NovelToon NovelToon
Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Mafia / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:299.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yakasa

Sesion Pertama Tamat

Sesion Ke dua

Adelio putra pertama adalah seorang CEO dan Mafia yang sangat di takuti di negara itu hingga suatu ketika dirinya bertemu dengan seorang gadis yang bernama Ririn dan ingin menikah dengannya tapi demi karirnya sebagai seorang artis Ririn menolaknya.

Adelio mengijinkannya merintis karir di luar negri asalkan mau menyerahkan harta berharganya yang selama ini di jaga oleh Ririn.

Sebenarnya itu alasan Adelio agar Ririn segera hamil dan berhenti menjadi seorang artis karena dirinya ingin menikah.

Ririn yang tidak ingin dirinya hamil terlebih Adelio seorang pria miskin terpaksa menjebak sahabat baiknya yang bernama Clarisa di sebuah hotel bintang lima.

Siapa yang akan di pilih Adelio? Clarisa atau Ririn yang menyesali perbuatannya dan ingin kembali padanya setelah mengetahui kalau Adelio adalah pria kaya. Terlebih ada banyak rahasia Ririn yang tidak diketahui oleh Adelio. Rahasia apakah itu?

Ikuti yuk novelku yang ke tiga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memangnya kenapa?

"Bisa tidak kalau tidur pakai pakaian?" Tanya Calista.

"Memangnya kenapa?" Tanya Brian dengan wajah bingung.

"Aku sangat malu jika Kak Brian tidak memakai pakaian terlebih jika seandainya tiba-tiba ada tamu datang dan kak Brian tidak memakai pakaian." Jawab Calista sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Ok, nanti Kakak pakai pakaian." Ucap Brian.

Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah dapur sedangkan Brian juga ikut membalikkan badannya dan berjalan ke arah ruang kerjanya.

Tiga puluh lima menit kemudian Calista sudah selesai masak dan meletakkan masakannya di meja makan. Tidak berapa lama datang Brian yang sudah memakai pakaian santai.

"Baunya sangat harum bikin Kakak lapar." Ucap Brian sambil menarik kursi makan kemudian duduk.

"Kak Brian tidak mandi dulu baru makan?" Tanya Calista.

"Nanti saja, Kakak sangat lapar." Jawab Brian sambil mengambil centong nasi 🍚 tapi Calista menggenggam tangan Brian.

"Mandi dulu baru makan." Ucap Calista dengan nada lembut.

Brian menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap kesal ke arah Calista tapi Calista tanpa merasa takut mendelik kan matanya membuat Brian cemberut.

"Iya bawel." Ucap Brian sambil berdiri kemudian membalikkan badannya meninggalkan ruang makan sambil menghentak - hentakkan ke dua kakinya ke lantai seperti anak kecil.

Calista hanya tersenyum hingga Calista merasakan getaran seperti getaran gempa ketika Brian menghentakkan kakinya di setiap Brian melangkahkan kakinya di anak tangga. Calista hanya menggelengkan kepalanya kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.

Lima belas menit kemudian Calista sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Calista berjalan ke arah ruang makan namun tidak melihat Brian datang. Calista duduk di kursi makan sambil menunggu kedatangan Brian.

Hampir lima belas menit Brian belum juga turun membuat Calista menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berdiri dan berjalan ke arah tangga menuju ke arah kamar Brian.

Tok tok tok tok

Ceklek

Calista mengetuk pintu namun tidak ada jawaban membuat Calista perlahan membuka pintu kamar Brian.

"Kak Brian." Panggil Calista.

Calista melihat Brian berbaring di ranjang dengan tubuhnya ditutupi selimut dan membelakangi Calista. Brian yang mendengar suara panggilan Calista hanya tersenyum tanpa diketahui oleh Calista.

Calista duduk di sisi ranjang kemudian menyentuh punggung Brian dan menggoyangkan perlahan.

"Kak Brian, makan yuk " Ajak Calista dengan nada lembut.

"Makan saja sendiri, Kakak tidak lapar." Ucap Brian.

"Kalau Kakak tidak makan maka aku juga tidak makan." Jawab Calista.

"Terserah." ucap Brian pura-pura ngambek.

Calista menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menarik tangannya yang tadi menyentuh punggung Kak Brian.

"Baiklah kalau begitu, mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan masak lagi." Ucap Calista.

"Terserah, Kakak bisa menyuruh orang untuk masakin Kakak." Jawab Brian.

"Baguslah kalau begitu." Jawab Calista sambil turun dari ranjang.

"Kok bagus?" Tanya Brian dengan nada kesal karena Calista tidak berusaha membujuk dirinya.

"Karena mulai sekarang dan seterusnya sudah ada yang menggantikan diriku." Jawab Calista dengan mata berkaca-kaca.

