, "Anda harus cepat, matahari akan segera terbenam."
"Guru?"
Fei Lin melihat pedang di tangannya, "Sebenarnya ... Aku pikir teknik pedangmu sudah baik dan benar, aku yakin bahwa tidak ada yang perlu diubah tentang itu."
"Cukup!"
Sebelum Xiao Feng bisa menjawab, Liu Tian lebih dulu mencibir,
"Berhentilah berpura-pura, jika kamu bisa mengesankan aku dengan satu atau dua jurus, maka kamu boleh menjadi guruku!"
"Kamu?"
Fei Lin meliriknya, "Apakah kamu bisa memasak?"
"Aku memiliki pelayan, jadi aku tidak pernah diharuskan memasak untuk diriku sendiri." kata Liu Tian
"Oh, maka aku tidak mau menerima murid sepertimu."
"Kau ..."
Siapa yang ingin menjadi muridmu!
Fei Lin mengabaikannya.
Dia mengambil dua langkah ke depan, melihat pulau datar, dan menggenggam pedang dengan tangannya.
Bagaimana murid koki itu mengayunkan pedangnya tadi? Sepertinya perlu diangkat terlebih dahulu...
Dia mengangkat pedang secara langsung dengan satu tangan, dan mengangkatnya di atas kepalanya seolah-olah dia sedang memegang beban.
Tidak ada metode khusus apapun yang terlihat dalam gerakannya, apalagi teknik berpedang...
Oh!
Liu Tian tidak bisa menahan antusiasnya lagi, menyaksikan Fei Lin yang hampir akan mengayunkan pedang itu dengan sekuat tenaganya.
Dia sangat menantikan dimana dia membuat Fei Lin menjadi bahan tertawaan.
Tiba-tiba, angin topan seolah terbentuk dari kekosongan, dan pedang itu memancarkan cahaya terang melebihi sinar matahari.
Cahayanya membentang melintasi langit dan bumi.
Bang!
Ketika Fei Lin mengayunkan pedangnya, terdengar suara ledakan dan berikutnya, seluruh pulau terbelah menjadi dua.
Cahaya pedang yang menyilaukan itu tidak kehilangan momentum kekuatannya, terus melaju lurus ke depan, menghancurkan pulau kecil yang berdekatan dengan Sekte Sky Blue, membelah sebuah gunung di sebelah kanan atas sekte, dan kemudian membelah lautan secara langsung, sebelum akhirnya menghilang ke cakrawala yang jauh.
Bukan hanya awan putih yang ada di bawah kubah langit yang dibubarkan, tapi seluruh permukaan laut juga ditenggelamkan secara tiba-tiba.
Ketika air laut terbelah, itu mengungkapkan jurang dalam yang tak berdasar yang membentang hingga jauh.
Seolah-olah langit dan bumi telah terbelah oleh sebilah pedang raksasa.
Semuanya menjadi hening kecuali suara air yang mengalir kebawah jurang di bawah laut.
Xiao Feng : "..."
Liu Tian : "..."
"Aduh... Pasti aku tanpa sadar telah menggunakan terlalu banyak kekuatan."
Fei Lin menggaruk kepalanya dan kemudian melemparkan pedang itu kembali ke koki,
"Namamu siapa, ngomong-ngomong apa yang akan kita makan malam ini?"
Kedua pria itu terdiam.
Akhirnya, Xiao Feng yang sudah berpengalaman adalah yang pertama tersadar dari lamunan.
Dia menjawab secara refleks, "Tahu Bulat Guru ... Bagaimana menurut Anda?"
'Ternyata, guruku sangat hebat! dia benar-benar layak menjadi seorang guru!' pikir Xiao Feng.
Fei Lin : "Baiklah, kapan kita kembali?"
"Segera, karena Guru sepertinya lelah hari ini, apakah saya harus menyiapkan hidangan tambahan lain?" kata Xiao Feng.
"Ah, kamu benar-benar seorang koki yang baik ... eh, murid!"
Dia benar-benar seorang wanita yang menakutkan, pikir Liu Tian.
