Ini tentang Gentaka Alsaki anak tunggal dari seorang dokter hebat, Kiano Nolan dan Claudia Arthajaya.
Sebagai anak tunggal dan cucu lelaki satu satu nya di keluarga Arthajaya, tidak membuat Taka merasa bangga apalagi bahagia.
Bagaimana bisa?
"Seharusnya kamu bersyukur, jangan hanya melihat dirimu sendiri yang terlihat menderita. Tapi lihat lah sekitar mu, maka kamu akan menemukan arti dari kata bersyukur."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengantar bekerja
...~Happy Reading~...
“Aku kira kamu udah pulang!” ucap Lara menatap datar pada kekasih nya.
“Gak lah!” Jawab Taka tersenyum, “Mana mungkin aku pulang gitu aja. Aku kan mau anter kamu berangkat kerja.”
Lara ikut tersenyum sambil menganggukkan kepala nya. Meskipun mungkin perasaan nya kepada Taka belum sebesar perasaan Taka kepada nya.
Namun, melihat laki laki itu selalu memperlakukan nya dengan baik dan memberikan perhatian lebih, sudah membuat nya tersentuh dan bahagia.
Sejak orang tuanya meninggal, mungkin hanya Taka lah yang memberikan nya perhatian. Walaupun baru satu hari mereka berhubungan, namun Lara selalu berharap bahwa Taka memang tulus padanya dan terus memperlakukan nya seperti sekarang.
“Kamu belum makan, jadi kamu bisa makan di jalan, ayo!” Taka langsung menarik tangan Lara dan segera mengajak nya untuk masuk ke mobil.
Wait, tunggu dulu! Lara menghentikan langkah nya tepat di depan mobil yang di bawa Taka.
Darimana laki laki itu dapat mobil? Batin lara bingung. Karena tadi, mereka jalan menggunakan motor, hanya dalam hitungan menit, kenapa Taka bisa membawa mobil, lalu kemana juga motor nya?
“Ini mobil siapa? Kamu gak maling kan? Gak mungkin, terus motor kamu kemana?” tanya Lara sedikit menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
“Udah buruan masuk, nanti aku jelasin di dalem!” Taka segera membukakan pintu untuk Lara, dan ia pun juga segera masuk agar kekasih nya tidak terlambat masuk kerja.
Di sepanjang perjalanan, Taka menjelaskan semua pertanyaan Lara sambil terus mendesak agar gadis itu memakan makanan yang ia beli. Oh ralat, bukan dirinya yang membeli, melainkan Franky.
Saat di mall tadi, ketika Lara meminta untuk pulang. Saat itu juga, Taka menghubungi Franky agar membelikan nya makanan dan membawa mobil.
Maka dari itu, setelah Lara masuk ke kontrakan, Taka segera pergi untuk bertemu Franky dan tentu saja menukar kendaraan mereka.
“Jadi, Franky tahu kalau kamu jalan sama aku?” tanya Lara sedikit terkejut dan takut.
“Enggak lah!” jawab Taka dengan cepat seketika membuat Lara langsung bernafas lega, “Kamu tenang aja, pokok nya aku akan menepati janji ku, kalau gak kepepet tapi.” Imbuh nya sambil menyengir kuda.
“Taka, kamu orang baik. Bagaimana kalau aku gak bisa—“
“Sssttt!” Taka meletakkan jari nya di bibir Lara, lalu menatap nya sebentar sebelum akhirnya ia kembali fokus pada jalanan,
“Sudah ku katakan, aku tidak akan memaksa kamu untuk membalas perasaan ku. Cukup aku yang mencintai kamu, dan kamu jangan cintai orang lain. Tidak apa jika kamu belum bisa mencintai aku, aku tidak akan menuntut.”
“Tapi tolong berusahalah untuk tetap membuka hati untuk ku. Dan jangan buka hati untuk cowok lain, hanya itu saja. Selebih nya, biar aku yang selalu mencintai kamu dan memberikan kebahagiaan untuk kamu, cup!” imbuh nya begitu lembut sambil mengecup tangan Lara.
Gadis itu tersenyum terharu mendengar perkataan Taka, lalu ia menganggukkan kepala nya, “Kamu juga belum makan, aku suapin ya?” tawar nya sambil menyodorkan sendok ke mulut Taka.
Tanpa penolakan dan justru dengan senang hati laki laki itu menerima suapan dari sang kekasih. Hingga setelah beberapa saat, ketika mobil sudah tiba di depan tempat kerja Lara, Taka menghentikan mobil nya.
“Besok sekolah aku jemput ya?” kata Taka sambil membersihkan mulut lara dengan tisu.
“Jangan!” Gadis itu menggelengkan kepala nya dengan cepat, “Sesuai kesepakatan kita, jika di sekolah aku gak mau kita terlalu mencolok.”
Dengan terpaksa, Taka menganggukkan kepala nya. Ia berniat untuk segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Lara.
Namun, tiba tiba saat ia hendak membuka pintu dan turun, matanya membulat saat melihat motor kesayangan nya terparkir cantik di depan sana.
‘Mampus, itu motor gue!’ umpat nya dalam hati. Yang itu berarti Franky ada di sana. Lantas bagaiman dengan Hardi?
...~To becontinue ......
NOTE :
Mommy mau tanya deh, kalian lebih suka nama Lara apa Tika sih? 🤣🤣