Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-25
Sudah 3 hari sejak Sabrina dan Laura pergi dari rumah, dan keadaan Anastasya sudah mulai membaik.
Di tempat lain...
Terlihat septyan tengah melamun, sudah beberapa hari dia tak melihat Anastasya dan entah kenapa dia mulai merindukan sosok Anastasya. Dan lamunan septyan langsung buyar karena sari membuatnya kaget.
"Hayohh.. Lagi ngelamunin apa?" Ucap dari sambil tertawa.
"Apaan sih, kamu tuh ngagetin orang aja." Ucap septyan.
"Hahaha.. Jangan suka ngelamun nanti kesambet setan loh." Ucap sari sambil tertawa.
"Apaan sih, siapa juga yang ngelamun." Ucap septyan.
"Hehehe.. Oh, iya tadi aku masak banyak karena gak mau mubajir jadi aku..." Ucap sari bingung harus mengatakan apa lagi.
"Intinya aja." Ucap septyan.
"Ini buat kamu." Ucap sari sambil memberikan kotak makan siang pada septyan.
"Buat aku?" Tanya septyan.
"Iya." Jawab sari.
"Makasih." Jawab septyan.
Dan sari hanya tersenyum saat melihat septyan menerima makan siang darinya, "Kalau begitu aku kerja dulu yah." Ucap sari sambil berjalan pergi. Dan septyan hanya tersenyum sebagai jawaban.
Karena hari ini tak ada jadwal bernyanyi di caffe, septyan lebih memilih untuk pulang. Ingin rasanya dia bertemu dengan Anastasya.
Sambil membawa kotak nasi dari sari, septyan langsung berjalan keluar dari caffe tersebut.
Saat septyan tengah berada di jalan, tak sengaja dia bertemu dengan pak Mansyur.
"Den septyan." Panggilnya.
"Eh, pak Mansyur." Jawab septyan.
"Aduh kebetulan banget, ketemu di sini." Ucapnya.
"Ada apa pak? Cari saya." Tanya septyan.
"Ini non Tasya pengen ketemu sama kamu." Jelas pak Mansyur.
"Tasya pengen ketemu?" Tanya septyan.
"Iya, dia nyuruh saya buat jemput Aden." Ucap pak Mansyur.
"Jangan panggil Aden pak, panggil saja septyan. Lalu sekarang tasyanya ada dimana?" Tanya septyan.
"Ada di rumah, mari ikut saya." Ajak pak Mansyur.
Lalu septyan langsung naik ke dalam mobil, dan kemudian pak Mansyur langsung menyalakan mesin mobilnya dan perlahan melajukan mobilnya ke jalan raya.
Kini mobil tersebut sudah berada di depan kediaman Anastasya, dan terlihat septyan langsung keluar dari dalam mobil.
Ada perasaan gugup saat septyan berjalan ke pintu masuk rumah Anastasya, lalu secara perlahan septyan langsung mengetuk pintu tersebut.
Dan tak beberapa lama datang simbok membukakan pintu.
"Eh, den septyan. Mari masuk." Ajaknya.
Lalu septyan ikut masuk ke dalam rumah anastasya, dan dia mengikuti simbok memasuki kamar Anastasya.
Dan di sana terlihat Anastasya tengah duduk di atas ranjang dengan menggunakan piyama tidur yang cukup terbuka.
"Non, den septyan udah dateng." Ucap simbok.
Mendengar hal itu, Anastasya langsung mengarahkan wajahnya ke sumber suara simbok.
"Hey." Sapa septyan.
"Hey." Jawab Anastasya senang.
Simbok yang melihat hal itu langsung pamit untuk mengurus pekerjaannya yang sempat tertunda.
"Bagaimana kabarmu? Apa kau baik?" Tanya septyan.
"Aku baik kok." Jawab anastasya.
"Tapi kok tubuhmu semakin kurus, sejak terakhir kita ketemu." Ucap septyan.
"Mungkin perasaanmu saja." Jawab anastasya.
"Dan kenapa aku tak melihat ibu dan juga adikmu." Tanya septyan.
"Mereka sudah di usir oleh ayahku." Ucap Anastasya.
"Di usir bagaimana bisa?" Tanya septyan.
"Ceritanya panjang." Jawab anastasya.
Dan septyan hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tangan Anastasya meraba-raba, dan tak sengaja tangannya bersentuhan dengan tangan septyan. Tapi di tangan septyan ada benda asing yang Anastasya tak ketahui.
"Apa itu di tanganmu?" Tanya Anastasya.
"Oh, ini. Ini kotak nasi dari teman kerjaku. Sari namanya." Jelas septyan.
"Kotak nasi dari teman." Ucap Anastasya dengan nada tak suka.
"Iya, tadi dia memberiku ini. Jadi aku terima saja, tak enak juga kan menolak pemberian orang." Jelas septyan.
"Oh." Jawab Anastasya simple.
Dan septyan hanya bisa tertawa melihat Anastasya tengah marah. "Ada apa denganmu?" Tanya septyan.
"Aku tak papah." Jawab Anastasya.
"Kamu belum mandi yah." Ucap septyan.
"Udah kok." Jawab Anastasya.
Dan septyan hanya bisa tersenyum melihat Anastasya. " Udah jangan ngambek terus, nanti cantiknya ilang." Ucap septyan.
Dan Anastasya langsung tersenyum mendengar hal itu. Melihat Anastasya tersenyum membuat jantung septyan berdebar-debar, lalu tangan septyan secara reflek menggenggam tangan Anastasya.
Anastasya di buat kaget saat tangan septyan menggenggam tangan miliknya, dan dengan perlahan anastasya membalasnya.
Septyan hanya bisa tersenyum melihat Anastasya membalas genggaman tangannya. Lalu septyan mendekatkan dirinya pada Anastasya. "Kamu cantik." Ucap septyan sambil menyelipkan rambut Anastasya.
Dan anastasya hanya bisa diam membisu sambil menahan wajahnya yang memerah dan secara perlahan wajah septyan mendekati wajah anastasya.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa