NovelToon NovelToon
PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:235.3k
Nilai: 5
Nama Author: Morata

Buset dah, siapa yang berani parkir sembarangan disini. Jika begini kan, mobil saya tidak bisa keluar! kesal Henderson seorang pria tampan, yang baru beberapa bulan yang lalu menyandang gelar duda. Setelah Sang istri tercinta Mauren meninggal pasca melahirkan sang putri baby Queen mengisahkan luka yang mendalam.

Hingga sang kakek hendak menjodohkannya dengan seorang gadis berparas cantik bernama Mince Norin yang saat ini bekerja di salah satu Bengkel motor. Apakah Henderson akan menerima perjodohan itu? dan bagaimana hubungan keduanya kelak?

by Morata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. GAUN PENGANTIN

Morris yang berada di bangku kemudi, hanya senyum sendiri mendengar perdebatan sang Tuan dengan calon istrinya, yang seolah tidak terima kalau wanita itu berharap kalau Henderson akan mencintainya.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit membelah jalanan ibukota, kini mobil yang ditumpangi oleh Henderson dan Norin tiba di sebuah butik ternama di ibukota.

Butik yang menjadi langganan keluarga besar Tuan Samera. Terkhusus Nyonya Carlota, yang mana pemilik butik itu merupakan teman Nyonya Carlota sendiri. Yang ternyata seorang desainer ternama di tanah air.

Morris turun dari mobil, setelah memarkirkan mobil mewah milik Henderson, tepat di depan butik Butik. Lalu ia membuka pintu untuk sang Tuan.

Sementara Norin membuka pintu mobil sebelahnya sendiri, tanpa menunggu Morris yang melakukannya.

Norin mengikuti langkah Henderson dari belakang, Masuk kedalam butik.

"Hello selamat siang Tuan Henderson." sapa seorang pramuniaga yang bekerja di sana.

Henderson sama sekali tidak menjawab, Ia langsung menuju ruang kerja Nyonya Erina yang ada di lantai Dua. Sementara Norin mengembangkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala.

Nyonya Erina tersenyum, melihat putra dari sahabatnya datang ke bukit miliknya. Satu kebanggaan tersendiri baginya, Henderson berpijak di butik miliknya.

"Selamat datang Henderson!"sambut Nyonya Erina sambil tersenyum semanis mungkin.

"Iya, Tante, sepertinya Mama sudah memberitahu kepada Tante, Apa tujuan Henderson datang ke butik Tante.

"Iya, sih, Carlota sudah menghubungiku sebelumnya."sahut Nyonya Erina.

Tampa basa-basi, Henderson langsung meminta kepada Nyonya Erina, agar segera mempersiapkan busana pengantin untukNya dan juga Norin.

Nyonya Erina mengembangkan senyumnya.

"Jangan khawatir kita banyak model dan pilihan. Silakan pilih yang bagaimana modelnya, tante pasti tidak akan mengecewakan kalian."ujar Nyonya Erina.

"Silahkan pilih gaun yang kamu suka, nanti Tante Erina yang mendesain dan juga mengaturnya sedemikian rupa. Dia paling ahli dalam busana pengantin."ucap Henderson, sementara Norin kurang memperhatikan Apa yang diucapkan calon suaminya itu.

Norin asik berbalas chat, dengan temannya. yang meminta dirinya, untuk mengikuti adu balap sore ini.

Henderson yang merasa kesal diacuhkan oleh Norin, langsung menarik ponsel milik Norin dari tangannya.

"Loh, ponselku kok Tuan ambil?

"Tujuan kita ke sini untuk fitting baju, bukan malah asik bermain ponsel."ucap Henderson dengan nada datar.

Norin hanya terdiam, ia berusaha mengambil ponsel miliknya dari tangan Henderson

"Kembalikan ponselku!"ucap Norin sambil berjinjit ingin mengambil ponselnya dari tangan Henderson.

