Bukan salahmu karena kamu lahir dari seorang wanita yang belum menikah.
Tapi takdir begitu kejam. Hanya karena tidak punya Ayah, hampir semua orang mencemoohnya.
Saat mengetahui dia lahir dari pemerkosaan, Syahida bertekad untuk mencari keadilan buat ibunya yang selama ini telah berjuang sendiri merawat dan membesarkan dirinya..
Bisakah Syahida membuktikan kalau ibunya wanita baik-baik yang tidak mendapatkan keadilan
Dan bagaimana pula perjalanan cintanya?..
Yuuuk ikuti kisahnya di novel ini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Setelah kejadian hari itu Nadien tidak lagi datang ke kantor Andra, hanya utusan dari kantornya yang datang ke kantor Andra untuk menyelesaikan semua kerja sama yang masih berlanjut. Andra semakin merasa bersalah melihat Nadien yang menghindari dirinya. Semua kontaknya langsung pada Nadien di blokir oleh Nadien, dia hanya bisa menghubungi kantor Nadien dan sekretaris Nadien.
Perasaan bersalah Andra kian besar. Dia pergi ke kantor Nadien. Dengan langkah kaki cepat Andra menyusuri lorong kantor Nadien. Dia terus melangkah tanpa menghiraukan tatapan mata para karyawan Nadien yang ter arah padanya. Setelah keluar dari lift, Andra langsung menuju ruang kerja Nadien.
"Maaf pak Andra, bu Nadien tidak bisa menerima tamu," sekretaris Nadien mencegat Andra.
Namun Andra terus melangkah tanpa menghiraukan sekretaris tersebut hingga dia masuk kesebuah ruangan.
"Maaf bu Nadien, saya tidak bisa menahan pak Andra,"
"Tidak apa Nara keluarlah, biar pak Andra menyelesaikan urusannya."
Sekretaris Nadien pergi meninggalkan ruangan Nadien, sedang Andra terus masuk ruangan itu.
"Maafkan aku Nadien, waktu itu aku tidak bisa menahan diri, aku laki-laki buruk, memang kebiasaanku seperti itu pada setiap wanitaku,"
Nadien terkejut dengan kejujuran Andra.
"Maaf Nadien, selama ini aku menyukai kamu, hari itu aku tidak bisa menahan diri. Maafkan aku Nadien, maafkan aku karena aku jatuh cinta padamu," isak Andra.
"Aku memaafkan anda, tapi tolong keluar dari ruangan ini," ucap Nadien judes.
"Nadien, tidak bertemu kamu beberapa hari ini aku tersiksa Nadien, Nadien I love you," ucap Andra dengan wajah sayu.
"Maaf pak Andra. Aku janda yang punya satu anak, aku tidak minat lagi untuk pacaran atau seru-seruan," jawab Nadien sinis.
"Nadien, aku serius, aku ingin menjadi bagian dari hidup kamu,"
"Beri saya waktu, satu hal lagi, jika hubungan ini bisa lanjut, saya tidak akan melanjutkannya kalau keluarga anda tidak menyukai saya,"
"Keluargaku baik Nadien, mereka tidak akan mempermasalahkan latar belakang kamu,"
"Silahkan anda keluar, saya mau lanjut kerja,"
Andra pasrah, sikap Nadien yang dingin padanya membuat dia semakin merasa bersalah. Andra meninggalkan kantor Nadien dan kembali ke kantornya.
***
Andra melangkahkan kakinya memasuki ruangan kerjanya.
"Nirmala?" Andra kaget dengan kedatangan Nirmala adiknya.
"Kak, bagaimana ini, sampai sekarang kita tidak menemukan ginjal yang cocok buat papa," ringis Nirmala.
"Bagaimana lagi? Kaka sudah berusaha semampu kaka, bahkan kamu tahu bukan, kalau kaka memasang iklan,"
"Kakak kenapa? Kenapa wajah kaka di tekuk begitu?"
"Aku jatuh cinta Nir, tapi wanita yang aku cinta dingin dan judes padaku,"
"Hemmm wanita itu belum tahu siapa kakakku," Nirmala menggelayut manja di badan Andra.
"Dia berbeda Nir, dia salah satu petinggi perusahaan Syafana Group,"
"Jangan bilang kalau kaka jatuh cinta sama janda cantik yang jadi selebgram baru itu." Seru Nirmala.
"Selebgram?" Andra langsung membuka instagramnya dan mencari akun atas nama Nadien Syafana, benar saja, jutaan follower Nadien.
"Kenapa aku bodoh!!! Wanita seperti dia pasti punya kehidupan di media sosial, arrggghhh aku bodoh!!!"
"Bukan bodoh, kaka memang jarang main ig, hem kurasa kaka sekarang bakal main ig terus nih," goda Nirmala.
Andra tidak menghiraukan Nirmala lagi, dia fokus dengan halaman instagram Nadien yang penuh foto-foto Nadien dan putrinya.
"Hei ini putri Nadien?" Tanya Andra.
"Kurasa, tapi Nadien tidak pernah meng upload foto anaknya secara jelas, hanya sekilas, yang banyak hanya foto dia dan kegiatan dia," seru Nirmala.
Andra membicarakan banyak hal dengan Nirmala, membahas bagaimana mencari solusi untuk papa mereka. Setelah Nirmala pergi Andra asyik dengan ponselnya. Entah kenapa perasaannya sangat damai jika memandangi foto-foto Nadien yang ada di halaman instagram Nadien.