"kau miliku"_Nicholas
"ck,siapakau,dan aku bukan milikmu"_Valerie
______________________________________
"apa pun yang sudah menjadi miliku akan tetap menjadi miliku"_Nicholas
"kau salah mencari lawan"_Valerie
_______________________________________
" tak kusangka gadis manja sepertimu akan menjadi singa yang mengerikan"_?
"darah dibalas dengan darah,nyawa dibalas dengan nyawa"_?
_______________________________________
"least game to bicth"_Valerie
"kamu memang kelinci kecil nakalku"_Nicholas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atika Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
Sudah tiga minggu lama nya Valerie dan Victor bertengkar begitu juga tiga minggu Victor tidak mengetahui dimana keberadaan Valerie, Victor sudah mengkerahkan semua usahanya namun hasil nya nihil,bahkan Victor meminta bantuan pada teman teman nya seakan hilang di telan bumi,keberadaan Valerie tidak di ketahui nya.
Namun siapa sangka bahwa Nicholas selaku teman Victor mengetahui di mana Valerie berada,namun Nicholas enggan mengatakan nya pada Victor.
Victor pov
Saat ini aku sedang berada di kamar adik ku yang sudah tiga minggu tidak tau dimana pemilik kamar nya,semenjak kejadian itu aku selalu tidur di kamar Valerie
"Dek kamu dimana apa perkataan abang buat kamu pergi begitu jauh sampai abang gak bisa nemui kamu,maaf.....maafin abang dek abang tau abang salah,kamu boleh hukum abang,pukul abang,atau maki abang,tapi abang mohon jangan hukum abang seperti ini" semua aku ucapkan sambil memandang foto Valerie yang berada di kamar nya,kamar nya membuat aku nyaman dan tidak lama aku pun memenjamkan mata lalu tertidur.
Victor pov end
Seorang gadis duduk di kursi kebesaran nya ia sedang mengerjakan tugas nya sebagai CEO
Tok
Tok.
Tok
Suara ketukan pintu memecahkan keheningan yang ada di sana
"Masuk"
Masuk lah Charles dengan berbagai berkas berbeda beda,di tangan nya.
"Maaf nona,ini ada berkas lain yang harus anda tanda tangani" menyerahkan semua berkas yang ia bawa.
"Hufh,Charles bisa tidak jangan ada berkas yang datang lagi,kau tidak lihat yang ini saja belum aku sentuh,malah di tambah lagi" ujar Valerie yah gadis itu Valerie yang menghilang selama tiga minggu ini, Valerie menujuk berkas berkas yang menumpuk di pinggir meja kerjanya.
"Itu tugas anda nona,saya tidak peduli" ucap nya santai dan mendapat tatapan tajam dari atasan nya
"Hehehe bercanda,nona" ucap Charles sambil mengangkat dua jarinya pics.
Valerie menghembuskan nafas kasar bagaimana dia bisa ia mendapatkan asisten yang ewh tidak punya sopan santu pada nya padahal dia adalah atasannya.
...♠♠♣♠♠...
Beralih di tempat Nicholas....
Di sebuah ruangan yang penuh akan gambar dari seseorang yang sangat ia cintai ah tidak lebih tempatnya dia terobsesi pada gadis itu,banyak foto yang ia dapatkan dari senyum,marah,kesal,sedih,semua ekspresi itu ada di ruangan itu.
"Baby kamu buat aku gila" ucap Nicholas sambil memandang deretan poto itu dengan senyum larat seringai dengan tatapan obsesinya.
"Kamu semakin cantik dan manis,aku semakin tidak rela mereka melihat kecantikanmu,ingin rasanya aku mengurungmu agar tidak ada yang bisa melihat kecantikanmu,tapi..."
Nicholas menghentikan ucapan nya lalu berjalan dan mengambil bingkai poto yang ada dua insan dengan senyum yang bahagia.
"Kamu bukan milikku,namun jangan khawatir dengan segera kamu akan menjadi miliku,dan apa yang sudah menjadi miliku tidak akan pernah aku lepaskan" lanjutnya tentu saja dengan seringai khasnya itu menyertai.
Nicholas pergi dari sana dengan wajah datar andalan nya,tidak ada yang tau tentang ruangan itu hanya ia dan tentu saja yang di atas.
Nicholas berjalan dengan tenang menuju pintu mansion nya saat akan membuka pintu ia dikejutkan dengan pintu yang terbuka dengan keras dan tidak santai dan pelakunya berdiri dengan cengiran bodohnya,untung saja pintu mansion itu di buka kearah luar bayangkan jika arahnya itu kedalam kemungkinan ia akan terjatuh dan mungkin saja ada memar di tubuhnya.
"Ada apa b.o.d.o.h" ucapnya menekan kata di akhirnya
Orang itu masih mempertahankan cengiran bodohnya lalu masuk menerobos dan duduk di sopa dengan santai nya.
"Hah santai saja,gue cuman mau kasih tau lo tentang...."
