Julio Arjuna Lesmana, seorang CEO di perusahaan ternama. Namun sangat manja dengan maminya.
Bella Kasyim, sekertaris Julio yang di pilih untuk di jodohkan dengan Julio.
*
*
Dengan kemanjaan Julio pada maminya membuat Bella merasa tidak yakin jika Julio akan menjadi suami idaman untuknya.
Bella memimpikan seorang suami yang macho dan perkasa, juga bisa menjaganya.
Siapa yang sangka jika seorang pria yang sangat manja dan lemah lembut dengan maminya, memiliki permainan ranjang yang sangat panas bahkan Bella tak bisa mengimbanginya.
Tapi untuk menjaga dirinya, apakah seorang pria yang di julukinya anak mami dan selalu berdiri di belakang maminya, mampu untuk menjaga seorang istri?
*
*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam
"Sore pertama kita..," ucap Bella dengan senyuman kemenangan.
Sore pertama mereka pun terjadi, saat hingga saat matahari memasuki persembunyiannya pergulatan antara keduanya pun belum berakhir, entah sudah berapa kali mereka mendapatkan puncaknya, namun Julio juga tak mau berhenti.
Julio akan memberikan pelajaran pada wanita yang berada di bawah kungkungannya saat ini, yang sangat suka mengoda tanpa tahu tempat, situasi dan waktu.
"Emp... Ju, aku lemes." ujar Bella di sela-sela permainan mereka.
"Tidak! Kau menggodaku, tak ada ampun bagimu." ucap Julio membuat Bella hanya bisa pasrah.
Julio terus memainkan permainannya, hingga kini sudah pukul 08.00 malam. Bella sudah tak berdaya lagi, dia hanya menerima saja dengan suara-suara gaib yang keluar dari bibirnya membuat Julio semakin bersemangat melakukannya.
"Ju, Sudah!!" pinta Bella dengan suara lemasnya.
"Emp, sebentar sayang... Sedikit lagi," ucap Julio dengan nafasnya yang memburu.
Julio mempercepat pergerakan pinggulnya, memompa semakin cepat hingga benih-benihnya berhamburan memasuki tempat reproduksi Bella.
"Aaarrrrggg," erangan panjang terdengar dari ruangan persegi itu, keduanya pun mengakhiri permainan mereka dengan kenikmatan yang tiada tara.
"Huuf...," Julio membuang nafasnya lelah.
"Awwh, badanku remuk olehmu!" gerutu Bella.
Julio membanting tubuhnya di samping Bella, kemudian mengecup dengan bahagia.
"Tapi, kau menginginkannya." ucap tersenyum gembira. "Lain kali jangan lakukan itu, atau ini akan terjadi." lanjutnya.
"Ya, aku menyukainya dan akan melakukannya jika ku mau," jawab Bella kemudian masuk dalam dekapan Julio di sampingnya.
Pria itu dapat menggelengkan kepalanya, mengetahui wanitanya kini menjadi sangat Liar.
"Ju, aku lapar..." ucap Bella dengan mesih mendekap tubuh Julio dalam tidurnya.
"Akan ku pesankan makanan. Kita makan di sini saja," jawab Julio seraya meraih ponselnya di atas nakas.
Julio membuka aplikasi di ponselnya untuk memesan makan malam untuk mereka berdua.
*
*
Sementara di kamar Ansel, dia telah mendapatkan apa yang dia cari. Ansel mendapat nomor ponsel milik Bella dengan segala cara dia dapat membujuk Randi untuk nomor ponsel Bella.
Ansel menekan nomor yang telah di berikan Randi di ponselnya.
Tut tut tut tut
"Kenapa Bella tidak mengangkatnya?" gumam Ansel kesal.
"Apa yang mereka lakukan? Di mana Bella?" kesal Ansel dalam gumamannya.
"Akhh" pekik Ansel kesal.
Ansel mencoba lagi dan lagi, menghubungi Bella. Sia-sia, jangankan jawaban, tersambung pun tidak. Ansel sangat kesal hingga dia pun keluar dari kamarnya untuk menenangkan pikiran.
*
*
Tok tok tok tok
Julio beranjak dari kasur, sedangkan Bella masih di atas kasur dengan di bungkus selimut.
Julio berpikir itu pasti orang yang mengantarkan pesanan makanan untuknya dan Bella, dan benar saja seseorang berdiri dengan menjinjing kantong makanan di tangannya, namun ada seseorang lagi yang membuat Julio melotot melihatnya.
Lila tengah berdiri di balik pria yang mengantarkan makanan itu dengan wajah emosinya akan meledak saat itu Julio.
"Julio!!!" pekik Lila saat menatapnya berdiri di daun pintu.
"Tuan, saya permisi!!" pamit pria itu setelah menerima uang bayaran darinya.
"Mami!!" seru Julio terperanjat.
"Bagus, kalian ya. Mami dari setengah jam lalu bolak-balik di kamar ini, untuk mengajak kalian makan malam dan ternyata kalian mau makan sendiri." Lila merebut kantong di tangan Julio dan dengan sekejap Lila telah berada dalam kamar itu.
Julio pun tak sempat menghadang Lila untuk masuk. Beruntung Bella telah mengenakan pakaiannya dan kamar yang berantakan sudah Julio bereskan walau hanya memungguti pakaian dan bantal yang berserakan. Sebelumnya mereka sudah mandi bersama mempercepat keadaan yang mungkin mereka pikir akan ada seseorang yang akan datang dan benar saja.
"Mami, apaan sih?" gerutu Julio.
"Mami mau makan. Mami sudah lapar, setengah jam mami mengetuk pintu kalian tapi tidak ada jawaban. Mami kesel," ujar Lila panjang lebar. Beruntunglah kamar hotel itu kedap suara hingga suara-suara setan itu tak bisa keluar dari ruangan itu.
"Mami," sapa Bella seraya bangun dari tempat tidur.
"Bella, apa yang terjadi dengan lehermu? Ternyata kau sangat buas Julio!!" ketus Lila seraya membuka kantong makanan di hadapannya dan melahap isi di dalamnya tanpa mengajak Julio dan Bella.
Lila sibuk dengan menceramahi Julio dan Bella, masalah berhubungan di atas ranjang. Bella dan Julio hanya menatap nanar dengan Lila yang mengoceh tak henti-hentinya dengan makanan yang penuh di mulutnya. Tanpa terasa kini Lila telah menghabiskan dua kotak makanan yang ada di hadapannya, bukan apa-apa Julio dan Bella duduk diam saja di atas kasur, namun mereka sibuk dengan bisik-bisik melihat Lila yang memakan makanan mereka tanpa mengajak dan menghabiskan pula.
"Baiklah, kalian jangan lupa dengan ucapan mami tadi, ingat itu. Kalau mau buat anak itu..."
"Iya, Mi. Mengerti." ujar Julio dan Bella serempak menyelah ucapan Lila.
"Eeegghh... Hm, mami audah kenyang. Mami mau tidur." ucap Lila dan berlalu dari sana.
Julio dan Bella saling pandang, makanan mereka sudah habis.
"Ju..,"
"Ok. Kita makan di luar saja!" ajak Julio.
Bella pun beranjak dari tempat tidurnya, mengikuti ajakan Julio untuk makan di luar, jika tidak dia tidak akan bisa tidur karena kelaparan.
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Coment and Votenya...
Giftnya juga...😄🤗
Love you all💝
kirain apa ...
kuharap othoorrr nya mau up & lanjutin crtanya lg ya,,, semangat 💪💪💪