"Terima kasih sudah memberikan aku tumpangan dan perlindungan. Semoga Kak Brian bahagia dengan orang yang Kak Brian cintai." Sambung Calista sambil berjalan ke arah pintu.

Tes

Tes

Tes

Calista yang tidak kuat menahan kesedihannya akhirnya mengeluarkan air matanya sedangkan Brian yang mendengar ucapan Calista langsung membalikkan badannya.

Grep

Brian turun dari ranjang dan berjalan ke arah Calista kemudian memeluknya sedangkan Calista hanya diam dan tidak membalas pelukan Brian.

Tes

Tes

Tes

Air mata Calista jatuh kembali dan mengenai tangan Brian membuat Brian sangat terkejut. Brian membalikkan badan Calista agar menghadap dirinya.

"Kenapa kamu menangis? Apa maksudmu dengan mengatakan mulai sekarang dan seterusnya sudah ada yang menggantikan diriku?" Tanya Brian sambil menghapus air mata Calista dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.

"Kak Brian bilang bisa menyuruh orang untuk masakin Kakak, berarti Kakak akan mencari pengganti diriku karena itulah aku pergi dari kehidupan Kak Brian." Jawab Calista.

"Maaf kalau itu membuatmu menangis, jujur tidak ada di benak Kakak untuk mencari pengganti dirimu karena Kakak sangat mencintai dirimu." Ucap Brian.

Calista menatap mata Brian dan tidak ada kebohongan dimatanya sedangkan Brian mengusap rambut Calista dengan lembut.

"Sekarang kita makan karena Kakak sangat lapar." Ucap Brian mengalihkan pembicaraan.

"Tapi makanannya sudah mulai agak dingin." Ucap Calista.

"Kakak tidak perduli karena Kakak suka masakan orang yang Kakak cintai." Ucap Brian sambil memeluk pinggang Calista dari arah samping.

Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan keluar dari kamar Brian menuju ke ruang makan.

Calista seperti biasa mengambilkan makanan untuk Brian setelah itu baru dirinya. Brian tersenyum bahagia karena Calista sangat perhatian pada dirinya.

Mereka berdoa terlebih dahulu setelah itu barulah mereka makan. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.

Seperti biasa Calista mencuci piring sedangkan Brian menlap meja makan hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai dan kini berada di ruang keluarga.

"Kak Brian." Panggil Calista sambil duduk di samping Brian dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Brian.

"Ya." jawab Brian singkat sambil memeluk Calista dari arah samping dan menatap ke arah televisi sama seperti Calista yang juga menonton televisi.

"Aku baru ingat di lemari ada dress dan tas serta sepatu, semuanya itu milik siapa?" Tanya Calista penasaran.

"Milikmu." Jawab Brian singkat sambil menggulung rambut Calista dengan menggunakan jarinya.

"Milikku?" Tanya ulang Calista sambil mendongakkan kepalanya ke atas.

Cup

"Iya milikmu jadi pakailah." Jawab Brian kemudian mencium bibir Calista dengan singkat.

"Tapi aku lihat pakaian, sepatu dan tas semuanya barang branded terlebih semuanya masih baru. Bukankah Kak Brian ..." Ucap Calista menggantungkan kalimatnya.

Brian yang mengerti kalimat selanjutnya beberapa saat terdiam karena tidak mungkin kalau dirinya mengatakan sengaja membelikan untuk Calista.

'Haruskah aku jujur sekarang?' Tanya Brian dalam hati sambil berpikir.

1
Omah Tien
bigung baca nya nama sm semua apa g ada lg nama lain sudah mau bhs lg
Yakasa: maaf lain kali nama Pemerannya beda
total 1 replies
Omah Tien
ko cerita itu2 aja
Omah Tien
gajen jg sudah tau cowo di gituin bisa bahaya jg salah orang salah kan diri sendi
Omah Tien
kata nya bisa bikin novel keranjan mainan ko kerja bingung
Diah Susanti
kayak ada yang anehh🤔🤔🤔
Betty
bagus
Al^Grizzly🐨
Nama Mc tidak sesuai dgn nama dalam cerita.
Nur Lizza
rasakn penderitaan kalian
Nur Lizza
lanjut thor
Yakasa: terima kasih banyak
total 1 replies
Nur Lizza
lanjut
@Heni khan 😚❤️🇵🇸
eh Kok Marcel 🙄 bukanya Brian ya
Yakasa: maaf akan author perbaiki
total 1 replies
Sama Lia
kenapa begini jadinya...???
maaf
Sama Lia
ceritanya bagus....menarik, seru dan asyik...
Yakasa: Terima kasih banyak
total 1 replies
Nur Lizza
rasakan akibat perbuatan kalian.kluarga Brian tdk tinggl diam
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
mantap calista
Nur Lizza
kalian ke PD an
Nur Lizza
mantap
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
sp tuh cewek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!