"Mengapa kita tidak langsung pulang, agar kamu bisa menyiapkan makan malam sekarang?" kata Fei Lin.
"Guru, tunggu sebentar!"
Xiao Feng mengambil napas dalam-dalam dan menatap Fei Lin dengan ekspresi kesungguhan, yang belum pernah dia tunjukkan sebelumnya,
"Tolong maafkan ketidaktahuan murid ini, saya belum memahami maksud di balik gerakan guru sebelumnya."
"..."
'Aku tidak memiliki maksud apa-apa,' gumam Fei Lin dalam hati.
"Murid tidak mengerti, bagaimana gerakan sederhana guru bisa begitu menakutkan?"
"Ah itu..." Mulut Fei Lin berkedut, bagaimana aku tau?
"Mungkin aku ... hanya memiliki kekuatan lebih?" kata Fei Lin
"Kekuatan lebih?"
Liu Tian : 'Apakah kamu bercanda? Apakah sesuatu seperti ini bisa dilakukan hanya dengan kekuatan biasa?'
"Apakah kamu tidak pernah mendengarnya?" Fei Lin berkata dengan serius, "Satu orang kuat dapat mengalahkan sepuluh!"
Liu Tian : 'Itu jelas-jelas kamu pinjam dari kutipan sebuah novel seni bela diri. Hanya orang bodoh yang akan percaya padamu!'
"Jadi apa yang guru katakan, adalah bahwa selama seseorang memiliki kekuatan yang cukup, gaya dan teknik pedang tidak penting!"
Liu Tian : 'Apakah kamu benar-benar percaya itu?!'
"Satu orang kuat ... dapat mengalahkan sepuluh? Satu orang kuat dapat mengalahkan sepuluh ..."
Xiao Feng membacakan ini pada dirinya sendiri beberapa kali, dia mencoba memahami makna kalimat dari gurunya tersebut.
Tiba-tiba, Energi Qi dan Niat Pedang di dalam tubuhnya mulai meningkat, dan bahkan Energi Qi di sekitarnya mulai melonjak tak terkendali sebagai tanggapan.
Liu Tian : 'Apa! jangan-jangan kamu sedang mendapatkan pencerahan? Ini jelas-jelas sebuah kecurangan!'
"Chef, apa yang salah denganmu?"
Melihat dia tetap tidak bergerak setelah tiba-tiba duduk, Fei Lin tidak bisa menahan diri untuk meraih tangannya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Jangan menyentuhnya!"
Liu Tian menepis tangan Fei Lin, "Dia sedang mendapatkan pencerahan kultivasi, mengganggunya sekarang hanya akan membahayakannya."
Dia bahkan tidak bisa melihat kondisi ini, jadi guru macam apa dia ini!
Dan sekarang dia bahkan tidak peduli dengan kepura-puraan, apakah bijaksana untuk langsung memanggilnya sebagai koki?
Menahan keinginannya untuk mengeluh, Liu Tian dengan cepat membentuk segel tangan, mengatur formasi pertahanan berlapis di sekitar Xiao Feng.
Pencerahan bisa berlangsung lama ataupun singkat, tapi jika melihat Energi Qi dan Niat Pedang yang begitu kuat, mungkin ini adalah sebuah pencerahan utama.
Berapa lama itu akan berlangsung? Hal terbaik yang bisa dilakukan selama pencerahan adalah jangan mengganggunya.
Formasi ini penting, dan untuk berjaga-jaga, dia memutuskan untuk kembali ke aula dan meminta master sekte, untuk mengatur beberapa tetua untuk menjaganya.
Berbalik, Liu Tian melirik Fei Lin yang masih terlihat bingung di wajahnya.
Seketika mulutnya berkedut, mengapa dia tiba-tiba merasa bahwa dia tidak ingin memiliki murid sama sekali?
Liu Tian melihat sekali lagi dua bagian pulau itu, laut yang masih terbelah, dan puncak gunung Sekte Sky Blue yang terbelah dua.
Tunggu sebentar!
Mengapa dia merasa bahwa puncak gunung itu terlihat sedikit familiar?
"Oh tidak! itu Puncak Qingyun milikku!"