Brak
Sekali lagi pintu itu terbuka dengan sangat keras dan pelakunya bukan hanya satu namun tiga.
"Lo main tinggalin kita aja dar" yah laki laki yang pertama membuka pintu itu adalah Daren dan yang keduanya Rico,Marsel dan Victor.
"Ck,kalian lama" ketus Daren.
"Lo yang kecepetan" jawab Rico
"Sebenarnya ada apa kalian datang kemari?" tanya Nicholas sambil memijat keningnya bagaimana dia bisa berteman dengan saudaranya setan seperti mereka.
"Bukannya lo yang minta kita kesini" ucap Marsel membuka suaranya
Nicholas mengerutkan kening nya bingung "tidak"
"Hah tapi kita di minta Lerdo buat datang kerumah lo" ucap Daren.
Nicholas semakin bingung ia tidak menyuruh Lerdo untuk meminta teman temannya datang kerumah nya.
"Gue gak pernah nyuruh Lerdo buat nyuruh kalian datang"
Mereka semua semakin bingung,lalu siapa yang menyuruh mereka datang.
Pertanyaan itu memenuhi otak mereka berlima hingga suara langkah kaki mengalihkan antesi mereka.
"Lerdo,apa benar kamu yang menyuruh mereka datang kesini?" tanya Nicholas to the point.
"Benar tuan" jawab nya sopan
"Untuk apa?"
"Saya di minta oleh seseorang untuk mengumpulkan kalian semua,tuan"
Mereka mengerutkan kening
"Siapa?" tanya Nicholas
"Gue"
Suara itu,bukan salah satu dari mereka, suara itu suara perempuan tapi siapa?,mereka mengalihkan pandangan mereka menuju pintu itu di lihat ada tiga
Gadis dengan Stayle masing masing.
Mereka berjalan mendekati kelima eh ralat keenam laki laki itu,tanpa permisi mereka duduk di sofa itu untung saja mereka cukup ramping untuk duduk disana.
"Kalian" ucap Daren
Hap
Victor memeluk Valerie yah yang datang adalag Valerie, Helga,dan Delia.
Victor memeluk Valerie dengan erat membuat seseorang yang duduk di single sofa,menggeram dengan kepalan tangan ,sekira sudah melepaskan rasa rindunya Victor melepaskan pelukannya dan menatap adiknya yang tidak merespon pelukan nya itu,dan betapa terkejut nya melihat ekspresi yang di keluarkan oleh Valerie, kalian ingin tau apa ekspresi Valerie datar yah Valerie mengeluarkan ekspresi datarnya.
"Dek...a.."
"To the point, kita ngumpulin kalian karena ingin tau kisah kalian dengan Zea" ucapan Victor terpotong oleh Helga.
"Maksud kalian?" tanya Daren
"Bukannya Victor udah sadar, lalu untuk apa kalian mencari tahu tentang Zea?" tanya Marsel
"Ck,bukan urusan lo" jawab Delia
"Udahlah lagian kan kasus Victor udah jelas,memang Zea yang salah tapi dia sudah tidak ada kabarnyakan?jadi kita lupakan saja" ujar panjang Rico
"Dek bener kata mereka lebih baik kita lupakan yah,abang gak mau terjadi sesuatu pada kamu,dek"
Valerie yang diajak bicara hanya diam dengan wajah datarnya.
"Kita tetap ingin tahu.titik" ujar Delia menekan ucapan akhirnya.
"Kenapa kalian ingin tahu tentang masa lalu kami dengan Zea? Apa kalian berniat balas dendam dengan nya karena Victor?" tanya Daren
"Bukan urusan kalian" jawab Helga,Valerie yang melihat ini sungguh malas kenapa mereka tidak ceritakan saja apa susah nya toh itu juga tidak akan berpengaruh pada mereka.
"Tapi..
" ceritakan saja,jika tidak....."Valerie sengaja menggantungkan ucapan nya lalu menatap tajam mereka berlima.
"Kalian akan mempertaruhkan banyak nyawa dalam bahaya tanpa kalian duga,salah satunya adalah diriku" lanjutnya yang membuat semua yang di sana terkejut bukan main.
Apa maksud dari perkataan Valerie? Mengapa?begitu banyak pertanyaan di kelima laki laki itu.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Victor menatap sendu adiknya.
Valerie tidak menjawab membuat Victor menghelang napas nya dengan kasar dan tersenyum kecut,melihat tidak ada reaksi apa pun yang du tunjukan oleh Valerie.
"Baiklah akan kita ceritakan,kisah ini dimulai saat kami memasuki sekolah menengah atas,semua berjalan dengan lancar, namun semua itu berubah saat ada murid baru di sana ketika kami kelas 10 semester ke 2..." pasrah Marsel......
mampir jg yu ke karya ku. " love story in SMA "
mampir dan ikuti juga "sepotong sayap patah" ya,
mari saling mendukung🤭🤗