"Nanti akan saya kembalikan, jika sudah selesai melakukan fitting bajunya. Tolong fokus, jangan main-main karena waktu sudah mepet.

Malas berdebat, akhirnya Norin pun mengikuti Nyonya Erina, memilih model busana pengantin yang akan ia gunakan.

"Saya tidak mau yang ribet Tante, Saya ingin busana pengantin yang saya gunakan nanti polos saja. Toh acaranya tidak mewah kok, hanya dihadiri oleh kerabat dekat saja."

"Loh kenapa sayang? bukankah Henderson pewaris dari perusahaan Samera company?"

"Mungkin iya, tapi di dalam pernikahan. Tidak harus mewah, yang penting sah di mata hukum dan agama.

Henderson hanya menggelengkan kepala, mendengar jawaban sok bijak dari Norin. Ingin rasanya dirinya menimpali pembicaraan kedua wanita berbeda generasi itu. Tapi dia malas ribut dengan wanita, yang akan menjadi istri dadakannya.

"Tapi, nona, sepertinya Nona masih sangat muda. Paling juga usia Nona sekitar 17 tahun." Celetuk salah satu pramuniaga yang bekerja di butik milik Tante Erina.

"Iya, saya masih baru lulus SMA dan baru masuk kuliah semester awal."sahutnya jujur tanpa ada niatan untuk berbohong.

"Tapi nona sangat beruntung, menikah dengan lelaki tajir melintir. Kalau aku menjadi nona, aku pasti sangat bahagia."ucap pramuniaga itu kembali.

"Iya, benar, jika menikah karena sama-sama saling mencintai."sahut Norin membuat wanita itu mengerutkan keningnya.

"Maksud nona, Apakah Nona tidak mencintai Tuan Henderson?

Norin menghela nafas panjang, lalu membuangnya secara perlahan.

"Pernikahan didasari dengan perjodohan, memang tidak semua hancur. Bahkan banyak yang awet."tapi sepertinya, Aku tidak akan mengalami kebahagiaan, pernikahan perjodohan yang bahagia. Karena lelaki yang akan menikahiku, meminta aku untuk tidak berharap kalau dia mencintaiku.

"Tidak semua yang kita lihat itu terlihat baik-baik saja, benar itu aslinya. Banyak yang terlihat baik-baik saja, tapi di dalamnya begitu remuk dan hancur."sahut Norin sambil berusaha mengembangkan senyumnya semanis mungkin.

Jawaban Norin, merupakan salah satu teka-teki yang tak dapat dipecahkan oleh sang pramuniaga itu. Wanita yang tinggi semampai itu, tampak masih sangat penasaran. Mengapa Norin si gadis belia menikah dengan lelaki dewasa seperti Henderson. Bahkan Henderson duda memiliki anak satu.

Beberapa gaun pengantin sudah disedorkan oleh sang pramuniaga, untuk dipilih oleh Norin. Tapi Norin memilih untuk, menggunakan busana pengantin warna putih polos.

Tampak tante Erina tersenyum, melihat gaun yang dipilih oleh Norin. Terlihat polos tapi elegan jika digunakan wanita berpostur tubuh seperti Norin.

Norin keluar, setelah mencoba gaun pilihannya. Dan memutar tubuhnya agar Nyonya Erina dapat melihat penampilannya setelah ia gunakan di ruang pas.

Henderson yang menyaksikan itu sampai tidak berkedip. Melihat penampilan wanita barbar seperti Norin, terlihat mempesona.

"Cantik,"ucap Henderson dengan nada suara yang sangat pelan tapi masih bisa didengar Morris dan juga Nyonya Erina.

"Tante, sepertinya Norin memilih gaun ini saja. simpel dan tidak terlalu ribet menggunakannya, dan aku merasa nyaman memakainya."ucap Norin memilih gaun yang ia coba saat ini.

"Ya sudah, cantik. tante akan mengatur semuanya."sahut Nyonya Erina sambil tersenyum menatap Norin dan Henderson secara bergantian.

"Bagaimana pendapat Anda Tuan Horison? tanya sang pramuniaga.

"Sudah Tan, kalau sudah Itu pilihannya, Ya itu aja deh. Toh kalau jelek dari sononya bagaimanapun akan tetap jelek."ucap Henderson tidak ingin mengakui kecantikan yang dimiliki Norin. Padahal baru saja Nyonya Erina mendengar pujian dari mulutnya, yang mengatakan kalau Norin sangat cantik.

Nyonya Erina hanya tersenyum menatap pria datar yang ada di hadapannya.Bagaimanapun Henderson itu merupakan putra dari sahabatnya sendiri.

"Sudah, siap! sekarang kemari kan ponselku."ucap Norin sambil berusaha mencari ponsel miliknya di saku jas Henderson.

Henderson hanya tersenyum, ia penasaran dengan siapa wanita yang akan ia nikahi berbalas chat.

Jangan ditanya, kalau hanya untuk membuka pola ponsel milik Norin saja. Mudah bagi Henderson. Sehingga dia dapat membuka chat dari teman-teman Norin, termasuk lelaki yang menaruh hati terhadap Norin.

Henderson mengerutkan keningnya saat dirinya membaca sebuah chat dari seseorang yang sama sekali ia tidak mengetahui siapa yang mengirimkan chat itu.

Tapi dari isi chatnya, sepertinya seseorang yang mengirimkan chat itu memiliki rasa terhadap Norin.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.

1
tini_raharjo
motor apa mobil yg handerson bawa ini?
tini_raharjo
perempuan kok Wanita???
HARTIN MARLIN
entar bucin lagi
HARTIN MARLIN
pasti kaget Herison melihat Nori di sana
HARTIN MARLIN
mampir nih
Zamz Hasanah
di prat ini aku ngeri" sedap bacanya
semuga maorin dan bayi nya selamat🤲
Zamz Hasanah
betol Lina jangan mau hnya kamu yang jadi sasaran mertua bisa jadi suami kamu yang mandul
Erna Wati
Ju juuujju jii Hui Ju UU huu
Nani Rodiah
alur yg tidak bertele-tele sangat asyiik ketika membacanya
Nani Rodiah
terima kasih atas karyamu yang cukup menghibur 💪💪🥰🥰
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
masih perlu perbaikan
Nuris Wahyuni
yg pentingkan bang proyeknya berhasil ,sabar sabar bang org sabar tar cepet temu jodoh no🤣🤣
Sri Ayudesrisya46
yeiiiyy Happy ending, ditunggu novel baru nya ya thor. samangaaat
Reni Anjarwani
lanjut
Titrun Ase
menarik ceritanya
Yati Mulyati
Lanjut ..
Lastiar Hasibuan
yey ye. Yee kabar bahagia mnghampiri Lina dan devano. gmn dengan mertua Lina yg seperti orang kesetanan itu ya!!! klu Taw Lina Uda hamil apa dia akan membalikan fakta LG atau gmn ya??
Lastiar Hasibuan
lanjut kakak Authorr..... kutunggu up terbarunya . Norin dan herderson sudah bahagia .sekarang giliran devano juga harus bahagia donk kakak Authorr, buat mereka bahagia degan kehadiran anak , soal nya kaan mereka Uda ikut terapi.
Dian Eka
cemunguts thor, ditunggu kelanjutan cerita princess balapan
Lastiar Hasibuan
dasaar mertua durjana di lembutin masih ngeyel, klu aku di posisi lina Uda aku balas juga itu dengan makian. Uda Taw juga anaknya yg bermasalah, dia juga Uda buktikan melalui pemeriksaan tp tetap sja ngotot apasih maunya ni mertua. apa tunggu pembalasan baru kapok..
lanjut kakak yg semangat up-nya. uji dulu tu si nenek peot buat dia sakit lalu ga ada yg perhatikan, baru deh kasih Lina tu yg rawat. bisa tidak dia berkutik .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!